Media dan Eksekusi Amrozi CS


0

Tulisan yang saya buat kali ini janganlah dianggap sebagai sebuah analisis yang membutuhkan kajian teoritik yang mendalam. Tapi, hanya didasari oleh sebuah pandangan seorang mahasiswa yang berusaha menilai suatu kejadian yang sedang “hangat” dibicarakan oleh rakyat Indonesia saat ini. Penulis juga berusaha untuk memposisikan diri sebagai orang yang bebas nilai, walupun sebenarnya tidak ada ilmu yang akan tetap bebas nilai.

Pagi itu (Minggu, 9 November 2008), penulis tertarik melihat tayangan televisi sekitar pukul 05.00. Sekilas melihat tayangan yang ada, ternyata menampilkan berita mengenai eksekusi mati terhadap terpidana mati Bom Bali I (Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra). Kejadian yang sebenarnya sudah ditunggu sejak lama, semenjak Kejaksaan Agung mengumumkan akan melakukannya awal November 2008. Selama seminggu tersebut media selalu menayangkan mengenai perkembangan dalam kasus ini.

Pasca eksekusi, berita mengenai hal ini semakin banyak. Semua stasiun televisi menayangan pemberitaan ini dan tak jarang selalu melakukan peliputan terkini (on air) dari tempat terdekat yang terkait dengan para pelaku. Selama satu hari berita di televisi selalu didominasi mengenai kasus ini, melalui berita pagi, siang, sore, atau dengan kilas-kilas berita yang ditayangkan setiap satu jam. Bahkan, beberapa televisi membuat segmen tersendiri untuk memberitakan berita yang cukup mengejutkan juga.

Penulis juga merupakan konsumen yang juga tertarik mengikuti berita ini. Dari pagi hingga sore dikarenakan Hari Minggu penulis melihat terus-menerus mengenai perkembangan eksekusi mati tersebut, walaupun terkadang gambar yang diambil diulang-ulang. Saking seringnya melihat tayangan tersebut secara kebutulan saya melihat ada kesamaan dari berita yang ditampilkan khusunya di salah satu stasiun swasta (TV One). Sekali lagi ini merupakan opini penulis, jika kita perhatikan secara teliti ada sebuah segmen yang menampilkan korban tragedi Bom Bali I bernama Ibu Khusnul Khotimah terus ditayangkan berulang-ulang. Dalam catatan saya terdapat tiga kali narasumber berbicara; Pertama, pada saat Kabar Pagi; Kedua, saat Apa Kabar Indonesia pagi; Ketiga, Kabar Petang. Disamping itu kalau tidak salah di SCTV narasumber ini juga diwawancarai.

Aneh! (menurut saya). Dari sekian banyak korban Bom Bali I, mengapa hanya korban ini yang diwawancarai. Berusaha untuk mengamati, apakah ini yang dimaksudkan dengan efek media dalam agenda setting (notion). Media yang kabarnya berada dalam posisi netral (Cover both Side)Justru berusaha untuk membuat sebuah opini publik mengenai realitas yang ada. Ketika melihat isi wawancara dan jawaban yang dilontarkan memiliki kesamaan, bahkan keanehan atau satu hal yang sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh media adalah berusaha untuk mengarahkan informan untuk menjawab sesuai dengan keinginannya.

Mengutip dari perkataan sang presenter (Agus):

“Ibu, kalau saya boleh mengira, sekarang perasaan Ibu sedikit lega karena eksekusi telah dilaksanakan oleh pihak kejaksaan” (agak sedikt berbeda karena lupa). Kata-kata mengira merupakan poin dari upaya mengarahkan narasumber.

