Pendar Budaya: Membuka Cakrawala Kebudayaan Indonesia


0

Sekilas| Pendar Budaya

“Membuka Cakrawala Kebudayaan Indonesia”

Pendar Budaya, begitulah namanya. Sebuah buletin yang akan terbit secara rutin setiap bulan ini menyajikan informasi seputar kebudayaan. Baik yang bersifat mikro maupun makro. Pendar Budaya menawarkan konsep baru di dalam dunia jurnalistik. Menggabungkan sistem freelance writer dalam hal redaksional dan koperasi pada manajemen pemasaran. Dengan demikian, Pendar Budaya bersifat terbuka bagi siapapun yang ingin berkontribusi, berekspresi, dan mengapresiasi.

Bernaung di bawah Departemen Keilmuan & Kajian Budaya BEM FIB UI, Pendar Budaya lahir dari sebuah kecanduan cinta kebudayaan Indonesia, kesadaran mulia sang penggagas tentang sebuah media yang mampu mengakomodir ribuan ide dan pengetahuan kebudayaan di benak mahasiswa FIB. Mengusung slogan “Membuka Cakrawala Kebudayaan Indonesia”, Pendar Budaya akan berusaha menampung segala sesuatu yang berkaitan dengan isu kebudayaan di Indonesia.

Sebagai media baru di kalangan civitas akademik FIB UI khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya, Pendar Budaya menasbihkan 60 % isi berupa kajian kebudayaan nasional, 30 % berupa informasi pendidikan dan ke-Indonesia-an, dan 10 % untuk iklan dan lain-lain. Rubrik yang disajikan juga bersifat dinamis-selektif.

Sasaran pembaca Pendar Budaya adalah mahasiswa, profesional, dan budayawan. Baik yang berada di lingkungan FIB UI maupun diluar kampus UI. Namun tidak menutup kemungkinan, Pendar Budaya akan memiliki pembaca dari kalangan pelajar dan masyarakat pecinta kebudayaan.

Selain menerbitkan media dalam bentuk tercetak setiap bulannya, Pendar Budaya juga dapat diakses melalui blog Pendar Budaya. Sama hal dengan buletin tercetak, blog Pendar Budaya terbuka bagi mahasiswa FIB UI, dosen, dan alumni.

Pendar Budaya tidak berdiri sendiri. Karena menggunakan konsep baru di dunia jurnalistik, Pendar Budaya sangat menggantungkan ‘hidupnya’ kepada civitas akademik di lingkungan FIB UI. Artinya, keberlangsungan dan konsistensi penerbitan buletin ini sepenuhnya tergantung pada apresiasi dan kontribusi civitas akademik FIB UI, terutama unsur mahasiswa. Pendar Budaya juga melakukan kerjasama aktif dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Kesenian, Budayawan, Seniman, Sanggar, Media Nasional, dan pihak-pihak lain yang juga bergerak di bidang kebudayaan.

Kedatangan Pendar Budaya di tengah-tengah masyarakat FIB UI diharapkan dapat memompa iklim kajian budaya di lingkungan FIB pada khususnya, dan UI pada umumnya. Sehingga tercipta potensi FIB UI sebagai Culture, Campus, and Enviroment.

Tentang Sebuah Nama

Awalnya, terdapat perdebatan tentang sebuah nama buletin. Kenapa harus Pendar Budaya? Begitulah pertanyaan yang seringkali muncul. Kebanyakan akan berasumsi, “Bukannya sudah ada media dengan nama Pendar Pena. Kenapa tidak mencari nama lain.” Redaksi sudah memikirkan hal ini secara mendalam. Pemilihan nama “Pendar Budaya” mempunyai dua alasan utama. Pertama, kata “pendar”yang bisa dimaknai “menyebar”, merupakan hakikat dari penerbitan buletin ini. Pendar Budaya tidak hanya ‘memendar’ kebudayaan dengan buletin. Namun akan menerbitkan majalah kebudayaan dan jurnal kebudayaan – untuk kalangan mahasiswa. Selain itu, Pendar Budaya tidak membatasi isi secara eksklusif. Artinya, semua mahasiswa FIB UI dapat berkontribusi, berekspresi, dan mengapresiasi kebudayaan Indonesia secara inklusif.

Kedua, kata ‘budaya’ yang identik dengan nama fakultas dan bidang kajian dalam buletin. Diharapkan dengan nama Pendar Budaya, buletin ini mampu menjalankan fungsi sebagai wadah aspirasi civitas akademik FIB UI dalam bidang kebudayaan nasional.

Harapan redaksi, semoga buletin Pendar Budaya mampu menjadi bagian kecil kajian kebudayaan di lingkungan FIB UI pada khususnya, dan lingkungan UI pada umumnya. Dukungan dari civitas akademik FIB UI dan pihak-pihak terkait adalah ‘nyawa’dari keberlangsungan buletin Pendar Budaya. Selamat membaca, kami tunggu kontribusi Anda!

Download

Pendar Budaya #1 | Budaya & Negara

www.pendarbudaya.blogspot.com  |  pendarbudaya@gmail.com  |  @pendarbudaya  | Pendar Budaya


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
mang.oejank

Mang Oejank Indro (Iswanda F.S.) Gresik, 15 April 1990 International School of Computer & Bussiness Weanes Education Center Malang 2008 Universitas Indonesia 2010 "Saya hanya orang Indonesia biasa, yang belajar dan bekerja dengan cara Indonesia, untuk benar-benar menjadi Indonesia." Berawal dari kebudayaan dan kecintaan saya dengan dunia pendidikan. Sengaja saya melayangkan blog sederhana ini untuk meramaikan gempita pendidikan berbasis kebudayaan dan teknologi. Pendidikan memang menjadi "barang" langkah untuk dinikmati. Biaya pendidikan yang terus meroket, ketimpangan subsidi pemerintah, dan kebijakan-kebijakan yang jauh dari konteks kemiskinan merupakan fenomena yang lumrah di Negeri kita. "Negeri kaya yang tak berdaya" mungkin jargon ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Sebagai mahasiswa di Universitas yang menyandang nama Negara, saya ingin menjalankan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Saya bisa mengenyam pendidikan di UI juga tidak terlepas dari jeritan rakyat, karena rakyat yang menanggung biaya studi saya. HIDUP MAHASISWA HIDUP RAKYAT INDONESIA Mang Oejank Indro @ 2010

2 Comments

Leave a Reply