Poin Penting Buku Saku SOP Kekerasan Seksual di Kampus Karya Dosen UI


0

Isi Buku Saku SOP Kekerasan Seksual di kampus UI. Maraknya kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus UI membuat Dr. Lidwina Inge Nurtjahjo, SH., MSi dan Dr. LG Saraswati Putri, M.Hum mengusulkan pembuatan Buku Saku Standar Operasional Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Universitas Indonesia Depok dan Salemba, yuk kenali isi bukunya.

Buku saku ini terdiri dari beberapa bagian, pertama memuat definisi yang terdiri dari 11 butir penjabaran. Butir pertama membahas mengenai definisi pelapor, dilanjutkan dengan penjelasan bahwa keselematan dan perlindungan identitas pengaju aduan adalah prioritas utama, lalu difinisi tentang tenaga kependidikan, dosen, mahasiswa,universitas, dan jenis keluhan.

Bagian kedua adalah penjelasan mengenai ruang lingkup kekerasan seksual. Diawali dengan definisi kekerasan seksual yang mengacu dalam pasal 1 butir 1 rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual, dan definisi pelecehan seksual menurut RUU penghapusan kekerasan seksual pada pasal 12, di bagian kedua ini pula UI mengkategorikan tindakan yang merupakan pelecehan seksual, dan Universitas memahami bahwa pelecehan seksual dapat dilakukan atau dialami oleh orang-orang dengan orientasi atau indetitas gender apapun.

Bagian ketiga menjabarkan mengenai kekerasan seksual, universitas memahami kekerasan seksual sebagai contoh dari penyerang seksual dan ancaman seksual. Di bagian ini kampus memahami bahwa kekerasan seksual menimbulkan kerugian bersifat fisik, psikologis, dan sosial. Maka dari itu universitas berupaya menyediakan layanan konseling gratis berkesinambungan kenpada korban sesuai dengan rekomendasi dari gugus tugas yang terdiri dari representasi unsur BEM, Hopehelps, dosen, dan Guru Besar yang berperspektif keadilan gender dan memiliki penanganan dalam kekerasan seksual. Penangan juga bekerjasama dengan RS UI, klinik satelit makara ui, dan beberapa fakultas yang siap fasilitasnya.

Bagian keempat dari buku ini membahas mengenai penyerangan seksual yang diantaranya seperti tindakan percobaan pemerkosaan, perbuatan tidak menyenangkan misalknya menujukan alat kelamin, menyiuli, membicarakan tubuh korban, dan pemerkosaan.

BACA JUGA: Awas Ada Si Eksibisionis di Kampus UI! 

Selanjutnya di bagian lima membahas ruang lingkup kebijakan yang diambil pihak universitas, kebijakan ini meluas ke semua lingkungan komunitas universitas seperti kampus, akomodasi karyawan, akomodasi siswa, klub olahraga, gymnasium, lingkungan digital, dll.

Pada bagian keenam dijelaskan apa saja hak dan tanggung jawab karyawan dan mahasiswa yang terlibat kekerasan/pelecehan seksual, terdapat pula penjelasan ketika kasus memiliki benturan kepentingan, misalnya ada kecurigaan bahwa pihak yang menerima laporan akan mengalami konflik kepentingan dalam penyelidikan dan penyelesaian suatu kasus kekerasan seksual.

Buku saku kekerasan seksual UI

Kemudian di bagian ketujuh dijelaskan pihak yang berwenang menerima laporan, Universitas dan Fakultas menunjuk satu gugus khusus yang akan diatur dalam SK Rektor/Dekan (tentative). Jika kamu mengalami kekerasan/pelecehan seksual, terdapat lokasi pusat-pusat pertolongan pertama, yang mampu memberikan saran dan bantuan awal kepada korban (F.Psikologi, Posko Klinik Hukum Perempuan dan Anak FHUI, posko layanan bantuan terhadap Korban kekerasan seksual di FIB, Hopehelps, Posko BEM UI, Klinik satelit makara UI).

Pada bagian delapan, dijelaskan mengenai pengambilan tindakan. Mengambil tindakan bisa sesederhana berbicara dengan individu, korban dapat mencari dukungan dan saran yagn tepat ke pihak yang telah disebutkan pada bagian 7, terdapat pula alur pengungkapan dan laporan kasus kekerasan/pelecehan seksual yaitu dengan cara korban atau pihak ketiga yang mengetahui kasus tersebut dapat mengajukan laporan kepada fakultas, hopehelps, bem atau P2T2 dapat menyediakan dukungan dan rujukan termasuk bantuan dalam membuat kaporan ke Universitas. Setelah laporan diterima gugus tugas dapa tingkat universitas memulai penyelidikan dan dapat menyertakan rujukan ke pihak kepolisian sebagai bagian dari proses penyelidikan dan penyidikan.

Dilanjutkan dengan penjelasan proses konsultasi pada bagian kesembilan, dalam bagian ini disebutkan tata cara konsultasi, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, termasuk penjabaran mengenai apa saja lyanan yang akan didapat korban.

Disusul dengan bagian akhir yaitu prosedur pengajuan laporan, sanksi dan investigasi yang telah diatur oleh pihak kampus. Bagi seluruh civitas ui yang mengalami kasus pelecehan/kekerasan/penyerangan seksual dapat segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak-pihak yang telah dituliskan tadi, buku saku SOP kekerasan seksual di kampus Universitas Indonesia dapat diakses melalui link bit.ly/bukusakuSOP atau lewat Google Drive berikut.

BACA JUGA: Teruntuk Kalian Yang Pernah Jadi Korban Ghosting Oknum Gak Bertanggungjawab, Yuk Move On!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
1
wtf
Rahmadianty Alivia
Vokasi - Komunikasi Penyiaran Multimedia (2019)
Choose A Format
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals