Nasihat bagi Mahasiswa Bijak Penuntut Pemberi Kebijakan (penguasa)


0

Assalamu’alaykum…

Ane nulis ini lantaran prihatin ama keadaan bangsa yang lagi dipusingin ama masalah kenaikan harga bbm, n tingkah polah mahasisiwa yang menurut hemat ane udah gak nunjukin kemelekan mereka ama pendidikan.. masih hangat berita penambakan salah seorang mahasiwa kita (UI), meski dibantah oleh polisi.. kemudian ”penyergapan” polisi ke kampus UNAS, kemudian demo mahasiswa UKI, yang beberapa hari setelah itu, tawuran sama anak YAI (pada malu gak C?), kemudian ada lagi kampus mustopo yang ngeroyok polisi tua tidak berdaya! Miris gak c? Katanya mahasiswa tapi kayak gt?Inikah mahasiswa? Inikah yang diperjuangkan mahasiswa sedari awal kampus itu berdiri? Apakah arti peduli dalam kamus mahassiwa adalah demonstrasi dan turun ke jalan semata?

Terhitung dr mulain ini bangsa nerapin Sistem Demokrasi sbg solusi buat nyelesein problem bangsa n ditancepnya bendera kebebasan bersuara serta berekspresi di bumi ini, ditambah lagi hiruk pikuknya pentas politik yg bikin bnyk kepala ga berhenti geleng2…maka mulain muncul kuncup-kuncup fitnah yang kian hari kian membahana dalam kekejiannya. Gak ke-itung lagi berapa banyak kehormatan seseorang yang runtuh akibat “laknat sini..laknat sana”. Umpatan-umpatan kotor, cacian dan makian adalah barang-barang obralan yang selalu laris dijajakan oknum yg menamakan dirinye ‘aktivis mahasiswa’.

Kita tidak menafikan sama sekali kalo memang ada bbrp kebijakan pemerintah yang perlu dikritisi, tp apakah itu semua kudu ngelupain akhlak dan etika dlm menyampaikan nasihat ? apakah spanduk2 mereka yg isinya seribu satu umpatan dan makian bisa nyadarin penguasa yang (mrk anggap) zhalim ? Ataukah ini cuma sekedar “sensasi” hasil karya anak-anak yg ngidam biar disebut pahlawan ? Ironisnya, tindakan2 kayak gini gak jarang bikin tanah Indonesia tambah subur dengan ngalirnya darah-darah pekat dari badan-badan gak bersalah. Ironisnya lagi tindakan mereka selalu dapat pembenaran lantaran jargon : “sebuah perjuangan berasaskan demokrasi serta pergolakan atas nama rakyat”.

Sekarang coba perhatiin firman Allah :

“Pergilah kamu berdua (Musa dan Harun) kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut” (QS Thoha : 43-44)

Pertanyaannya : apakah mereka pr pnghujat itu lebih mulia dari nabi Musa dan Harun ‘Alaihimassalam dan apakah yg dihujat itu lebih dzholim dr Fir’aun ???? Kalo jawaban dari kdua prtanyaan itu adalah “tidak”, lalu kenapa hujatan, cacian dan umpatan itu muncul dr lidah-lidah mereka pdhl mereka tidak mungkin lebih mulia dri nabi Musa atau nabi Harun dan yg kita hujat itu tidak sehina firaun!

Sbg muslim, caci maki seperti itu tidak boleh meluncur dari kita. Apa kita tidak takut akan firman Allah :

  1. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaaf: 18)
  2. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (al-Fajr : 14).
  3. “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. al-Israa : 53).

