Mau cari kerja, butuh pengalaman. Mau cari pengalaman, butuh kerja. Dilema ini sering kali dirasakan mahasiswa yang baru akan mulai mencicipi dunia profesional. Kalau yang sudah punya banyak pengalaman kerja atau magang sih, enak. Bagaimana dengan yang tidak? Apa yang mau ditulis di CV, ya?

Jangan khawatir kalau kamu akan mendaftar ke suatu perusahaan dengan CV yang kosong di bagian working experience. Ada banyak hal, kok, yang bisa kamu tulis di aplikasi selain pengalaman kerja.

BACA JUGA: Setelah Lulu, Lebih Cocok Kerja di Startup atau Corporate, Ya?

 

Academic projects dan side projects yang relevan

Academic projects dan side projects yang relevan via openweigh

Academic projects dan side projects yang relevan via openweigh

 

advertisement

Jika kamu belum punya pengalaman kerja full-time atau pun internship, coba ingat-ingat apakah selama kuliah kamu pernah mengerjakan tugas dari mata kuliah tertentu yang bersifat proyek.

Misalnya, jika kamu kuliah Ilmu Komputer dan pernah membuat suatu software dalam suatu mata kuliah, cantumkanlah itu dalam CV-mu. Tidak hanya proyek dari kuliah, kamu juga bisa memasukkan side project lain, misalnya proyek membuat website untuk event kampus.

 

Kualifikasi dari online course

Kualifikasi dari online course via jhunewsletter

Kualifikasi dari online course via jhunewsletter

Saat ini, sudah banyak platform yang menyediakan kursus online dari universitas-universitas ternama di dunia. Jika kamu mengambil kursus ini dan lulus, maka kualifikasi yang kamu dapat sama dengan jika kamu lulus dari mata kuliah di universitas tersebut. Hal ini akan membantu untuk meningkatkan kualitas CV-mu di mata rekruter, karena terlihat bahwa kamu serius ingin mendalami suatu skill.

Kursus online ini biasanya gratis, tapi kamu harus membayar untuk mendapat sertifikat. Kalau kamu bingung ingin mengambil kursus apa, coba cek artikel Bukapintu tentang 5 kursus online untuk diambil saat weekend ini.

 

advertisement

Cover letter yang spesifik

Cover letter yang spesifik via internationalscienceediting

Cover letter yang spesifik via internationalscienceediting

Biasanya, kita sering lupa bahwa cover letter juga adalah bagian dari aplikasi, sehingga kita cenderung menulis cover letter dengan normatif, bahkan hanya mengikuti template. Padahal, pengalaman kerja yang kurang menonjol di CV dapat diimbangi dengan cover letter yang spesifik.

Di cover letter, kamu bisa menulis tentang skill serta pengalaman-pengalaman yang relevan dengan posisi yang kamu incar dan bisnis yang dijalankan perusahaan. Misalnya, jika kamu pernah bekerja sebagai jurnalis di majalah kampus, dan sering mewawancarai narasumber untuk mengumpulkan bahan artikel, maka kamu memiliki transferable skill, yaitu interviewing skill yang akan stand out di cover letter jika kamu mendaftar di posisi market researcher, account executive, atau human resources.

*Artikel ini merupakan kontribusi dari Bukapintu.co, online platform untuk mahasiswa dan fresh graduates mencari magang dan kerja serta belajar tentang karir dan budaya perusahaan.



[reaction_buttons]