Kiat – Kiat Memperbesar Faktor Fortune Pada Saat SNMPTN


0

Adalah sebuah keniscayaan diterima di perguruan tinggi favorit pada saat ujian seleksi. Hal ini disebabkan kita tidak pernah mengetahui teknis perhitungan nilai untuk mencapai qualified standard agar diterima di perguruan tinggi tersebut. Perhitungan nilai di SNMPTN tidak pernah dipublikasikan. Hanya pengumuman diterimanya seseorang di suatu perguruan tinggi yang dipublikasikan.

Faktor fortune disadari atau tidak memang bermain peran pada saat SNMPTN. Seseorang yang beruntung akan memiliki kesempatan yang lebih besar daripada orang lain. Hal ini dapat dianalogikan dengan suatu kesempatan pada sebuah persaingan yang sangat besar. Penulis pernah mengalami hal serupa. Pada saat UMB, penulis tidak diterima di UI dengan pilihan pertama dan kedua secara berturut-turut adalah Teknik Elektro dan Teknik Kimia. Kemudian, pada saat SNMPTN penulis akhirnya memutuskan untuk memilih Teknik Elektro (Karena memang menginginkannya) dan Fisika (Karena saking frustasinya ingin masuk UI.. LOL). Lalu, penulis pun mengikuti Ujian Saringan Masuk STAN sebagai cadangan ketika penulis tidak diterima di UI.Pada akhirnya, Penulis diterima di Teknik Elektro UI dan di STAN.

Penalaran penulis terhadap pengalaman tersebut adalah bahwa keberuntungan memang memainkan perannya. Pasalnya, mungkin pada saat UMB banyak peserta yang memilih Teknik Elektro walaupun passing gradenya tinggi. Lalu, pada saat SNMPTN mungkin sebagian peserta lebih memilih pilihan yang passing gradenya aman dan dapat dijangkau. Oleh karena itu, persaingan di Teknik Elektro semakin sedikit.

Beberapa kiat memperbesar keberuntungan yang pernah penulis alami adalah sebagai berikut.

Pertama, benar-benar mempersiapkan diri jauh sebelum ujian, yaitu belajar dengan rajin. Hal ini dilakukan untuk memperkuat mental agar kita siap dan yakin kita pantas masuk ke jurusan tersebut. Kekuatan keyakinan merupakan hal terpenting dalam hidup karena kekuatan pikiran akan keyakinan merupakan kunci keberhasilan. Keyakinan adalah kunci kesuksesan. Optimis bahwa kita selalu bisa akan mengalahkan setiap rintangan yang ada. Misalnya, pertunjukkan sulap yang dibawakan oleh Limbad dan Romy Rafael. Romy Rafael menghipnotis seorang penonton dan Limbad menusukkan jarum berukuran besar menembus tangannya. Penonton tersebut membuka matanya dan melihat jarum tersebut dan tidak merasakan sakit. Hal ini disebabkan oleh keyakinan yang dimiliki olehnya. Begitu juga pada SNMPTN. Keyakinan dapat membuat kita tenang dan akhirnya, ketenangan dapat membuat otak kita berpikir jernih sehingga dapat mengerjakan soal-soal ujian.

Kedua, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari campur tangan Tuhan. Tuhan lah yang menciptakan manusia dan Tuhan juga lah yang menentukan kehidupan manusia. Peran “Tangan” Tuhan tidak terbantahkan. Hal ini pernah dialami oleh penulis ketika menjelang dan setelah ujian SNMPTN. Penulis selalu berdoa di saat – saat yang mustajab. Beberapa saat itu adalah ketika di antara adzan dan iqomah, ketika berbuka puasa, ketika sepertiga malam, dan ketika sore menjelang maghrib. Penulis memanjatkan doa kepada – Nya agar diterima di UI. Bahkan, doa pada saat itu masih terngiang di telinga penulis. “Ya Allah, jika memang benar Teknik Elektro adalah yang terbaik bagiku, maka berikanlah aku kesempatan untuk menuntut ilmu di sana. Jika tidak, maka tunjukkanlah jalan yang terbaik untukku. Hanya kepada-Mu lah aku menyembah dan hanya kepada-Mu lah aku memohon pertolongan. Sesungguhnya, Engkau telah berfirman Ud’uni astajib lakum. Dan aku yakin bahwa Engkau adalah Zat Yang Mulia, Zat Yang tidak Pernah Mengingkari Janji. Oleh karena itu, Kabulkanlah doaku. Sesungguhnya Engkaulah Zat Yang Menepati Janji. Innaka La Tuhliful Mi’ad.” Begitu kira-kira doa penulis. Penulis sedikit “mengancam” dengan memberikan kalimat Innaka La Tuhliful Mi’ad terhadap janjinya yang disebutkan dalam Al-Quran Ud’uni astajib lakum. Hal ini dilakukan karena penulis benar-benar frustasi. Karena tanpa pertolongan Allah penulis tidak akan pernah di sini (UI).

