Profil Mahasiswa Berprestasi UI 2020 Kategori Rumpun Ilmu Kesehatan

Hal paling penting untuk mampu berprestasi adalah mengenali passion terlebih dahulu agar dapat meningkatkan kemampuan dan menguasai bidang yang kamu sukai. Nah, berikut ini adalah profil mahasiswa dari Kategori Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia yang sukses mengenali passion-nya hingga menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi UI.


0

Mampu menyeimbangkan kegiatan akademik dan non akademik merupakan harapan dan impian bagi sebagian besar orang. Ada berbagai hal yang bisa kamu lakukan untuk menyeimbangkan kehidupan akademik dan non-akademik, seperti aktif di organisasi, mengikuti perlombaan, hingga belajar manajemen waktu yang baik. Namun, hal paling penting untuk mampu berprestasi adalah mengenali passion terlebih dahulu agar dapat meningkatkan kemampuan dan menguasai bidang yang kamu sukai.

Nah, berikut ini adalah profil mahasiswa dari Kategori Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia yang sukses mengenali passion-nya hingga menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi UI.

1.Daniell Edward

Daniell Edward Raharjo, Finalis Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia dari Fakultas Kedokteran mengambil topik serangan jantung untuk karya tulis ilmiahnya. Pria yang kerap disapa Edward ini menggali lebih dalam tentang penyakit yang merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Edward menemukan, banyaknya kematian dan komplikasi yang terjadi akibat keterlambatan diagnosis sehingga akhirnya tatalaksana tertunda.

Bila semakin lama serangan jantung dibiarkan, maka semakin banyak jaringan jantung yang akan mati. Berbekal itulah, Edward memutuskan untuk mengembangkan sebuah alat deteksi dini infark miokard (serangan jantung) berbasis kertas yang dapat digunakan tanpa ahli, cepat, serta akurat. Karya buatannya terinspirasi oleh alat rapid test yang marak digunakan. Nantinya, alat ini akan terintegrasi dengan ponsel pintar sehingga dapat memanfaatkan teknologi telemedicine untuk konsultasi jarak jauh antara tenaga kesehatan di daerah dengan spesialis di kota.

Mahasiswa Semester 6 Fakultas Kedokteran ini mengaku sedang sibuk mengerjakan skripsi. Jika tidak ada kendala, semester depan Edward akan berangkat ke Newcastle University untuk melanjutkan program Master of Research selama 1 tahun.

2.Fatimah Syakura

Selain kuliah dan persiapan mapres, Fatimah sedang menjalankan “Rempah”, sebuah proyek yang bergerak di bidang pengelolaan sampah. Bersama teman-temannya, Fatimah menyusuri masjid di sekitaran Jakarta Timur untuk mengenalkan program pengelolaan sampah sejak Mei 2019.

Ketertarikannya pada pengelolaan sampah membuat ia memilih Kesehatan Lingkungan sebagai jurusannya. Berbekal pengalaman di proyek yang ia buat, Dara kelahiran 27 Desember 1998 mewujudkan konsep daur ulang sampah anorganik perumahan mewah di Jakarta. Gagasan proyek itu. Membuat Fatimah Syakura ditetapkan sebagai Finalis Mahasiswa Berprestasi Utama FKM UI.

3.Putri Amalia

Anak UI, ternyata Mahasiswa Berprestasi Utama dari Fakultas Ilmu Keperawatan UI menjabat sebagai Ketua BEM FIK UI loh! Putri Amalia berhasil menunjukan bahwa kesibukan di organisasi tidak menghalangi tekadnya untuk terus berprestasi di akademik.

Dara manis yang kerap disapa Putmal ini mengangkat hambatan bahasa di pelayanan kesehatan sebagai ide karya tulisnya. Ia menilai, hambatan ini mampu mengancam keselamatan pasien karena mampu menimbulkan komunikasi yang buruk antara tenaga kesehatan profesional dan pasien.

Dari ide itulah, Putmal akhirnya mengusung untuk menciptakan suatu platform bernama Digital Local Language Interpreter (Dilan Interpreter). Platform ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan menurunkan angka insiden keselamatan pasien.

4.Putri Khumairotuz Zahra

Putri Khumairotuz Zahra, Mahasiswa Kedokteran Gigi 2017 ini mengangkat karies sebagai topik utama karya tulis ilmiahnya. Menurut Putri, anak usia prasekolah yang berusia 4-6 tahun menjadi kelompok yang rentan sebab mereka belum bisa merawat diri sendiri. Perilaku menyikat gigi yang belum benar juga memperburuk keadaan tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya pencegahan karies dari jenjang paling awal yaitu prasekolah. Putri menggagas program ABCD (Ayo Berantas Caries Dini). Program berbasis pendidikan formal akan terintegrasi dengan guru dan UPT Puskesmas untuk menginformasikan pentingnya menjaga kesehatan gigi.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Ditha Adinda

Content Writer. Are you the end of my prayer? Because Amen love with you. Hit me on: Ditha Adinda

0 Comments

Leave a Reply