Tampak ketua Mapala UI saat ini, Firman Arif (FIB, 2012) berdiri di puncak Carstensz, Papua, salah satu gunung tertinggi di dunia (Firman menggunakan celana hijau). Dok.: Tim Fit@Fifty.

Tampak ketua Mapala UI saat ini, Firman Arif (FIB, 2012) berdiri di puncak Carstensz, Papua, salah satu gunung tertinggi di dunia (Firman menggunakan celana hijau). Dok.: Tim Fit@Fifty.

IMG-20150609-WA0004

Dok.: Tim Fit@Fifty.

Tembagapura, Mapala UI – Kutipan “Usia tidak menjadi halangan untuk bergiat” nampak cocok digunakan untuk teman-teman Fit@Fifty yang mendaki Puncak Carstensz pada awal bulan Juni lalu. Tim pertama –Tim Bravo– dari kelompok tersebut telah berhasil mencapai puncak Carstensz pada Sabtu, 6 Juni 2015 pukul 11.30 WIT. Menyusul Tim Bravo, tim kedua yang bernama Tim Zulu juga menjejakkan kaki di Puncak Carstensz pada Minggu, 7 Juni 2015 pukul 13.00 WIT.

Kelompok pendakian kali ini terdiri dari 14 orang, yang 11 orang diantaranya merupakan anggota Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) dan tiga lainnya merupakan teman-teman dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Tim Bravo terdiri dari tujuh orang yaitu Paido Panggabean (M-158-UI), Ade Rahmat (M-192-UI), Adi Seno (M-207-UI), Rahardjo Unggul (M-268-UI), Fandhi Achmad (M-658-UI), dan Tubagus Ryan Aronda (M-897-UI), dan Kuswanto Rahayu. Selain Paido Panggabean, anggota tim yang menetap di high camp Teras Besar (4.650 mdpl), anggota tim Bravo lainnya berhasil mencapai Puncak Carstensz.

Menyusul Tim Bravo, Tim Zulu yang terdiri dari Manogari Siahaan (M-250-UI), Agus Rajani (M-366-UI), Agung Sutiastoro (M-426-UI), Ridwan Hakim (M-863-UI),  Firman Arif (M-916-UI), Ari Nugroho, dan Nizar Suhendra berhasil sampai di Carstensz Pyramid pada Minggu, 7 Juni 2015. Sebelumnya, Tim Zulu bertemu dengan Tim Bravo di Teras Besar, sebelum Tim Bravo turun menuju base camp, karena tempat camp di Teras Besar yang akan dipakai oleh Tim Zulu untuk menginap di malam sebelum summit attack hanya cukup untuk tujuh orang.

Perjalanan dimulai pada Sabtu, 30 Mei 2015 ketika tim bertolak dari Jakarta menuju Papua. Perjalanan dilanjutkan dengan helikopter milik PT. Freeport. Pendakian baru dimulai pada 2 Juni setelah seluruh tim melakukan tes kesehatan, cek peralatan, dan persiapan lainnya.

Aktualisasi Diri

Kutipan “usia tidak menjadi halangan untuk bergiat” merupakan ungkapan yang tepat untuk teman-teman Fit@Fifty. Walau sebagian besar usianya telah mencapai angka 50, hasrat untuk bergiat di alam bebas dalam diri mereka seperti tidak ada habisnya. Di akhir 2014 lalu, mereka berniat mendaki puncak Chulu West (6.419 mdpl) dengan rute melalui Annapurna Circuit, meski tujuan mereka ke puncak harus tertunda karena terjebak badai salju. Selain itu Uhuru Peak yang menjadi puncak gunung Kilimanjaro pun pernah disambangi oleh mereka.

advertisement

Meski begitu, tidak semua anggota tim sudah berumur 50 tahun, sebut saja Firman dan Tubagus yang masih berusia 20-an, pendakian ini merupakan yang pertama bagi mereka.  “Seneng banget udah bisa sampe ke Carstensz. Kondisi fisik baik-baik aja,ga ada hambatan,” ujar Tubagus yang dihubungi melalui WhatsApp, Selasa lalu (9/6). Selain kedua anggota Mapala UI tersebut Ridwan yang telah dua kali berhasil di Puncak Carstensz pun usianya masih berkepala dua. Sementara itu, Fandhi Achmad atau akrab disapa Agi ini, juga telah berhasil menginjakkan kaki untuk ke delapan kali.

Untuk melakukan pendakian ke Carstensz Pyramid yang memiliki ketinggian 4.884 mdpl tentu membutuhkan persiapan yang ekstra. Sebelum berangkat pada Sabtu, 30 Mei 2015, para pendaki ini telah melakukan berbagai persiapan. Sebut saja joggingrutin, latihan jumaring, praktik tyrolean traverse, hingga latihan memanjat di tebing Citatah 125 pada akhir April dan tebing Parang pada pertengahan Mei.

Selain menjadi ajang aktualisasi diri, pendakian kali ini juga menjadi tempat berlatih bagi Fadhi Achmad yang akrab disapa Agi. Pada bulan Agustus nanti, Agi akan mengikuti Ultra Trail du Mont-Blanc (UTMB) dan menjadi wakil Indonesia di ajang lombaultra trail bergengsi di dunia tersebut.

Sebelumnya pada 15 Mei 2015 lalu, salah satu pendaki Mapala UI, Agam Napitupulu (M-183-UI), berhasil sampai di puncak Elbrus (5.642 mdpl) bersama dengan tim Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition dari Mahitala Universitas Parahyangan, Bandung.

Tim akan bertolak dari Timika pada 12 dan 13 Juni 2015 pukul 12.00 WIT, diperkirakan akan sampai di ibu kota pada pukul 18.00 WIB.

Salam,

advertisement

Humas Mapala UI

Irene Swastiwi Viandari Kharti (M-920-UI)

*) Tulisan juga dapat dilihat di http://mapala.ui.ac.id/?p=604

Untuk mencapai Puncak Carstensz, dibutuhkan kemampuan khusus karena untuk sampai kesana, pendaki harus menggunakan tyrolean traverse untuk membantunya menyeberangi jurang seluas 15 m. Dok.: Tim Fit@Fifty.

Untuk mencapai Puncak Carstensz, dibutuhkan kemampuan khusus karena untuk sampai kesana, pendaki harus menggunakan tyrolean traverse untuk membantunya menyeberangi jurang seluas 15 m. Dok.: Tim Fit@Fifty.

Dok.: Tim Fit@Fifty.

Dok.: Tim Fit@Fifty.

Dok.: Tim Fit@Fifty.

Dok.: Tim Fit@Fifty.



[reaction_buttons]