Kenapa FAM UI Tidak Perlu minta maaf


0

“Seorang terpelajar harus berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan,”
Pramoedya Ananta Toer

Beberapa waktu yang lalu kampus ini sempat ramai karena aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh teman-teman FAM (Front Aksi Mahasiswa) UI. Tidak hanya ramai karena pemberitaan di media, tapi juga ramai terutama di ruang-ruang pertemuan antar mahasiswa UI di dunia maya, Facebook atau pun situs ini (anakui.com). Saya pikir saya tidak perlu lagi menjelaskan bagaimana jalannya aksi kemarin. Teman-teman bisa melihatnya di detik.com atau pun tulisan-tulisan yang tercecer baik di Facebook maupun situs ini.

Terhadap aksi itu, muncul kemudian pendapat-pendapat menanggapinya. Terutama dari pendapat-pendapat yang muncul adalah tuntutan kepada FAM UI untuk meminta maaf kepada –utamanya- teman-teman FE UI yang merasa dirugikan (walau dalam hal ini saya belum melihat kerugian yang diderita adalah kerugian yang tangible, kerugian yang memang bisa diukur berapa besarnya). Tulisan saudara Haryo Wisanggeni tentang pertemuan  FAM UI dan BPM FE menjelaskan secara jelas adanya tuntutan itu. Tulisan ini, ingin menyampaikan satu hal; bahwa teman-teman FAM UI tidak perlu menyampaikan permohonan maaf itu.

Mengapa tidak perlu

Ada beberapa alasan mengapa teman-teman FAM UI tidak perlu meminta maaf kepada teman-teman FE UI.

  1. Tidak ada kerugian tangible yang terukur yang diderita oleh teman-teman FE UI.
  2. FAM UI tidak menganiaya atau pun melakukan tindakan apa pun yang sifatnya menyerang satu atau sekian mahasiswa FE UI.
  3. Kalau pun ada fasilitas kampus yang rusak karena aksi tersebut, maka lebih relevan untuk meminta maaf kepada pihak kampus. Akan tetapi, sekali lagi, kalau ada. Sampai sekarang yang saya ketahui tidak ada fasilitas yang rusak karena aksi kemarin.

Dari tiga alasan di atas, intinya adalah bahwa FAM UI tidak ada masalah dengan teman-teman FE UI. Masalah yang diangkat di aksi tersebut adalah antara FAM UI dengan Ibu Sri Mulyani. Jika teman-teman FE UI merasa FAM UI terlalu gegabah menggunakan jaket kuning dan menolak kehadiran Ibu Sri Mulyani, maka saya pikir tuntutan permintaan maaf beberapa teman-teman FE UI itu juga merupakan tindakan yang gegabah. Seolah-olah semua mahasiswa FE UI menerima kebijakan Ibu Sri Mulyani dan menentang aksi FAM UI kemarin. Saya yakin tidak seperti itu kondisinya. Silakan membela kebijakan Ibu Sri Mulyani, tapi jangan gunakan institusi keluarga mahasiswa FE UI yang independen.

Penutup

Saya bukan anggota FAM UI. Bukan juga mantan anggotanya. Bukan pula apa pun yang berkaitan dengan FAM UI. Dalam kasus Bank Century pun, saya belum memiliki keyakinan yang utuh bahwa Ibu Sri Mulyani bersalah. Sebaliknya, yang saya tahu, Ibu Sri Mulyani justru adalah dosen yang mendorong dan memberikan dukungan moral kepada mahasiswanya pada aksi 1998 dulu. Tentu itu menunjukkan integritasnya. Akan tetapi, jika sampai teman-teman FE UI (melalui BPM FE UI atau pun tidak) menuntut permintaan maaf FAM UI atas aksi kemarin, jelas itu hal yang tidak perlu, bahkan tidak pantas. Silakan kritisi, tapi tidak perlu ada tuntutan itu. Maka, terang sekali apa yang saya bela di sini: sikap saling menghormati pendapat antar elemen mahasiswa.

