Malu Dong, Ngaku Mahasiswa tapi Masih Aja Lakuin Hal Ini

Berikut ini adalah beberapa bentuk vandalisme yang paling sering dilihat dan ada di lingkungan kampus. Ngaku mahasiswa? Malulah ya... Masa masih main coret-coretan di bangku, tembok, dan fasilitas umum lainnya si?! Kalau kamu setuju dengan tulisan ini, mohon share ke temen-temen kamu yang lain ya.


0
I was here via mimbarsaputro

 

Corat-coret disembarang tempat, atau bahasa kerennya (sebenernya bagian dari kategori ini sih) vandalisme, adalah hal yang sangat disayangkan. Vandalisme ini sudah berkembang luas dari zamannya kamu makan masih harus disuapin dan tidur masih harus dikelonin.

Mungkin sebagian adalah salah orang tua kamu yang dengan baik hatinya membiarkan kamu corat-coret atau gambar-gambar abstrak di dinding rumah, padahal bisa aja langsung membiasakan kamu gambar di kertas. Lalu itu semua berkembang jadi menulis atau menggambar segala sesuatu di tempat yang tidak seharusnya, terus berlanjut hingga kamu kuliah. Berikut ini adalah beberapa bentuk vandalisme yang paling sering dilihat.

I was here

I was here via mimbarsaputro
I was here via mimbarsaputro

I was here” itu sering banget. Bentuknya bisa macem-macem, entah itu ninggalin nama, atau ninggalin inisial, ataupun nama samaran. Bisa juga ninggalin nama seseorang sambil dikata-katain, karena yang nulis gak punya nyali bilang langsung ke yang bersangkutan. Sederhananya gini, kamu gak perlu nulis “Bernandina Sastra Zimbabwe 2015” di bangku atau di pilar kelas hanya untuk menunjukkan eksistensi kamu. Satu, gak ada yang peduli. Dua, nama kamu terberkas di sistem kok.

BACA JUGA: Tujuh Tipe Coretan di Jembatan Teksas

Untuk perkara ninggalin nama orang untuk dijelek-jelekin, mari sejenak merenung. Kalau tuduhan kamu salah, kamu udah melakukan vandalisme sekaligus memberikan simpati orang ke yang bersangkutan. Kalau tuduhan kamu benar bahwa “Bernandina Sastra Zimbabwe 2015 tukang ngupil”, ya gak perlu kamu tulis pun semua orang pasti udah tau lah ya.

 

Nomor handphone

Nulis nomor hp di meja, ingetin sama sedot WC via glowonder
Nulis nomor hp di meja, ingetin sama sedot WC via glowonder

Ini konyolnya lumayan parah. Dilematis, bisa dibilang. Kamu bisa aja nulis nomor palsu, tapi kan apa serunya. Jadi kamu tulis nomor temen kamu yang cowok, dan namain nomor itu di pilar atau di meja sebagai “Olivia” atau “Claudia”. Satu hal, siapa yang bakal percaya kalau ada cewek yang namanya Olivia ataupun Claudia, kalaupun jomblo, sampe se-hopeless itu nulis nomornya sendiri di bangku?

 

BACA JUGA: Ini 6 Cowok UI Pilihan yang Tampan nan Berprestasi

Ayolah. Dan lebih hopeless lagi adalah ada orang yang sampe menghubungi nomor itu saking gak ada kerjaannya dia atau saking gak ada yang mau sama dia. Jadi initinya, gak perlu nulis nomor, gak bakal ada yang ngehubungin karena gengsi dan logika. Stop vandalisme.

Contekan

Serius nulis contekan? via kucingkucingterbang
Serius nulis contekan? via kucingkucingterbang

Elah, masih jaman?

BACA JUGA: Etika Mahasiswa yang Hilang di UI: Plagiat, Nyontek, dan Bis Kuning

Good quote guy

Tsaelaaaahhhhh.... via blossomiffahwardah
Tsaelaaaahhhhh…. via blossomiffahwardah

Ini sebenernya bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang positif. Dia memberikan quote-quote baday yang jumawa, seakan nasehatin semua orang yang baca.  Bagus sih, intinya berusaha untuk menginspirasi atau malah untuk ngelucu. Masalahnya, buat apaan juga di tulis di meja atau di pilar? Orang yang butuh advice atau inspirational quotes sekarang ini udah gak lagi bengong bacain tulisan di tembok; mereka buka hape.

 

Curhat

Curhat tentang pacar aja nyebelin. Kalo curhat beginian mah... via kucingkucingterbang
Curhat tentang pacar aja nyebelin. Kalo curhat beginian mah… via kucingkucingterbang

Ini yang paling nyebelin. Bukan bermaksud kasar tapi dikata itu tembok ama meja buku diary? Mungkin ada yang peduli sama kisah hidup kamu yang menyedihkan, tentang bagaimana pacarmu yang tampan dan kaya itu gak jadi jemput kemarin malam gara-gara gerimis dan dia masih gak bisa terima kalau premium harganya naik.

BACA JUGA: 5 Pandangan Orang tentang Anak Sastra (Ini Curhat Kami Anak FIB)

Mungkin ada yang peduli, tapi gak akan lagi ada yang peduli kalau itu semua ditulis dalam bentuk paragraf di tembok atau di meja, dengan font Times New Roman size 8 yang udah dimodifikasi dan spasi 0,5, dan tintanya pink. Girl, come on, get it together.

Vandalisme apa yang sering kamu saksikan? Biasanya sih gambar terong, tapi pasti kamu juga sering liat seperti yang disebutkan di daftar. Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter atau Line, mungkin bisa meluruskan pikiran para vandal kurang kertas.

 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Admin anakUI.com
Semua postingan resmi dari anakUI.com, baik itu pemberitahuan, info, dan lain-lain, hanya diposting dari akun ini. Follow juga twitternya @anakuidotcom dan FB Fanpagenya.

0 Comments

Leave a Reply

Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals