Saatnya Mengubah Paper Tugas Menjadi Portfolio Jurnal Ilmiah

Jika berpikir setiap paper yang dikerjakan hari ini hanya berakhir di meja dosen, maka kamu sudah melakukan satu kesalahan dengan menyia-nyiakan masa depanmu sendiri. Saatnya mengubah paper tugas menjadi portfolio jurnal ilmiah.


0
outline yang jelas bikin kamu dapat melihat relevansi tugas baru dengan tugas lama via syaifulmustaqim

Jika berpikir setiap paper yang dikerjakan hari ini hanya berakhir di meja dosen, maka kamu sudah melakukan satu kesalahan dengan menyia-nyiakan masa depanmu sendiri.

Setiap dosen pada dasarnya merindukan mahasiswa yang ketika mengerjakan tugas, dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh yang dimaksud di sini ialah bahwa mahasiswa tidak menganggap tugas yang diberikan sebagai sekadar tugas. Namun, sebagai ekstensi dari dirinya sendiri, sebagai karya yang akan terus ia dalam berkarier kelak. Dan inilah yang jarang ditemukan dalam kehidupan kemahasiswaan hari ini.

Pernahkah kamu berpikir, bahwa setiap paper yang kamu buat adalah hasil penelitian dan analisamu sendiri? Yang mungkin, bisa saja dikemudian hari dapat kamu kembangkan menjadi suatu buku yang bermanfaat bagi orang banyak dan juga menjadi portfolio berharga bagi masa depanmu sendiri?

Jika kamu menginginkan hal itu, maka sudah saatnya mengubah cara mengerjakan tugas paper ilmiah yang diberikan oleh dosen. Misalnya dengan memberikan ciri khas akan pandangan diri kita sendiri pada tugas yang diberikan. Akan ada pertentangan dari dosen dan teman-temanmu tentunya. Namun di sanalah tantangannya, karena dunia selalu ragu untuk menerima kebenaran baru, maka saatnya kamu memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain bahwa karya ilmiahmu patut dipertimbangkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Baik secara individual, maupun secara bersama-sama.

BACA JUGA: 5 Situs Ini Dapat Lancarkan Tugas Kuliahmu!

 

Planning

Bikin planning biar jadi lebih gampang dan fokus via ukmpenelitianuny
Bikin planning biar jadi lebih gampang dan fokus via ukmpenelitianuny

Untuk mengerjakan suatu tugas paper yang memiliki kapasitas dan kualitas yang sama atau setara dengan jurnal ilmiah, tentunya harus dipersiapkan dengan matang.

Salah satunya adalah dengan mengenal setiap persyaratan jurnal ilmiah yang relevan dengan penugasan paper yang diberikan kepada kamu. Selain itu, sudah saatnya untuk setiap penugasan yang diberikan kepadamu, kini dapat dikaitkan dengan topik-topik yang nantinya akan kamu bawa ke sidang skripsi dalam 2-3 semester ke depan. Hal ini dapat mempertajam kemampuanmu dalam menulis karya ilmiah untuk topik yang spesifik dan skripsimu kelak di kemudian hari bila tiba saatnya.

Dengan berpikir bahwa tugas papermu hari ini memiliki korelasi yang kontinyu dengan tugas-tugas berikutnya, maka kamu dapat membuat suatu outline dan kerangka berpikir yang jelas saat mengerjakan tugas-tugas yang akan datang. Kamu pun akan terhindar dari situasi mengerjakan tugas Sistem Kebut Semalam yang tidak efektif dan akan membuat tujuan kuliahmu semakin ngablu dan gak tentu arah.

 

Kesinambungan

outline yang jelas bikin kamu dapat melihat relevansi tugas baru dengan tugas lama via syaifulmustaqim
outline yang jelas bikin kamu dapat melihat relevansi tugas baru dengan tugas lama via syaifulmustaqim

Dengan membuat outline yang jelas pada setiap penugasanmu, kamu dapat dengan mudah melihat relevansi tugas baru dengan tugas-tugas papermu yang telah berlalu.

Dari sini, kamu bahkan bisa mengetahui kelebihan dan kelemahanmu dalam setiap paper yang kamu buat. Dengan mengetahui kelemahan-kelemahan yang kamu buat pada setiap tugas paper atau essay kamu, maka kemampuanmu untuk memerhatikan setiap detil pada penugasan paper akan semakin terasah dan membuatmu semakin jeli.

 

Gunakan Bahasa Sendiri

Setiap penugasan paper, selalu gunakan bahasamu sendiri via hipwee
Setiap penugasan paper, selalu gunakan bahasamu sendiri via hipwee

Seperti yang selalu ditekankan oleh dosenmu, dalam setiap penugasan paper, selalu gunakan bahasamu sendiri.