“Pada zaman Orde Baru mahasiswa coba dikerangkeng dengan NKK-BKK. Setelah ada otonomisasi kampus UI, mahasiswa coba dikerangkeng dengan SK Kemahasiswaan yang sempat kontroversial itu. Tapi kini, dengan tuntutan permintaan maaf, kerangkeng itu sepertinya malah coba dibuat oleh mahasiswa sendiri kepada teman-temannya. Miris.”


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
hebat

26 Comments

Leave a Reply

  1. Hebat!!! seperti biasa..:D
    Bang, tulisan g kmarin pun hanya mrupaya bwat mengkonstruksi sebuah reportase dgn dibumbui dgn sdikit opini, bahwa langkah terbaik adalah sling introspeksi, bkn mnyalahkan, mka scara pribadi, g tdak mndukung pihak mnapun.
    Terkait permintaan maaf, semuanya berpulang pada rekan-rekan FAM, krena sungguh sbuah ktulusan kdang hrus mnafikan kalkulasi logis..artinya?? y g sepakat bgt bgt ma tulisan di atas, namun bgitu, g rsa ttap akan ada dmpak positif dari tindakan meminta maaf, sperti kmbali shatnya iklim diskursus terkait slang pndapat century dan pulihnya tali silaturahmi..

  2. “… pertemuan FAM UI dan BPM FE menjelaskan secara jelas adanya tuntutan itu.”

    “… tapi jangan gunakan institusi keluarga mahasiswa FE UI yang independen.”

    Mengutip dari kutipan tulisan Anda di atas, saya ingin melakukan sedikit koreksi bahwa bila tuntutan itu dilakukan oleh teman-teman dari BPM FEUI, maka itu bukanlah hal yang salah dalam konteks BPM FEUI memang memiliki wewenang untuk merepresentasikan seluruh warga mahasiswa FEUI (karena telah dipilih melalui pemilu FEUI yang demokratis dan merupakan organisasi tertinggi dalam hirarki struktur organisasi kemahasiswaan di FEUI).

    Kedua, saya juga sepakat bahwa tindakan mahasiswa FEUI (non anggota BPM FEUI) itu “sedikit gegabah”, tapi tidak sepenuhnya salah juga bila dilakukan – sebagaimana tindakan dari FAM UI yang juga tidak sepenuhnya salah.

    Akan tetapi, kalaupun toh FAM UI meminta maaf juga tidak ada ruginya. Kalau FAM UI tidak (mau) meminta maaf gmn? Ya kalau begitu FAM UI tidak lebih baik, tapi bukan berarti lebih buruk juga. Bisa dibilang statusnya “normal” alias biasa saja. Minta maaf menjadi haka sepenuhnya dari FAM UI, terserah bagaimana publik yg menilai nantinya.

    Notes : tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak merepresentasikan suara mahasiswa FEUI secara keseluruhan.

  3. saya setuju tidak perlu meminta maaf….hak tanya dan hak jawab sudah di pakai..terus mau apa lagi? apakah dengan meminta maaf dan memberi maaf lantas akan menjadi lebih di hormati dan di segani dan tali silaturahmi akan tetap tersambung selamanya?.. ga da jaminan.

    4 kata buat yang tidak berkenan ..Gitu aja kok repot 😛

    ga usahlah beretorika, harus adil dan perbuatan (nyata)

    @ aryo/hario :
    maaf bro gw liat lu gila hormat..gila minta maaf.. toh silaturahmi yang putus sudah terjalinkan waktu bertemu di Kansas… gw dah liat notes / tulisan lu https://www.anakui.com/2010/03/15/reportase-pertemuan-bpm-fe-ui-fam-ui-dan-balada-dari-saya/
    ..itu dah cukup membuat lu di elu2kan teman2 Fe lu di tag a notes lu (kampus lu dan gw) ..masih kurang kah?

    apa karena lu menganalogikan diri sebagai sang pencari bintang..sehingga selalu mencari dan mencari kesalahan demi sebuah permintaan maaf yang lantas menjadikan lu bersinar like a star in night sky?

