Sedari kecil kita sudah terbiasa disuguhi kartun-kartun Jepang setiap hari, terutama hari Minggu. Selain itu, budaya pop Jepang, seperti anime dan manga, drama, dan J-Pop juga sangat diminati kalangan remaja sejak beberapa tahun silam. Maka tak heran, banyak orang yang terinspirasi untuk mencicipi tinggal di Jepang. Salah satu cara yang populer adalah dengan mendaftar beasiswa ke Jepang. Semoga tips mendapatkan beasiswa ke Jepang di bawah ini bisa membantu kamu meraih yang kamu impikan!

Tips Mendapatkan Beasiswa ke Jepang

Pra-Pendaftaran

Kumpulkan informasi beasiswa sebanyak-banyaknya

Beasiswa pemerintah Jepang (Monbukagakusho) mungkin adalah beasiswa ke Jepang paling populer di Indonesia, tetapi pahami betul bahwa jalan menuju Jepang bukan hanya melalui Monbukagakusho. Ada banyak beasiswa-beasiswa lain yang mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kamu. Misalnya, jika kamu hanya ingin mencoba menikmati budaya Jepang sebentar saja, maka lebih baik kamu memilih program pertukaran pelajar atau belajar bahasa yang rentang waktunya lebih pendek. Di era internet ini, mudah sekali mengumpulkan informasi lengkap beasiswa tersebut. Ini baru langkah awal menuju Jepang, jangan malas!

Pelajari Bahasa dan sejarah Jepang

Mengetahui Bahasa dan sejarah Jepang dapat menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik untuk belajar di Jepang. Hal ini bisa menjadi nilai tambah saat kamu menuliskan esai yang diminta untuk pendaftaran beasiswa, maupun saat tahap wawancara. Perbanyaklah membaca dan berlatih. Keuntungan lain dari mempelajari bahasa Jepang dasar adalah kesempatan untuk mencari beasiswa lebih banyak. Salah satu cara mendapatkan beasiswa adalah berangkat dulu ke Jepang dan mengejar beasiswa di sana. Sayangnya, banyak informasi beasiswa yang hanya tersedia dalam Bahasa Jepang. Dengan mengetahui Bahasa Jepang dasar, kita bisa, secara kasar, menghitung peluang kita mendapatkan beasiswa di sana dan mempersiapkan diri lebih baik.

Malu bertanya sesat di jalan

advertisement

Kamu bukan orang pertama yang akan mendapatkan beasiswa ke Jepang. Sudah banyak pelajar pendahulu yang menerima beasiswa ke Jepang, bahkan hingga bekerja dan berkeluarga di sana. Jika tidak ada orang dekat yang pernah mendapatkan beasiswa Jepang, cobalah lakukan kontak dengan PPI Jepang, mereka akan dengan senang hati membantu para calon penerima beasiswa. Tetapi ingat, jangan tanyakan hal-hal dasar yang mudah kamu dapatkan di internet, seperti persyaratan beasiswa misalnya. Tanyakanlah hal-hal yang lebih personal, sehingga kamu bisa membangun relasi yang baik dengan mereka juga.

 

Menulis Esai

Jangan tulis esai jelang deadline!

Pihak pemberi beasiswa mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk menanggung kehidupanmu di Jepang nantinya, maka jangan anggap remeh mereka. Menulis esai jelang deadline membuat pikiran terburu-buru. Meskipun biasanya ide kreatif mengalir di saat-saat terakhir, namun kamu akan kehilangan waktu untuk merevisi esaimu dan membuatnya menjadi lebih baik. Tetapkan deadline menulis untuk dirimu sendiri, pecah timeline penulisan menjadi beberapa bagian kecil, misalnya satu minggu untuk menemukan judul, satu minggu untuk membuat kerangka, dua minggu untuk menulis, dan tiga minggu untuk revisi.

