Jangan Terjebak pada Bungkus! Awas Kopong! (Profil Kandidat Ketua BEM UI No. 2)


0
Maman - Ijonk
Maman - Ijonk (diambil dari FB)
Maman - Ijonk
Maman - Ijonk (diambil dari FB)

Mari menjadi pemilih cerdas! Cerdas melihat kompetensi kandidat, cerdas dalam melihat mana bungkus dan mana isinya πŸ™‚ dan sekarang kita akan membuka bungkus dan melihat isi dari kandidat nomor 2, Maman dan Ijonk. Apakah mereka pantas memimpin kita di organisasi terbesar di UI itu? Yuk kita lihat sama-sama!

1. MAMAN ABDURRAKHMAN. (FTUI 2007)

  • Pengalaman memimpin di lebih dariΒ 20 Organisasi, Komunitas sosial, kepanitiaan, dan project berskala nasional maupun internasional.
  • Track Record kepemimpinan amat baik, terbukti bahwa ia bisa terpilih dari Ketua Himpunan Mahasiswa Mesin, kemudian Ketua BEM FTUI.
  • IPK 3,03. Angka yang amat baik untuk seorang mahasiswa FTUI dengan aktifitas kepemimpinan segudang
  • SeorangΒ Asisten Dosen di FTUI dan Guru privat
  • Juara Karya Tulis Nasional, Finalis Danamon Young Leader Awards,Peserta terbaik LKSM BEM UI (juga diikuti oleh Sakti Lazuardi kandidat nomor satu)
  • Beasiswa penuh sampai lulus, bahkanΒ menolak 2 beasiswa lainyang telah ia dapatkan
  • Fokus pada pergerakan, pelayanan mahasiswa, dan keorganisasian

2. IJONK/MUHAMMAD ADI NUGROHO (FIBUI 2007)

  • Kesibukan luar biasa sebagai ketua BEM FIB UI.
  • Pengajar di BTA 8, sebuah bimbingan belajar yang terkenal bagus
  • IPK 3,23. Amat baik bagi seorang aktifis yang kesibukan hariannya luar biasa banyak.
  • Pengajar bagiΒ mahasiswa-mahasiswa asing yang kuliah di Indonesia
  • Finalis Mapres FIB Bidang Seni
  • Jurnalis LepasΒ Harian Seputar Indonesia
  • PenulisΒ Jurnal Nasional
  • Menguasai silat tradisional, futsal, dan musik
  • Fokus pada Seni, Budaya, dan Olahraga

3. MAMAN-IJONK SEBAGAI PASANGAN KANDIDAT BEM UI 2011 NOMOR 2

  • Satu-satunya kandidat BEM UI 2011 yang LOLOS verifikasi TEPAT PADA WAKTUNYA,Β bukan saat masa perpanjangan. Dengan jumlah dukungan tanda tangan 1745 orang.Β TERBUKTI bahwa kami SIAP! (Excellence).
  • Maman dan IjonkΒ pernah memimpin organisasi di fakultasnya masing-masing. Pengalaman tidak bisa dicuri, dan pengalaman menjadi pemimpin bukanlah hal yang sederhana. TRACK RECORD amatlah penting!
  • Maman memiliki gaya yang sistematis dan tegas(ciri khas pemimpin) & Ijonk memiliki gaya yang asyik, humanis, easy going & dinamis.Β Kandidat ini saling melengkapi satu sama lain, bukan menjadi matahari kembar yang berpotensi bentrok di kemudian hari
  • Maman Ijonk adalah pemimpin berprestasi & menjadikan organisasi yang pemimpinnya berprestasi pula. Contohnya BEM FTUI yang menjadi juara UMUM OIM 2010.
  • Merasa tidak ada perGERAKan dalam kasus lokal di tingkat UI? Maman dan Ijonk telahΒ CONCERN & KONKRET dalam menyikapi isu kemahasiswaan, seperti barel dan BOPB. BahkanΒ Maman Turun sendiri untuk mengecek satu per satu BOP per mahasiswa. KemudianIjonk pun demikian dalam kasus barel, seperti yang ditulis SUMA edisi lalu. (updated soon)
  • Memiliki program kerja yang JELAS (unggulan), terstruktur, & inovatif. Menjual program, bukan citra dan pamor.
  • Memiliki Value Organisasi yang jelas.Β PEACE= Proactive, Excellence, Archievement, Contribution, Enlightment
  • Menggunakan metodologi Positive Campaign di setiap kampanye-nya.Β Bukan isu kotor yang menjatuhkan lawan, tapi mencoba fokus akan visi, misi, program, value, dan believeness

“Pemimpin adalah tauladan, contoh bagi yang dipimpin

Pemimpin adalah pelayan, bekerja keras untuk rakyatnya.”

PILIH, berdasarkan kompetensi dan kapabilitas! bukan sekedar eksistensi di balyhoo atau bahkan twitter πŸ˜€ Be a smart Voter guys!


Together, we’ll make an excellence of future

Excellence of BEM UI 2011!!!!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Aditya Rian (ARA) FE/Manajemen/2009
Passionate marketeers, Designer wannabe, craving for better Indonesia | Founder @HIPMI_UI @studentpreneurs @jagoansehat

94 Comments

Leave a Reply

  1. HIIII GAK AKAN DEH GUE MILIH ANTEK2 PKS INI! SI IJONK BUKANNYA NAMANYA JELEK BANGET YA DI FIB??? NI 2 ANAK SALAM TARBIYAH BAKAL GA NGERANGKUL YG NON-MUSLIM LOH, BEWARE!

    1. Kata siapa? setelah 15 berkuasa orang-orang Tarbiyah tetap merangkul semua kalangan, apakah tahun ini BEM berhasil merangkul semua kalangan? Jawabannya TIDAK!!!

      1. bukannya tidak, tp tarbiyahnya aja yg ga mau dirangkul..
        buktinya udah diajak jadi kadep aja ga ada yg mau, palagi cuma buat dijadiin staff…

    1. jangan mengatas namakan salam dunks, dan jangan mengatas namakan PKS, kalo memang salam berbasis partai seperti itu, w gak akan masuk salam, dan nyatanya, salam tidak….

