Minggu kemarin saya baru saja terkena musibah tabrakan di KM Bogor. Dua motor di depan saya saling berbelok ke kanan dan ke kiri namun sayangnya keduanya tidak menggunakan lampu sein. Alhasil keduanya saling tabrakan dan naas tepat di belakang kedua motor yang saling tabrakan tersebut adalah motor saya.

Namun Alhamdulillah, saya masih bisa sedikit menghindar sehingga tidak menabrak orang yang kecelakaan di depan saya. Sempet kesal karena kecelakaan ini akibat keteledoran dari kedua pihak pengendara yang sama-sama berbelok yang satu ke kanan yang satu ke kiri namun sama-sama tidak menggunakan lampu sein.

Oke saya anggap pelajaran bagi saya saja dan tidak perlu kesal atas kejadian tersebut walaupun motor ikut sedikit lecet akibat kecelakaan dan kaki memar. Dua pengendara yang saling bertabrakan sama-sama seorang wanita. Sebelumnya saya pernah mengalami hal yang serupa ketika saya mengendarai mobil. Saat itu saya sedang menyetir mobil di daerah pasar minggu.

advertisement

Ketika saya lihat kaca spion, ada seorang pengendara motor wanita di sebelah kanan mobil saya dengan kecepatan yang sama, lalu tiba-tiba menyalip, dan berbelok ke kiri (hampir terjadi kecelakaan di sini jika saya tidak sigap dalam mengerem mobil pada saat itu). Sepertinya kita perlu kembali lagi mengingatkan terutama bagi pengendara mobil dan motor yang membaca artikel di AnakUI.com tentang keselamatan dalam berkendara.

1. Lampu sein jangan tertutup dengan Tas/Jaket pada saat boncengan!

Hindari lampu sein terhalang dengan Tas via maskurblog.wordpress.com

Hindari lampu sein terhalang dengan Tas via maskurblog.wordpress.com

Nah inilah salah satu hal yang sering saya temui tatkala pengendara motor berboncengan, terkadang mereka lupa bahwasannya tas atau jaket orang yang diboncengi menutupi lampu sein pengenedara motor itu sendiri. Alhasil ketika pengendara motor tersebut mau berbelok. Terjadi komunikasi yang salah antara pengendara motor satu sama lain. Di pihak pengendara motor yang satu bilang bahwa dia sudah nyalakan sein, akan tetapi di sisi lain pengedara lain tidak dapat melihat sein yang dinyalakan karena tertutup oleh tas/jaket orang yang diboncenginya. Biasanya ini cikal bakal kecelakaan di jalan. Ada yang pernah ngalamin hal serupa?

2. Jangan melawan arah / melawan arus!

Hargai hak pengendara motor yang lain dengan tidak melawan arus via bodats.wordpress.com

Hargai hak pengendara motor yang lain dengan tidak melawan arus via bodats.wordpress.com

Melawan arus atau melawan arah sekarang ini sudah bisa dijumpai di mana-mana. Ntah di kampus Universitas Indonesia sendiri maupun di tempat keramaian lainnya. Seperti tidak ada rasa takut atau malu melanggar. Pengemudi motor tipe ini sangat membahayakan pengemudi lainnya, sayangnya sedikit orang yang menegur sehingga mereka yang melanggar merasa seperti membenarkan tindakannya. Oleh karena itu, bagi mahasiswa yang melihat pelanggaran seperti ini di kampus maupun di luar kampus. Jangan sungkan untuk menegur mereka yang berbuat salah. Bagaimanapun tindakan melawan arus/melawan arah sangat membahayakan keselamatan pengendara itu sendiri maupun orang lain.

advertisement

3. Hati-hati ketika berbelok dan berhenti

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (a) via saft7.com

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (a) via saft7.com

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (b) via saft7.com

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (b) via saft7.com

Hindari Berbelok dengan tanda silang berwarna merah (c) via saft7.com

Hindari Berbelok dengan tanda silang berwarna merah (c) via saft7.com

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (d) via saft7.com

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (d) via saft7.com

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (e) via saft7.com

Hindari Berbelok dengan tanda silang berwarna merah (e) via saft7.com

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (f) via saft7.com

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (f) via saft7.com

Hindari Berbelok dengan tanda silang berwarna merah (g) via saft7.com

Hindari Berbelok dengan tanda silang berwarna merah (g) via saft7.com

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (h) via saft7.com

Berbeloklah mengikuti gambar yang bercentang hijau (h) via saft7.com

4. Waspada terhadap Tas yang diletakan di bawah kaki untuk pengguna motor matic!

Hati-hati dengan tas jinjing Anda via lensaindonesia.com

Hati-hati dengan tas jinjing Anda via lensaindonesia.com

Bagi wanita pengguna motor matic berhati-hatilah apabila sering menaruh tasnya pada tempat pijakan kaki atau menyelempangkan tas yang dimilikinya. Karena beberapa kasus penjambretan terjadi karena dua hal di atas. Pengalaman saya sendiri, pernah ketika saya pulang dari kampus sekitar pukul 21.30 di Jalan Juanda, Depok bertemu dengan seorang wanita yang menangis histeris karena tas yang dimilikinya dijabret orang. Paling aman memang jika menggunakan tas gemblok atau tas ransel jika menggunakan kendaraan umum atau motor. Apabila bagasi motor cukup muat untuk menyimpan tas. Ada baiknya memanfaatkan bagasi/box yang ada di motor agar lebih aman.

5. Hargai hak pejalan kaki dengan tidak menaiki trotoar/zebra cross

Di video memang pengendara mobil, namun pelanggaran dengan pengendara motor juga tidak kalah banyaknya. Mereka mencoba mengambil hak pejalan kaki dengan memotong jalan melalui ntah itu jembatan pejalan kaki, zebra cross, dan trotoar jalan. Ada baiknya kita mulai sadar bahwa untuk menjadikan suatu kota lebih tertata dengan baik. Tidak hanya sistem yang diperbaiki, namun manusianya juga perlu berbenah diri. Ya, Smart System and Smart People itu harus. 🙂

advertisement