Dari kejadian tersebut saya menganggap bahwa ada upaya untuk mengarahkan pola pikir masyarakat terhadap kasus eksekusi Amrozi CS. Upaya ini jelas terkait dengan kekuatan pemilik modal dan pemerintah yang menguasai media. Atau jika berfikir lebih jauh “ada pesanan dari asing” agar kita semua akhirnya sangat membenci terorisme, usaha mencirikan terorisme seperti orang-orang tersebut (Amrosi CS. red), sehingga kita harus berhati-hati, atau alasan lain yang tidak dapat dijangkau oleh penulis. Sehari itu tampaknya di stasiun TV tersebut, tayangan yang disiarkan sangat tidak cover both side selalu dari satu sisi. Gambar-gambar tragedi Bali pun selalu ditayangan berulang-ulang.

Aneh tapi Nyata, tersembunyi tapi terlihat. Itulah fakta yang ada dari pemberitaan media hari itu khusunya TV yang disebutkan di atas.

Penulis tetap berusaha dalam posisi yang netral (walaupun tetap membenci tindakan teorisme) dalam menulis tulisan ini. Tulisan ini dibuat bukan untuk mendukung tindakan Amrozi CS, namun lebih kepada himbauan kepada para konsumen televisi untuk berhati-hati dalam menangkap setiap berita, jangan diterima mentah-mentah, namun diamati dengan seksama agar kita tidak menyalahartikan setiap peristiwa dan agar kita tidak menjadi korban dari pembuat “agenda seting” tersebut.

_salam_ 🙂


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
crliquid

Seorang mahasiswa yang mencari jati diri. Mencari kebenaran dalam kegelapan.

26 Comments

Leave a Reply

  1. Lawan terorisme, tegakkan demokrasi dan penegakan hukum.
    Negara kuat adalah cerminan masyarakat yang kuat sehingga tidak dapat menjadi lahan subur bagi gerakan terorisme.

  2. Kalau menurut saya sih, sebaiknya terorisme itu memang dibenci, jangan malah dipuja-puja. Karena terosrisme hanya perbuatan yang tidak berguna.
    Selain itu, menurut saya pengarahan media itu berperan positif dalam pembentukan pribadi seseorang, sehingga membenci terorisme. Kalau sudah dibenci, maka terorisme tidak akan dilakukan oleh orang-orang.

    Terorisme hanyalah merugikan, tidak ada segi positif dari terorisme itu.

  3. Jujur saya sebel dengan para terorisme itu…dan sempet mau nulis di media ini…banyak hal yang gak saya bisa pikir….dan mungkin temen-temen bisa bantu nyari jawabannya.

    1. Banyak orang di sekitar rumah trio bom bali itu yang nganggap mereka sebagai pahlawan…La emang apa jasanya, justru Indonesia rugi secr moril dan materiil. Buat agamapun, makin banyak orang yang mengasosiasikan Islam dengan terorisme. Gak habis pikir gw!

    2. Salah satu otak terorisme kan Noordin M. Top. Tp yang gak habis gw pikir ngapain dia ngebom-nya di Indonesia….kenapa gak Malaysia….Kalo parameternya peranan strategis di dunia internasional….emang Malaysia gak berperan apa….kalo yang dibuat alasan Indonesia banyak kepentingan asing, emang disana gak ada juga? Bom aja tu Petronas Twin Tower….selelsai lah semuanya. Toh disana juga banyak embassy AS dan sekutunya. Kalo parameter yang digunakan, kegiatan hedon e.g. club malam dan sebagainya….emang di KL gak ada juga…club malam di KL yang gw tau malah gak kalah hebohnya. Apalg di Malaysia juga ada pusat kasino legal terbesar dan satu-satunya di ASEAN yakni Genting High Land….bom aja tu….selese semuanya

    Sebenernya kita dibodohi…merusak milik negara sendiri. Sedangkan si Noordin tetep punya rasa nasionalisme pada negerinya…rusak ya rusak teror-teror ya teror asal negara sendiri tetap kejaga…lihai emang

    3. Banyak teror bom dimana-mana lewat telpon. Gw usul kalo ketangkep, hukum berat sekalian…walau misalnya alasannya cuma maen-maen ato iseng…kalo perlu hukum mati juga karena telah mempermainkan orang laen. Patut ditindak tegas tu. Apalagi ada yang mau nge-bom KPK…nah lo apa hubungannya juga gitu KPK ama terorisme

  4. Tambahan…gw juga heran buat para bibit teroris itu…mau-maunya dibodohin dan dicuci otaknya….

    Harusnya sadar, banyak ibu-ibu yang gak tau menahu apa itu invasi USA ato kejadian pemicu timbulnya teror , yang hadi korban dan jadi korban potensial nantinya….

