Sejak pindah ke Depok, gue sering banget ngerasa sepi di kostan. Padahal di kampus ketemu temen, tapi begitu sampai kostan jadi terasa sepi dan sendiri. Sebenernya itu normal nggak, sih?

Pasti hal tersebut sering banget dialami oleh teman-teman anakUI yang berangkat merantau ke Depok, kuliah dan akhirnya tinggal sendiri. Apalagi, untuk teman-teman anakUI yang berasal dari luar daerah Jabodetabek dan tidak bisa sering-sering pulang ke rumah. Kalau lagi bengong di kamar kost atau asrama dan gak ada kegiatan, pasti suka tiba-tiba merasa kosong, sendiri dan kangen sama suasana di rumah atau homesick. Gak jarang, rasa kesepian kita kadang mengganggu produktivitas kerja kita loh, guys. Kita jadi males ngapa-ngapain, ketika nugas gak fokus, gak mood untuk beresin kamar kost atau bahkan beli makanan.

Sebenarnya, kok kita bisa ngerasa kesepian gitu, sih? Dan sebenarnya, kesepian itu normal nggak, sih? Gimana cara mengatasinya? Kali ini anakUI.com bakal bahas khusus untuk kalian anakUI yang berada di perantauan!

advertisement

Kesepian atau Loneliness, beda dengan Sendiri atau Alone

Are you feeling lonely? (Sumber: Ethics Daily)

Sebelum kita belajar tentang Kesepian, kita harus tau dulu kalau kesepian (loneliness) itu beda loh sama sendiri (alone) guys. Untuk kalian yang introver, pasti tahu rasanya lelah bersosialisasi dan mau me time atau waktu sendiri. Dengan waktu sendiri, kita bisa melakukan hal-hal yang kita sukai untuk refreshing. Makanya, kalau ada temen yang sering jalan sendiri, jangan langsung menyimpulkan dia kesepian ya, karena siapa tahu memang sendiri adalah hal yang menyenangkan bagi dirinya.

Terus, kesepian itu yang kayak gimana, dong? Kesepian atau loneliness itu terjadi jika kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial yaitu bersosialisasi tidak dapat terpenuhi. Makanya, orang yang merasa kesepian tidak selalu yang sedang sendiri di suatu tempat. Di tengah-tengah keramaian pun, jika orang tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhannya untuk bersosialisasi, orang tersebut bisa merasakan kesepian.

Apa sih, yang bikin kita merasa kesepian?

Setidaknya, ada empat faktor yang menyebabkan kesepian. Faktor pertama itu adalah masalah pribadi. Contohnya yang biasa kita alami adalah tinggal sendirian, gak punya pasangan (iya, jomblo juga salah satu faktor penyebab rasa kesepian, loh!), dan masalah pribadi lainnya.

advertisement

Kedua, transisi dalam kehidupan. Nah, yang ini pasti sangat terasa ketika kalian lulus dari SMA dan harus merantau untuk berkuliah sendirian. Transisi dari kehidupan SMA ke kehidupan kuliah yang serba mandiri tersebut bisa menyebabkan rasa kesepian loh, guys. Selain itu, hal lain misalnya kehilangan teman atau anggota keluarga juga bisa menyebabkan rasa kesepian.

Merantau untuk berkuliah merupakan hal yang paling sering membuat mahasiswa merasa kesepian. (Sumber: IDN Times)

Karakteristik pribadi dan kondisi kesehatan juga bisa menyebabkan rasa kesepian loh. Hal ini dikarenakan seseorang akan merasakan bahwa dirinya “berbeda” dari yang lain, misalnya menjadi minoritas dalam satu kelompok atau memiliki disabilitas fisik.

Nah, hal itu wajar, nggak? Dampaknya apa sih bagi kita?