Perhatikan benar topik yang diminta (jika ada)

Meskipun ide di otakmu kadang sangat cemerlang, namun semua itu tak akan ada gunanya kalau esaimu tidak sesuai dengan topik yang diminta. Perhatikan dengan seksama topik yang diminta, kalau perlu diskusikan dengan kawan seperjuangan, apakah kamu mengartikan topik tersebut dengan benar. The devil is in the details.

advertisement

Silang budaya dan pengetahuan

Hampir semua orang tahu bahwa pergi ke tempat baru berarti bisa merasakan pertukaran budaya dan pengetahuan. Jadi, hampir di setiap esai alasan ini dapat kita temui. Tapi jangan terjatuh ke dalam klise. Aspek budaya Jepang dan pengetahuan yang sedang berkembang di sana sangat banyak. Jadi berusahalah untuk menulis lebih spesifik dan mendetail mengenai apa yang ingin kamu dapatkan selama masa belajarmu di Jepang nanti. Ketajaman detail yang kamu tulis bisa membuat esaimu unik dan juga benar-benar menunjukkan ketertarikanmu dengan Jepang. Tapi, hati-hati, menurut cerita beberapa penerima beasiswa Jepang, meskipun kamu terbiasa terekspos dengan budaya pop Jepang seperti yang disebutkan di atas, jangan memasukkan unsur tersebut sebagai poin utama dalam esaimu.

Sisipkan pengalaman personal

Bayangkan kamu berada di kursi mereka yang menyeleksi esai, semakin banyak esai yang dibaca, semakin terasa kemiripan satu sama lain. Pengalaman personalmu bisa memberikan sentuhan yang berbeda dan membuat esaimu dipisahkan oleh penyeleksi dari tumpukan esai yang mirip.

Minta orang lain untuk membaca esaimu

Karya yang kita buat sendiri, termasuk esai, biasanya terlalu kita sayang, sehingga sulit untuk menemukan kelemahannya. Apalagi jika direvisi dalam waktu yang saat dekat dari penulisan. Oleh karena itu, mintalah bantuan orang lain untuk membaca dan memberi masukan untuk esaimu. Mintalah bantuan mereka dengan sopan, jangan memburu-buru dan jangan jelaskan apa-apa mengenai esaimu. Biarkan mereka bertindak sebagai penyeleksi esai yang tidak tahu apa-apa tentang latar belakang penulisan dan hanya menikmati karya jadinya saja. Jika mereka punya waktu lebih, diskusikan masukan dan kritikan langsung dengan mereka.

 

Wawancara

Makan yang cukup sebelum berangkat wawancara dan berpakaianlah dengan rapi. Kalau kamu tahu pasti kapan akan dipanggil untuk masuk ke ruangan wawancara, sisipkan waktu untuk pergi ke toilet. Budaya pop Jepang yang sebaiknya tidak kamu tuliskan di esai, bisa digunakan sebagai pencair suasana dengan pewawancara. Manfaatkan waktu menunggu dan setelah usai wawancara untuk membangun relasi dengan sesama kandidat. Setidaknya jika kamu gagal di beasiswa ini, kamu memiliki lebih banyak kenalan untuk dijadikan sumber informasi J

Demikian tips mendapatkan beasiswa ke Jepang. Persiapkan dirimu sejak jauh hari untuk mencari tahu, mendaftar, mengirimkan aplikasi, untuk sukses, dan tentu saja untuk gagal. Jika kamu gagal di kesempatan ini, jangan putus asa, coba lagi, lagi, dan lagi!

 

Informasi Beasiswa Jepang S1 Japanese Studies

Tahun 2015 pemerintah Jepang kembali membuka program beasiswa untuk mahasiawa yang sedang kuliah di jurusan Jepang untuk jenjang S1. Penerima beasiswa dapat memperdalam kebudayaan dan mengasah kemampuannya berbahasa Jepang. Program mulai berjalan di bulan Oktober 2015. Anda tertarik? Ini persyaratannya.

Persyaratan:

  1. Usia di bawah 30 tahun pada tanggal 1 April 2015
  2. Mendapat rekomendasi dari universitas
  3. Sehat jasmani rohani
  4. Peserta mahasiswa yang masih kuliah di universitas untuk jenjang S1 dan mengambil jurusan bahasa, budaya, dan sastra Jepang.
  5. Mahasiswa tingkat tiga ke atas, kecuali mahasiswa yang direkomendasikan universitas dan telah mahir berbahasa Jepang.