    Lantas inikah jihad…mending jadi pahlawan lewat Jihad yang bermanfaat misalnya kayak Ibu Kembar yang diriin sekolah darurat Kratini di Ancol….agak jau emang korelasinya

    Namun, gw bener-bener sebel dan berharap tidak banyak lg orang yang dengan gampangnya dicuci otaknya dan bakal bertindak BODOH

  5. mo ikutan nimrung ni..ada topik yg plg hot..
    gw si sependapat ama..
    PERNYATAAN
    HIZBUT TAHRIR INDONESIA
    Tentang

    “(RENCANA) EKSEKUSI MATI AMROZI CS ” silkan bula di situs:www.hizbut-tahrir.or.id

  6. ah ngapain jauh2 buka tu website. Belum dibuka aja gw dah tau isinya apa hahaha..

    cucian deh.. mo seru mo kagak, yang namanya HTI ya seru2 aja utk so called KHILAFAH nya dia.

    Paling2 bentar lagi bikin aksi demo mereka. Nyantei aja, anggap aja hiburan di Indonesia

    Salam santeyy

  7. secara pribadi gw setuju sama trio bommer itu, karena emank Islam sudah mulai keinjek-injek hanya muslimnya aja banyak yang gak sadar…
    TAPI… kayaknya sasarannya bakal lebih pas kalo bomnya meledak di Jakarta, tepatnya di gedung DPR/MPR, di rumah2 koruptor, sama pelaku kejahatan politik dan militer lainnya yang udah makan korban jutaan orang di Indonesia yang mayoritas Muslim… kelakuan mereka yang perlu dibales dan Halal buat diperangi…
    karena banyak diantara mereka yang ngaku muslim, yang udah disumpah pake Al-Quran, tapi masih aja ngerugiin jutaan saudara2 kita lewat kemiskinan dan kebodohan…

    Semoga Para Syuhada Kita (minimal buat saya pribadi, kalo yang lain gak nganggep mereka sebagai Syuhada) diterima oleh Allah SWT, kalaulah mereka ternyata dianggap Dzolim di alam sana mohon ampunan dan keringananNya, karena Insya Allah mereka berjuang hanya karenaMu dengan memerangi kemungkaran dan kemaksiatan di Bali,karena saat ini sedikit sekali muslim2 yang juga mau memerangi kemungkaran disamping menegakkan Kebaikan…

  8. mngenai pro-kontra brkaitan dgn eksekusi mati
    Amrozi CS, gak akan ada habisnya klo dibahas,
    jaman demokrasi gitu lo, demokrasi apa ??
    cape dehh..

    yg jelas, saya stuju 1000000% dngn 2 paragraf trkhirnya pnulis !!! karena saya rasa, 2 paragraf terakhirlah sebenarnya inti yg ingin disampaikan penulis..

    thanks atas pesannya.. 🙂

    ayo hancurkan TV !

  9. setuju kalo media tuh memang punya pengaruh besar terhadap opini masyarakat. Saya sangat mencintai islam. Maka dari itu, saya mendukung Amrozi CS untuk dilenyapkan dari muka bumi.