Penulis juga pernah berdoa di Masjid UI. Jika kau ingin kembali ke suatu tempat, berdoa lah di sana karena, dipercaya atau tidak, tempat tersebut akan merindukan kau. Sama halnya ketika di Tanah Suci, ketika seseorang berdoa bahwa tahun selanjutnya ingin kembali ke Tanah Suci, Tanah Suci akan merindukannya. ”Ya Allah, jika memang benar di sini(UI) adalah tempat terbaik bagiku untuk menuntut ilmu, maka berikanlah aku kesempatan untuk menuntut ilmu disini(UI). Izinkanlah aku sholat disini(Masjid UI) sekali lagi selama 4 tahun saja. Tidak lebih tidak kurang. Jika tidak, maka tunjukkanlah jalan yang terbaik untukku. Hanya kepada-Mu lah aku menyembah dan hanya kepada-Mu lah aku memohon pertolongan. Sesungguhnya, Engkau telah berfirman Ud’uni astajib lakum. Dan aku yakin bahwa Engkau adalah Zat Yang Mulia, Zat Yang tidak Pernah Mengingkari Janji. Oleh karena itu, Kabulkanlah doaku. Sesungguhnya Engkaulah Zat Yang Menepati Janji. Innaka La Tuhliful Mi’ad.” Begitulah kira-kira doa yang penulis panjatkan kepada-Nya. Penulis menekankan 4 tahun saja karena jika 3 tahun, penulis khawatir masuk D3 UI dan jika 5 tahun, penulis khawatir tidak lulus dan mengulang suatu mata kuliah tertentu.
Ketiga, perbanyak sedekah. Hal ini dilakukan karena setiap kita memberi sedekah, Orang miskin akan mendoakan kita. Doa orang miskin merupakan doa yang mustajab, apalagi doa anak Yatim. Karena anak Yatim dipelihara oleh Allah sehingga doanya tentunya mustajab. Selain itu, malaikat – malaikat akan mendoakan ketika kita bersedekah terhadap orang – orang fakir miskin dan anak yatim.

Keempat, istiqomah. Ketika kita menginginkan sesuatu kepada seseorang, misalnya ingin belajar gitar kepada teman, tentunya kita harus terus belajar ke teman kita dan bersungguh-sungguh ingin belajar. Tentunya, kita akan istiqomah belajar gitar, kan? Nah, itulah yang kita lakukan kepada Allah. Kita meminta bantuannya, maka kita harus istiqomah untuk terus berdoa kepada-Nya.
Faktor-faktor tersebut merupakan hal yang pernah penulis alami ketika SNMPTN tahun lalu, 2008. Pengalaman yang sangat berkesan yang meninggalkan pesan positif untuk terus berusaha dan bertawakkal. Pepatah mengatakan, “Ora et Labora” yang artinya Belajar dan Berdoa. Just Do the Best and Let God Do The Rest. Selamat Menempuh Perjuangan Penentuan kalian, Putih Abu-Abuers.. Never Give Up… Semoga Bermanfaat. SEMANGADH… ^^o/
Regards,
Mr. K


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf

9 Comments

Leave a Reply

  1. setuju bgt sama yg nulis topik ini…..

    gw juga sempet coba UMB tahun lalu….pilihan 1 FK UI pilihan 2 FKG……
    trus karena baru abis UAS (sebelumnya kuliah dulu di Fisika UI…heheheheheh….lumayan coba2 lagi) n belajarnya ga maksimal…akhirnya UMB TIDAK LULUS……hancur hatiku….beserta teman2 ku di fisika yang ikut UMB karena sama2 ga lulus….

    akhirnya FRUSTASI….males ikutan SNMPTN…

    tapi beberapa hari sebelum penutupan pendaftaran SNMPTN….iseng2 kita ikut SNMPTN…rencana awalnya mau meramaikan SNMPTN doang…..ga ada harapan ingin keterima di SNMPTN…..

    pas hari penyeraha formulir di salemba…belom kepikiran mau ambil apa….akhirnya keluarlah aksi nekat pilih FK sama FKG….(pilihan itu baru gw tulis sambil ngantri di depan ruang penyerahan formulir)

    waktu hari H ujian SNMPTN…isi soal2nya itu penuh rasa santai…(karena emang udah ga niat lagi gtu)…

    pas pengumuman….
    aq dah males buka website…..ya kayaknya ga bakalanm lulus gtu…..