  2. Wah mula nya udah negative thinking duluan sy baca judulnya.. Hehe πŸ˜€

    Udah terbukti Maman-Ijonk punya track record yg bagus di organisasi.. Pilih 2 utk BEM UI yg lbh baik! πŸ˜‰

    entah kenapa sy ngerasa lama2 comment di anakui.com udah kyk di detik.com , asal njeplak, tanpa identitas jelas. Kita mahasiswa, kaum intelek. Hendaknya dgn intelektualitas pula kita berkomentar.

  3. yupz setuju sama andika, klw mau komen pake intelektualitas, pake identitas yang jelas dan etika, dan buat orin, klw mau nuduh pake data yang jelas….ok? buktikan klw kamu anak UI, dan buat yang lain, klw yang komen tanpa identitas yang jelas jangan dipercaya karena dia hanya perusuh di forum kita anak UI…

  4. Sangat terlihat unsur negative campaign disini…di frase “maman terpilih menjadi peserta lksm terbaik, acara yg jg diikuti oleh Sakti sbg peserta”
    Menurut saya, kalau mau menang harusnya dilakukan dng cara2 yg positif juga. Kalau memang kompeten, ya tunjukkan kompetensinya saja, jng mengekspos kejelekan lawan…
    Btw, sy heran kalau ingin mengajarkan menjadi pemilih cerdas dan rasional, bukannya pihak yg berkampanye sepatutnya juga berkampanye dng cerdas dan rasional?
    Lagian, bem itu kan cm setahun ya, kalau ketua-wakilnya sj yg kompeten tp program kerjanya ga realistis krn tim yg mendukung dibelakangnya ga kompeten, gmn dong?

    Lagi2 politik pencitraan yang bermain disini…

  5. Politik pencitraan sekali kandidat nomor 2 ini. Tolong buktikan validitas data track record ini, karena saudara Ijonk punya track record buruk selama organisasi. Coba saja konfirmasi anak2 FIB UI yang lain. Pilih nomor 2 hanya akan mengulangi ‘rezim tarbiyah’ sebelum era Imaduddin. Kalian puas dengan rezim tarbiyah? Saya jelas tidak. Lebih baik golput.

    1. lah… sapa bilang jamannanya imad bukan REZIM TARBIYAH??

      IMAD itu tarbiyah kaleeee,, jelas2 dia anak ppsdms IMAD ANTEK PKS juga, bapaknya aja petinggi PKS..
      udah sih, daripada ngomongin pks mulu,
      mending pilih berdasarkan track record bro…

        1. Saya rasa sudah bukan waktunya lagi kita mempermasalahkan golongan, suku, agama, ras, dan lainya. Asalkan kinerjanya bagus dan memang kompeten dibidangnya saya akan dukung, tidak peduli dia beragama, atau komunis sekalipun.

        2. yaelah masih kaku aj lo…
          MAKANYA BUKA MATA LEBAR2!!! imad cuma bersembunyi di balik TOPENG… !!

          BPH nya emang ga banyak yang tarbiyah.. tapi IMAD TARBIYAH.. LW LIHAT KLUARGANYA AJALAH…masih mau nutup MATA???

        3. w heran sama lw semua, emanknya kalo tarbiyah kenapa, berarti dy akan memimpin dengan berdasarkan asas ketuhanan, dan kalau memang dia menerapkan prinsip tarbiahnya itu, tidak akan ada kecurangan dan ketidak puasa.

    2. @Lusi: coba buktikan juga dong dengan data dan fakta kalau kinerja Maman & Ijonk buruk. JANGAN CUMA BISA NGOMONG DOANG. Orang APATIS seperti andalah yang harus diwaspadai karena akan memperburuk bangsa ini dimasa depan

      1. buat muhammad al
        coba kasih fakta yang jelas..bem sekarang ga merangkul semua golongan
        biar ga jadi gosip doang
        fakta ya
        bukan dugaan
        bisa bedainkan????

      2. IJONK kinerjanya di BEM FIB bisa ditanya langsung ke anak BEM FIB cuy

        kl MAMAN tanpa cela kayaknya
        tapi tetep aj kl ud pilihan MAJLIS SYURO
        y bakalan….

  6. @ lusi: pilih nmor 2 hanya ngulang rezim tarbiyah?? maksudnya apa ya? emang selama ini si imad-choky bersama dgn rezimnya udah bawa perubahan yg bagus gitu buat anak2 UI??

    ane tanya balik, ente puas dgn rezim imad saat ini??
    mana tuh hasil2 konferensi sinergisasi se-UI yg dari jaman dulu udah bwa isu stategis, buktinya mana? cuma wacana doang, gak konkret
    isu kesehatan pun BEM imad gak pernah peduli, bem fakultas aja yg jalan sendirian, padahal juga udah diundang dgn resmi..

    @yg identitasnya palsu: buktikan nyali anda semua di forum ini,jangan asal komen dan bikin rusuh..
    tunjukkan ke-intelektual-an mahasiswa UI, dgn menyertakan identitas aseli!!

    1. Shiv, sedih saya kamu bilang begitu. Wallahi, saya berusaha melakukan yang terbaik, mengusahakan yang terbaik — memperbaiki hubungan dan berhati-hati untuk nggak gegabah dalam mengkritisi kebijakan kampus biar BEM tahun depan nggak perlu mengalami kesulitan trust building seperti yang saya alami, menyelesaikan sebanyak mungkin bagian yang bisa saya selesaikan tahun ini karena perubahan ini harus bertahap, meski saya tahu nggak sempurna. Tapi begitu kamu bilang, “cuma wacana doang, gak konkret”, itu menegasikan semuanya, Shiv, semuanya.