  10. @Doni..
    eh, lu gila ya ama stuju ama trio bommers itu? jangan2 lo teroris berikutnya. lo dudul
    banget c, mikir dunk coy klo dpr, mpr dll diancurin, apa ga rusak parah roda pemerintahan kita. lo jangan liat pribadi, tapi liat efeknya ampe kedepan2, jgn cuma pake emosi, tapi pake otak!

    kita ga usah bw2 agama de disini, tapi secara HAM itu udah tidak dibenarkan. orang niat2 liburan malah di bom. gw stuju ama Muchdlir Zauhariy klo bibit bomers indonesia itu di bodohin ama Azahari.

    mari kita jaga keamanan Indonesia dengan menindak pelaku tindak pidana sesuai dengan kaedahnya masing-masing!

  11. @Doni..
    eh, lu gila ya stuju ama trio bommers itu? jangan2 lo teroris berikutnya. lo dudul
    banget c, mikir dunk coy klo dpr, mpr dll diancurin, apa ga rusak parah roda pemerintahan kita. lo jangan liat pribadi, tapi liat efeknya ampe kedepan2, jgn cuma pake emosi, tapi pake otak!

    kita ga usah bw2 agama de disini, tapi secara HAM itu udah tidak dibenarkan. orang niat2 liburan malah di bom. gw stuju ama Muchdlir Zauhariy klo bibit bomers indonesia itu di bodohin ama Azahari.

    mari kita jaga keamanan Indonesia dengan menindak pelaku tindak pidana sesuai dengan kaedahnya masing-masing!

  12. Di Indonesia memang tidak perang. Tapi Ummat Islam di dunia sedang dibasmi oleh Amerika, Israel & antek2nya.

    Apakah Anda mau menutup kenyataan bila ratusan ribu jiwa Ummat Islam di Palestina dibantai oleh Israel & antek2nya…? Tidakkah Anda melihatnya? (anak2, BAYI, orang tua, wanita dibantai di Palestina)

    Andai saja Amerika, Israel & antek2nya tidak memulai kedzaliman terhadap Ummat Islam, niscaya, tidak akan pernah ada apa yg dinamakan teroris yg melawan kepentingan mereka (Amerika Cs)

    Selama Amerika Cs masih melakukan kekejian & kedzaliman terhadap Ummat Islam di dunia, maka, saya yakin, perlawanan terhadap kepentingan mereka tidak akan berakhir.

    Apakah Anda tidak mengenal hukum Sebab-Akibat (hukum kausalitas. Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api pencetusnya)

    Namun karena bodoh & piciknya pemikiran, selalu saja AKIBAT yg selalu diperbincangkan, sedangkan SEBABnya tidak pernah dianalisa.

    Otak sebodoh apapun pasti akan melihat penyebab sesuatu itu muncul. Bukan cuma akibatnya saja yg ditelaah.

    Di Indonesia memang tidak sedang berperang, tapi di dunia, Ummat Islam sedang diperangi (dibantai) oleh Amerika, Israel & antek2nya. Maka, bagi Ummat Islam yg melek, saat kemarin & hari ini adalah masa perang melawan kedzaliman mereka (Amerika Cs)

    Ratusan ribu jiwa warga Muslim TIDAK BERDOSA di Palestina dibantai oleh Amerika Cs.
    Ratusan jiwa (200 lebih) di tempat hiburan malam terbantai (andai saja mereka lebih memilih tempat ibadah untuk berkumpul & beribadah, mungkin akan selamat. Bukannya berkumpul di tempat maksiat)

    Masih menyangkal dengan kenyataan…?

  13. @boyoh: high quality comment

    @kucruk:emangnya roda pemerintahan sekarang baik2 aja, dikala jutaan anak kurus kering akibat kurang gizi, dikala banyak lansia yg pada masa mudanya berjasa pada negara ini menjadi terlantar di masa senjanya, dikala banyak pengangguran gara2 pemerintah gak bisa bikin rakyatnya mandiri (BLT mulu yang dijalanin), segitu lw bilang roda pemerintahab baik2 aja?? Indonesia udah kayak gak punya pemerintah karena gak pengaruh buat kehidupan rakyatnya, yg miskin makin bego n licik buat bertahan hidup, yg kaya makin berasa kurang hartanya…makanya mending dibom aja tuh gedung mpr/dpr n istana negara, cuma simbol yang gak punya arti sama sekali…para pejabat lebih milih merenovasi ruang kerjanya di DPR yg lengkap sama AC daripada betulin ribuan sekolah yg udah mau rubuh gara2 duit pendidikan dikorup sama oknum pejabat… jadi mendingan pejabat gak punya ruang kerja biar gak ada yang bisa direnovasi dan duitnya biarkan mengalir ke skolah-sekolah yg mau rubuh…
    I think it’s clear enough

