Mendekati jam berbuka puasa, arus sepeda motor keluar dari UI melewati pintu pagar kuning Kukusan Kelurahan (Kukel) terlihat sangat padat. Seperti terlihat pada gambar yang diambil pada hari pertama puasa, Kamis 13 September 2007 setelah pukul 17.30, antrean sepeda motor mengular sepanjang kira-kira 50 meter di depan pagar kuning. Padahal, dalam kondisi hari-hari biasa pada jam yang sama, antrean sepeda motor jauh lebih pendek dari ini. Tampaknya, para pengendara sepeda motor ini ingin mengejar berbuka puasa di rumah masing-masing.

Cukup lumayan, waktu kurang lebih 3 menit dihabiskan untuk mengantre dan menunggu giliran lewat. Pintu pagar kuning ini hanya bisa dilewati oleh satu motor pada satu waktu saja, padahal pintu ini dilewati sepeda motor dari dua arah, yaitu arah dari dalam UI, dan dari arah Kukusan. Beruntung, ada beberapa sukarelawan dari bapak-bapak tukang ojek yang biasa mangkal di pintu pagar kuning Kukel yang mengatur pergantian jalur lewatnya sepeda motor.Ternyata macet ini tidak berhenti di pintu pagar kuning Kukel. Kemacetan serupa juga terjadi di perempatan UI-jalan raya Kukusan, karena banyaknya pengendara kendaraan bermotor yang melewati jalan raya Kukusan yang juga ingin berbuka di rumah. Ditambah lagi dengan adanya pedagang ta’jil (makanan berbuka) di daerah sekitar perempatan UI yang mengundang pengendara sepeda motor untuk berhenti.

Bagi teman-teman yang tidak ingin terjebak macet di pintu pagar kuning Kukel maupun perempatan UI, disarankan untuk lewat sebelum pukul 17.00. Atau bisa juga lewat setelah 5 menit sebelum waktu berbuka.



[reaction_buttons]