Tenang guys, setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya kesepian. Sebenarnya, kesepian itu tidak secara langsung merupakan masalah kesehatan mental. Namun, kesepian tetap berhubungan erat dengan masalah kesehatan mental. Ketika seseorang merasa kesepian, hal ini dapat memicu terjadinya masalah kesehatan mental seperti anxiety atau kecemasan, depresi, dan ketika semakin parah dapat memicu risiko bunuh diri. Bahaya banget kan, guys.

advertisement

Sementara itu, kondisi kesehatan mental yang kurang stabil seperti harga diri rendah atau low self-esteem dapat menyebabkan terjadinya isolasi diri. Isolasi diri dapat menghambat hubungan sosial seseorang sehingga dapat menyebabkan rasa kesepian, guys. Kesimpulannya, kesepian yang dibiarkan berlarut bisa menyebabkan masalah yang lebih serius!

Terus gimana cara mengatasi rasa kesepian?

Tenang saja, guys. Kesepian ini dapat diatasi dengan melakukan hal-hal berikut. Pertama, kalian perlu membangun hubungan sosial yang baik dengan orang-orang di sekitar. Dan gak harus selalu face-to-face, loh. Ambil contoh, rajin-rajin berkabar ke keluarga dan teman-teman SMA di kota asal kita, supaya kita ingat selalu bahwa kita punya mereka di kehidupan kita.

Cobalah untuk sering menyapa teman-teman di kampus! (Sumber: IDN Times)

Lalu, lakukan kontak sosial dan bertemu orang baru di sekitar kalian. Contoh sederhana adalah menyapa PLK di pagi hari ketika mereka membantu kita menyeberangi jalan, ngobrol kecil dengan ibu kantin, dan sebagainya. Kalian juga bisa mencoba ikut kegiatan seperti UKM di kampus atau organisasi dan kepanitiaan untuk bersosialisasi, loh. Bertemu orang baru juga bisa dilakukan secara online melalui media sosial, namun harus selalu ingat untuk bijak dalam menggunakan media sosial, ya.

advertisement

Ikut kepanitiaan di kampus gak hanya akan meningkatkan softskillmu, namun juga menambah teman dan menghindari rasa kesepian! (Sumber: Jomblonity Blogspot)

Selain itu, jangan lupa untuk me-time dan hargai diri kalian sendiri dengan melakukan hal-hal yang kalian sukai seperti melakukan hobi atau jalan-jalan. Jika menurut kalian hal-hal tersebut masih kurang efektif, kalian bisa berkonsultasi di Badan Konseling Mahasiswa (BKM) UI yang ada di Klinik Makara UI dan menceritakan perasaan yang kalian alami kepada konselor.

Tapi kalau ada teman yang merasa kesepian, kita harus gimana?

Jika ternyata ada teman kalian atau orang terdekat kalian yang sedang merasakan kesepian, kalian juga bisa membantunya dengan keep in touch dengan mereka, seperti sekadar tanya kabar atau ajak makan siang bareng. Tunjukkan juga support kalian dan dengarkan ketika mereka ingin menceritakan perasaan mereka kepada kalian. Ingat, berikan ruang kepada mereka untuk bercerita dan jangan mengeluarkan perkataan yang malah membuat mereka semakin down, ya. Kalian juga bisa memberi saran-saran praktis seperti yang disebutkan di atas tadi loh.

Kesepian memang wajar dialami oleh seseorang, namun yang gak wajar adalah ketika rasa kesepian itu dibiarkan berlarut-larut sehingga menghambat aktivitas serta menimbulkan masalah-masalah baru lainnya. Makanya, kita harus paham gimana cara mengatasinya supaya bisa mengatasi rasa kesepian dari diri sendiri maupun teman di sekitar kita.

Remember, you are not alone!

Referensi:

Mind. (2013). How to cope with loneliness. United Kingdom: Mind. Retrieved from http://www.fundacion-salto.org/documentos/how-to-cope-with-loneliness-2013.pdf

Header image: opendoorstherapy.com