Siapa di antara kamu yang tengah mengambil jurusan sastra di Universitas Indonesia?

Ada banyak latar belakang yang membuat kamu pada akhirnya ‘mendarat’ di konsentrasi ilmu yang satu ini, mulai dari yang salah jurusan, sampai yang memang nge-fans sama budaya tertentu atau bahkan punya idola yang berasal dari negara yang disuka. Apa pun latar belakangnya, nggak sedikit di antara kamu yang mengambil jurusan ini masih punya kesulitan dalam penguasaan bahasa asing sesuai dengan jurusan yang dituju. Tak sedikit pula yang gugup dan ‘demam bahasa’ saat ketemu sama native speaker dari negara tertentu.

advertisement

Kini, kekhawatiran kamu mungkin akan sedikit mereda, karena AnakUI.com punya trik jitu untuk membantu kamu menguasai bahasa asing dengan mudah. Meski mudah dilakukan, jika tidak dilakukan secara berulang-ulang, maka keahlian kamu pun akan cepat memudar. Jadi, setelah baca ulasan ini sebaiknya langsung kamu praktikkan ya, Guys! Supaya tidak cepat lupa. 😉

Berikut 5 trik jitu di antaranya:

1. Baca Buku Berbahasa Asing yang Hadir dari Negara Asalnya

Baca buku bahasa asing. (Sumber:)

Baca buku bahasa asing. (Sumber:Photo Credit: Locator via Compfight cc)

Terdengar kuno memang. Namun percayalah, ketika kamu membaca novel Doctor Zhivago misalnya, kamu akan memahami bagaimana kebudayaan masyarakat setempat serta bagaimana reaksi mereka terhadap berbagai macam hal. Termasuk saat mereka memiliki joke-joke yang bagi kita mungkin terdengar garing tapi buat mereka itu semacam keren dan bikin cekakan. Akan lebih baik lagi, jika novel yang kamu baca adalah novel yang ditulis dalam bahasa originalnya. Hal itu akan memperkaya kosakata bahasa kamu.

advertisement

 

2. Dengerin Lagu Terpopuler Berbahasa Asing

Dengerin lagu asing. (Sumber:)

Dengerin lagu asing. (Sumber:Photo Credit: againstthebrilliance via Compfight cc)

Nggak sedikit mahasiswa sastra Jepang yang masih senang mendengarkan lagu-lagu pop – rock terpopuler dari Negeri Sakura tersebut. Salah satu yang diminati adalah lagu-lagu dari grup band beraliran J-rock yang legendaris – L’arc-En-Ciel.

Usut punya usut, ternyata, hal ini membuat mereka mendengarkan berulang kali lirik-lirik dalam bahasa Jepang yang membuat mereka penasaran sama artinya. Alhasil, lama kelamaan mereka pun mengerti dengan bahasa yang disajikan. Metode ini juga dirasa cukup efektif untuk meningkatkan tidak hanya kosakata tetapi juga frasa dari bahasa asing yang kamu pelajari. Karena di dalam lirik lagu, tak sedikit lirik yang berlatar belakang kisah sastra atau memetik bagian dari puisi tertentu.

advertisement

 

3. Berani Ngomong Pakai Bahasa Planet

Berani ngomong bahasa planet.

Berani ngomong bahasa planet. (Sumber:Photo Credit: Retrofresh! via Compfight cc)

Ada  kejadian lucu saat kamu nongkrong sama anak-anak sastra Belanda UI, tak sedikit dari mereka, yang meski berdarah Indonesia, tinggal di Indonesia, tapi mereka bercakap-cakap dengan temannya yang juga orang Indonesia dengan bahasa Belanda.

Bukan, bukan, mereka tidak bermaksud sombong tentunya. Melainkan, hal ini melatih mereka untuk terbiasa dalam percakapan bahasa asing. Sehingga jika tiba waktunya mereka harus bercakap-cakap dengan orang Belanda, mereka tak lagi gugup dan mampu berkomunikasi tanpa halangan yang berarti.

advertisement

Namun, meski demikian, jangan keseringan ya melakukan ini, karena metode ini memiliki efek samping. Iya, efek yang ada di samping. Kalau keterusan, kamu bisa-bisa malah lupa sama bahasa Inggris atau bahkan Bahasa Indonesia. Jadi, kalau di kampus udah berani ngomong pakai ‘bahasa planet’ di rumah, diseimbangkan dengan bahasa Indonesia atau bahasa lainnya ya. Asal jangan bahasa alay haha.