    Diskusi boleh asal proporsional..gw lihat lu tengah merancang diskusi yang bakal mendiskreditkan FAM..lu mengajak semua elemen di FE yang nota bene “anak-anak” bu sri buat mengkritisi/mengajari FAM dalam sebuah diskusi. kalo mau diskusi di buat di tempah yang netral dimana tidak ada hal yang dapat memancing emosi.. teman2 Fe diajak diskusi di markasnya FAM ga mau datang..FAM begitu juga sebaliknya..ya udah kalo begitu diskusi di luar UI dengan no emosi

    lu mungkin ga kenal gw tapi gw tau lu dan kenal dengan ketua BPM FE ..Ananta hangabean bukan?

  4. @mas boni: monggo dicek ke temen2x FAM apa yg g lkuin slama ni, ktika org22x mencerca, g mnyikapi smuanya dgn obyektif, g mngajak orang2x bwat mengapresiasi ksadaran kritis nak2x FAM. G pun ikiut dlm pertemuan itu krena diajak, bkn inisiator, dan g hadir untuk mencegah ada yg sling mendiskreditkan.Mhon bung jgn sembarangan menjustifikasi, mpe2x bwa2x nma pena g sgala, tpi kaji dulu persoalannya n dlami dri berbagai sudut pandang.Tanya ja nanta, pa g tipe aktivis yg suka nyari lahan bwat dielu2xin? bukan bwat dielu2xin g bgerak.Ne nmer hp g:085694766957, andai ingin diskusi n sling mengklarifikasi. Salam hormat 🙂

  5. @mas boni:N asal tau, klo mpe ada diskusi yg mendiskreditkan nak2x FAM, g yg ptama bkl bdiri n menentang, ne ruang publik, insyaallah g bklan amanah n ga omdo. P

  6. Maaf kpotong, slah pencet..g lnjut, bwat g permintaan maaf tu adalah instrumen untuk menyehatkan diskursus, jadi tar bertarungnya di tataran kajian keilmuan, bkn lgi pke bumbu emosi yg berujung saling mendiskreditkan, semua udah g ungkap jlas dlm ptemuan, n sahabat FAM jga udah mmahaminya, mreka sangat mengapresiasi. Jadi sekali lagi bung, tolong anda mencari informasi yg lengkap, baru berpendapat, Terimakasih banyak.

  7. FAM UI gak ada urusan dengan anak2 FEUI…FAM UI punya urusan dengan seluruh anak UI yang merasa dirugikan secara “public image” mahasiswa UI yang tidak anarkis, punya wibawa, dan sikap penuh intelektualitas. Banyak teman2 gw yang dimarahin nyokap bokap lewat telpon krn dikira ikutan demo. Mereka khawatir terjadi apa2 (misal:kerusuhan). Jangankan ortu, tukang ojek di stasiun UI pun menyesalkan tindakan mahasiswa yg nginjek2 mobil SMI. “Kok mahasiswa UI kayak mahasiswa yg di salemba ?” Apa FAM UI gak mikir ke arah itu? Masyarakat sekitar kampus juga kecewa woi. Dan sampai sekarang gak ada wakil dari FAM UI yang menyatakan maaf kepada civitas akademika khususnya mahasiswa UI, sekali lagi mahasiswa UI. Bukan FEUI!!!

  8. hehe haryo digugat,,,

    @mas boni
    Sekadar share aja selama saya kenal haryo,, saya tidak pernah melihat dia sebagai seseorang yang gila hormat dan segala puja puji lainnya. Hal ini bisa di cross-check ke orang-orang lain yang bener2 kenal sama dia.

    Mungkin tawaran haryo buat ketemu dengan mas boni bisa ditanggapin tuh untuk meluruskan masalah,,

    Oiya ketua bpm fe bukan nanta tapi topan.

    Danar
    FHUI 2007

  9. @gueanakfisip: udah boi, lo g usah memperluas wacana lg. jgnkn mhsswa ui, skdr 1 fklts ekonomi aja gw yakin lo g bs ngbuktiin kl SEMUA MAHASISWA nya mngalami kerugian public image ato apalah itu. buat para elit fklts, tlg jg jgn gmpg meng-klaim ats nama mhsswa fkltsnya. apa lg blm hearing ato mlakukan mknsme pnyerapan aspirasi lainnya. btl kata tlsn d atas: kritik boleh, tp g usah nuntut2 minta maaf lah.. apaan sih, norak banged..

