Tujuan pembangunan ekonomi suatu bangsa adalah mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat suatu negara. Untuk menjadi sejahtera, setiap orang tidak hanya sekadar membutuhkan kesempatan kerja, tetapi juga memerlukan daya dan kesempatan memilih pekerjaan yang layak guna menjamin peningkatan taraf hidupnya dari waktu ke waktu. Karena itu hakikat pembangunan adalah mengupayakan agar setiap orang mampu dan punya kesempatan memilih, serta tidak tersisih di tengah pembangunan bangsanya. Keberadaan duafa dalam perekonomian, atau mereka yang lemah dan tersisih dalam perekonomian, mencerminkan bahwa upaya penciptaan kesejahteraan itu masih mengalami tantangan. Dengan demikian pembangunan perekonomian harus terus-menerus memperhatikan kaum dhuafa dan mengupayakan agar jumlah dan proporsinya dalam masyarakat terus menurun.

Kompetisi ini bertujuan untuk mengangkat potret dhuafa perekonomian terutama sektor informal skala mikro dan kecil. Kompetisi ini merupakan wujud kepedulian segenap elemen bangsa dari seluruh pelosok negeri, termasuk kalangan yang kegiatannya bersentuhan dengan masalah sosial-ekonomi masyarakat, misalnya pers, perguruan tinggi, dlsb. Kepedulian itu dituangkan dalam suatu kompetisi foto dan narasi (atau ulasan yang menyertai foto) yang fokusnya pada kaum duafa dalam kegiatan ekonominya sehari-hari. Sejauh ini, dhuafa dalam perekonomian kita temui dalam kehidupan sehari-hari, atau juga kita ketahui melalui ulasan atau laporan data-data statistik. Tetapi, agaknya tidak banyak di antara kita yang mampu memahami hubungan angka-angka statistik tentang kaum dhuafa itu dengan kondisi fisik sehari-sehari mereka. Diharapkan dengan kompetisi ini kita akan semakin mengenal wajah dhuafa di sekeliling kita, untuk meningkatkan keberpihakan kepada kaum lemah dalam perekonomian kita itu. Jangan karena “tak kenal maka tak sayang.”

Kemampuan mendapatkan obyek  foto  yang tepat dan membuat ulasan yang kontekstual serta obyektif  memerlukan sumber inspirasi sebagai daya dorong dalam berkompetisi. Visi mengenai kesejahteraan bangsa dan realita proporsi dhuafa dalam masyarakat yang masih sangat besar kiranya dapat menjadi inspirasi dimaksud. Orang biasanya tergerak dan bangkit kepeduliannya bila mendapati di antara harapan dan kenyataan masih ada jarak yang besar.  Bapak-bapak pendiri bangsa Indonesia telah merumuskan visi yang dimaksud dalam UUD 1945. Adapun realita kedhuafaan dalam masyarakat antara lain dapat kita baca dari berbagai laporan statistik maupun kondisi riil sehari-hari.

Berbagai rumusan visi dan misi program-program pembangunan pro-rakyat,  pada hakekatnya mengambil spirit yang tercantum dalam Pasal 33 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang Dasar 1945. Pada intinya, secara filosofis ditekankan bahwa perekonomian disusun dan diselenggarakan dengan menjunjung tinggi asas kebersamaan (mutualisme) dan kekeluargaan (brotherhood atau rasa persaudaraan). Landasan filosofis itu pada hakikatnya mengamanahkan agar persaingan bebas dalam perekonomian jangan sampai berakibat menisbikan mereka yang lemah dan tidak mampu bersaing hingga tersisih atau pun terpinggirkan.

Disamping itu, dalam konstitusi kita diamanahkan juga bahwa segala potensi kesejahteraan, yang berasal dari alam Indonesia (bumi, air dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya), yang kemudian terhimpun dalam penerimaan negara ataupun berwujud peluang-peluang usaha, pada hakikatnya adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran segenap rakyat, termasuk mereka yang dhuafa dan tidak mampu bersaing.  Sejak lama, pemerintah dari waktu ke waktu telah menyelenggarakan berbagai program yang langsung berkaitan dengan kaum dhuafa, antara lain melalui program-program seperti Raskin, BOS, Jamkesmas, dan lain-lainnya. Tetapi, kita bersama mengetahui di sana sini bahwa masih banyak dijumpai kendala dalam tataran implementasinya, karena banyak kaum dhuafa masih sulit mengakses program-program tersebut.