Rasulullah juga ngelarang qt jd tukang laknat :

  1. Melaknat seorang mukmin adalah seperti membunuhnya. (HR Bukhori n Muslim)
  2. Tidak pantas bagi seorang shiddiq (orang yang mengikuti kebenaran) menjadi tukang laknat. (HR Muslim)
  3. Tukang-tukang laknat tidak akan menjadi pemberi syafaat dan pemberi kesaksian pada hari kiamat. (HR Muslim)
  4. Seorang mukmin bukanlah tukang cela dan tukang laknat dan bukanlah orang yang suka berkata keji lagi kotor. (HR Tirmidzi, dishahihkan Imam Al-Albani)

Kalo pun yang dituduhkan itu benar adanya, Islam tetep tidak bisa menghalalkan kalimat-kalimat keji yang sarat akan laknat dan umpatan yang dibeberin di muka umum. Apalagi hal ini menyangkut kehormatan seseorang.

Sebagai agama yg smpurna, islam udah mengajarkann bagaimana caranya menasehati pemimpin/pemerintah yg salah dalam suatu urusan. Dasarnya adalah sabda nabi :

“Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangan penguasa (raja) dengan empat mata. Jika ia menerima maka itu (yang diinginkan) dan kalau tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat kepadanya. Dosa bagi dia dan pahala baginya (orang yang menasihati).” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Imam Al-Albani di dalam Dzilalul Jannah fi Takhriji Sunnah 2/521-522)

Kalo pun si pemimpin td salah dalam satu urusan, yg berhak menasehati mereka adalah orang yg mengerti duduk perkara sebenarnya. Dengan pemahaman yang mendalam dan kebijaksanaan yang luas. bukannya orang-orang tak berpengalaman kecuali omongan semata. Bagaimana siang harinya kita ikut demonstrasi masalah ekonomi? Padahal pagi harinya kita menengedangahkan tangan mengemis uang ke orang tua? Bagaimana pula kita demonstrasi masalah korupsi? Jika paginya kita mencontek tugas dari teman sendiri?

Memprihatinkan, itu sepertinya kata yg cocok kalo kita melihat sepak terjang temen-temen kita yg katanya ‘menyuarakan kepentingan rakyat’ di seantero nusantara. Kemaren ane melihat di berita ada mahasiswa yg lg sweeping plat nmr merah, tau gak apa yg mereka lakukan? Mereka naik ke atas mobil n nyoret2 kaca depannya, padahal di bangku depan ada anak kecil yg umurnya pst belom lebih dari lima tahun n wajahnya memancarkan ketakutan yg luar biasa. Astaghfirullah, dimana hati nurani mereka…

Ada juga sebagian kelompok mahasiswa yg aksi seakan-akan sedang solat jenazah dan di depannya ada keranda mayat bertuliskan SBY??? Dimana akhlak mereka??? mereka telah menginjak2 kehormatan seorang muslim dan agama islam itu sendiri krn mereka jadikan solat jenazah yang merupakan ritual untuk mendoakan si mayit menjadi ajang penghinaan dan hujatan buat org lain… Na’udzubillah….

Intinya, sbg mahasiswa kita memang dituntut berpikir kritis dan jiwa kita memang sangan mengidamkan kondisi yg ideal-ideal aja (baca:idealis), tapi sbg mahasiswa kita juga dituntut berpikir ilmiah, adil, bijaksana n bertanggung jawab. Seseorang dibilang bijaksana bukan dari lantangnya suara ketika berorasi, tp dilihat dari kelembutannya menyampaikan kebenaran. Tp kalo identitas mahasiswa udah identik dgn apa yg ane liat itu, maka ane nyatakan kalo ANE MALU JADI MAHASISWA!

Akhirnya ane akhiri tulisan ini dengan dengan memohon perlindungan pada Allah dari apa2 yg bikin tulisan ini tidak bermanfaat dan memohon ampunan pada Allah kemudian pada siapa aja yang ngerasa terzholimi karena tulisan ini.

Wassalamu’alaikum………….