  10. ngga perlu minta maaf
    jakun itu dikenal untuk perubahan
    mahasiswa juga sebaiknya jangan sok punya image bagus
    mahasiswa harus bisa wakilin masyarakat lewat aksi
    ngga selalu merasa kuliah itu cuma belajar di kampus
    tapi di jalan dan aksi kita bisa tau bagaimana indonesia sekarang
    liat di lapangan (di jalan)
    jangan cuma bisa berkoar di kampus
    kajian di ruangan
    tapi juga aksi

    HIDUP MAHASISWA

  11. Bukan suatu keharusan.
    Tapi bisa dibayangkan bila sebuah organisasi, dengan elegan, meminta maaf pada konstituennya atas apa yang dilakukan.

    ini sebagai tanggung jawab moral karena telah mengusik hati (mungkin sebagian) anak UI, saya pikir masih relevan untuk dilakukan.

    Pertanyaannya bukan harus atau tidak, tapi berani atau tidak.

    setuju dengan komentar #9, bukan dengan FEUI, tapi dengan masyarakat UI. saya kira perlu dibuat kajian mengenai sikap masyarakat UI terhadap aksi kemarin

  12. santailah mas….
    klo tidak perlu minta maaf saya setuju ajalah
    dibawa santai aja.

    Tapi kalaupun harus minta maaf, knapa harus ke FEUI. yah mending ke Anak UI aja sekalian.

  13. masih inget insiden twitter mario teguh? beliau minta maaf karena tindakannya yg membuat gelisah masyarakat,tapi menekankan kalo dia ga meragukan kebenaran pernyataannya dan ga bakal minta maaf untuk itu. ga ada salahnya dong minta maaf atas cara fam ui yang dibilang ‘menggelisahkan’ warga ui? kalo pendapat sih terserah. tapi orang2 yg udah ga sopan dan menggugat membabi buta fam juga ga ada salahnya minta maaf. menurut gw aja sih,maaf kalo salah,namanya juga pendapat. ~alumni yg masih jadi warga ui.

  14. kalo dosen anda dihujat2 anda merasa dirugikan gk?
    Gw gk tau deh ada istilah tangibel2an,yg gw tau kita bisa nuntut org secara immateril yg berarti itu tidak dirugikan secara materi.
    Kalo anak fam suka demo,gk ush kuliah aja.beres,dan jgn seenak jidat demo pake nama UI,yg demo anda,yg gk puas anda,kok anak ui laen dicatut namanya.

  15. Dulu pas jadi MABA dibilangin ‘tau gk?jakun ui tuh anti peluru lho’.’kenapa?’,’karena gk ada aparat yg berani tembak yg pake jakun.
    Dulu jakun turun saat negara krisis,dulu UI ITU SATU,ANAK UI DEMO DENGAN 1 NAMA ‘UI’.
    Sekarang?tiap organisasi di UI bisa demo seenak jidat dan bilang itu suara anak ui.
    Tai!
    Berapa seh anggota FAM?Paling gk sampe 0.1% dari seluruh civitas academia UI,jd jgn seenak jidat bawa nama UI.

  16. Hahahah
    @Mas Boni : Mohn maaf sebelumnya mas,,sya pikir sah2 saja mas boni berkomentar seperti itu,tapi yang sya sesali mengapa di forum publik ni,mas boni malah mengungkit2 maslah pribadi dagn mengatakan “haryo gila hormat..gila minta maaf.,,sang pencari bintand dll” sungguh sangat lucu dan aneh mas, knapa yg tadinya membahas masalah FAM lalu tiba2 berubah mnjadi urusan personal..ckckkck

