Menutup libur panjang tiga bulan, ajang musik akbar setiap semester bernama DWP (Dibyo Wisudaan Project) kembali digelar pada akhir Agustus kemarin. Sama seperti wisuda yang udah-udah, selain melepas para sarjana, DWP Genap juga selalu dibarengi dengan acara penyambutan maba.

Nah, tahukah kamu bahwa banyak hal baru yang terjadi kemarin di DWP Genap 2015? Nah, dilansir langsung dari TKP Wisuda Genap Reguler 2015, berikut gue laporkan apa-apa aja yang membuat DWP kali ini berbeda dari DWP-DWP sebelumnya!

 

1. Sinyal (nggak) Susah (susah amat)

Pernah lagi wisudaan terus kepisah sama orangtua dan ga bisa hubungin mereka karena ga ada sinyal. Itu Rasanya... Photo Credit: epSos.de via Compfight cc

Pernah lagi wisudaan terus kepisah sama orangtua dan ga bisa hubungin mereka karena ga ada sinyal. Itu Rasanya… Photo Credit: epSos.de via Compfight cc

Perbedaan paling signifikan adalah dari segi kualitas jaringan. Seperti yang kita tahu, Hari-H acara #WisudaUI –baik ganjil maupun genap—adalah mimpi buruk bagi setiap insan yang hendak membagikan momen wisuda di media sosial mereka. Biasanya, setiap orang akan kesusahan dalam mencari sinyal. Ajaib, hal ini nggak terjadi di wisudaan kemarin.

BACA JUGA: Sinyal GSM & CDMAku di Kampus Itu

Ya… meski masih susah buat kirim chat via hp, setidaknya fungsi telepon dan sms masih bisa digunakan dengan cukup baik selama di sekitar Balairung. Gue curiga ada anak S2 atau S3 Fasilkom yang membahas cara menangani sinyal di Rotunda dan sekitarnya sebagai tesisnya. Kalo beneran ada, gue rasa orang tersebut berhak mendapatkan nobel perdamaian dunia.

advertisement

 

2. 1664 Jamaah Cum laude

Fakultas donatur cum laude terbanyak tahun ini

Fakultas donatur cum laude terbanyak tahun ini

Dikutip dari Antaranews, pada wisuda kali ini terdapat 2938 sarjana ‘meletek’ dari Kampus UI, yang terdiri dari 2736 sarjana reguler dan 202 dari program paralel. Dari jumlah tersebut, lebih dari lima puluh persen mahasiswanya menyabet gelar cum laude alias meraih IPK di atas 3,51, di mana IPK tertinggi dipegang anak MIPA dan Fasilkom dengan IPK couple yakni 3,94. Saking banyaknya wisudawan yang cum laude, nama-nama wisudawan cum laude pun hanya dipertontonkan selewatan angin cumulonimbus saja #halah sok ngerti angin wkwk. Ah, sedih juga jadinya.

 

3. Demam Flashlight

Balairung rasa Teater JKT48

Balairung rasa Teater JKT48. Bukannya dapet makanan, pulang nyanyi dapet salaman.

Ada pemandangan berbeda dari tribun ketika seorang Mbak Penny Hutabarat menyanyikan lagu Lilin Kecil. Direncanakan atau tidak, tiba-tiba tribun maba perlahan terlihat bercahaya setelah mereka mengeluarkan hape, menyalakan flashlight, dan menggoyangkan hape mereka. Itu kali pertama semua audience menyalakan flashlight spontan dan mengikuti lambaian lagu lilin-lilin Kecil.

Dulu pernah, saat lagu Bunda dinyanyikan, maba membentuk gelombang ‘ombak tangan’ spontan di atas balairung. Meski awalnya agak norak, sontak para wisudawan yang berada di bawah merasa tercengang dengan aksi tersebut. Dan Mbak Penny Hutabarat sendiri sudah menyanyi di UI selama 13 tahun loh!

Yang paling epik, dari barisan panggung wisuda juga terlihat beberapa guru besar juga ikut menggoyangkan ponselnya. Untungnya, soloist di wisuda kemarin ngak bernyanyi Fortune Cookie atau Aitakatta. Bisa-bisa, maba tahun depan secara berjamaah bakal mengeluarkan lightstick dari balik jaket kuning, lantas acara wisuda seterusnya dipindah ke FX Senayan.

advertisement

 

4. Penampilan Dodo

Dodo

Penampilan Dodo (sumber: ui.ac.id)

Menjelang berakhirnya acara wisuda, Pak Dibyo memperkenalkan seorang maba yang membawa sebuah gitar kepada rektor dan parawisudawan. Zulfikar Akbar Cordova namanya. Maba Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Ekonomi Islam, yang dipanggil Dodo ini belakangan terkenal dan menjadi perhatian karena latar belakangnya yang seorang seniman jalanan(pengamen).