      Wallahi, walau saya berjuang di BEM UI 2010 yang katanya beda rezim dengan sebelumnya, saya nggak pernah ngeliat latar belakang rezim setiap berjuang di BEM UI. Saya di BEM UI sejak tahun 2008, in sya Allah saya selalu berusaha melakukan yang terbaik. Tapi begitu tahun 2010 ini “beda rezim”, kamu bilang ini nggak konkret dan sekedar wacana. Kenapa kamu juga jadi orang yang menilai perjuangan berdasarkan “rezim”?

      Saya berharap nggak ada pembedaan rezim atau golongan begitu sudah berjuang di (dalam hal ini yang sedang dibicarakan) BEM UI. Tapi ternyata toh, kamu yang membandingkannya sendiri.

      Nggak bisakah meyakinkan orang untuk pilih Maman-Ijonk tanpa harus menegasikan satu bagian perjuangan yang dilakukan BEM UI 2010?

      Wallahi, saya sedih. Sahabat dekat saya sendiri saja tidak percaya bahwa saya berusaha konkret.

      1. masih aja main2 rezim…ckckckckck…
        tarbiyah di ui itu udah mendarah daging bro…
        mengakar sangat kuat…

        si IMAD aja ANTEK PKS, anak PPSDMS lagi..kurang apa??

        jadi rezim IMAD sama aja sama sebelum2nya…cuma bedanya si Imad kata orang2, kurang soleh aja (haha, padahal cuma Tuhan yang tau soal kesolehan)

  7. Siapapun yang jadi Ketua BEM nya.
    saya cuma mohon 1 hal: KEMBALIKAN UI MENJADI UNIVERSITAS INDONESIA. saya cuma pengen memperoleh sedikit eksistensi sebagai warga non-muslim untuk bergerak. saya memang minoritas dan saya juga gak terlalu mementingkan mau rezim tarbiyah,kek politik PKS,kek. soalnya saya juga gak tau apa2 tentang tarbiyah dan PKS. tapi saya cuma mohon perhatian sebagai minoritas. yah, cuma itu aja,sih.

  8. setuju sama andika, intelektualitas mahasiswa UI tolong tunjukkan di forum ini. statemen-statement yang anda keluarkan tolong dipertanggungjawabkan dengan memberikan data-data yang valid agar tidak terjadi fitnah serta tidak menjatuhkan nama seseorang bahkan nama organisasi kampus.

  9. Ngapain seh pilih2 tarbiyah?? Napa ga ada yang milih ketua BEM yang doyan dugem, party, g403L, dan hedon kayak GUE!!!

    1. soalnya lw GAK MAJU BOY… klo lw maju, gw pilih dah!!!

      klo sekarang kan repot.. maju kena mundur kena…
      pilih 1 MS, pilih 2 Tarbiyah… sama aja boong…tapi daripada gak milih, makin ancur lageeee

  10. loh kok yg saya liat di form pendaftaran calon kandidat ketua bem ui yg sama panitia pemira itu IPK maman 2,99 yaaaaaa? cek form nya ama panitia pemira deh . monggooooooo

  11. @saya netral= ehmm….memang selama ini kaum minoritas tidak bisa bergerak yah??
    saya juga termasuk kaum minoritas nih..tapi gak kenapa2…coba tolong jelaskan yah..terima kasih..

    memang benar setiap apa yang kita bicarakan harus ada datanya alias dari sumber yang valid.Jangan hanya dari omongan si A dan si B dst.Itu namanya ikut2an. Bisa jadi berita dari si A bohong.Bisa jadi si B yang benar.Nah akhirnya bingung kan.
    Menjadi ketua dan wakil ketua BEM adalah menjadi pemimpin yang tidak hanya mengerjakan proker-proker tapi gak ada kebermanfaatannya untuk negeri ini.Karena kalo cuma begitu doang mereka hanya sekedar numpang lewat untuk jadi terkenal lewat proker tanpa peduli dgn nasib orang Indonesia di luar sana…
    yah itu sih pendapat saya doang.coba pikirkan deh agan2

  12. Tolong perhatikan kembali:
    # Kami menghargai sikap mahasiswa yang dewasa dan bertanggung jawab, dengan mencantumkan identitas asli (nama, email, dan asal fakultas) kamu.
    # Komentar yang tidak mencantumkan identitas aslinya akan diabaikan.

    Diskusi akan menjadi sangat tidak sehat jika komentar-komentar yang terlontar tidak bertanggung jawab.

    Semoga tahun ini tingkat partisipasi mahasiswa UI dalam pemira bisa meningkat. Sebagai orang-orang yang mendapat anugrah untuk mengenyam pendidikan tinggi kita harus dapat memberi contoh yang baik pada masyarak luas dengan memiliki preferensi politik (kampus) walau golput adalah hak setiap individu. Karena golput menurut saya adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Selamat memilih dengan cerdas!

  13. nanya dong, kandidat nomor satu ga kampanye di anakui.com ya??

    hm.. masalah tarbiyah…. dewan syuro, SALAM. hahaha.. klasik sejak 98 ya?
    satu hal yang saya kecewa selama saya kuliah adalah ketidakmampuan bem ui untuk menaungi bem2 fakultas…

    masalah si calon ini, kemasannya kampanyenya tampak lebih baik dari calon lain ya? tapi isinya? ga tau de…
    btw, calon laen bukan dari SALAM juga ya? ato “pengkhianat” salam?haha

  14. @rifki: oh, gitu… kalo saya diceritain ama anak 96 sih katanya dulu mereka tidak mendominasi, sejak 98 organisasi2 di ui bubar, makanya mereka (salam) bisa mendominasi. sama, cmiiw

  15. Udah lah, sebagai mahasiswa, kalian gak usah sirik sama hal2 yang bersifat labelling. Ada hal yang lebih penting dan substantif

    Bawa-bawa isu LABELLING itu gak substantif dan gak membangun, cetek banget sih anak UI, yang dibawa yang begitu2an doang.

