Buat kalian anak kereta yang mondar-mandir dari rumah ke kampus ataupun jalan-jalan di sekitaran Jabodetabek pake KRL, pasti sering melihat garis kuning yang menjalar di stasiun dong. Selain itu, garis kuning itu juga baru-baru ini hadir dan menjamur di kampus kita sendiri. Tau nggak sih kalian, fungsi dari garis jalur kuning itu? Bukan! bukan garis kuning yang di deket rel, kalo yang deket rel itu buat pembatas tunggu atau garis aman berdiri nunggu kereta.

 

Terus yang mana?

Yang lebar ya, bukan yang deket rel! Kalo itu mah garis batas aman peron bro.

Garis kuning yang dimaksud di sini adalah garis kuning yang terletak dari pintu keluar-masuk stasiun sampai ke peron. Garis kuning itu bermotif timbul, ada yang motifnya bulat dan ada yang motifnya batangan memanjang atau blok. Kalau kalian perhatikan, akhir-akhir ini pihak KAI sedang gencar-gencarnya memasang garis kuning itu di setiap stasiun. Di kampus kita juga sedang ada penggalakkan pembuatan garis-garis kuning tersebut.

Kalian tau nggak sih itu buat apa? Pasti banyak yang berprasangka macem-macem nih, ada yang mikir itu buat jalur keluar-masuk peron, ada yang mikir itu buat jalur evakuasi jika sewaktu-sewaktu ada kecelakaan, atau bahkan mikir kalau itu cuma buat hiasan aja biar keliatan lebih berwarna. Apalagi kalau di kampus, pasti mikir kalau itu sebagai upaya penegasan identitas kampus makara, iya kan?

 

Ternyata namanya guiding block

Anyway, garis kuning itu dinamakan guiding block atau jalan pemandu bagi penyandang disabilitas, khususnya saudara kita yang tunanetra. Hal itu diterapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 30 tahun 2006 tentang pedoman teknis fasilitas dan aksesibilitas pada bangunan dan lingkungan. Selain di stasiun, garis kuning itu juga banyak ditemui di trotoar, terminal, gedung perkantoran, dan berbagai fasilitas publik lainnya.

advertisement

 

Maknanya beda-beda

Setiap bentuk guiding block maknanya beda-beda loh! (via tomodachi-depaul)

Jalur-jalur bergaris kuning itu difungsikan bagi mereka sebagai penunjuk jalan sesuai motif yang digunakan. Contohnya, hal itu dilakukan pihak KAI supaya mereka nggak kerepotan lagi minta tolong ke orang untuk dituntun masuk dan keluar atau nunggu kereta dan biar nggakotif membahayakan mereka ketika berjalan. Kedua motif yang digunakan PT KAI juga memiliki makna tersendiri. Garis kuning bermotif blok menandakan kalau mereka aman untuk berjalan, sementara garis kuning bermotif bulat-bulat mirip lego menandakan jika mereka harus berhenti.

 

BACA JUGA: Fasilitas Kampus Kurang Memuaskan? Merasa Suaramu Belum Didengar? Coba Baca Dulu Audiensi Ini

 

Bikinnya nggak sembarangan

Nah ini dia standar pembuatan guiding block (via dinf)

Ketika berjalan, dengan atau tanpa tongkat, mereka akan merasakan garis bermotif itu saat menginjakkan kakinya di jalur kuning itu. Perlu kalian tahu, kontur yang diterapkan itu nggak sembarangan dibuat. Terdapat standarnya yang tentunya bisa mudah dikenali dan digunakan saudara kita yang disabilitas. Untuk warnanya juga nggak asal dan beda-beda setiap tempat. Warnanya juga tetap mengacu pada salah satu bunyi persyaratan peraturan itu, yaitu kuning atau jingga, sebagai pembeda guiding block dengan jalan biasa.

advertisement

 

Tokyo udah duluan loh

Tactile Paving di Tokyo, Jepang (via digitaljournal)

Buat kalian yang belum tahu, sebelum Indonesia yang baru mulai menerapkan dan menggalakkan fasilitas guiding block itu buat saudara kita yang tunanetra, negara lain sudah menerapkan sejak lama. Di Tokyo, jalur itu juga dikenal dengan istilah Tactile Paving atau pemandu jalan yang hanya boleh dilalui para penyandang disabilitas. Di setiap jalanan, trotoar, hingga ke stasiun, pemandangan garis kuning selalu mewarnai pejalan kaki.

 

UI juga nggak mau ketinggalan!

Guiding block di Fakultas Teknik UI

Guiding block di Fakultas Teknik UI

Nah, sebagai kampus yang juga memiliki banyak keluarga penyandang disabiltas, khususnya tunanetra, UI juga terlibat aktif untuk membangun seluruh area publik di kampus dengan guiding block ini guys. Kampus makara selalu peduli kepada setiap keluarga besar kampus perjuangan, mulai dari adanya fasilitas antar jemput mobil difabel, hingga jalur-jalur khusus pun selalu disediakan bagi semua saudara kita. Ini juga bukti UI peduli kepada semuanya, tak terkecuali!

 

BACA JUGA: Peduli Sesama, UI Siapkan Mobil Difabel Bagi Sivitas

 

Ayo, buat kalian yang baru tau, dan merasa banyak orang yang harus tau tentang garis kuning ini biar gak disalahgunakan, mari share di akun Facebook, Twitter, dan Line kalian sebagai wujud kepedulian kalian terhadap sesama saudara kita!



[reaction_buttons]