Pagelaran Tari KTF UI Radha Sarisha; Mataya Vidhyadhari 2015


0

Mataya Vidhyadhari 2015; Menari Berjuta Cerita merupakan pagelaran kolaborasi seni tari dan musik persembahan Komunitas Tari FISIP UI Radha Sarisha @ktfui yang digelar pada Sabtu, 05 September 2015. Pagelaran yang digelar pada panggung pertunjukan Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki ini didasari oleh semangat peningkatan kepedulian generasi muda Indonesia terhadap kesenian Indonesia, serta penanaman pesan untuk berani berekspresi dan selalu menjadi diri sendiri tanpa harus terbebani dengan tuntutan lingkungan sosial. Dengan campaign #EkspresiJiwa nya, pagelaran ini membawa sebuah pesan bahwa generasi muda Indonesia harus selalu bangga dengan karya-karya seni tanah air, serta menjadi pribadi yang berbeda bukan berarti suatu kesalahan, melainkan suatu kelebihan yang membuat diri tiap insan unik.

 

POSTER-UTAMAresize

 

Pagelaran yang disaksikan oleh 1000 pasang mata ini menyandingkan 2 jenis tarian umum yakni seni tari tradisional Indonesia dan tari modern, serta musik tradisional dalam satu panggung pertunjukan yang dibawakan oleh 57 penari dan pemusik. Semua unsur tersebut berupa satu kesatuan cerita yang dikemas dalam pertunjukan teatrikal.  Turut sebagai wujud pengapresiasian & pewarisan budaya Indonesia, pagelaran ini menghadirkan tari & musik tradisional yang berasalkan dari daerah Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Didukung dengan tata lampu, unsur artistik panggung, serta alunan musik yang apik, pagelaran ini mengisahkan kisah seorang gadis dari daerah berlatar belakang adat kental, namun memiliki karakter dan jati diri yang berbeda dari lingkungannya tersebut, sehingga membuatnya terkucilkan dari lingkungannya. Tekanan, tuntutan, dan kekangan yang ia rasakan mengarahkan dirinya untuk mengakhiri hidup. Jiwanya kemudian masuk ke dalam boneka khas adat Batak; Si Gale Gale, yang kemudian menari lepas. Kejadian tersebut disaksikan oleh masyarakat yang akhirnya bisa menyadarkan akan penderitaan dan perasaan sang gadis. Pada akhirnya, masyarakatpun merasa simpati dan mulai belajar untuk bisa menerima perbedaan sebagai suatu kekayaan dalam masyarakat, bukan sebagai sesuatu yang harus dihindari.

Instagram & Twitter: @ktfui


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Media Partner anakUI.com
Akun ofisial anakUI.com untuk hal-hal yang berhubungan dengan media partner. Untuk mengajukan kerjasama Media Partner, silakan buka anakui.com/mediapartner.

0 Comments

Leave a Reply