Dalam artian, penugasan papermu sebaiknya tidak menggunakan bahasa yang sama seperti yang tertulis oleh text book. Tatanannya formal, namun buatlah seolah-olah tulisanmu berdiskusi dengan pembacanya. Sehingga tulisanmu tidak hanya berisi tumpukan fakta dan data tapi juga memicu pembaca untuk menalar data dan fakta tersebut menuju kesimpulan yang sama dengan yang kamu tawarkan. Meski demikian, bebaskan juga pembacamu untuk berpikir kritis dan membantumu mempertajam masalah yang tengah kamu bahas dalam papermu.

Di setiap perguruan tinggi, kini dilengkapi sebuah software tertentu yang memungkinkan dosen untuk mengetahui apakah paper yang kamu buat memiliki konten yang asal copas alias plagiat dari sumber lain atau tidak. Menggunakan bahasa sendiri untuk menerjamahkan data dan fakta temuanmu tentunya akan membuat tulisanmu unik, berciri khas, dan terhindar dari tuduhan plagiarisme a.k.a contek mencontek.

 

Baca dengan Lantang

Membaca ulang paper akan bikin kamu mengenali kelebihan dan kekurangannya via Dodo Lantang
Membaca ulang paper akan bikin kamu mengenali kelebihan dan kekurangannya via Dodo Lantang

Membaca ulang paper akan bikin kamu mengenali kelebihan dan kekurangannya, serta dapat meningkatkan pemahamanmu akan tugas yang diberikan.

Namun, membacanya dengan suara lantang akan memberikan efek yang berbeda. Selain meningkatkan pemahaman, membaca dengan lantang juga dapat membuat kita menyadari hal-hal kecil yang terlewatkan. Baik itu titik, koma, ataupun hal kecil lainnya.

Sebagai side story, saat Katon Bagaskara menulis lirik lagu “Yogyakarta”, lagu itu tidak pernah dimaksudkan untuk menggambarkan kota Yogyakarta, melainkan hanya menggambarkan kehidupan perkotaan pada umumnya. Namun, saat ibunda membaca lirik tersebut dengan lantang, ia menyarankan Katon untuk megganti “suasana kota” menjadi “susana Yogya”. Akhirnya Katon mengganti judul lagunya menjadi “Yogyakarta” dan hits seperti yang kita kenal hari ini. Hal ini tidak akan terjadi, bila lirik tersebut tidak dibaca ulang dengan lantang. Pun demikian berlakunya dengabn karya tulis ilmiah apa pun yang akan kamu kerjakan.

 

Kesimpulan

Bikin kesimpulan emang pusing, tapi ini yang penting via sedanghangat
Bikin kesimpulan emang pusing, tapi ini yang penting via sedanghangat

Kebanyakan mahasiswa menulis kesimpulan hanya sebagai pelengkap alias formalitas basa-basi yang ditambahkan di halaman belakang. Tentu saja, itu terjadi karena kurangnya kemampuan mahasiswa tersebut untuk memahami isi dari penugasan paper yang dikerjakannya.

Well, jika serius mengerjakan papermu dan pengen papermu jadi bagian dari rencana hidupmu, maka bagian kesimpulan adalah bagian yang paling krusial dari keseluruhan papermu.

Di sinilah kamu menuliskan statement atas analisa dan studi yang kamu pelajari dari penugasan yang diberikan. Sebuah konklusi atas pemahamanmu yang juga akan menjadi cikal-bakal sebuah teori yang akan kamu ajukan kelak. Suatu percikan intelektual yang akan membuat dosenmu mempertimbangkan kemampuanmu untuk mendeduksi suatu permasalahan dan memahami setiap tantangan.

Dengan mengikuti pola penulisan seperti yang kami sarankan di atas, percayalah, kamu akan memiliki wawasan yang lebih menajam pada setiap penugasan yang diberikan dan kamu juga akan mendapatkan feedback yang konstruktif untuk setiap tugas paper yang akan kamu kerjakan. Ditambah lagi, kamu juga akan mendapatkan teman-teman baru untuk mendiskusikan hal-hal menarik lainnya—tentunya yang masih relevan dengan studimu.

Jika kamu setuju dengan rekomendasi kami, bagikan tulisan ini lewat Facebook, Twitter, dan LINE kamu sekarang!

Jika kamu memiliki pendapat dan saran yang konstruktif, feel free untuk menambahkannya melalui comment box di bawah ini.

It’s time to ignite our future with new way of study.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Admin anakUI.com
Semua postingan resmi dari anakUI.com, baik itu pemberitahuan, info, dan lain-lain, hanya diposting dari akun ini. Follow juga twitternya @anakuidotcom dan FB Fanpagenya.

0 Comments

Leave a Reply