M. Ibad & Khairul Umam (www.umam.web.id)

FTUI 2005

sumber asli: www.jaketkuning.com


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Khairul Umam AL Batawy
Khairul Umam, saat ini sedang menjalani kuliah di Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia (semester 5, 2007). menjalani aktivitas sehari-hari sebagai mahasiswa sekaligus enterpreneur muda.. harapannya, agar kelak menjadi yang terbaik sesuai harapan orang tuanya melalui namanya, khairul umam (umat-umat terbaik). Semoga Allah memudahkan jalanku dalam mewujudkannya.. amien..

21 Comments

Leave a Reply

  1. Ok… gue ngerti kebetulan secara KTP Islam juga..

    Tapi ada beberapa poin yang gue kritisi.
    Pertama, gue pengen mempermasalahkan ketidakeksisan anak mushola dalam setiap pergerakan yang sifatnya melawan “kezaliman” pemerintah itu sendiri.

    kalau memang aksi mahasiswa lo nilai memiliki tendendsi untuki mengarah ke jalur yang destruktif dan anarkis, makanya lo harusnya maju duluan sebagai inisiator.Gue termasuk mahasiswa aliran kiri yang skeptis ma peranan mahasiswa penghuni musholla. Kalian pasif dalam menaggapi isu yang sangat sensitif dengan publik.

    Dalam demo di depan RRi sewaktu permasalahan Fitna, kalian ngebawain tanpa substansi yang jelas. Hal ini terlihat dari pidato tiga bahasa yan meminta PBB menciptakan regulasi dan mengutuk Geertz Wilder .. kalian bilang dia salah dalam menginterpretasikan Qur’an tanpa adanya argumentasi yang sifatnya empiris. Malah kalian secara doktrinal saja membelannya. Bilang secara dalil salah dan ngajak Geertz masuk Islam. sori. Gue liatnya itu semua doktrinal, seremonial dan ga substansial.

    Kedua, dalam Today’s dialogue hari ini (4/6) beberapa elemen masyarakat setuju dan mendukung pergerakan mahasiswa. sebagian mahasiswa dinilai mewakili rasa tersayat bangsa ini. Kejadian dimana terjadi banyak kerusuhan datau insiden itu semua ditenggarai telah didominasi atau dikooptasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sama seperti distraction yang seolah kebetulan banget lewat isu Ahmadiyah. Oleh karena itu tidak bisa sepenuhnya kita menyalahkan pergerakan mahasiswa atas kejadian insidensial beberapa waktu ini.

    sekarang atas semua argumen diatas, kesimpulan yang gue bisa tarik adalah bahwa pergerakan mahasiswa adalah sebuah respon yang mutlak diperlukan sebagai institusi korektif terhadap pemerintah, sebuah keniscayaan demokrasi. Ketidasukaan beberapa kalangan mahasiswa memang ada. Namun adalan apatis ataupun insignifikansi atau malah celaan terhadap pergerakan mahasiswa tidakla sebanding dengan efek dari demonstrasi dan aksi mahasiswa. Fakta bahwa rakyat setuju dengan aksi mahasiswa adalah sebuah bukti bahwa kita bukanlah anarkis anti kemapanan yang kompulsif dan tolol.

    namun sekelompok dari rakyat yang peduli dan tidak tenggelam dalam kenyamanan dan kemapanan ilusi dari perkuliahan itu sendiri.

    HIDUP MAHASISWA!!!!

    …Dulce et decorum est Propartia Mori!!!!
    (Adalah mulia dan terhormat mati demi negara!!, negara adalah rakyat!!)

  2. alhamdulillah gw bukan islam sekedar di ktp doank.gw setuju sama pendapat khairul umam. sami’na wa ato’na, kami dengar kami taat.

  3. Sekali ini gw setuju kepada kisanak sekalian kaum gamis. Demonstrasi jaman sekarang lebih mengutamakan luapan emosi dibandingkan perang intelektual. Dan sdr. Khairul Umam memberikan opininya secara elegan, serta tidak bertele-tele dengan mengusung argumen-argumen yang telah tertuang dalam Quran .

