Aksi adalah sesuatu yang sangat tidak asing bagi para mahasiswa, terutama mahasiswa UI. Aksi memang tidak dituntut memberikan suatu perubahan. Akan tetapi, perubahan tidak akan terjadi apabila tidak ada aksi. Banyak sekali aksi yang diadakan oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa UI, seperti aksi setahun SBY-Boediono, penolakan penutupan pintu barel, hari pahlawan, dan lain-lain. Dalam hal ini, ada suatu pembahasan tentang aksi penolakan gedung baru yang diadakan di gedung DPR.

Pada tanggal 20 April 2011, aksi penolakan gedung baru DPR dicanangkan. Terlihat mahasiswa-mahasiswa yang sedang mengenakan jakun kuning berada di halte Psikologi. Mereka menenteng jakunnya untuk melakukan aksi dan bersiap-siap untuk berteriak sekencang-kencangnya di gedung DPR. Di halte Psikologi, banyak sekali mahasiswa yang sudah bersiap untuk aksi. Hal-hal seperti ini tidak biasa terjadi di kalangan mahasiswa UI. Biasanya, aksi hanya mampu menampung dua bis kota yang berisikan mahasiswa UI. Namun, aksi yang sekarang dapat menampung hingga enam bis kota yang berisikan mahasiswa UI, bahkan ada beberapa mahasiswa UI yang mengejar teman-temannya dengan menaiki kereta listrik. Para mahasiswa sangat menggebu-gebu untuk ingin ke gedung DPR tersebut.

Awalnya, bis kota menuju Salemba terlebih dahulu untuk menyusul mahasiswa UI yang berasal dari Salemba. Mereka juga beribadah ke Masjid Arif Rahman Hakim selagi menunggu mahasiswa UI yang berada di Salemba. Setelah itu, mereka, mahasiswa UI, pergi berbondong-bondong ke gedung DPR untuk menyampaikan aspirasi rakyat di mana rakyat sangat kesal terhadap keinginan anggota DPR yang kekeh untuk membuat gedung baru DPR.

advertisement

Akhirnya, para mahasiswa UI sudah hampir sampai di gedung baru DPR. Mereka bersiap-siap untuk aksi dengan berjalan terlebih dulu ke gedung baru DPR sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan, seperti totalitas perjuangan, buruh tani, dan lain-lain. Sesampainya di gedung DPR, terlihat seseorang naik ke atas mobil pickup dengan berorasi layaknya seorang pemimpin-pemimpin dunia. Mereka terus berorasi secara bergantian dengan ciri khasnya masing-masing. Mereka yang berorasi seperti ketua dan wakil ketua BEM, brigade, dan lain-lain.

Dalam hal aksi, terdapat banker yang berguna sebagai pelindung dari masa aksi. Banker ini menjadi pemicu utama dalam mesin pemanas dalam aksi. Pada saat itu, banker diletakkan di depan gerbang gedung DPR. Para banker sangat garang pada saat melakukan aksi di depan gerbang DPR. Mereka menendang, mendorong, dan menggeser gedung DPR supaya gedung itu dapat terbuka. Beberapa mahasiswa ada yang memanjat gerbang gedung DPR untuk menancapkan bendera yang menjadi simbolis aksi pergerakan mahasiswa. Mereka berjuang dengan sangat gigih dalam menyampaikan aspirasi rakyat.

Pada aksi penolakan gedung DPR, banyak polisi yang berada di sekitar para mahasiswa UI. Akan tetapi, para polisi itu hanya terdiam saja seperti tidak mendengarkan teriakan dari para mahasiswa. Mereka hanya bisa tertawa sambil bercanda bersama teman-temannya. Mereka tidak menghiraukan aksi para mahasiswa ini. Beberapa di antara mereka ada yang merokok sambil melihat para mahasiswa dengan penuh senyum yang ceria.

advertisement

Dalam aksi penolakan gedung baru DPR, terdapat para mahasiswa yang berasal dari luar UI, seperti UNJ, UIN, BSI, dan lain-lain. Mahasiswa UIN melakukan aksi dengan cara membuka baju yang bertuliskan tentang penolakan gedung baru DPR dalam tiap kata di setiap tubuhnya. Mereka melakukan aksi tidur di jalan. Kemudian, salah satu dari mereka berorasi tentang gedung baru DPR. Mahasiswa yang lainnya seperti UNJ, BSI, dan lain-lain bergabung bersama UI untuk bersama-sama melakukan aksi dalam meneriakkan gedung baru DPR.

Banyak sekali media yang menyorot tentang aksi ini. Beberapa media itu seperti Metro TV, TV One, dan berbagai media yang lainnya. Beberapa mahasiswa ada yang masuk Koran dan TV. Dalam aksi tersebut,terdapat juga tokoh politik yang turut berperan aktif di media masa. Beliau sedang berbicara kepada salah satu mahasiswa UI tentang aksi ini. Seorang mahasiswa UI ada juga yang sedang berdialog dengan wartawan tentang aksi ini sehingga dapat menimbulkan kesan yang baik akan aksi tersebut.

Pada saat aksi, terlihat berbagai ekspresi yang sangat beragam. Ada mahasiswa yang sangat serius dalam melakukan aksi. Ia terus berteriak dalam melakukan aksi tersebut. Ada mahasiswa yang hanya ingin bermain-main. Ia hanya ingin menendang-nendang gedung DPR yang megah sambil tertawa ria bersama teman-temannya. Ada mahasiswa yang hanya ingin melakukan foto-foto terhadap dirinya. Ia hanya ingin mengambil dokumentasi pada aksi tersebut. Ada mahasiswa yang hanya terdiam di saat aksi berlangsung. Ia merasa kelelahan karena terlalu banyak bergerak dalam melakukan kegiatan aksi. Hal-hal seperti itu sungguh sangat lucu apabila direkam menggunakan kamera.

advertisement

Pada saat akhir aksi, terdapat peristiwa klimaks yang menjadi puncaknya. Ketua BEM yang telah berdiskusi dengan para wakil rakyat, ternyata tidak dihiraukan perkataannya oleh wakil rakyat yang berada di dalam gedung baru DPR. Hal ini membuat kecewa para mahasiswa yang telah melakukan kegiatan aksi di gedung baru DPR ketika telah dibicarakan. Setelah itu, para mahasiswa menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa. Dalam penutupan aski, para mahasiswa menutup mata para wakil rakyat pada gambar baliho di depan gerbang pintu DPR. Semua mahasiswa melihat aksi ini dengan hati yang menyenangkan. Mereka merasa puas dengan melakukan aksi penutupan mata para wakil rakyat tersebut. Inilah yang menjadi puncak dari aksi penolakan gedung baru DPR.



advertisement