MIPA: Peneliti Militan!


0

Sudah saatnya kita menjadi peneliti militan, yang siap mati demi penelitian (Terry Mart, … – 2011).

Kebetulan sekali pada tanggal 30 April 2011, teman-teman YES Programme mengadakan grand launching. Dalam kesempatan itu diundang salah satu peneliti asli Indonesia, Bapak Terry Mart. Beliau menampilkan sesuatu yang menarik di dalam web dosen beliau Terry Mart, sebagai berikut.

“If a country neglects basic research it is doomed to be always a follower and not a leader, and it will lose its most talented young scientists who will go elsewhere. Healthy science is like a healthy tree: you cannot destroy the roots and hope that the branches will flourish” — David Gross, 2004 Nobel Laureate in Physics.

On a recent official visit to southeast Asia, a prime minister asked me: “What does it take to get a Nobel prize?” I answered immediately: “Invest in basic research and recruit the best minds.” ” — Ahmed Zewail, 1999 Nobel Laureate in Chemistry.

Percaya gak percaya? Ya begitulah kenyataannya. Contohnya terlalu banyak. 😀

Oke, kebetulan saat itu datang juga pembicara, dari Dekan FMIPA, lupa deh namanya. Pak … Pak … Pak Herman, manajer riset FMIPA UI.

Yang berkaitan dengan WCU adalah pertanyaan dari salah seorang peserta, “Ada atau tidak ya biaya riset untuk mahasiswa di FMIPA?”

“Sampai sejauh ini tidak ada. Ya, kan banyak kesempatan seperti Hibah dan PKM. …” hiuhhuhu …

Oke, agar Indonesia gak runyam, siapkah kawan-kawan menjadi PENELITI MILITAN?

Memang untuk menjadi peneliti militan, kita harus berkorban. Sebaiknya kita jangan terlalu menyalahkan keadaan, meskipun memang kebangetan kalau pemerintah dan UI tidak memberikan biaya riset mahasiswa (MIPA).

Jujur, untuk menjadi peneliti militan memang agak berat. Selain kita freelance, no fees, kita juga harus menyediakan alat-alat sendiri, ya mulai dari yang sederhana seperti kamera, bahkan mendirikan lab di asrama atau kos. Selain itu, memang menjadi peneliti militan tidak segampang membalikkan telapak tangan, artinya siap hidup ada apanya … (*apa adanya).

Ingatlah kawan, “Duit dan makanan lezat akan lenyap masuk ke perut, badan, yang akhirnya kita tabung di BTN (Bangunan Tempat Nongkrong)”, khususnya di pagi hari. namun,

Ketika satu huruf kau tuliskan, maka kau bisa membuat satu kata
Ketika satu kata kau tuliskan, maka kau bisa membuat satu kalimat

Ketika sedetik kau luangkan untuk mempelajari ciptaan-Nya,
Sesungguhnya selamanya kau akan mendapatkan kebahagiaannya
Ketika kau tuliskan selembar ilmu untuk negaramu
Takkan tertuliskan berapa banyak doa dan sejarah yang kau torehkan

SIAPKAH KAMU SEPERTI MEREKA!!!



Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Achmmad

Bio: Logi. (aka Wendy Achmmad M). Anak Lawu

6 Comments

Leave a Reply

    1. Dasar gaya cheerleader … betul loe Din, Apapun yang terjadi penelitian harus dilakukan. Tentunya untuk memajukan bangsa Indonesia … BRAVO INDONESIA!!

  1. woow,..Tery Mart,..seniorku di fisika,..sempat sekilas ikut kuliah Tery Mart di fisika kuantum,..

    1. Salam kenal, beliau memang hebat sekali … pembawaanya yang ramah dan prestasinya yang luar biasa sangat menginspirasi … 😀