 

4. Nonton Drama Berbahasa Asing

Buat subtitle sendiri. (Sumber: Siputnews.com)

Buat subtitle sendiri. (Sumber: Siputnews.com)

Dengan banyaknya situs download dan nonton film asing saat ini, kamu bisa melatih kemampuan bahasa asingmu dengan menonton film drama berbahasa asing tanpa subtitle. Atau kalau perlu, kamu bikinin subtitlenya. Itu jika kamu super-pede sama kemampuan kamu hehe.

Bukan bermaksud untuk menyombong, tapi dengan membuat subtitle dan mengunggah karya subtitle kamu ke situs, seperti subscene.com, dapat melatih kemampuan dan PD kamu. Kamu juga secara tidak langsung membantu orang lain yang tidak mengerti jalan ceritanya karena keterbatasan bahas. Ditambah lagi, kamu akan memperoleh feedback dari anggota komunitas pembuat subtitle yang akan mengoreksi subtitle yang telah kamu kerjakan. Dengan ini, kamu bisa menilai sejauh mana sih kemampuan bahasa asing kamu.

Nah, jika belum cukup pede, kamu cukup menonton drama asing yang  sudah dilengkapi subtitle aja. Hindari deh nonton drama asing yang sudah di-dubbing. Itu cuma bikin kamu ngabisin tisu di kosan karena kamu cuma ngerti perasaan.. eh maksudnya ceritanya ketimbang bahasanya. Selain menghibur, metode ini juga secara tak sadar mampu membuat otak kamu menyerap kosakata baru dan berbagai reaksi masyarakatnya terhadap suatu hal.

 

5. Berteman Dengan Orang Asing

Enaknya pacaran sama bule

Cara yang terakhir mungkin akan sedikit sulit dan membuat kamu dicemooh banyak teman kamu. Biasanya cemoohan nggak jauh-jauh dari : “Ih, sok banget sekarang. Nongkrongnya sama bule. Udah nggak mau gaul sama kita lagi! Hish!”

Seperti kata pepatah, anjing menggonggong, kafilah berlalu. Mereka hanya tidak mengerti akan apa yang ingin kamu capai ketika kamu mencoba untuk berteman dengan orang asing. Tidak hanya kamu melatih diri kamu untuk lancar berbahasa asing, kamu juga melatih diri untuk bagaimana berhadapan dengan berbagai macam kelakukan orang asing.

Seperti bagaimana kamu bisa bereaksi dengan bijak saat teman kamu yang orang Italia, keluar pelitnya minta ampun. Atau  saat teman kamu yang orang Jepang, mabuk berat dan mulai ngomong macam-macam tentang kamu dengan bahasa Jepangnya di depan teman-temannya yang lain tanpa sadar bahwa kamu juga mengerti bahasa Jepang.
Hal-hal seperti ini tidak dapat dihindarkan, mengingat budaya mereka jauh berbeda dengan budaya kita. Bagaimana kita bereaksi namun tetap membuat mereka tidak tersinggunglah yang pada akhirnya nanti, membawa kita sebagai pribadi yang tak hanya mampu berbahasa asing dengan baik, tetapi juga memiliki sahabat-sahabat terbaik dari berbagai bangsa yang menghargai kamu karena kamu telah menghargai budaya mereka.

Nah, point ke-5 ini dibaca baik-baik yah, judulnya “Berteman dengan Orang Asing” bukan “Pacaran Dengan Orang Asing” haha. Kalau untuk yang satu itu, kamu bisa membaca ulasan lengkapnya di tulisan berjudul: Kesengsem Sama Mahasiswa Asing yang Kuliah di UI? Perimbangkan Dulu Sebelum Melangkah Lebih Jauh, Ya!

Penasaran gimana hasil dari cara-cara diatas? Yuk cobain sekarang! Jangan lupa untuk share tulisan ini di Facebook, Twitter, dan LINE kamu. Supaya teman kamu yang juga ngambil jurusan bahasa asing di kampus bisa ikut terbantu juga. Atau jika kamu punya cara lain yang lebih jitu, monggo berbagi di comment box yah! 😉