    Ternyata salah seorang temen seperjuanganku yang berinisial S…..menelpon klo aq kereima di kedokteran…..gigi….

    ngomel dulu ke dia…jangan bercanda deh….orang gw ga belajar…..asal gtu isinya….tapi ga asal2 bgt….

    eh…ternyata waktu buka website http://www.ui.ac.id
    tiba2 ada nama gw di sana lengkap dengan NPM sama fakultas……

    langsung teriak…..ga nyangka klo lulus…..

    jadi….initinya adalah
    1. klo pengen keterima coba aja bernazar….
    2. biasanya klo coba pas SNMPTN…orang2 pada males pilih yang kuota jurusan ato fakultas nya tinggal sedikit….karena takut ga lulus gtu…..
    tapi belum tentu juga……disaat orang lain takut…seharusnya kita berani ambil keputusan…(biasanya ada jalan dari Allah Gtu…hehehheheheh)
    3. o iy buat para mahasiswa UI yang pengen coba lagi….SNMPTN itu momentum yang pas banget buat coba2…..klo ga lulus kn lo masi bisa lanjutin kuliah yang dulu di UI….

  2. Asslammualaikum..
    terima kasih banyak atas inspirasinya.
    semoga mendapat balasan dari yang Maha Kuasa.
    hatiku ingin sekali berbicara, aku ingin meraih impian untuk menjadi orang yang bisa mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat agar dijadikannya manfaat untuk semua orang dikemudian hari.
    tetapi aku ialah orang yang terbawah diantara mereka – mereka yang sedang mengejar impiannya.
    aku merasa tergetar ketika mereka menceritakan impiannya terhadapku.
    termasuk kalian yang telah menulis inspirasi ini.
    betapa mudahnya mereka mengejar impiannya.
    ketika ku melangkah dan mencoba berlari mengikuti mereka aku selalu jatuh hingga akhirnya mereka sudah menjauh dan mendapat apa yang mereka inginkan.
    Aku berusaha bangkit dalam kesenangan mereka tetapi aku berjalan sangat lambat sehingga aku tak mencapai finish.
    saat ini aku masih berada jauh digaris finish (hasilku tak pernah menapai target).

    “andai saja aku bisa lolos dalam SNMPTN ini..”.(rasannya sangatlah berat untuk diriku yang miskin ilmu{tapi jika aku berhasil aku akan tanamkan janji dihati untuk dapat mengejar mereka dan membuktikan kalau aku ini bisa mendapat Keridhoan Allah sehingga aku bisa berada di samping mereka bahkan aku akan berusaha untuk terus berlari disaat mereka senang dan aku ingin terus bersyukur terhadapNYA agar hidupku di dunia ini tak sia-sia dan bermanfaat sehingga mendapat akhir yang khusnul khatimah dan selamat di akhirat nanti} Amin).

    “Ya ALLAH Ya RAHMAN Ya RAHIM…” dengarkanlah permohonan hambamu ini, tolonglah hambamu yang lemah ini agar mendapat jalan yang terbaik untuk bisa dijadikan manfaat bagiku dan berilah kemudahan bagiku dalam segala urusanku serta sanggupkanlah diriku ini untuk melaksanakan pertintah dan petunjukMu agar aku selamat di akhirat nanti ..” AMIN…

    untuk semuanya ,
    aku mohon pencerahannya…
    terima kasih.
    wassalammualaikum…

  3. SEMANGADH yah semuanya… jangan pernah nyerah… klo emang masih jauh dari hasil, cobalah untuk menggapai impian yang masih realistis.. suatu saat akan ada kesempatan untuk kita untuk menggapai impian kita yang sebenarnya… Misalnya, teman saya tahun 2007 masuk fisika UI (secara gradenya masih bisa dikompromi)… padahal, dy ingin masuk Elektro… Akhirnya, dy masuk Fisika dan kuliah selama setahun. Pada tahun 2008, dy ikut SNMPTN lagi dengan pilihan Teknik Elektro UI… Secara dia sudah mendalami kalkulus, fisika dasar, dan mata kuliah lainnya sehingga soal-soal SnMPTN terasa mudah.. Akhirnya, dia diterima di Teknik Elektro… Semoga pejuang SNMPTN dapat mengambil hikmahnya… Amin… SEMANGADH…

  4. Detik-detik menjelang SNMPTN niih.. Gw stuju sama penulis.. Yang penting berusaha dan berdoa. Setelah ujian, pasrahkan semua sama Allah dan ikhlas dengan apapun hasil yang kita dapat.
    Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.

    Doakan saya ya “smoga vizta diterima lewat UMB dan lancar ngerjain SNMPTN.”
    Amin.