  14. #18: ian | 19.11.08, 21:32 | Permalink
    @ Boyoh
    Lu belain amrozi cs gitu? Hidup tidak sesederhana ungkapan lu itu bung.
    Lawan terorisme!!!

    ian …
    Kamu tidak memahami esensi tulisan saya. Ya wajar, mungkin tingkat pendidikanmu terlampau rendah untuk menangkap meaning dari suatu tulisan. Apalagi bila kamu harus menelaah kausalitas (sebab-akibat) dari peristiwa yang terjadi.

    He…he…he…
    ian, yang teroris itu Israel & Amerika atau Amrozi Cs?

    Kalau ratusan ribu penduduk sipil (bayi, anak2, orang tua, wanita) Muslim di Timur Tengah seperti di Palestina yang dibantai sejak tahun 1964 oleh Israel & Amerika itu apakah bukan peristiwa TEROR terhadap penduduk Muslim? Jadi yang harus dibasmi itu siapa…? He…he…he (duuh, Cah Tolol…)

    Duh, Nak Ian, daripada berkomentar tidak bermutu, lebih baik belajar aja baik2, besok kan ada ujian harian. He…he…he

  15. @ Boyoh
    Kalau berani pakai nama asli lu, jadi orang seperti lu tinggal dilaporkan ke densus 88 karena lu potensial amat jadi teroris yang kerjanya membahayakan keselamatan orang lain.

  16. Amrozi Cs adalah teroris (?)…Mungkin ya, mungkin juga bukan.

    Tapi, apakah Tibo Cs yg membantai ratusan santri Wali Songo di Poso & membantai Ummat Islam lainnya di sana, apakah mereka Pahlawan atau Teroris…?

    Adakah satu “kata” yg mengatakan Tibo Cs adalah Teroris…?

    Memang, dunia ini teramat aneh & lucu.

    So, mari kita bertafakur…Adilkah saya ini, bijakkah saya ini…Atau, apakah saya sudah murtad dengan memusuhi Saudara seimanku…??

  17. media kita sarat dengan monopoli, baik kepemilikan maupun informasi. tidak ada media yang netral karena masing-masing media membawa ideologinya masing-masing. apalagi profesionalitas insan media kita masih amat patut dipertanyakan.cover both sides, itulah masalahnya, keseimbangan informasi itulah yang seharusnya disajikan. mengenai status teroris amrozi cs. saya sendiri tidak setuju dengan tindakan mereka. tapi saya setuju dengan niat mereka yang berusaha membela umat islam. niat mereka yang murni karena Allah sehingga tidak sedikitpun membuat mereka gentar akan kematian. dan ingat semua amal tergantung niatnya…..jadi apakah mereka seorang syuhada ? who knows ?

  18. 18 Mei 2006, Korban pembantaian Ummat Islam di Poso oleh TIBO Cs. Jerit tangis anak-anak kecil bayi yang kepanasan dan istighfar para Muslimah terdengar bersahut-sahutan. Yang mencoba keluar masjid langsung dibantai. kaum Muslimin yang berada di dalam masjid tersebut terbakar hidup-hidup, hingga mengeluarkan aroma daging terbakar. Jumlah korban Ummat Islam “MATI TERBAKAR DI DALAM MASJID YANG DIKUNCI DARI LUAR” oleh TIBO Cs sebanyak: 750 orang.