Siapakah kaum dhuafa dan mengapa mereka lemah serta tersisih, seberapa banyak jumlah mereka di Indonesia ? Menurut sejumlah literatur, kaum dhuafa dalam perekonomian sering dipahami sebagai mereka yang tidak mampu membela diri karena terbatasnya akses, mereka yang hanya memiliki sedikit pilihan dalam memenuhi kebutuhan mereka akibat minimnya sumber daya yang mereka miliki untuk mendapatkan barang dan jasa yang mereka butuhkan. Keduafaan itu berkaitan dengan kondisi kelangsungan dan kelayakan pekerjaan guna meningkatkan taraf hidup selanjutnya. Dari segi kepastian kerja ditunjukkan oleh sektor informal yang masih sebesar 62,17%, yang berarti masih sangat banyak tenaga kerja bekerja dengan tidak pasti, sekadar untuk menyambung hidup dari hari ke hari. Tidak ada yang dapat ditabung dari penghasilan mereka. Kemampuan memperoleh pekerjaan yang layak terutama berkaitan dengan kemampuan kerja dan tingkat pendidikan sebagain besar rakyat. Dari segi pendidikan,   secara umum tingkat pendidikannya masih terkonsentrasi pada SMA atau kurang yaitu sebesar 83,43% (mayoritas di dalamnya berpendidikan SD atau kurang, 47,86%). Selain itu, terbatasnya akses mereka terhadap energi juga membuat banyak kaum dhuafa kita semakin tertingal oleh pesatnya pembangunan. Itulah antara lain faktor yang ikut menyebabkan dan memperangkap sejumlah rakyat dalam kedhuafaan.

advertisement

Dengan kondisi tersebut, dapat diprediksi bahwa mereka itu adalah orang yang memiliki pendapatan rendah, bahkan di bawah Upah Minimum Provinsi 1,29 juta per bulan atau bahkan kurang (UMP DKI Jakarta, 2011). Tingkat pendapatan yang di bawah Kebutuhan Minimum membuat para tenaga kerja tersebut hanya memiliki sumber daya yang terbatas untuk dapat memperoleh kebutuhan yang mereka perlukan.  Dengan kata lain mereka hanya memiliki pilihan yang terbatas agar dapat memenuhi kebutuhan mereka. Dari Sensus Ekonomi 2006 juga diketahui bahwa mayoritas pekerja non pertanian, sebesar 22,7 juta unit usaha yang terdiri dari 9,8 juta (43,03%) berusaha pada lokasi tidak permanen dan 12,9 juta (56,97%) berusaha pada lokasi permanen, 99,27% bergerak di skala mikro dan kecil. Pada umumnya, pengusaha skala mikro dan kecil tersebut  (45,89%) bergerak di bidang perdagangan besar dan eceran, dengan proporsi pedagang eceran yang paling banyak di dalamnya. Berikut adalah ringkasan data sensus yang dimaksud:

Tabel 1 : Kategori Lapangan Usaha

No.

Kategori Lapangan Usaha

% per KategoriLapangan Usaha

1

advertisement

Pertambangan dan Penggalian

1.17

2

Industri Pengolahan

14.17

3

Listrik, Gas, dan Air

0.07

4

Konstruksi

0.73

5

Perdagangan Besar dan Eceran

45.28

6

Akomodasi dan Makan Minum

13.26

7

Transportasi, pergudangan, dan Komunikasi

11.89

8

Perantara Keuangan

0.37

9

Real Estate, Usaha Persewaan

3.53

10

JasaPendidikan

1.50

11

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

0.79

12

Jasa Kemasyarakatan dan Sosbud, Hiburan dan Perorangan

6.44

13

Jasa Perorangan yang Melayani RumahTangga

0.79

Sumber: Sensus Ekonomi,  BPS (2006)

Apa yang dilombakan dalam kompetisi ini ? Kompetisi ini akan mengangkat potret kaum dhuafa yang bergiat di bidang-bidang tersebut di atas, yang akan diperlombakan dalam bentuk foto, dan narasi atau ulasan berdasarkan hasil wawancara, dan data statistik. Narasi juga akan ikut menggali permasalahan yang dihadapi dan realisasi program pemerintah di mata kaum dhuafa berdasarkan wawancara terbatas di lapangan.

Tujuan Kompetisi

  • Menunjukkan siapa saja dan bagaimana potret serta profil tenaga kerja sektor informal pada skala kecil dan mikro sebagai representasi dari dhuafa perekonomiandiIndonesia.
  • Melihat seberapa mudah akses objek penelitian terhadap energi khususnya listrik dan juga terhadap program pro-rakyat dari pemerintah.
  • Memetakan berbagai kendala yang dihadapi oleh mereka terkait dengan akses-akses tersebut.

