Maka berbahagialah kamu sekalian yang merasakan sensasi dan euforia pulang kampung, karena sesungguhnya memang ada aja yang nggak bisa pulang kampung. Nggak bisa pulang kampung biasanya dilatarbelakangi perkara finansial, atau masalah schedule yang nggak fleksibel dan nggak bisa diajak kompromi. Tapi jangan salah, ada lagi alasan lainnya yang menyebabkan seseorang nggak bisa atau malah nggak pernah bisa merasakan sensasi pulang kampung. Mereka-mereka memang sudah ditakdirkan demikian dan mungkin kamu nggak pernah sadar bahwa mereka ada di sekitar kita.

Anak Bandung

Anak Bandung. (SUmber: parisvanjava)

Anak Bandung. (SUmber: parisvanjava)

Buat anak Bandung yang kuliah di Jakarta, nggak bisa pulang kampung bukan lagi karena perkara finansial ataupun schedule, tapi ini udah merambah ke konsep. Balik ke Bandung udah nggak sesuai lagi dengan konsep pulang kampung yang ada di masyarakat.

Satu, karena jaraknya deket. I mean, dengan adanya tol Cipularang dan setumpuk pilihan kendaraan dari Bus sampe travel agent, Bandung terlalu deket untuk disebut kota tujuan pulang kampung a.k.a mudik. Jakarta-Bandung lebih cepet dari pada Jakarta Pusat-Jakarta Selatan yang harus lewat Sudirman yang super macet. Malah, Bandung secara konsep yang ada sebenernya lebih deket daripada Bekasi. Kalo denger Bekasi rasanya jauuuh banget. Bandung mah deket.

Belum lagi Bandung, secara konsep, udah nggak bisa lagi disebut sebagai ‘kampung’. That’s a freakin’ city, Brah. Inget kan dulu waktu kamu ke Bandung lewat puncak, lalu sampai di rumah nenek di suatu tempat di Cimahi, rumah yang kusennya masih ala Belanda? Sekarang mungkin tempat itu bisa diakses langsung setelah keluar pintu tol, dan kini rumahnya sudah bergaya minimalis.

 

Anak Bali

Anak Bali. (Sumber: baliedutours)

Anak Bali. (Sumber: baliedutours)

Yang asalnya dari Bali dan udah kelamaan di Jakarta, udah susah kalau bilang dia pulang kampugnya ke Bali. Stereotip yang ada, Bali itu tempat rekreasi, vacation. Liburan bareng temen-temen nginep di hotel dan main ke pantai. Kalau kamu keukeuh bilang pulang kampung ke Bali, dan post itu di Path, yang komentar pasti nggak jauh dari “Lu mudik apa liburan?”

advertisement

Lebih kasian lagi kalau setelah selesai mudik, temen-temen yang doyan travelling minta tolong numpang nginep di rumah kamu ketika liburan semester depan mereka mau bertualang ke Bali.

 

Anak Tangerang

Anak Tangerang

Anak Tangerang (Sumber: skyscrapercity)

Ini juga agak mirip sama Bandung. Tangerang itu nggak bisa dibilang deket, tapi masih terlalu deket untuk dibilang tujuan pulang kampung. Katakanlah kamu mau silaturahmi ke rumah saudara di Tangerang, yang juga merupakan tempat kumpulnya keluarga besar dari segala penjuru. Dilematis adalah kamu bingung apakah kamu lagi mudik atau cuma sekadar berkunjung aja. Iya dong? Nggak lucu lah kalau kamu dan keluarga ikut bikin sempit di Tangerang dengan nginep di sana, bersama keluarga besar yang berdatangan dari, entah, Jogja, Riau, Bontang, Purwekerto. Rumah kamu kan deket. Malah kalau mau kamu bisa rocking back and forth Jakarta-Tangerang tiap hari. Sedeket itu nggak bener-bener bisa dibilang mudik.

 

Anak Betawi

Anak Betawi. (Sumber: allaboutduniatv)

Anak Betawi. (Sumber: allaboutduniatv)

Yah, gimana ya. Anak betawi, murni, otomatis seluruh keluarga besar bertebaran di Jakarta. Ada yang di Klender, ada yang di Pasar Rebo, ada yang di Sunter, ada yang di Cempaka Putih, dan sebagainya. Sementara rumah kamu di Grogol dan kamu kuliah ngekos di Depok. Anak betawi nggak bisa mudik karena keluarga besar ngumpul di Lenteng. Skenario paling gokil adalah kamu berangkat mudik dari kosan di Depok karena mudiknya ke Lenteng Agung, dan jadi lebih jauh kalau berangkat dari rumah kamu yang ada di Grogol. Nggak bisa dibilang pulang kampung lah kalau masih di Lenteng, mah.

 

advertisement

Anak Depok

Anak Depok. (Sumber: zerotermite)

Anak Depok. (Sumber: zerotermite)

Ini yang merananya nggak ketulungan. Kamu dan keluarga jadi host, kamu yang tinggal di Depok open house buat keluarga besar yang berdatangan. Margonda lagi, Margonda lagi. Margo City lagi, Margo city lagi. Tiap hari di Depok dan ketika yang lain pulang kampung sampai beda provinsi beda pulau, kamu stay forever di Sawangan. Ya, kalau enggak mainlah dikit ke Pondok Cina.

—

Temuin hal unik menarik seputar bulan ramadhan di tulisan berikut ini: “Hal-Hal Berikut Ini Hanya Dapat Kamu Temukan Saat Bulan Ramadhan Tiba.”

Kamu juga nggak bisa pulang kampung gara-gara kampungnya deket? Atau malah nggak punya kampung sama sekali? Atau ada temen-temen yang kemungkinan bernasib seperti yang di atas? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line! Selamat Lebaran dan Pulang Kampung buat yang bisa!



[reaction_buttons]