    Sya dan Haryo Srta Topan (ketua BPM FE) ada didalam pertemuan itu,,dan kami tidak MEMAKSA mereka utk minta maaf. Kami hanya bilang bahwa itu adalah aspirasi mahasiswa FE UI yang meerasa tersinggung dgn perlakuan temen2 FAM,,dan setelah kita berdiskusi hangat yang penuh canda dan tawa,,disepekati bahwa mereka tidak perlu meminta maaf kepada Publik FE dan UI secara umum. Karena alasn mereka ,hal itu terjadi karena dinamika aksi dll. Akhirnya disepakti bhawa untuk meredakan situasi yang sempat memanas ini, FAM UI akan memeberikan Penjelasn secara terperinci dan lengkap mengapa aksi trsebut terjadi kepada publik UI melalaui selebaran2 dan poster2…dan jujur kami sangat mengapriciate mereka,,merka bukan seeprti yang kami kira sebelumnya,,yaitu orang yang garang dan bringansan,,ternyata di sana kita malah tertawa hangat dan bercanda ala Mahasiswa..jadi satu hal yg ingin saya sampaikan adalah,mohon berkomunikasilah secara wajar,,,

    dan jika ingin berdiskusi,,saya pikir alangkah baiknya pabila mas boni berdiskusi lngsung dengan haryo ataupun saya,,kita terbuka mas,,jgn di forum umum seperti ini anda menyerang sesorang secara personal..mohon kedewasaannya sebagai mahasiswa..

    trimakasih,,,

  17. buat yang nomor 18
    kalo berani dateng aja ke sekret fam
    ngomong baik baik
    ngga usah sok elegan+berani disini tapi lo ngga berani nemuin secara langsung
    baik baik aja kalo mau kritik
    ngga usah make kata kata kotor kaya gitu
    anak ui bukan lo?
    kalo anak ui datengin sekret fam
    kalo ngga ajak anak fam ketemuan di tempat yang netral biar bisa diomongin baik baik
    jangan beraninya di dunia maya doang
    bukan anak ui kalo begitu.

  18. gw sih yakin pasti Dekanat FEUI sudah meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Ibu SMI, begitu juga UI.

    kan gak enak juga, alumni diperlakukan seperti itu.
    Kalau pihak UI atau FEUI saja mau minta maaf, sebaiknya pun FAM meminta maaf atas perbuatan yang kurang enak tersebut. Kalau merasa tak ada yang salah menurut temen2 FAM, ya udah. tutup buku ini masalah gak perlu diperpanjang, meski gw berharap dengan besar hati mereka meminta maaf bukan ke anak FEUI tetapi anak UI semuanya.

    trims

  19. anjuran sama keharusan itu dua kata yang berbeda kan? saya liat disini terlepas dari pro-kontra FAM UI ‘bersalah’ atau ‘tidak bersalah’ anjuran utk meminta maaf sah2 saja dikemukakan oleh mahasiswa/dosen/org2 yg secara tangible (materi) dan intangible (non-materi) merasa dirugikan. Kalaupun ada yg menuntut FAM UI meminta maaf kepada pihak2 yg dirugikan itu normal, kalau anda juga menganggap apa yg dilakukan oleh FAM UI beberapa waktu yang lalu itu sebagai sesuatu yg wajar 🙂

    btw, kok ini malah jd debat ttg haryo ya, di komennya mas boni?hehe

  20. hmm…

    mohon maaf sebelumnya baru bisa menanggapi komen2 yang muncul setelah saya komenin disini dikarenakan baru sempat buka anakui saat ini.

    1. Saya ingin menjelaskan saya tidak punya masalah personal ma aryo.. saya menyatakan hal tersebut karena begitulah adanya yang saya liat di notes nya aryo@ Facebook walaupun saya tidak pernah terconnect sebagai temannya di FB. saya membaca dan mengamati komen di notes2 itu.

    2. kenapa gw bilang gila hormat? mengutip komen #1 bisa diliat diatas..walaupun tidak secara tersirat namun bisa diliat bahwa aryo berusaha menggiring fam agar lebih baik meminta maaf.