    Buat yang gak seneng sama Maman Ijonk karena katanya deket sama SALAM, ELO TUNJUKKIN DONG KALAU LO JUGA BISA BERBUAT SESUATU, MAJU SONO JADI KETUA BEM

    Daripada kritik pepesan kosong bau ketek. ::peace::

    1. “Buat yang gak seneng sama Maman Ijonk karena katanya deket sama SALAM, ELO TUNJUKKIN DONG KALAU LO JUGA BISA BERBUAT SESUATU, MAJU SONO JADI KETUA BEM”

      mantep banget nih komennya bang tigor hahahaha

      for all: buat yang komen dengan tanpa identitas yang jelas anggap aja para pecundang yang berani hanya lempar batu sembunyi tangan.

  16. Hmm.. Mau dilempar isu golongan juga, kalian akan sangat kesulitan untuk mengatasi isu-isu kampanye Maman Ijonk: Ekselen dan Kreatif.
    Pengalihan isu bukan? Daripada harus menekankan “kami independen dari SALAM UI”, mereka lebih memilih untuk menekankan “keunggulan” yang ada. Dan memang, wow, luar biasa. Terlepas dari kebenaran datanya, orang-orang menyukai itu. Itu kan yang dibutuhkan untuk menang? πŸ˜€
    People power yang muak dengan hegemoni kekuasaan trus-menerusnya tarbiyah saat ini kurang kuat dibandingkan dengan zamannya Imad Choky.
    Artinya? Terserah lo pada mau ngomong apa disini, Maman Ijonk punya peluang SANGAT BESAR untuk menang..

    Saya pribadi tidak mempermasalahkan jika ada kedekatan beliau dengan SALAM, apalagi tarbiyah. Pemimpin yang religius tentu lebih disukai πŸ˜€

    Yang ingin saya garis bawahi adalah Maman Ijonk adalah calon yang (diajukan dan) didukung oleh Majelis Syuro UI (majelis yang eksis tapi ngga terlihat, hebat kan? :D). Dampaknya, segenap ADK ADK sampai tingkat fakultas pun diinstruksikan untuk mendukung calon yang satu ini.. (pernah lihat mbak-mbak berjilbab panjang yang biasanya kalem tiba-tiba jadi reaktif mengkampanyekan beliau?sekali lagi, hebat kan? :D)

    Inilah kepentingan golongan, yang didukung oleh segenap orang-orang yang loyal dan terkader(makanya rezim ini bisa bertahan sampai 15 tahun!).
    Adakah masalah dengan itu? Hal ini saya kembalikan kepada pendapat masing-masing…

    Kebanyakan orang rasanya salah kaprah dengan apa yang terjadi dengan dagelan perpolitikan UI. Rezim ini bukan rezim SALAM, melainkan rezim Majelis Syuro UI.. SALAM hanyalah salah satu cabang dari MS UI, yang dikenal dengan cabang Syiar. Ada lagi cabang yang lain, yakni perpolitikan. Nah, disinilah isu yang saya pribadi tidak menyukainya..

    Setiap kali calon ketua yang diajukan MS UI menang, maka ia otomatis akan menjadi pimpinan tertinggi perpolitikan di UI..
    Akibatnya, ia menjadi salah satu petinggi MS UI..
    dan muncul hal yang tidak saya sukai: kebijakan yang beliau ambil pun akan didiskusikan terlebih dahulu di MS UI…

    mereka mungkin orang-orang yang berkompeten, unggul dan luar biasa; namun lembaga yang kelak mereka pimpin akan menjadi “lembaga boneka”..

    Entahlah, meski dibilang pembicaraan dalam syuro itu bersifat kebaikan ataupun ketarbyahan (menurut versi mereka), tetap saja, dalam pandangan saya, itu politik busuk. Intervensi dari luar adalah politik busuk, apalagi terstruktur dan berjalan selama 15 tahun!

    Biarkan kesamaan ideologi kalian yang menyatukan kalian, tak perlulah si ketua BEM itu diangkat sebagai petinggi MS UI…
    busuk, tak independen. Bukankah sudah selayaknya pemimpin kelak tidak memihak golongan tertentu saja?

    ~paparan data diatas bersumber dari hasil omong omong dengan beberapa orang. saya rasa cukup valid..
    ~daripada disebut “menuduh”, saya lebih suka menyebut komentar saya ini sebagai “klarifikasi” dan “request”.

    akhir kata, mohon maaf, diluar dari segala keunggulan calon yang satu ini, saya belum bisa menjatuhkan hak pilih pada maman ijonk.. πŸ˜€
    tapi pun seandainya kelak beliau menang, saya harap aspirasi saya ini bisa didengar..

    Salam! Semoga politik tidak jadi politik tai kucing bahkan sejak zaman kampus πŸ˜€

    1. jd inget beberapa tahun lalu pas rejimnya ADK
      ada gerakan demo entah saya lupa kemana gitu
      tp intinya mahasiswa ber-jakun turun ke jalan menentang hasil pemilu dan kl ndak salah ingat aksi itu ujung2nya meminta perolehan suara putih kuning dinaikkan

      CMIIW

  17. bung rata, akan lebih bijak dan dewasa jika anda sebutkan identitas lengkap anda…

    saran saya : jgn terlalu yakin dg apa yg anda dengar..carilah info sebanyak mungkin…apalagi tiba2 anda mencoba klarifikasi seolah2x anda tahu segalanya…

    Imad itu teman saya..saya tahu motif dia maju…cuma disalah artikan oleh TS-nya saja terkait kemajuannya di pemira IKMUI tahun kemarin..

    1. Tak ada keraguan dalam hati saya bahwa Ketua BEM UI terpilih yang diajukan MS UI memang akan diangkat kedalam bagian MS UI sebagai kesebagai seorang ADK senior, tentu Anda tahulah konsekuensi “membuka rahasia” bagi para kalangan ADK. Dan isu yang saya angkat ini termasuk salah satu rahasia yang sebenarnya tak boleh diangkat. Agak riskan bagi saya dan segenap orang-orang disekeliling saya jika saya mengungkapkan identitas diri. ADK ada dimana-mana. Dan saya tak rela orang-orang disekeliling saya diberikan hukuman oleh kalian, entah apa, mungkin minimal sanksi sosial.

