Mahasiswa Harus Tahu! Ini Fakta Sejarah Pancasila yang Tidak diajarkan di Sekolah

Mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menanamkan dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila ke masyarakat. Tujuannya apa? Tentu agar nilai Pancasila tetap lestari dan dapat diamalkan dengan baik.  Namun, tidak banyak yang tahu bahwa lahirnya Pancasila menyimpan fakta sejarah yang tidak diajarkan di Sekolah. Mahasiswa harus mendapatkan pengetahuan sejarah yang benar dan objektif.


0

Mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menanamkan dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila ke masyarakat. Tujuannya apa? Tentu agar nilai Pancasila tetap lestari dan dapat diamalkan dengan baik.  Namun, tidak banyak yang tahu bahwa lahirnya Pancasila menyimpan fakta sejarah yang tidak diajarkan di Sekolah. Mahasiswa harus mendapatkan pengetahuan sejarah yang benar dan objektif tentang proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara.

Pancasila sendiri sering kali diperingati dua kali setiap tahunnya yaitu 1 Juni yang memperingati hari lahirnya Pancasila dan 1 Oktober memperingati hari kesaktian Pancasila. Tapi apakah benar tanggal 1 Juni merupakan hari lahirnya pancasila? yuk cek faktanya!

Proses Perumusan Pancasila yang Disembunyikan Sejarah

Seperti yang kita pelajari saat sekolah dasar, Pancasila lahir melalui proses panjang oleh para pejuang kemerdekaan. Pancasila merupakan gagasan yang disusun sebagai dasar negara Indonesia. Hal ini tentunya dirumuskan secara matang oleh para pendiri bangsa. Ketiga tokoh pencetus sila dalam Pancasila yaitu Muh.Yamin, Soekarno, dan Soepomo memberikan idenya dalam rapat BPUPKI. Pancasila juga sempat mengalami beberapa amandemen untuk menentukan sila yang tepat. Tidak banyak yang tahu bahwa terdapat peran ulama dalam perumusan Pancasila. Hal ini tidak dapat dielakkan karena buktinya terdapat dalam salah satu sila dalam Pancasila tepatnya pada sila keempat.

Kalau kalian perhatikan, sila keempat yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan terdapat kata hikmat dan permusyawaratan. Kedua kata tersebut merupakan serapan dari bahasa arab yang memiliki arti yang serupa, hikmat dengan kebijaksanaan dan permusyawaratan dengan perwakilan (Siauw, 2018). Detail tersebut dirumuskan oleh ulama sebagai kata kunci bahwa sejatinya Indonesia memiliki akar sejarah dengan bangsa Arab yang merujuk pada agama Islam. Pancasila merupakan intisari dasar negara yang menjadi landasan hukum di Indonesia. Ulama terdahulu berharap bahwa Indonesia tidak lepas dari agama Islam dalam kehidupan bernegaranya.

Selain sila keempat, sila pertama juga menjadi bukti peran ulama dalam perumusan Pancasila. Sebelum amandemen, sila pertama berbunyi Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at islam bagi pemeluk-pemeluknya. Hal ini semakin memperjelas bahwa Ulama terdahulu menginginkan negara Indonesia memiliki akar agama Islam sebagai dasar bernegara (Siauw, 2018). Namun ketika Soekarno mengesahkan Pancasila pada tanggal 18 Agustus 1945, ia menghilangkan beberapa kata dalam sila pertama.

Awalnya, Muhammad Natsir yang merupakan ketua Masyumi dan Ki Bagus Adikusuma sangat kecewa pada Soekarno. Para Ulama sempat tidak terima dengan tindakan Soekarno karena sebelumnya Pancasila telah disahkan berbentuk piagam jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 atas dasar kesepakatan bersama (Siauw, 2018). Saat ketiga tokoh mengutarakan gagasannya pun para ulama sudah berperan dalam merumuskan sila yang tepat. Sebagai contoh yaitu saat Soekarno membawa lima sila dengan urutan sila kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang Maha Esa. Pada saat itu, Ulama pun langsung mengoreksinya karena menurutnya sila pertama seharusnya ketuhanan sebagai cerminan bahwa Indonesia tidak akan terbentuk kecuali kehendak Tuhan dan agama menjadi panduan kehidupan termasuk bernegara. Soekarno pun mengambil jalan tengah mengingat bahwa Indonesia memiliki masyarakat yang majemuk sehingga banyak pemeluk agama lain.  Ulama dengan kebesaran hatinya akhirnya menerima perubahan sila pertama disahkan menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.