    Diskusi di fe ui sudah dilaksanakan bukan? maaf teman gw bukannya takut buat datang tapi gw emang ada kesibukan waktu itu dan ga ada yang ngabari…walaupun gw ga datang gw denger kabar yang tidak mengenakan,FAM tetap dipaksa meminta maaf di fakultas ekonomi tercinta.

    ngutip lagi dari pernyataan aryo pada komen #6 mas boni:N asal tau, klo mpe ada diskusi yg mendiskreditkan nak2x FAM, g yg ptama bkl bdiri n menentang” apakah engkau ada disana teman di hari diskusi FAM dan mahasiswa FE UI?

    di komen #7 ” lgi pke bumbu emosi yg berujung saling mendiskreditkan, semua udah g ungkap jlas dlm ptemuan” jadi buat apalagi dibuat diskusi fam & fe ui kemaren.

    jika ada yang mengatakan “kita berdiskusi hangat yang penuh canda dan tawa,,disepekati bahwa mereka tidak perlu meminta maaf kepada Publik FE dan UI secara umum” iya mungkin saat itu seperti itu karena kalian bertemu di kansas bukan kafe.

    seperti yang saya sudah pernah bilang di komen sebelumnya jika diskusi/penjelasan (lagi) di FE UI pasti yang ada emosi

    masalah teknis dilapangan itu dapat terjadi karena sesuatu hal..misal ketika anda sedang aksi terus disiram pake water canon dan dipukuli apa anda akan diam saja?

    Coba tanya anak FAM apakah mereka sengaja.pernah merancang aksi manjat2 mobil? atau bakal melempari mobil seperti salah satu komen.. itu spontanitas karena provokasi dari pihak keamanan kampus dan pengawal depkeu. mereka aksi telah memintah izin kok.

    saya tidak membela fam..saya hanya menjelaskan dari sdut pandang saya karena prihatin dengan komen2 yang ada.. seperti pengantar pada tulisan di atas “seorang terpelajar harus berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan,”
    sudah kah kita adil?

    silahkan menanggapi dengan kepala dingin dan tanpa emosi. ga perlu lah pake tanda baca yang berlebihan..anda semua sudah mahasiswa buktikan bahwa anda tidak hanya beretorika namun juga memiliki etika

    terimakasih buat semua komen yang timbul setelah komen saya ..thanks atas yang mencela maupun yang tidak membela

    Bonni Perdhana C. SE,Candidate

  21. Ada opini yang menyatakan bahwa aksi kemarin itu adalah aksi yang membuat integritas kita menjadi turun sebagai mahasiswa UI.

    Tapi kalo pun meminta maaf hanya kepada pihak FE UI saja itu pun kurang bijak,mahasiswa lainnya pun mengkritik adanya tindakan aksi kemarin itu. Mahasiswa lainnya pun ingin tahu suatu tanggung jawab organisasi dalam mengatasi masalah ini. Kalo pun FAM terkena respon mahasiswa yang mengecam tindakannya seperti itu,itu adalah hal wajar. Ada asap pasti ada api,mahasiswa lainnya pun begitu.

    Yang lebih penting mungkin apabila suatu aksi itu menjadi hikmah penting dalam pergerakan mahasiswa khususnya pada bagian aksi mahasiswa kemarin.
    Nilai tanggung jawab disini sangat penting,nilai untuk mengkalkulasi manajemen resiko pun penting,mengingat suatu aksi selalu identik dengan respon kritis.

    Untuk masalah meminta maaf atau ga itu bisa dilihat dari segi psikologinya mahasiswa ketika terjadi aksi kemarin. Banyak yang mengecam tindakan tersebut. Lebih baik meminta maaf daripada suatu organisasi dipandang sebelah mata hanya karena kurangnya tanggung jawab.
    Komunikasi itu bagian hal penting dalam realisasi suatu tujuan.

  22. buat anak-anak FAM UI..gak ada salahnya minta maaf..minta maaf atas kegelisahan akibat aksi FAM waktu itu..setuju dengan irfan(fasilkom 05)..dan gak ada salahnya buat yang lain untuk minta maaf juga atas tindakan yang disengaja ataupun gak disengaja bersifat menyudutkan..gak sepenuhnya FAM itu salah..dan gak sepenuhnya juga protes dari Anak-anak UI pada umunya itu salah, jadi daripada saling menyalahkan dan menuntut permintaan maaf..lebih baik saling berintrospeksi diri aja..