      Ditambah lagi dengan fakta bahwa MS UI sendiri sangat bersifat rahasia. ADK tingkat bawah saja tidak bisa mengetahui lebih dalam, apalagi saya? πŸ™‚ Oleh karena itu, jika memang tujuannya untuk meyakinkan orang (seperti yang dinyatakan saudara Refaldo dibawah), pencantuman identitas tak lagi ada artinya. Saya tak memiliki bukti foto, video, ataupun dokumen. Yang saya miliki hanyalah saksi yang terpercaya (yang itupun bisa dengan mudah dikatakan sebagai palsu!). Dan ya, saya sudah menuruti saran bung kholid untuk mencari info tambahan, dan bertambahlah keyakinan saya tentang ini πŸ™‚

      Bagaimanapun juga, klarifikasi bukan berarti saya tahu segalanya. Saya justru berharap ada seseorang yang membantah pernyataan saya (dan hebatnya sejauh ini belum ada yang membantah fakta-fakta yang saya berikan :)).

      Okelah, saya mengakui, saya telah melakukan blunder. Karena sifatnya yang rahasia, tentu saja tak akan ada yang berani untuk mengomentarinya. Mengomentarinya berarti ikut membantu menunjukkan eksistensi MS UI. πŸ™‚

      Tapi, hei, haha, lihatlah saya.
      Seorang tanpa nama dan tanpa bukti yang tiba-tiba membawa isu? Haha. Tentu saja saya sangat berharap kebenaran yang sesungguhnya bisa terungkap. Namun, karena kurangnya kekuatan saya, kapasitas saya disini bukanlah untuk meyakinkan orang.. Tidak mempercayainya pun itu terserah pembaca. Hanya saja, kita sama-sama tahu, wahai “kalian”.

      Saya pun menyadari, bahwa sampai berbusa saya berkomentar pun, maman-ijonk tetap punya peluang menang SANGAT besar karena kapabilitasnya. Tujuan komentar saya ini pun bukan untuk menggembosi suara maman-ijonk, tapi berangkat dari kesadaran bahwa rezim MS UI akan kembali terulang dengan unggulnya maman-ijonk.

      Harapan saya cuma sekadar agar praktek politik busuk ini tak lagi berlanjut… Sampaikan saja ini ke para MS UI karena saya tak memiliki akses kesana..

      Tak ada keraguan dalam hati saya bahwa Ketua BEM UI terpilih yang diajukan MS UI memang akan diangkat kedalam bagian MS UI sebagai ketua perpolitikan.
      Namun, pada akhirnya, saya berharap maman-ijonk dapat membawa angin segar pada kancah perpolitikan busuk ini..
      Sekali lagi, biarkan ideologi yang mengikat kalian, jangan dalam suatu bentuk struktural.. Terasa busuk..tua perpolitikan.
      Namun, pada akhirnya, saya berharap maman-ijonk dapat membawa angin segar pada kancah perpolitikan busuk ini..
      Sekali lagi, biarkan ideologi yang mengikat kalian, jangan dalam suatu bentuk struktural.. Terasa busuk..

      1. @admin : bisa minta tolong edit commentnya? ngga enak dibacanya. kaya’nya kalo dikasi fitur preview comment bagus juga tuh bang πŸ˜€

        tapi yang lebih dibutuhkan kaya’nya server deh bang.. ngetik di box komentar susah dan lama banget πŸ™‚ apalagi komentarnya panjang-panjang seperti komentar-komentar saya.. πŸ˜€

        maju terus anak ui πŸ˜€

        1. sori, ga bisa diedit.. aturan ttg pengeditan/penghapusan komentar ada di bawah tulisan “add comment”, dan komentar yg minta dihapus itu nggak masuk kriteria di bawah ini.. jadi maaf, ga bisa kita hapus πŸ˜‰

          kalo yg lemot pas ngetik komentar, seriusan nih?
          bukannya lemotnya karena browsernya?

          pas nulis sepanjang itu, mulai lemot setelah yg baris keberapa? thx buat laporannya

        2. ups, maksudnya, mohon maaf komentar saya diatas ini sampai terulang dua kali. Soalnya terulang dengan konten yang sama aja dan membuat komentarnya makin panjang. Kalo bisa sih, minta tolong hapus setengah dari komentarnya yang memang terulang.. Kalo ngga bisa ya ngga papa deh. πŸ™‚
          ~minta maaf aja ya, soalnya tadi mengetik di anakui begitu lambatnya, sehingga terjadi kecelakaan “double post”..

          ya, beberapa kali saya menuliskan komentar di anakui dari tempat yang berbeda, terasa sangat lemot (kalo ngga salah, seorang pengguna anakUI pernah menyampaikan hal serupa juga belum lama ini..)

          tapi, entah kenapa sekarang sudah normal kembali πŸ™‚
          apa mungkin karena pengunjungnya tinggi saat itu? ngga tau deh. tapi yang jelas, sekarang sudah terasa cukup normal. terima kasih πŸ™‚

        3. oooh.. bilang dong kalo begitu.. kalo maksudnya gitu kan enak πŸ˜€

          sudah kok, sudah dipotong separuh.. mudah2an ga salah potong ya..

          dan mohon maaf buat ketidaknyamanannya, sampe lemot gini..

  18. Luar biasa “rata” ini mampu memberikan opini dan mengungkapkan fakta dan realita (versi “rata”). Namun, sayang2 gimana orang mau percaya klo untuk bertanggung jawab atas apa yg di sampaikannya aja ga bisa (ga mencantumkan identitas diri)

  19. SALAM ato bukan bukan esensinya gua rasa. tapi esensinya, apa gunanya BEM UI sekarang? apa yang bisa mereka buat untuk anak ui sekarang? bahkan BEM fakultas tidak di bawah mereka. lalu? mereka untuk apa?