Syarat dokumen:

  1. Mengisi formulir aplikasi yang bisa diunduh di internet dengan menggunakan bahasa Jepang atau Inggris
  2. Fotokopi setrifikat JLPT, jika ada.
  3. Transkrip nilai
  4. Surat rekomendasi dari ketua jurusan
  5. Surat keterangan dari perguruan tinggi
  6. Fotokopi Akta Lahir
  7. Pas foto yang sudah ditempel pada berkas

Semua dokumen ditulis dalam bahasa Jepang atau Inggris, masing-masing dua rangkap dan diprint di kertas ukuran A4. Biasanya pendaftaran dilakukan secara kolektif dari universitas. Berkas-berkas dikirim ke:

Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang

Jl. M.H Thamrin 24

Jakarta 10350

Pengumuman hasil seleksi akan dimuat di website resmi Kedutaan Besar Jepang. Bagi yang lolos seleksi tahap awal akan dipanggil untuk mengikuti ujian tertulis dan wawancara. Bagi peserta penerima beasiswa akan mendapatkan beberapa fasilitas berupa tiket pesawat pulang pergi, dibebaskan biaya pendidilkan, bebas biaya pembuatan visa pelajar, tunjangan per bulan dan disediakan asrama.

Jika anda membutuhkan informasi beasiswa ke Jepang yang lebih lengkap, anda dapat mengunjungi laman website Kedutaan Besar Jepang atau mengirim pertanyaan via e-mail ke beasiswa@dj.mofa.go.jp.

 

Informasi Beasiswa S2 Jepang

Program beasiswa dari INPEX Scholarship Foundation merupakan program beasiswa penuh untuk jenjang S2 di beberapa universitas di Jepang. Lama studi kira-kira 2,8 tahun. Selama belajar di Jepang penerima beasiswa dibebaskan dari biaya kuliah, mendapat tunjangan, biaya buku, transportasi, dan lain-lain. Berikut informasinya:

Persyaratan:

  1. Usia kurang dari 30 tahun saat mendaftar
  2. Warga negara Indonesia
  3. Telah menyelesaikan jenjang pendidikan S1 di universitas terkemuka di Indonesia pada bidang natural science
  4. Mengambil program S2 dengan bidang natural science
  5. IPK lebih dari 3,0
  6. Sehat jasmani dan rohani
  7. Mendapat izin dari tempat bekerja, institusi atau universitas
  8. Belum pernah mendapatkan beasiswa serupa
  9. Memiliki kepedulian untuk membangun hubungan bilateral antara Indonesia dengan Jepang

 

Persyaratan Dokumen:

  1. Mengisi formulir aplikasi yang diunduh di internet
  2. Curiculum Vitae
  3. Surat keterangan sehat dari dokter
  4. Surat keterangan diterima dari universitas atau institusi penelitian di Jepang
  5. Pas foto ukuran 5x 3,5 cm dua lembar, satu foto ditempelkan pada berkas
  6. Ijazah
  7. Transkrip akademik
  8. Surat rekomendasi dari tempat kerja, atasan atan profesor
  9. Sertifikat bahasa Jepang, jika ada
  10. Fotokopi sertifikat TOEFL atau IELTS
  11. Amplop balasan yang sudah ditulisi nama dan alamat.
  12. Masukkan berkas ke dalam amplop, lalu tuliskan “Application for Scholarships” di sudut atas amplop

Informasi lebih lengkap bisa dilihat di website resminya.

Berkas-berkas dapat diantarkan langsung atau dikirim via pos ke alamat:

  • INPEX Corporation, Jakarta Office
  • 35th Floor TCC Batavia Tower One
  • Jl. K.H Mas Mansyur Kav. 126
  • Jakarta Pusat 10220, Indonesia

Peserta akan melewati beberapa tahapan seleksi. Bagi peserta yang lolos seleksi awal akan di tes tertulis dan wawancara. Pastikan kelengkapan semua berkas sebelum mengirimnya. Jangan sampai ada yang tertinggal. Selamat mencoba!



[reaction_buttons]