    Apakah Tibo Cs bukan TERORIS?….Apakah dibenarkan dalam agama mereka (TIBO Cs) membantai orang tidak berdosa & tidak sedang dalam keadaan berperang?…& mereka (Ummat Islam sedang beribadah di dalam Masjid dibakar hidup2, bukan di diskotik atau di cafe)

    Apakah pernah terdengar hingga saat ini bahwa TIBO Cs adalah TERORIS?….& ternyata, istilah TERORIS hanya untuk orang Islam yg berjuang membela Saudara-saudaranya yg terdzalimi di seluruh dunia. Sedangkan bagi…..tidak pernah ada istilah TERORIS.

    Mari kita melihat lebih adil & bijak.

    N.B.:
    Bila perlu bukti2 berupa video pembantaian penduduk sipil bayi, anak-anak, orang tua, wanita, dll. oleh Israel terhadap Ummat Islam di Timur Tengah (60 meninggal + 37 meninggal + 500 meninggal + 5.515 meninggal + 11.139 luka berat + 12.276 meninggal + 2.000 meninggal)

    Bila perlu bukti2 korban pembantaian Ummat Islam di Poso oleh TIBO Cs pada tgl.18 Mei 2006 sebanyak 750 orang meninggal.

    Saya memiliki videonya.

    Yang dilakukan Amrozi Cs hanyalah sebuah “Pesan” kepada barat (Israel & Amerika Cs), agar mereka menghentikan kedzalimannya di muka bumi ini.

    Siapa yang mau mencoba menyangkal…??

  19. Amrozi Cs itu teroris kriminal biadab
    Tibo Cs itu teroris kriminal biadab
    Jadi solusinya cuma satu lawan terorisme!!!

  20. Yang pertama kali mengeluarkan statement TERORIS, adalah Amerika Cs terhadap Ummat Islam yg mencoba melawan kedzalimannya dengan menghantam berbagai kepentingan mereka (Amerika Cs)

    Kalaulah TERORIS bisa diartikan sebagai orang atau sekelompok orang yg menabur rasa ketakutan, maka, Israel & Amerika Cs yg membantai puluhan ribu Ummat Islam di Timur Tengah (lihat jumlah Ummat Islam yg terbunuh pada tulisan saya sebelumnya) apakah tidak menimbulkan rasa ketakutan berupa horor atau teror terhadap warga lemah tidak berdaya (Ummat Islam)…?. Kalau begitu, apakah sekelompok negara tsb tidak melakukan teror? & apakah negara-negara tersebut bukan negara TERORIS yg telah membantai puluhan ribu warga sipil (Ummat Islam di Tim Teng)

    Kalaulah Amrozi Cs yg membunuh 200 lebih orang dikatakan teroris, so, Amrik Cs & Israel yg telah membunuh puluhan ribu orang warga sipil muslim tidak berdaya, apakah juga teroris…?? Hmm…! Brainwash Amrik telah merasuki pikiran bawah sadar hampir semua orang.

    Tibo Cs (plus sepuluh orang gembongnya yg s.d. saat ini nggak jelas penangananya) yg telah membakar hidup2 warga muslim Poso (bayi, anak2 & orang dewasa) di dalam masjid, serta membantai yg lainnya sebanyak lebih dari 750 orang, apakah mereka bukan TERORIS…Ha…!, ternyata, s.d. saat ini, tak satupun yg mengatakan teroris (dan tentu saja, tidak ada orang yg meributkannya). Mengapa…?, karena memang istilah TERORIS hanya berlaku bagi Ummat Muslim yg mencoba berjuang membela Saudara-saudaranya. Sangat wajar, karena memang istilah TERORIS diberikan oleh Israel & Amrika Cs thdp Ummat Islam seperti di atas.
    Crussade…!! (Perang Salib), itulah istilah Bush menyatakan perang terhadap Ummat Islam.

    Mari kita melihat lebih adil & bijak
    N.B.:
    Mari kita buka semuanya dengan dukungan data. Bukan hanya asumsi yg menyesatkan & mari kita mulai melihat sesuatu dengan kausalitas.