    Maman ijonk ini memang punya kmampuan publikasi yang lebih baik dari sakti shree tampaknya, buktinya mereka lebih banyak diomongin. Tapi ya ga komentar de kontennya gimana. haha

    1. betul chris, gw ngeliat ada jomplang nih, mau yg diomongin jelek atau bagus, jelas MI jadi lebih terkenal daripada SS, gara2 banyak yg ngomongin mereka.

      dan gw setuju lagi sama lo, sayangnya tu omongan bukan ngebahas apa yg mereka bawa, tapi ngebahas hal2 yang tebak2 buah manggis. nah, lo kan cukup kritis dan ngikutin tuh chris, coba lo bikin ulasan ttg muatan kedua kandidat, siapa tau lo bisa kasih banyak masukan..sebagai pengamat dari fakultas..hehehe…

      1. wah, saya cm mengamati dari luar ra (cuma dari internet), takutnya subjektif. hahhaa.. jadi ga berani ah, berkomentar tentang keduanya.. hehe

        dan kalo bikin ulasan tentang ini sangat sulit untuk ga berpihak kan ra? ahaha….

    2. makanya buat BEM FAKULTAS sisipin dong anak2 kader merah,kuning,ijo
      bosen kan liat BEM FAKULTAS dari kader putih kuning yg kl mau ngambil kebijakan mesti konsul ke Majlis Syuro ?

      :p

  20. Biar bgmnapun.. alasan apapun.. mau dia tarbiyah kek.. pks kek.. salam kek.. Hmi.. golkar.. pdi.. kiri kanan..

    gue ttp maman ijonk.. secara kualitas mreka diatas sakti shree.. bisa dilihat dr kampanye dan setiap roadshowny di fakultas2.. jauh bro..

    gua cm mau UI lbih baik..

    drpada lo komen2 ga bermutu ngaca bro.. lo ga lbih baik dari mamanijonk dan sakti shree.

  21. rezim tarbiyah bangkit dari kubur….
    hii serem… takut ah.. πŸ˜€

    yg jelas, kalo calon ketua bem ui dari teknik udah jelas deh ijo2nya.. πŸ˜€

    btw, tulisan ts-nya ga bermutu.. cuma copy paste doang dari materi kampanye nya teksas….

    ga ada analisa, ga ada argumentasi, kaya orang jualan kecap..

    dah segini dulu aja deh..

    @ admin anakui.com: min, tambahin servernya napa..???? ngetik aja susah bgt neghh… :hammer:

    1. woy, siapa bilang rezim tarbiyah bangkit dari kubur???

      IMAD ITU ANAK TARBIYAH….

      JADI TARBIYAH GAK PERNAH KALAH

      cuma klo MS mungkin aja kalah sama FKP… hahaha

        1. jelas2 ada nama getoooo gilaaaa…lw gak bisa baca yah??? nama gw ANTI MS ..

          yang sotoy siapa?? lw kaleee,, udah tua masih ikutan aja jaman anak muda bung… udah banyak perubahan, karna PROGRESIF dan INKLUSIF..gak sama kayak pas jaman bapak lw masih di PKS…hahaha

  22. gua kepikiran nih, adil ga sih, kalo cuma ada 1 calon yang dikampanyein di sini? kenapa admin ga nunggu ada tulisan tandingan dari calon sebelah baru dipublish ya?

    1. soalnya, aturan di anakUI.com, FCFS (First Come First Served), jadi tulisan yg udah masuk, sesegera mungkin langsung masuk antrian bwt dipublish πŸ™‚

      lagi juga, ga ada kemungkinan kandidat yg satunya lagi bakal mosting bukan? jadi lebih baik yg pasti2 aja..

      thanks buat masukannya πŸ™‚

      1. yup… setuju dengan FCFS. tapi buat saya pribadi, jadi terkesan anakui.com lebih berpihak ke salah satu calon…

        sangat besar kok kemungkinan kandidat satu lagi mosting. admin bisa kontek CT kandidat lain untuk mosting. mereka pasti mau… kalo memang ga mau, paling nggak, bisa dimention kalo anakui.com tetap netral dan ga memihak, uda berusaha kontek tim lain, tapi mereka ga mau bikin tulisan…

        itu aja sih… cuma masukan…. IMHO… hehe.. thx
        maju terus

        1. soalnya, tahun lalu, cuma satu pihak jg yg mosting di anakUI.com, padahal udah berharap2 mereka mosting jg.. jadi, nggak pengen banyak berharap πŸ˜€

          kalo buat ngontak mereka, hmm, karena pergaulan kita agak terbatas, jd nggak terlalu tahu siapa aja tim sukses mereka πŸ˜€

          kalo yg terkesan memihak, bahkan di twitter pernah ada yg protes, bilang anakUI.com ga netral dan memihak (karena ngetwit ttg ini). tapi setelah dijelasin konsep anakUI.com yg ini media bebas bertanggung jawabnya anak2UI, (harusnya) dia ngerti sih..

          makasih banyak buat perhatiannya ya.. ditunggu postingan2nya jg πŸ™‚

        2. Saya rasa pihak anakui.com tidak perlu melakukan hal itu, karena bukankah kita ini sudah dewasa, seorang manusia yang dapat berpikir. Kalau sang Calon atau TSnya merasa tidak butuh untuk berkampanye di anakui.com, ya sudah tidak perlu dipaksakan, Kalau mereka merasa butuh pastilah mereka akan melakukan kampanye di anakui.com, anakui.com tidak bisa disalahkan atas permasalahan ini karena konsep anakui.com adalah web 2.0 dimana semua pemakai bisa mengisi website ini, bukan seperti web 1.0 yang dimana hanya beberapa orang (pemilik web) yang dapat mengisinya

        3. @muhammad.al

          Saya rasa justru yang Anda bicarakan malah konsep yang digunakan anakUI.com. Tanpa bicara panjang lebar, ya coba saja baca komentar admin yang di atas komentar Anda itu.