Ketentuan Kompetisi

 

Tema                                               : Tenaga Kerja Sektor Informal Skala Mikro dan Kecil di Indonesia

Jenis Foto                                     : Foto Esai minimal 5-9 objek foto

Waktu Pengumpulan Foto      : 10 Agustus 2012 – 22 September 2012

Penjurian                                        : 24-27 September 2012

Pengumuman Pemenang         : 28 September 2012

Hadiah                                                :

  • Juara I Uang sebesar Rp 10.000.000,-
  • Juara II Uang Sebesar Rp 7.500.000,-
  • Juara III Uang sebesar Rp 5.000.000,-
  • Juara Favorit (Hasil Vote di Facebook “Kompetisi Foto “Potret Dhuafa PerekonomianIndonesia”) mendapatkan uang sebesar Rp 5.000.000,-

 

Foto-foto yang dipandang bagus dan memiliki nilai pesan untuk diketengahkan juga akan ikut dipublikasikan dalam buku “Potret Dhuafa PerekonomianIndonesia” yang insyaallah  akan terbit pada tahun 2013. Selain itu, bagi peserta yang karyanya dimuat berhak mendapatkan 1(satu) buah buku tersebut.

 

Peraturan Kompetisi Esai Foto:

  1. Lomba foto ditujukan untuk mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi diIndonesia.
  2. Peserta kompetisi adalah perseorangan, bukan kelompok.
  3. Setiap karya terdiri dari 5-9 objek foto. Masing-masing objek bisa terdiri dari 1-5 seri foto. Setiap objek foto dilengkapi dengan keterangan foto (caption), narasi, dan menyertakan dokumen pendukung berupa kuesioner-kuesioner asli yang telah berisi jawaban (kuesioner dapat diunduh disini). Caption wajib menyebutkan 4 keterangan ringkas obyek foto, yakni a)  nama dan usia obyek foto; b) jenis usaha; c) lokasi (kecamatan, kabupaten/kota, provinsi); dan d) waktu pengambilan foto (jam dan tanggal).
  4. Setiap peserta dapat mengirimkan lebih dari 1 karya, bebas biaya pendaftaran.
  5. Ukuran pixel: minimal 500* (sisi panjang) dengan resolusi: 300 dpi.
  6. Narasi foto berisi hasil wawancara dengan objek foto tersebut yang harus mencakup:

–          Nama dan umur objek foto

–          Jenis usaha

–          Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha (nominal uang dan peralatan seperti gerobak, pikulan, dan lain sebagainya).

–          Pendapatan per hari dan per bulan

–          Pengeluaran per bulan

–          Daya listrik di tempat tinggal

–          Biaya listrik per bulan

–          Jumlah anggota keluarga, jumlah anggota keluarga yang bekerja, dan penghasilan keluarga per bulan.

–          Opini peserta terkait kondisi objek foto dan solusi yang direkomendasikan

7. Narasi foto minimal 2 halaman dan maksimal 5 halaman, Times New Roman, 12, spasi single.

8. Referensi dan data untuk melengkapi narasi dapat dilihat dari Survey Ekonomi BPS, APBN, data tenaga kerja Kemenakertrans, Human Development Index Indonesia, dan sumber-sumber terkait tema yang ditentukan, dari berbagai sumber dan website terkait.

9. Karya foto yang diikutsertakan untuk lomba merupakan karya asli, tidak direkayasa, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, dan belum pernah meraih penghargaan apapun. Editing minor diperbolehkan sebatas untuk pencahayaan (gelap/terang)

10. Setiap karya yang dikirimkan merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan, dan isinya merupakan tanggung jawab peserta.

11. Setiap karya harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia
12. Karya tidak boleh mengandung unsur  SARA dan pornografi.
13. Karya foto yang sudah dikirimkan akan menjadi hak panitia.
14. Segala bentuk klaim kepemilikan dari pihak lain atas suatu karya peserta sepenuhnya merupakan tanggung jawab peserta.
15. Dengan mengirimkan foto untuk mengikuti lomba ini, berarti peserta tunduk kepada seluruh ketentuan dan peraturan yang dibuat oleh panitia.
16. Keputusan dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat, dan tidak melayani korespondensi atau  surat menyurat.
17. Peserta mengirimkan karyanya dalam bentuk hard copy ukuran 12 R maupun soft copy (di-burn dalam bentuk CD) ke dalam amplop tertutup langsung melalui pos ke alamat :

PT Savolindo Karsa Samudra

Menara Selatan Jamsostek, Lantai 7

Jl.Gatot Subroto Kavling 28

Jakarta

Dalam amplop tersebut, peserta wajib melampirkan:

1) Selembar kertas yang berisi identitas peserta yang terdiri dari : nama asli (sesuai dengan kartu identitas), alamat peserta, profesi peserta, nomor telpon yang bisa dihubungi, serta alamat email.

2) Fotocopy kartu identitas yang masih berlaku dan fotokopi kartu mahasiswa.

3) Statement of Authorship

 

Kriteria penilaian terdiri dari :

Foto: 40%

Esai : 60%

 

Info lebih lanjut dapat menghubungi (021) 52962148, email ke kompetisifoto.dpi@gmail.com atau dapat mengunjungi website www.darwinsaleh.com.