“Jangan pacaran sama yang bukan orang Jawa!”

Ya, mungkin begitulah kata seorang eyang yang Jawa tulen, berusaha nasehatin cucunya yang mahasiswa, setelah bercerita ia punya pacar blasteran Sunda-Batak dan Madura. Mahasiswa tentu sudah akrab sama pemikiran konvensional yang menentang hal-hal yang mungkin memang agak sedikit gak wajar atau tabu.

advertisement

Waktu kecil pernah lihat yang namanya Beauty and the Beast, agak gedean nonton sinetron gak jelas yang intinya kalo gak cinta orang kaya-orang kurang kaya, majikan-pembantu, artis-supir angkot dan hal-hal fantastik lainnya. Perbedaan selalu jadi masalah.

BACA JUGA: NADIO FLO: Seorang Praktisi Media yang Terjun ke Dunia Sinetron

By the same logic, mungkin setelah baca artikel dosen cantik, muncul di benak mahasiswa yang namanya the million dollar question: naksir dosen tuh salah gak, sih? Mari sedikit berbincang tentang hal itu dengan kepala dingin, logis, rasional, dan agak sedikit jujur-jujuran. Gak perlu terlalu serius, tapi jujur-jujuran. Ini yang terjadi ketika mahasiswa naksir sama dosen.

advertisement

Semangat Kuliah

Jadi semangat buat ke kampus via

Jadi semangat buat ke kampus via Photo Credit: clemsonunivlibrary via Compfight cc

Semangat banget. Biasanya kelas pukul 8 baru dateng pukul 9, sekarang kelas pukul 9 udah dateng pukul 8. Duduk biasanya paling belakang, sekarang duduk paling deket sama meja dosen. Biasanya tugas ngerjain h-1, sekarang rangkuman materi udah ada seminggu sebelum UTS. Semua gara-gara ada bidadari yang nangkring di depan kelas. Gak ada tuh acara gak fokus, semua materi dan contoh studi kasus berubah jadi kudapan. Gak ada cerita tidur di kelas, karena baru kali ini kenyataan lebih indah daripada mimpi.

BACA JUGAHal-hal Menarik yang Cuma Ada Di Wisuda Sarjana UI

Kelas yang biasanya lama banget jadi berasa cepet, mengukuhkan teori Einstein tentang relativitas. Kantin yang biasanya surga jadi gak menarik lagi gara-gara si mahasiswa semangat banget mau kuliah. Sayangnya itu dosen cantik gak ngajar di setiap matkul. Kalo iya, IPK 3,5 adalah perkara sederhana.

advertisement

 

Jadi Sering Nanya

Mau di kelas kek, mau di jalan kek, pokoknya caper sama dosen! via

Mau di kelas kek, mau di jalan kek, pokoknya caper sama dosen! via Photo Credit: Jirka Matousek via Compfight cc

Kalau biasanya mahasiswa itu males nanya dan penginnya cepet-cepet keluar kelas dan berteduh di santainya atmosfer kantin, lain cerita kalo lagi diajar dosen idola. Bawaannya mau nanya terus, berasa itu dosen ngajarin private ke kamu doang.

Biasanya setengah mati bikin pertanyaan, kalau jadi pun belum tentu make sense. Sekarang, yang terlontar adalah pertanyaan cerdas yang mungkin si mahasiswa udah tau jawabannya, cuma dia seneng aja ngeliat ibu dosen cantik menjelaskan.

advertisement

 

Beda Sikap Sama Dosen Lain

Gak jarang sikap ke dosen lain jadi beda via

Gak jarang sikap ke dosen lain jadi beda via Photo Credit: poptech via Compfight cc

Yang ini agak gak patut dicontoh, tapi memang terjadi di dunia nyata. Ketika naksir sama satu dosen, kamu manggut terus sama itu dosen. Nurut aja, rajin, pinter meski agak sedikit caper. Sementara sama dosen lain, kamu biasa aja. Di rapat pleno kelulusan, dosen-dosen gak ada yang percaya kalau kamu di kelas adalah anak yang rajin dan punya keinginan belajar tinggi kecuali si dosen cantik. Semua karena kamu naksir satu dosen dan kamu cuma rajin di satu matkul itu doang.

BACA JUGA: Kata Mahasiswanya, Ini Dosen-dosen UI yang Dianggap ‘Killer’

Salah Gak Sih?

Jadi, salah gak sih kalo naksir sama dosen? via

Jadi, salah gak sih kalo naksir sama dosen? via Photo Credit: Strelka Institute photo via Compfight cc

Ini dia ujung perkaranya. Dari bentuk pertanyaan “Salah gak sih” aja, udah ketauan yang punya pertanyaan maunya dibelain, bahwa ia minta seseorang untuk bikinin justifikasi akan suatu hal. Oke, logikanya gini.  Dewasa ini, cinta itu asosial, dalam artian cinta gak kenal apa-apa. Jangankan status, cinta aja gak kenal perbedaan etnis, ga kenal perbedaan usia, bahkan belakangan banyak yang setuju kalau cinta gak mengenal jenis kelamin.

BACA JUGA: [Diskusi] Bagaimana Pendapat Anak UI mengenai LGBT?

Jadi, kenapa mempermasalahkan status? Semua tergantung paham moral dan logika yang kamu pegang. Toh, beda usianya pasti gak jauh-jauh banget, belum bisa dikategorikan sebagai pedofil ataupun eksploitasi. Oke, mungkin dosen ada kode etik untuk gak terlibat dengan mahasiswa pada taraf tertentu, tapi kan terserah mahasiswa dong, kalo mau naksir dosen? Berarti gak salah. Hehe 😛

Lagian dosennya juga belum tentu mau. #ketawasetan

Kamu naksir dosen juga? Atau ada temen naksir dosen? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line biar temen-temen lain yang seneng sama dosen bisa merasa sedikit lega! Boleh juga komentar mengenai pembicaran ini loh!