  23. bagus kan strategi marketingnya?
    pertama terlihat diserang dan dianiaya biar mendapat banyak simpatik
    salut saya sama anak FE yg kl gak salah tim konten dua kandidat ini
    :applause:

    kampus ini miniatur bangsa ini jd wajar ada banyak intrik politik
    jadi bersiaplah 10tahun ke depan kancah perpolitikan negeri ini akan seperti ini diisi perang golongan antara kuning,kuning putih yg pragmatis,ijo ataupun merah membara

  24. HAHAHAHA

    ketawa gw ngebacain tiap2 komen2 di sini…
    ISU GOBLOK aja pake dibawa2…

    WOY..asal lw orang2 pada tau, kedua kandidat itu ORANG TARBIYAH boiiii…

    kandidat 1 : SAKTI itu mantan MS angkatan di SMA 14 jakarta… dia LIQO

    kandidat 2 : MAMAN juga LIQO

    soooo…. haha, isu beginian masih aja dibawa2…

    klo mau milih, pilih berdasarkan hati nurani aja… mana yang lebih unggul di antara sakti atau maman.

    klo milih berdasarkan golongan…HAHAHA CUMA ORANG BEGO YANG MASIH TERPANCING ISU BEGINIAN. COZ SAKTI N MAMAN SATU GOLONGAN….

    1. iya..bego luuu..

      uda bego ga sadar bego begoin orang yang uda komen

      mari yang pernah komen,kita hajar ni orang.

      hahaha

      1. aslilah…bener2 bego nih orang…

        tolong dibaca lagi komen gw, gw gak bilang yang komen di sini bego bung…
        yang gw bilang BEGO n GOBLOK adalah orang yang masih terpanicing sama isu beginian…

        mau hajar?? hajar ajaaaa… πŸ˜›

        1. Bawa-bawa isu LABELLING yang gak substantif dan gak membangun, menggambarkan otak yang cetek dan pasti BUKAN ANAK UI

          Orang mah udah ngomong kemana, udah maju kemana-mana, lah dia masih bawa yang begitu2an doang. Udah sirik, otaknya cetek, omongannya gak maju, primitif, pengecut (gak pake identitas), kelaut aja deh lo…

  25. ga suka sama yang namanya pemira
    orang2 jadi pada musuhan deh

    apadeh
    ga penting

    saling ngejelekin
    saling ngebanggain

    daripada ngejelekin ini ngejelekin itu
    yuk mending ikutan gabung di organisasinya
    ikutan berkotribusi memperbaiki yang menurut kalian2 itu jelek

    gitu aja repot sih?

  26. anak-anak UI, jangan jadi pada saling menghina donk cuma gara-gara pemira…
    Sakti-Sri sama Maman-Ijonk aja tidak saling menjatuhkan secara personal ko

  27. yg bikin ribut disini cuma si sampah tanpa ID asli

    lu liat ada ngak orang awam yg komen negatif sama isu yg dibawa-bawa sama penyebar kebencian itu

    bahkan dua kandidat pun asik2 aja,,

    ngak usah lah pemira fokus masalahnya kesini,,

    apa subtansinya??

    for anti-ms:lewat teknik,,abis lu

  28. KENAPA MAMAN DI PASANGIN AMA IJONK YA ?? kalo maman gw akui the best buat leader, tapi kenapa milih Ijonk ya buat wakilnya, di FIB adja kurang bagus dan g bisa ngerangkul semua kalangan, g tau deh

  29. its suprising too see , how the power of politic and desire of controlling change people’s thought and behaviour

    pemira ui always entertains me πŸ™‚

    (anyway , ga heran negara ini kena rezim, di tk univ aja ada rezim2 an :p)

  30. Terima kasih bung Tigor, Anda membuka pikiran saya..

    Komentar “cerdas” Anda saya tangkap sebagai, “Hei anak UI, be a rational voter, jangan terpengaruh isu golongan!” dan juga “Cukup ADK-ADK UI saja yang goblok karena memilih dan mendukung karena golongan, memilih dan mendukung karena perintah MS UI, memilih dan mendukung karena alasan ‘dakwah’.”

    Hehehe.
    Ternyata rasionalitasnya sudah mati ya.. πŸ˜€

    Mungkin Anda juga ADK internal ya bung? πŸ˜€ ~yang ini ngga usah ditanggepin :D~

    Silakan cek, dari tahun ke tahun, masa ke masa, pasti “segolongan” orang itu mendukung ke kutub yang sama: calon pilihan MS UI.
    Alasan rasional menyusul dan lagipula bisa dibuat kok. Yang penting kepentingan golongan dulu.

    Bawa-bawa isu LABELLING yang gak substantif dan gak membangun, menggambarkan otak yang cetek dan pasti BUKAN ANAK UI
    Ok, kalau begitu orang-orang yang memilih dan mendukung atas dasar perintah MS UI, kesamaan “golongan”, itu otaknya cetek dan BUKAN ANAK UI. πŸ˜€

    Lucu mendengar anak-anak ADK internal yang berkoar2 bilang, “Be a rational voter!”, sementara rasionalitas mereka sendiri telah mati πŸ˜€

    Yasudahlah, isu labeling tinggallah isu..
    Pemira sudah dimulai kawan-kawan.. πŸ˜€
    Just be rational voter, jangan kaya’ “mereka” πŸ˜€

    Sakti-sri atau Maman-Ijonk, terserah.
    Semoga yang paling ngga brengsek yang menang πŸ˜€

    1. lah jelaslah anak2 SALAM pilih salah satu kutub karena memang hasil kesepakatan mereka yang dipersembahkan unutk UI sebagai calon ketua BEM

      dalam organisasi (baca:SALAM UI) harus ada satu kesatuan sikap agar bisa melangkah dengan solid.

      perkara rasionalitas dan mengapa harus memilih calon tertentu semuanya dah tuntas dibahas di musyawarah

      pertimbangan banyak orang bakal lebih baik daripada subjektifitas pribadi

  31. (mungkin) pemira kurang memiliki ‘greget’ kalau tidak disertai ‘bumbu-bumbu’ seperti ini. Dan memang, negara ini memiliki kebebasan berpendapat, tetapi seyogyanya setiap pendapat harus dibatasi etika atas batasan tertentu..
    mengkritik sih boleh aja, tapi kembali lagi deh tengok diri kita, apakah diri kita sudah lebih baik?
    ‘mereka’ berani mencalonkan diri berarti setidaknya terbukti memiliki kapabilitas, tanggung jawab, dan integritas yang baik untuk merubah UI beberapa tingkat menjadi lebih baik. Hak pilih tinggal serahkan kepada pemilih, percayakan dan optimislah untuk mendukung program-program (untuk kemajuan UI tentunya) kandidat ketua bem terpilih.

