Oskadon Pancen Oye!” Begitu slogan sebuah produk farmasi yang dulu sering beredar di layar televisi kita. Mungkin sebagian dari kita masih mengingatnya, dalam iklan tersebut dihadirkan seorang dalang yang sedang asik bermain wayang lalu tiba-tiba sakit kepala. Mungkin bagi sebagian dari kita tidak mengetahui siapa dalang tersebut atau bahkan berpikir bahwa ia hanya seseorang yang berperan sebagai seorang dalang.

Ki Manteb Soedharsono

Ki Manteb Soedharsono

Namun, ternyata tidak demikian. Tahukah kamu, bahwa dalang yang berperan dalam iklan tersebut bernama Ki Manteb Soedharsono? Beliau adalah seorang dalang wayang kulit ternama yang berasal dari Jawa Tengah. Karena keterampilannya dalam memainkan wayang, ia pun dijuluki para penggemarnya sebagai Dalang Setan. Ia juga dianggap sebagai pelopor perpaduan seni pedalangan dengan peralatan musik modern.

A living legend yang kesehariannya amat dekat dengan rakyat kecil di Dusun Sekiteran, Kelurahan Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

advertisement

Ki Manteb mulai mendalang sejak kecil. Namun, popularitasnya sebagai seniman tingkat nasional mulai diperhitungkan publik sejak ia menggelar pertunjukan Banjaran Bima sebulan sekali selama setahun penuh di Jakarta pada tahun 1987.

Pada tanggal 4-5 September 2004, Ki Manteb membuat rekor dengan mendalang 24 jam tanpa henti dengan lakon Baratayudha. Pertunjukannya ini bertempat di RRI Semarang, Jalan A. Yani 144-146 Semarang. Berkat pementasannya ini, ia mendapatkan rekor MURI pentas wayang kulit terlama. Dan hebatnya, meskipun telah mendalang selama 24 jam itu, dokter yang memeriksa kesehatan Ki Manteb setelah pentas menyatakan bahwa kondisi Ki Manteb sangat prima. Jejak langkahnya yang luar biasa sebagai seorang dalang membawa Ki Manteb untuk terus mencintai wayang hingga hari ini.

Penghargaan dari UI

Penghargaan dari UI via uiupdate

Penghargaan dari UI via uiupdate

Pada bulan Mei 2015, Universitas Indonesia memberikan penghargaan Makara Utama bidang sosial budaya kepada Ki Manteb Soedharsono. Penghargaan tersebut diberikan oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met. di Balairung UI, Depok. Pemberian penghargaan tersebut didasarkan atas dedikasi Ki Manteb Soedharsono kepada dunia wayang di Indonesia. Ia dianggap sebagai sosok dalang yang peduli terhadap pengembangan dan pelestarian wayang kulit purwa. Selain itu, Ki Manteb juga merupakan sosok yang membawa pembaharuan dan kreativitas dalam dunia pewayangan kulit di Indonesia.

advertisement

Di luar kesehariannya sebagai seorang dalang, Ki Manteb turut aktif dalam pelestarian dan pengembangan wayang purwa yang tidak hanya dilakukannya di lingkungan sanggar (informal), tetapi juga pada institusi pendidikan formal. Tak hanya itu, wayang kulit purwa yang dikembangkan Ki Manteb melalui kreativitasnya telah membuat wayang purwa populer hingga ke mancanegara sehingga wayang kulit menjadi suatu produk kebudayaan Indonesia yang membanggakan di mata internasional.

Di samping itu, agar pertunjukan wayangnya dapat dinikmati berbagai kalangan, tak jarang Ki Manteb memasukkan unsur-unsur budaya modern ke dalam pertunjukan wayangnya. Ki Manteb mengaku hobi menonton film kung fu yang dibintangi Bruce Lee dan Jackie Chan, untuk kemudian diterapkan dalam pedalangan. Untuk mendukung keindahan sabet yang dimainkannya, Ki Manteb pun membawa peralatan musik modern ke atas pentas, misalnya tambur, biola, terompet, ataupun simbal.

Ia juga menciptakan adegan flashback yang sebelumnya hanya dikenal dalam dunia perfilman dan karya sastra saja. Bahkan, ia pun memiliki website yang membahas segala macam yang berhubungan dengan wayang di http://www.kimanteb-oye.com/

advertisement

Jika kamu masih berfikir bahwa pertunjukan wayang yang kental dengan kebudayaan bukanlah sesuatu yang modern dan gaul abis, maka kamu harus datang dan menyaksikan langsung bagaimana Ki Manteb memainkan wayang-wayangnya.

Yuk, bagikan inspirasi ini kepada teman-temanmu melalui Facebook, Twitter, dan LinkedIn agar kebudayaan kita terus berkembang dan semakin dicintai!



advertisement