Mimpi buruk itu beragam. Kamu bisa mimpi kucing kamu dimakan laba-laba, bisa mimpi laba-laba keluar dari mulut kamu, bisa mimpi lupa ngerjain tugas padahal udah deadline, dan bahkan bisa mimpi tugas yang udah kamu kerjain ternyata cuma kertas kosong.

The good thing about nightmare, mereka tetep cuma mimpi. Lain cerita ketika si mimpi buruk ini hadir kembali dalam bentuk seorang mantan, dan terus menghantui kamu meskipun kamu udah masuk UI.

Ilustrasi kalau ketemu mantan di kampus yang sama via nadiasekarsari

Ilustrasi kalau ketemu mantan di kampus yang sama via nadiasekarsari

Beneran deh, sebaik apa pun mantan kamu, sehebat apa pun hubungan kamu sebelumnya, when it ended, there’s gotta be good reason for that. Kalau bukan kamu yang salah, ya dia yang salah (agak susah ngakuin ini), dan putus itu either baik buat kamu (yea, you keep telling yourself that too), ya baik buat dia. Skenario terburuk dari mimpi buruk jadi kenyataan adalah ketika mantan kamu juga masuk UI.

BACA JUGA: 7 Mantan Artis Cilik Era 90an yang Pernah Kuliah di UI

Ketemu dia di bikun, baper. Mau ngajak ngobrol, tapi dianya cuma senyum dan malah ngobrol sama temennya. Kamu keki, langsung coba kenalan sama orang di sebelah kamu, tapi gak jadi karena dia serem. Akhirnya tambah baper.

advertisement

Loh? Emang salah? Kalo dia masuk UI kan berarti dia sama pinternya dan bukan urusan gue juga.

Kalau kamu emang pernah pacaran, gak ada tuh namanya ‘bukan urusan gue’. Liat lagi semua cerita yang ada; udah 20 tahun gak ketemu pun, ketika kamu denger nama dia, atau kamu liat seseorang yang mirip sama dia, atau kamu lihat sesuatu yang mengasosiasikan dirinya (entah, tas ijo stabilo atau cardigan merah marunnya), kamu akan selalu inget dia the way it used to. Jadi jangan bercanda, berlagak udah move on. Move on itu ilusi. Kamu cuma ‘lupa’ sensasinya, dan gak permanen.

Mantan yang juga hadir di UI itu jadi masalah karena kamu bisa aja ketemu di kantin, ketemu di bikun, ketemu di perpus, atau malah bisa sekelas (gak kebayang ngerinya). Efeknya? Mood swing bisa jadi yang paling sering terjadi. Bawaannya baper. Gak fokus. Salah tingkah. Kamu seharusnya terhindar dari kehadiran dia, tapi ternyata dia masih disitu-situ aja bertebaran di sekitar kamu. Kamu bisa apa?

BACA JUGA: Antara Mood, Musik dan Skripsi

Pertanyaan bagus, kamu bisa apa?

Ketemu mantan di perpus. Terus harus gimanaaa? via riaricis

Ketemu mantan di perpus. Terus harus gimanaaa? via riaricis

Kamu bisa mikir. Inget, kamu pacaran sama dia which means kamu juga mantannya dia! Kehadiran kamu mungkin aja punya efek yang sama dengan kehadiran dia buat kamu. Kamu punya pacar baru sama efeknya ke dia seperti dia punya pacar baru ke kamu.

advertisement

BACA JUGA: Efek Buruk Penggunaan Earphone Pas Belajar

Setelah sadar tentang hal itu, jangan malah baper dengerin lagu-lagu melankolis. Liat dia, kalau dia aja bisa dewasa ngadepin keberadaan kamu, masa kamu kalah? Serunya jadi mahasiswa tuh cuma sekali, yakin mau dihabiskan dengan berbaper ria sampe wisuda?

Terus kamu bisa apa lagi? Kamu bisa ngadepin ini sama kaya cara kamu ngadepin mimpi buruk lain yang jadi kenyataan lainnya (bukan bagian kucing dimakan laba-laba); kamu terima keberadaan dia seperti sebuah scrapbook, ada di sana, di sudut kamar kamu, ketumpuk buku-buku lain yang mesti kamu baca.

 

BACA JUGA: Jangan Ngaku Anak Kosan Pecinta Indomie, Kalau Gak Tau Resep Spesial Ini!

Gak ngalangin jalannya idup kamu kok, dan scrapbook itu kelak akan muncul lagi ke permukaan setelah kamu selesai baca berbagai buku dan lagi beres-beres mau keluar kamar kosan karena kamu udah lulus; percaya deh, saat itu rasanya sama kaya susu ultra: manis.

Jarang-jarang ‘kan anakUI.com bahas perkara mantan? Jangan baper, share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau dia baca dan kamu bisa sama-sama nyimpen scrapbook untuk dibuka suatu saat nanti.

 



[reaction_buttons]