    +iR+

  4. Setuju, semoga menjadi inspirasi bagi kalangan intelektual yang konsisten akan esensi dari perjuangan.

  5. Absurd.. masuk ke core problemnya!..

    kenapa pada akhirnya mahasiswa demo, justru karena mahasiswa ga punya akses yang lebih sama dalam ngebawain aspirasinya.

    W could write, we could debate, but what’s next??

    kalo protes.. ada feedback yang jelas!.. pemerintah lebih responsive.. media masa juga.. it’s a fact people that demonstration is eye-catchy!

    Kalo lo mau bawa ke ranah agama gue males.. itu semua preskriptif.. idealnya begini.. idealnya begono..

    idealnya emang kita jadi kayak si budi di buku teks kelas 1 sd yang baik, sabar, penolong, tabah dan optimis.

    Well.. sementara BBm naik.. gue pikir ada yang lebih urgen daripada duduk dan nyalahinn temen2 yang nyoba berbuat.. gue suka argumentasi aNd!

    Sekarang dari lo.. mana solusinya.///

    setuju gue ma lo aNd.. agama itu candu!

  6. “setuju gue ma lo aNd.. agama itu candu!”

    :> coba tolong dibaca lagi, and aja g blg agama itu candu.. istighfar ente! (klo muslim).

    perkataan ini sdh cukup untuk mewajibakn ane diam… semoga Allah merahmati kita semua dan memebri kita petunjuk,,

  7. @callmemarxist

    sebentar-sebentar,
    “kalo protes.. ada feedback yang jelas!.. pemerintah lebih responsive”
    yakin lebih responsif?
    ada contoh nyatanya akhir” ini?
    nyatanya udah puluhan (atau malah ratusan) aksi yang menentang kenaikan BBM, nyatanya pemerintah gak bergeming, lalu apanya yang “lebih responsif”?

  8. @CallmeMarxist.. gue setuju… parameter lebih responsif ato enggak emang agak kabur.. tapi sebagai kelomok penekan mahasiswa bener2 diperhitungkan di kancah politik.

    Bukan masalah pemerintah bergeming ato enggak-nya, tapi permasalahan bagaimana opini masyarakat dibentuk oleh pemerintah. Kalau mahasiswa diem aja manut,ga skeptis, well…
    apa jadinya masyarakat. Kalo ngomomngin politik atau masyarakat coba gunakan pemaparan yang deskriptif sesuai fakta.. jangan preskriptif yang seharsnya!!

  9. kalo menurut gw justru itu penting, pemerintah bergeming atau tidak harusnya dijadikan ukuran apakah aksi demonstrasi itu masih efektif atau gak. kalo nyatanya pemerintah gak bergeming, apa bedanya kalo gt antara kita protes ke pemerintah atau cuma diem dan manut aja? toh feedback dari pemerintahnya sama : sama” tetap menjalankan kebijakan mereka dan berasumsi bahwa kebijakan mereka memang benar. ini jadi PR buat kita smua buat mencari suatu cara yang lebih efektif buat memperbaiki kebijakan pemerintah yang bobrok, misalnya MENJADI pemerintah itu sendiri. mumpung mau pemilu, rebut jabatan” publik itu dan bawa tuh smua idealisme mahasiswa ke dalam pemerintahan dan kita liat apakah mahasiswa yang selama ini menuntut bisa berbuat lebih baik buat rakyat saat jadi pemerintah dibandingkan rezim yang berkuasa sekarang.

