Melipir kembali pada Desember 1957, Perdana Menteri Indonesia kala itu, Djuanda Kartawidjaja mencetuskan deklarasi yang menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah laut sekitar NKRI yang berada di antara dan di dalam kepulauan Indonesa. Melalui perjuangan panjang, deklarasi yang dicetuskan Djuanda akhirnya dapat diterima dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut PBB ketiga tahun 1982, sekaligus mempertegas bahwa Indonesia adalah negara kepualuan.

Di masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, tanggal 13 Desember dicanangkan sebagai Hari Nusantara, yang kemudian dipertegas Presiden Megawati dengan menerbitkan Keppres tentang Hari Nusantara, sehingga tanggal 13 menjadi hari perayaan nasional tidak libur. Jadi, apa tujuan Hari Nusantara dan Deklarasi Djuanda?

Deklarasi Djuanda dan peringatan Hari Nusantara ditujukan sebagai penegasan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri, kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan, dan sebagai peringatan agar rakyat Indonesia selalu waspada perebutan wilayah dari negara asing. Nah, UI punya cara tersendiri nih dalam memperingati Hari Nusantara dan Deklarasi Djuanda tanggal 13 Desember nanti.

advertisement

 

BACA JUGA: Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fase Menuju Pembelajaran Sejati

 

advertisement

Kampus kuning kita tercinta melalui Perpustakaan UI bakal ngadain acara bedah buku guru besar kita nih guys. Salah satu Guru Besar FIB UI Departemen Sejarah, Prof. Dr. Susanto Zuhdi bakal menjelaskan tentang bukunya yang membahas salah satu pelabuhan di Jawa pada masa perjuangan kemerdekaan. Buku yang berjudul “CILACAP (1830-1942): Bangkit dan Runtuhnya Suatu Pelabuhan di Jawa” ini sebenarnya merupakan karya tulis Prof. Zuhdi kala menyusun tesis program pasca sarjana UI pada 1991. Buku dengan tebal 205 halaman itu berisi sejarah dan seluk beluk yang berkenaan dengan pelabuhan Cilacap di masa Hindia Belanda hingga masa masuknya Jepang ke pelabuhan itu pada 1942.

Buku ini ternyata dapat ditemuka di toko online terpercaya (via bukalapak)

Buku ini ternyata dapat ditemuka di toko online terpercaya (via bukalapak)

Buku yang disusun Prof. Zuhdi itu adalah sejenis sejarah perkembangan kota yang masih jarang ditelakukan penelitian di Indonesia. Penulis melakukan pendekatan ilmu ekonomi, sosial, dan politik dalam melakukan penelitian. Terbagi dalam lima bab, buku ini memberikan banyak informasi yang jarang diketahui masyarakat tentang keberadaan pelabuhan di Pantai Selatan tersebut. Buku susunan Pof. Zuhdi bagus dibaca bagi kamu yang pengen tahu sejarah pelabuhan Cilacap, Kota Cilacap, dan sekitarnya nih, guys. Apalagi bagi kamu yang pengen tau lebih jauh tentang sejarah maritim Indonesia.

Prof. Zuhdi merupakan Guru Besar FIB UI (via fib.ui.ac.id)

Prof. Zuhdi merupakan Guru Besar FIB UI (via fib.ui.ac.id)

Kalau kalian ingin tahu lebih lanjut pembedahan buku sejarah maritim Indonesia ini, kalian bisa datang dan hadiri Ruang VIP Lounge Lantai 1 Perpustakaan UI, pukul 09.00-12.00 pada tanggal 14 Desember 2016 nanti alias besok! Pembicara bedah buku itu adalah Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjara-Jakti (Guru Besar FEBUI), Mayjen Marinir Purn. Dr. Syaiful Anwar, M.Bus (Dosen Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan), dan Dr. Triarko Nurlambang, M.A (Dosen FMIPA UI dan Konsultan BAPPENAS).

advertisement

15401087_10154837812389490_98637897126509979_n

Poster acara bedah buku tanggal 14 Desember 2016 (via Official Facebook UI)

 

BACA JUGA: UI Sudah Melahirkan Penulis-penulis Besar Ini! Siapa Saja?

 

advertisement

Mari datang dan hadiri acara bedah buku tersebut sekaligus memperingati Hari Nusantara Indonesia di kampus kita! Bagikan artikel ini di Akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar semua orang bisa memperkaya ilmu sejarah Indonesia dengan GRATiS! Karena “Laut Selatan tidak (hanya) identik dengan Nyai Loro Kidul, ke depan merupakan Samudera Strategis persaingan Gepolitik Dunia”-Susanto Zuhdi