    Untuk yang terakhir, Ingatlah, untuk selalu bercermin sebelum berbuat!
    Wallahu’alam bishshowab..

    1. mengkritik sih boleh aja, tapi kembali lagi deh tengok diri kita, apakah diri kita sudah lebih baik?
      Ingatlah, untuk selalu bercermin sebelum berbuat!

      untuk melengkapi, saya tuliskan beberapa potong syair dari abang salim a fillah.. πŸ™‚


      satu saat, kuminta nasehat pada seorang sahabat
      aku merasa tak layak akh, katanya

      aku tersenyum dan berkata
      …jika tiap kesalahan kita dipertimbangkan
      sungguh di dunia ini tak ada lagi
      orang yang layak memberi nasehat

      memang merupakan kesalahan
      jika kita terus saja saling menasehati
      tapi dalam diri tak ada hasrat untuk berbenah
      dan menjadi lebih baik lagi di tiap bilangan hari

      tapi adalah kesalahan juga
      jika dalam ukhuwah tak ada saling menasehati
      hanya karena kita berselimut baik sangka kepada saudara

      dan adalah kesalahan terbesar
      jika kita enggan saling menasehati
      hanya agar kita sendiri tetap
      merasa nyaman berkawan kesalahan

      Subhanallaah, di jalan cinta para pejuang
      nasehat adalah ketulusan
      kawan sejati bagi nurani
      menjaga cinta dalam ridhaNya

      -Salim A. Fillah-

      ngga perlu menjadi orang suci untuk saling mengkritik dan menasehati.. πŸ™‚
      dan jangan congkak sehingga hanya bisa menasehati dan mengkritisi tanpa perubahan diri yang berarti.. πŸ™‚

      ~jabat tangan~

      selamat memilih πŸ˜€

      1. nasehat itu adabnya empat mata bukan dikhalayak ramai

        nasihat di khalayak ramai sambil membuka kesalahan yang belum tentu benar itu bukan nasehat

        1. Saya suka nih dengan kalimatnya.

          Kebanyakan orang menyangka yang ia bilang nasihat, padahal cuma berbuat fitnah ketika menasehati di depan khalayak ramai.

  32. Sekarang udah masuk masa pemilihan suara.. kalo masih menjelekkan atau mengunggulkan salah satu calon, berarti melakukan black campaign..
    apa yang sudah terjadi, biarlah jadi pengalaman saja untuk tahun ke depan-depannya..
    bagi yang merasa ga suka dengan adanya politik tarbiyah/MS/Salam, daripada disini hanya bisa menghujat, lebih baik kalian siapkan saja orang kompeten untuk dimajukan jadi ketua BEM UI

    entah merah, kuning, kuning putih, ijo, atau warna apa aja terserah, semuanya masing-masing memajukan calon ketua BEM UI.. bukannya hanya ada pembagian 2 golongan, yang pro tarbiyah/MS/Salam dan yang anti tarbiyah/MS/Salam. Trus yang anti tarbiyah/MS/Salam itu bergabung untuk mengalahkan yang tarbiyah/MS/Salam. Yang seperti ini menurut saya justru terlihat sangat tidak dewasa karena tidak bisa menilai mana yang kompeten dan mana yang tidak, hanya ikut-ikutan orang karena kebenciannya terhadap satu pihak saja

    bukankah berlomba-lomba dalam kebaikan itu baik?
    dan biarlah kita lihat nanti, siapakah yang akan menang.. siapa yang benar-benar pantas dan kompeten dalam menjalankan amanahnya di BEM UI

    toh biarpun tarbiyah/MS/Salam, menurut saya maman ijonk udah menunjukkan kapabilitasnya dalam hal prestasi dan kepemimpinannya.. bahkan sejak sebelum mereka masuk UI.. lihat saja CV mereka

    atau seperti sakti sri yang katanya tarbiyah juga tapi bukan usungan MS, menurut saya mereka juga udah menunjukkan kapabilitasnya dalam prestasi dan kepemimpinan juga..

    tinggal kita yang berkoar2 disini, udah nunjukin kapabilitas prestasi dan kepemimpinan belum?

    tapi di antara 2 kandidat itu tentu ada yang terbaik kan? ada juga yang cenderung untuk dipilih?

    jadi, lebih baik semua warna merah, kuning, kuning putih, ijo, atau warna apa aja terserah juga tunjukkan kapabilitas kalian dalam hal prestasi dan kepemimpinan. biar nanti semua yang bertarung dalam pemira ini bisa bertarung dengan adil dan terlihatlah siapa yang kompeten dan pantas jadi pemimpin

    1. Wah, mahasiswa apatis nih.
      Jadi apa Indonesia kalo mahasiswanya kek gini.

      Buat yang comment disini, buktiin donk kalo lo itu anak UI..!!!!
      Bikin komentar yang cerdas, dan bermanfaat dikit napa.

      Kalo gak bisa ngomong ato komentar yang baik ya diem aja.
      Bisanya cuma komentar doank.

      Udah pada milih belom?
      Jangan malah ngomongin isu2 seputar calon padahal lo sendiri udah gak maju, gak milih juga.

      1. Setuju nih Kak, kita jangan jadi mahasiswa yang bisa omong doank.

        Harus konkret!!!
        Kalo gak bisa ngomong, jangan ngomongin orang.
        Seperti kata Kak Fariz juga, sebelum komentar bercermin dulu sama diri sendiri.