  10. Saya setuju klo pergerakan mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai agen perubahan menuju Indonesia yang lebih baik dan bermartabat..kenapa?karena mahasiswa adalah bagian dari rakyat Indonesia..so, sebagai kaum intelektual..seharusnya mahasiswa sadar betul dan paham akan konstelasi perpolitikan dunia..yang merambah kepada politik dalm negeri yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kancah perpolitikan mahasiswa..
    Al-an..sekarang akar yang ada dalam permasalahan ini adalah..ideologi. Tahukan kalian wahai para mahasiswa yang cerdas..klo ideologi itu sifatnya selalu ingin di propagandakan..for example..Amerika dengan ideologi kapitalismenya..mampu menjadi negara adidaya di dunia..bahkan semuan negara tunduk pada paham demokrasi yang merupakan anak kandung ideologi kapitalisme tersebut..Sosialisme?pasti anda semua tau..paham itu kini telah mati! walopun masi di anut oleh beberapa negara seperti Rusia dan Cina..yang paling terkenal adalah dialektika materialismenya karl marx dan meniadakan sang pencipta..otoriter..dan semua sudah meninggalkan paham ini..karena..sudah terbukti bobrok..orang yang takcerdas pun pasti meninggalkannya..coz secara fitrahnya manusia butuh sang pencipta…
    Now..muncullah Ideologi Islam..sebagai agama plus mabda atau ideologi yang punya seperangkat atura yang bisa memecahkan proplematika kehidupan…islam punya hukum ekonomi, politik,dll..agama lain tidak!
    Nah..di sinilah kawan2..letaknya amerika takut Ideologi Islam bangkit seperti zaman kekhilafahan yang akan memimpin dunia..karena demokrasi sekuler ala barat sudah bobrok..terbukti kemiskinan merejalela..akibat kerakusan degarakapital kepada negara di dunia ke-3 yang menyengsarakan umat manusia di dunia!
    kaitannya dengan isu BBM..kawan2 bisa bersikap arif dan bijak kan melihat masalah bangsa ini..jadi jangan cabangnya uyang di selesaikan..tapi akarnya…
    -Trisma Mutiarahayu-Mahasiswi S. arab ’05 FIB UI

  11. OOT :
    mengapa demokrasi dipakai dan populer ?
    simpel
    karena pemenang perang dunia adalah negara demokrasi
    demokrasi bukanlah sistem yang seharusnya diagung-agungkan hingga melampaui batas seakan itu merupakan sistem yang turun dari langit, dari tuhan. sehingga begitu disakralkan dan diagungkan

  12. Bertahun-tahun sudah Barat berpendapat bahwa Umat Islam di seluruh dunia lebih menginginkan demokrasi dan kebebasan ketimbang Islam. Mereka menguatkan argumentasinya dengan mengatakan bahwa hanya segelintir orang di Pakistan dan afganistan saja yang menginginkan Islam, sementara mayoritas yang lain telah jatuh hati kepada Barat dan ingin hidup di alam kapitalisme.
    Namun hari ini, justru para modernis Islam yang berpendapat bahwa Dunia Islam tidak menginginkan Islam dan bahwa Dunia Islam tidak siap dengan sistem kehidupan islami.
    Di pihak lain, Barat kini mulai yakin bahwa Dunia Islam menginginkan Islam dan mereka sudah memulai proses untuk mempertahankan diri mereka sendiri dari munculnya ancaman baruini.

    Sumber:Buku Elektronik terbitan PELARIAN
    http://www.rizkisaputro.wordpress.com

  13. Fakta lain pada tahun 2005, Dewan Intelejen Nasional AS (NIC) mempublikasikan laporan berjudul “Mapping Global Future”, yang memproyeksikan kondisi global pada tahun 2020 nanti. NIC adalah pusat komunikasi intelejen Amerika yang di bentuk untuk membuat pemikiran strategis jangka menengah dan jangka panjang. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa pesona Islam yang semakin mekar pada hari ini, sesungguhnya menyeru umat Islam untuk kembali pada akar Islam sebelumnya, di mana peradaban Islam menjadi garda terdepan peristiwa dan kemajuan global melalui negara khilafah.
    Laporan tersebut juga memuat skenario fiktif tentang “bagaimana sebuah pergerakan global yang dimotori oleh identitas keagamaan radikal dapat muncul.”

