Mahasiswa Wajib Tahu: Perbedaan Biaya Hidup dan Gaya Hidup

Buat kamu yang mau kuliah di luar daerah, kamu harus bisa membedakan biaya hidup dan gaya hidup. Jangan sampai salah persepsi, ya!


0

Salah satu hal yang dipertimbangkan untuk memilih tempat kuliah adalah biaya. Mau kuliah di kampus ini, tapi biaya hidup di kotanya mahal. Atau sebaliknya, mau kuliah di kota ini, tapi biaya masuk atau biaya semesternya cukup tinggi.

Bagi calon mahasiswa dari keluarga menengah ke atas, mungkin hal itu bukan masalah. Namun, bagi mereka yang berasal dari keluarga menengah ke bawah, hal tersebut akan menjadi problem jika tidak dipertimbangkan dengan baik.

Untuk urusan biaya kuliah yang tinggi, hal itu bisa diatasi dengan mendaftar beasiswa atau mendaftar melalui jalur yang bebas uang gedung atau yang biaya semesternya bisa disesuaikan dengan kondisi ekonomi. Kalau untuk biaya hidup, hal itu kembali pada dirimu lagi karena besarannya relatif. Disesuaikan dengan kebutuhanmu.

BACA JUGA: Update Terbaru Informasi Biaya Kuliah UI untuk Program S1 dan D3

Sayangnya, kebanyakan calon mahasiswa beranggapan bahwa kuliah di luar daerah itu mahal, apalagi jika daerah tersebut merupakan kota besar. Mereka sering mengacu pada gaya hidup masyarakat kota tersebut yang sebenarnya bukan hal yang benar untuk dijadikan acuan.

Sama seperti biaya hidup, gaya hidup itu juga relatif. Disesuaikan dengan selera atau cara orang tersebut menjalani hidupnya. Jadi, baik biaya hidup dan gaya hidup orang satu dengan yang lain itu tidak bisa disamakan.

Walaupun sama-sama relatif, biaya hidup dan gaya hidup itu punya beberapa perbedaan, loh! Buat kamu yang berencana untuk kuliah di luar daerah, kamu harus tahu tiga perbedaan antara biaya hidup dan gaya hidup versi anakui.com.

1. Urgensi

Sumber: pixabay.com

Secara harfiah, biaya hidup merupakan biaya yang digunakan untuk bertahan hidup. Biaya ini dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan, papan, dan kebutuhan lain yang juga penting. Sementara itu, gaya hidup merupakan cara seseorang untuk menjalani hidupnya yang membutuhkan biaya khusus.

Dari definisi sederhananya, dapat dilihat bahwa biaya hidup dan gaya hidup ini memiliki perbedaan dari segi urgensi atau keharusan.

Biaya hidup harus dikeluarkan demi menjalani hidup selayaknya, seperti biaya makan, uang kost, dan lain sebagainya. Sementara itu, biaya untuk gaya hidup tidak harus dikeluarkan karena sifatnya yang tidak terlalu penting. Makan tidak perlu di restoran mahal, asalkan asupan gizi terpenuhi. Kost tidak perlu yang ekslusif, asalkan bisa tinggal dengan nyaman dan aman.

2. Esensi

Seperti penjelasan sebelumnya, biaya hidup digunakan untuk bertahan hidup. Kebutuhan yang dibeli pun haruslah yang esensial untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya, beli sabun dan sampo seperlunya (asalkan cocok) atau beli baju yang memang dibutuhkan untuk kuliah.

Sebaliknya, gaya hidup cenderung mengarahkanmu untuk membeli barang yang sebenarnya tidak punya esensi lebih dalam hidupmu. Misalnya, beli sabun dan sampo banyak dengan alasan agar bervariasi atau membeli baju setiap ada diskon, padahal tidak butuh-butuh banget. Alhasil, gaya hidup akan membuatmu boros.

3. Prioritas

Sumber: pixabay.com/MorganK

Pada awal masa kuliah, mahasiswa yang berasal dari luar daerah akan mengalami cultural shock. Mereka mulai tidak bisa mempertimbangkan mana keperluan yang harus dijadikan prioritas dan mana keperluan yang sebenarnya hanya untuk sekadar ikut-ikut teman.

Dari segi prioritas, biaya hidup pastinya berada di atas gaya hidup. Daripada mendahulukan gengsi, lebih baik kamu memikirkan biaya untuk memenuhi kebutuhan dasarmu terlebih dahulu. Kalau semua kebutuhan dasarmu sudah terpenuhi, barulah kamu boleh membeli barang lain yang kamu inginkan.

Memenuhi biaya hidup bukan berarti kamu harus jadi pelit terhadap dirimu sendiri, ya. Sesekali boleh kok mengikuti gaya hidup.

Namun, ingat, kamu juga harus menyesuaikannya dengan pemasukanmu yang mungkin masih berasal dari orang tua.

Satu lagi, jangan sampai kamu ingin memiliki sebuah barang hanya karena gengsi. Kalau kamu mengikuti gaya hidup seperti itu, bisa-bisa kamu akan terjebak dalam hedonisme dan pola hidup yang boros.

Artikel selanjutnya akan membahas tentang biaya hidup selama kuliah di UI. Stay tune, ya!

BACA JUGA: Yang Pasti Sih Suka Duka Jadi Anak Kos Itu …


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Language and Writing Enthusiast. Temui saya secara pribadi di aniesapramitha.medium.com

0 Comments

Leave a Reply