Kupas Tuntas E-Learning: Kelas Online itu Bagus Apa Engga Sih?

Kelas online memang baik untuk sebagian orang untuk berlatih mengatur tingkat kefokusan dan time management-nya. Tetapi, itu juga bisa menjadi kerugian bagi siswa yang pada dasarnya kurang dalam keterampilan dasar ini.


0

Jaman sudah maju, di tahun 2020 ini hampir semua hal dipermudah dengan adanya teknologi. Pun dengan adanya pandemi ini, perkembangan teknologi semakin diakselerasi karena semua aspek dalam kehidupan kita terpaksa harus beradaptasi.

Tak ayal semua orang mulai mempelajari dan memaksimalkan fungsi teknologi, mulai dari pengusaha UMKM hingga perusahaan startup yang berusaha membangun sistem teknologi yang terbarukan dan nyaman digunakan oleh orang-orang.

Tak terkecuali pada bidang pendidikan, Nadiem Makariem, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, mengambil keputusan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dari rumah yang membuat banyak guru dan siswa yang gaptek menjadi kewalahan untuk menggunakan aplikasi penunjang pendidikan.

Kehadiran Teknologi dalam Dunia Pendidikan

belajar dari rumah
Sumber: ANTARA FOTO/Ampels

Sebenarnya kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan bukanlah sesuatu hal yang baru, tools pelengkap seperti komputer, printer, dan kalkulator sudah berperan banyak dalam mendukung pendidikan. Namun untungnya, di jaman sekarang sudah banyak start-up yang bergerak dalam bidang kolaborasi pendidikan dengan teknologi yang biasa disebut dengan edutech. Kehadiran ini untuk menjawab kebutuhan edukasi serta akses pendidikan yang lebih fleksibel.

Walaupun baru happening di beberapa tahun belakangan, sebenarnya edutech startup Zenius sudah muncul dari tahun 2004, kemudian lewat tahun 2010 barulah Quipper, Ruangguru, dan lain-lain hadir di Indonesia.

Setiap tahunnya, angka kebutuhan kursi untuk mengenyam pendidikan tinggi terus bertambah.

Sumber: zeenews.india.com

Hal ini karena meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Antara tahun 2018 hingga 2019 ada 21,9 juta orang yang terdaftar di institut dan universitas di seluruh dunia, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Sayangnya kapasitas universitas tidak berbanding lurus dengan perimintaan kursi yang banyak itu, maka alternatif yang digunakan untuk belajar salah satunya adalah kursus online, seperti Coursera, Edx, Stanford Online, dan lain-lain.

Apalagi ditengah pandemi seperti sekarang ini, tak hanya pelajar, banyak pula orang yang mulai mempelajari hal baru lewat platform kelas online. Kelas online dirasa fleksibel bagi sebagian murid yang sibuk dengan jadwal pribadinya, mereka tak perlu pergi jauh dan duduk dikelas selama seminggu, selain itu kelas online lebih murah dibandingkan kelas konvensional.

Tetapi salah satu kekurangan pendidikan online adalah kurangnya komunikasi interpersonal, selain itu kurang dukungan dan pendekatan satu lawan satu, banyak resiko seperti siswa tertinggal dalam materi dan tidak mengerti suatu konsep secara utuh karena pada dasarnya dia tertinggal dalam membaca dan matematika.

Lantas sebenarnya kelas online itu bagus atau tidak?

Sumber: Unsplash/Thomas Park

Kelas online memang baik untuk sebagian orang untuk berlatih mengatur tingkat kefokusan dan time management-nya. Tetapi, itu juga bisa menjadi kerugian bagi siswa yang pada dasarnya kurang dalam keterampilan dasar ini. Jika seorang siswa kesulitan untuk menyingkirkan video game, menutup Facebook dan mengabaikan ponselnya, mencari waktu untuk melakukan kelas online dan semua tugas bisa menjadi tantangan besar bagi dirinya.

Selain itu masalah jaringan internet yang belum merata di Indonesia, menambah beban kesulitan bagi siswa, tentu masih banyak hambatan lain ketika kelas online dipilih menjadi alternatif, salah satunya adalah guru atau dosen biasanya akan berfokus pada teori dibandingkan dengan praktek, belum lagi tindak kecurangan dalam mengerjakan kuis atau ujian berpotensi besar jika dilakukan secara online, bahkan di beberapa platform edutech saya bisa melewati materi dan langsung pergi ke bagian evaluasi soal, jika saya ‘Hoki’ karena tebakan/jawaban yang daya pilih benar, maka saya bisa langsung menyelesaikan kelas tersebut dan mendapatkan sertifikat tanpa menonton/mengerti materi yang diberikan.

Menurut saya masih banyak yang perlu dibenahi dalam sistem kelas online ini, semoga pandemi cepat berlalu dan kita bisa kembali ke kampus dan belajar seperti sedia kala.

[zombify_post]

Sumber gambar header e-learning


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Rahmadianty Alivia
Saya Rahmadianty Alivia. Dari program Vokasi prodi Komunikasi Penyiaran Multimedia (2019). Saya senang mempelajari hal baru, memelihara hewan, dan tumbuhan liar di rumah. Satu fakta unik dari saya adalah saya alergi mi instan.

0 Comments

Leave a Reply