    Sumber:Report of the National Intelligence Councils 2020 project, “Mapping the Global Future,”(National Intelligence Estimate, desember 2004) hal.83-92. di akses 26 Oktober 2007.

    Lanjut…
    Laporan tersebut mengungkapkan dengan tegas bahwa perencana kebijakan AS di level paling atas sedang menyiapkan diri untuk menghadapi berdirinya negara Khilafah ini. Laporan lain dari para pembuat kebijakan AS dan lembaga pemikir di seluruh duniamenyatakan pengakuannya bahwa telah ada pergerakan Ideologis yang tersebar luas dan berusaha menegakkan kembali negara Khilafah.
    Badan Intelejen Pusat AS(CIA) sendiri telah menghidupkan kembali program-program rahasia yang pernah membantu kemenangan Barat dalam Perang dingin. Program-program tersebut diarahkan kepada media-media massa isla, para pemimpin keagamaan, dan partai-partai politik. CIA saat ini mulai menerima peningkatan uang, sumber daya manusia, dan ‘aset’yang berlipat-lipat untuk membantunya mempengaruhi masyarakat muslim di seluruh dunia.
    Pada saat yang sama, berbagai survey, laporan lembaga pemikir, dan pembuat kebijakan telah menerima kenyataan bahwa Umat Islam di tingkat Global telah serentak menolak nilai-nilai Barat. Hal ini menunjukkan suatu kegagalan nyata, dalam hal bahwa Barat saat ini tidak sedang memiliki penantang atas supremasi globalnya. Ini berarti perjuangan pemikiran dan perasaan serta pendudukkan fisik merupakan upaya paling akhir Barat untuk menyingkirkan perjuangan penyelamatan dunia melalui pemunculan sebuah sistem pemerintahan alternatif.
    Oleh karenanya, tindakan-tindakan Barat jelas-jelas tidak mengindikasikan bahwa kondisi Umat Islam saat ini adalah sedang menginginkan Islam; namun justru menunjukkan bahwa Umat islam saat ini sudah dekat denga n cita-citanya.

    Dunia barat tercatat telah mengkonsumsi 50% sumber daya alam terpenting abad ke-21, namun hanya memproduksi kurang dari seperempatnya. Amerika Serikat sendiri hanya memproduksi 8% produksi minyak dunia, namun mengkonsumsi 25% minyak dunia. Jelas bahwa kerakusan Barat-lah yang melebihi konsumsi Cina dan India, yang menyebabkan krisis minyak dunia.

    Jika ditelusuri ke balakang, kebanyakan masalah yang ada di Dunia Islam saat ini berakar dari zaman kolonial. Hal ini di ringkas dengan baik oleh David Fromkin, Profesor Sejarah ekonomi di Universitas Chicago,

    “Kekayaan Imperium Ottoman (Khilafah Utsmani)yang sangat banyak (baik itu uang maupun wilayah beserta sumber daya di dalamnya), kini di klaim oleh para pemenang (Perang Dunia I). Tetapi satu hal yang harus di ingat bahwa kekuasaan Islam telah mencoba selama berabad-abad untuk menaklukkan Krister Eropa dan (tentu saja)para makelar kekuasaan secara alami menentukan nasib mereka yang kalah dengan keputusan-keputusan yang membuat mereka tidak akan pernah mampu lagi untuk mengorganisasi dan mengancam kepentingan Barat lagi.

    Dengan berabad-abad pengalaman merkantilisnya, Inggris dan Prancis menciptakan negara-negara kecil yang tidak stabil, yang para penguasanya membutuhkan dukungan mereka untuk tetap berkuasa.
    Perkembangan perdagangan negara-negara itu dikendalikan, ini ditujukan agar mereka tidak akan pernah lagi menjadi ancaman bagi Barat.
    Kekuatan-kekuatan eksternal itu (Barat)kemudian membuat kontrak-kontrak dengan boneka-boneka mereka untuk membeli dengan murah sumber daya alam, yang berhasil membuat kalangan elit feodalnya teramat kaya meski kebanyakan warga negaranya hidup di dalam kemiskinan.”(Baca: “A Peace to End All Peace”,hal. 45).