Penetapan Hari Lahir Pancasila keliru?

Selain proses panjang perumusan Pancasila, tanggal lahir Pancasila juga memiliki cerita dibaliknya. Peringatan hari lahir Pancasila pada dilaksanakan berdasarkan pidato Soekarno yang menyebut istilah Pancasila pada rapat BPUPKI pada 1 Juni 1945. Sebenarnya peringatan lahirnya Pancasila lebih tepat diperingati pada tanggal 18 Agustus 1945 hal ini karena Pancasila telah secara resmi ditetapkan sebagai dasar negara. Refly Harun seorang pakar hukum tata negara berpendapat bahwa tanggal 1 Juni merupakan hari lahir Pancasila Bung Karno bukan Pancasila sebagai dasar negara (Nurita, 2018). Pada tahun 1970, Soeharto pun sempat melarang peringatan hari lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni yang berjalan selama delapan tahun (Mustinda , 2020). Kalau menurut penulis, hari lahir Pancasila lebih tepat diperingati pada tanggal 18 Agustus karena Pancasila sudah secara resmi disahkan. Kalau diperingati tanggal 1 Juni, Pancasila masih berupa istilah yang dicetuskan oleh Soekarno dan isi Pancasila yang dimaksud masih berupa gagasan Soekarno bukan seperti yang kita ketahui saat ini.

Tentang Simbol Pancasila di Burung Garuda

Fakta lain tentang Pancasila yaitu mengenai lambang Pancasila. Lambang tersebut biasanya kita lihat di dinding kelas pada perisai burung garuda. Sejarah terbentuknya logo tersebut juga berkaitan erat dengan Kerajaan Islam. Logo burung garuda tersebut sangat mirip dengan logo Kerajaan Samudra Pasai (Siauw, 2018). Samudra Pasai sendiri merupakan Kerajaan Islam pertama di Nusantara dan yang paling jaya. Nah, baru tahu bukan kalau burung garuda yang sering kita lihat di kelas ternyata terinspirasi dari logo Kerajaan Samudra Pasai?


Itu dia fakta-fakta sejarah tentang lahirnya Pancasila. Ternyata para ulama juga berperan ya dalam perumusan Pancasila. Oleh karena itu, anggapan bahwa ulama Indonesia ingin memecah belah bangsa dengan agama islam yang dulu sempat beredar sangat tidak relevan dengan fakta sejarah ini. Panitia sembilan yang menjadi pelopor berdirinya bangsa Indonesia saja terdiri dari 4 orang nasionalis, 1 orang nasionalis-agamis dan 4 orang agamis (Siauw, 2018). Ulama jelas ikut bagian dalam lahirnya Pancasila sekaligus terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia tetapi kadang menjadi sosok yang dilupakan sejarah.

Daftar Pustaka

Mustinda , L. (2020, Mei 31). Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati 1 Juni 2020 Besok. Diakses dari https://news.detik.com/berita/d-5035637/sejarah-hari-lahir-pancasila-yang-diperingati-1-juni-2020-besok

Nurita, D. (2018, Juni 2). Refly Harun: Hari Lahir Pancasila 18 Agustus 1945 Bukan 1 Juni. Diakses dari https://nasional.tempo.co/read/1094822/refly-harun-hari-lahir-pancasila-18-agustus-1945-bukan-1-juni

Siauw, F. (2018). Kajian Online. HEBOH…!!! FENOMENA ISLAM DI INDONESIA. MimbarTube. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=dwzyRBvbKcI


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Aisyah Syarofina
Hai! It's me, Aisyah. For get to know me better, hit me on LINE: aisyarofina IG: aissyarofina or visit my website: aisyarofina.wixsite.com/website

0 Comments

Leave a Reply