BACA JUGA: Pernah Alami Kisah Sedih Ini Pas Jadi Mahasiswa?

Berkat usaha kerasnya, Dodo pun berhasil tembus melalui jalur SBMPTN dan mendapatkan BOP-B dari Kampus sebesar nol rupiah. Dodo pun mendapatkan sambutan supermeriah dari seisi Balairung ketika menyanyikan lagu berjudul Lestari Alamku di depan pimpinan kampus dan ribuan wisudawan. Sosok Dodo menginspirasi kita semua bahwa siapa saja bisa kuliah di kampus Makara!

 

5. Mbak-mbak yang Menyanyikan Lagu Belaian Sayang

Makara merah jangan sampe lolos

Makara merah jangan sampe lolos

Selain Dodo, salah satu penampilan yang membuat para wisudawan menjadi cenat-cenut adalah mbak-mbak soloist yang menyanyikan lagu Belaian Sayang. Nama Mbak ini adalah Zarra, seorang maba Kom FISIP UI. Terpantau dari barisan wisudawan bertoga biru tua, nampak pria-pria langsung heboh ketika mendengar suaranya, terlebih saat melihat paras mbak-mbak tersebut dari layar proyektor.

Bagaikan haus belaian sayang, celetukan-celetukan berbunyi “we want more”, “leh uga nih”, hingga “kamulah takdirku” terdengar menggema dari bangku pemirsa. Ehm, mbak, kalo sampeyan membaca tulisan ini, boleh loh follow Instagram saya. Nanti kita bisa like-like-an. Tx.

 

6. Flashmob Goyang Jigo

Ilustransi goyang jigo via Youtube

Ilustransi goyang jigo via Youtube

Demi apa? Ada GOJIGO di DWP????!!!

Boong deng, boong.

Meski Wisudaan kemarin cuma selang beberapa hari dari HUT SCTV, nggak kebayang juga sih, Pak Dibyo yang kharismatik dengan kumisnya tersebut mendadak berteriak lantang HIYYYAK! KITA GOYANG DUA LIMA!!! DUA LIMA!!! lengkap dengan iringan musik ala-ala toko baju Pojok Busana.

 

 

***

Kalo ada yang bilang hidup itu sesederhana salat dan disalatkan, mungkin, perkuliahan di kampus kuning juga bisa disederhanakan menjadi nyanyi dan dinyanyikan. Ya, meski bagi sebagian orang UI itu kurang kerjaan karena nyuruh ribuan mabanya bernyanyi bersama pas acara wisuda, tapi percayalah.

 

BACA JUGA: Hal-hal Menarik yang Cuma Ada Di Wisuda Sarjana UI

Masa-masa menyanyikan Genderang UI, Gaudeamus Igitur, atau Keroncong Kemayoran secara berjamaah dan lintas angkatan bakal menjadi salah satu momentum yang membuat mrinding, nangis brambang, juga mbrebes mili. Bisa keluar dari kampus penyandang nama bangsa udah pasti menjadi momen langka penuh syukur yang nggak bakal dilupakan seumur hidup kita.

BACA JUGA: 5 Hal yang Cuma Bisa Dimengerti Anak UI Kalau Lagi Wisudaan

Sebagai sesama wisudawan, melalui tulisan pertama setelah menyandang gelar S.Ars. ini, gue hendak mengucapkan selamat dan sukses untuk kita semua di dunia pascasarjana! Selamat berkarya, selamat memberi kontribusi positif buat dunia sekitar, dan jangan lupa, sesuai kutipan Hymne UI:

Dan mengabdi Tuhan, dan mengabdi Bangsa, dan negara Indonesia.

***

 

Hidup (alumni) Mahasiswa!!!

Hormat saya,

1 dari 144 cumlaude-person dari Biru Tua.

#SombongUnite. Trims.

—

Oh iya, wisuda genap bisa ditonton via streaming di link berikut ini loh. Cheers! Yuk bagikan tulisan ini ke Facebook, Twitter atau LINE kamu, lalu mention juga mereka-mereka yang baru lulus dan di wisuda kemarin. Selamat ya… Buat yang wisuda kemarin, tinggal persiapin aja buat “undangan”-nya. 😀



[reaction_buttons]