    Dunia ketiga tetap miskin, dan akan tetap miskin, oleh karena kebijakan-kebijakan dari Barat. Bukan karena kekurangan makanan, tetapi justru karena rakusnya Barat dalam mengkonsumsi. Ingat bahwa Barat dengan hanya 20% populasi dunia mengkonsumsi 80% produksi pertanian dunia!

    Sumber: Rizki S. Saputro,S.IP, “Dalam Sembilan Isu Geopolitik”(PELARIAN:E-Book,2008),hal.10

  14. Penulis gak ngerti apa2x ttg semua kondisi yang sedang terjadi. Melihat hanya tidak dengan mata hatinya, dan juga melakukan pembenaran terhadap suatu yang dzolim dengan firman Allah SWT.

    Cenderung oportunis, melihat pada popularitas isu.

    *Edit

    Paling tidak saya mendapat pencerahan agar kita tidak lantas rajin beribadah, karena ada kecenderungan rajin ibadah dapat menyebabkan pola fikir oportunis seperti ini.

    *Edit

  15. idealism is the last luxurious of youth, masalah dengan saluran apa kita mengelaborasi sebuah kata idealisme itu bukan soal, we have our own way, yang suka gaya-gaya litigasi silahkan pake, yang lebih nyaman dengan jalur-jalur non litigasi, turunlah ke jalan dengan tertib, yang perlu dipahami bersama adalah jangan sampai isu-isu yang temen-temen bawa itu hanya jadi komoditas elite-elite negeri ini sebagai bekal pertarungan politik internal mereka demi kekuasaan yang mereka harapkan. Karena in fact banyak sekali elite negeri ini yang menggunakan jasa mahasiswa maupun aktivis-aktivis sebagai staf ahli mereka, sehingga secara tidak langsung, jika teman-teman tidak cermat, isu yang kalian suarakan itu hanya akan memperkaya khasanah pengetahuan mereka untuk bertarung sendiri di dalam guna saling menjatuhkan atas nama kekuasaan dan politik, sekali lagi mari satukan barisan, agar idealisme yang kita bawa tidak hanya menjadi kemewahan terakhir masa muda !!!!
    -HMI Sby-Fisip Unair Sby-

  16. haha… pertanyaan yg dijwab sebelum aksi…benar bgt sdr.umam bgi yg mau aksi tnttg korupsi coba tanya apakah perilaku dan budaya koruptif sudah hilag dari diri sendiri atau belum…

  17. Yang jelas mahasiswa sekarang udah kehilangan sikap. Budaya baca udah hilang, budaya kritis udah ilang. Gantinya budaya hura-hura, ngebir, maen-maen, ngeseks. Ya jelaslah kalau lama-lama otaknya pun ikutan ilang.

    Sadar, mahasiswa. Sadar.

    Tugas mahasiswa untuk bikin perubahan. Mahasiswa berani berdemo waktu rakyat masih takut-takut. GIliran rakyat berani berdemo ya sudah, kembalilah ke kampus. Cari media ekspresi lain yang belum kepikiran oleh rakyat kecil.

    Kalau sekedar turun ke jalan mah tukang ojek sebelah kos gw juga udah gape. Bikin spanduk protes mah tukang sablon juga udah bisa. Tawuran sama kampus lain anak SD pun udah bisa.

    Mau ke mana kamu hari ini, mahasiswa?

  18. Mau ke Depok.. bang Sampudan.. he..he..
    Kalo gw pikir, Indonesia masih merupakan negara berkembang di Asia.. oleh karena itu, pasti masih ada gejolak2 protes dari rakyatnya…
    di Amerika pun, terkadang masih ada demo..
    Di Yunani kemarin bahkan demo mahasiswa rusuh…