Satu-satunya Politik yang Nyata Cuma “Politik Kesehatan”


0
sumber gambar: Pink Sherbet Photography on flickr
sumber gambar: Pink Sherbet Photography on flickr

“To produce polio vaccine is a technology, to bring the vaccine to the mouth of the under five childrens, is a politics

[Health Politics, Prof.DR(HC) Dr. Uton Muchtar Rafei, MPH]

Health Politic..Saya rasa inilah politik yang tepat, setelah berkelana ngobrol sana sini tentang politik.. entah itu politik kampus, dakwah politik, politik partai, loby birokrasi, adu domba golongan kanan..kiri..atau yang sok netral, bahkan yang terang2an benci politik. Mereka semua cuma bisa ngomong, pinter ngomong dan beretorika untuk meraih jabatan kekuasaan pada akhirnya.

Setelah itu apa? Setelah punya kekuasaan malah bingung mau ngapain, nggak punya program yang jelas..menempatkan staf2 hanya berdasarkan loby politik..bukan karena skill(gue udah bantu lu buat menang..jadi jatah gue mana? Sebagai wujud terimakasih elu lah). Bullshit!!

Satu-satunya politik yang saya sepakati hanyalah ini..politik untuk kesehatan, bagaimana elu bisa meloby dan meyakini orang-orang untuk mau memberi anggaran dan menyetujui program-program kesehatan yang udah lu susun. Bahkan untuk membujuk WHO agar mau merekomendasikan vaksin penyakit flu burung pun dibutuhkan loby politik internasional yang mumpuni.

At least, kepiawaian berpolitik seperti ini yang sebenernya gue rindukan..benar-benar nyata. Nyata untuk rakyat miskin yang bahkan udah punya kartu askes sekalipun tetep aja dipersulit atau bahkan ditolak untuk mendapat hak penyembuhan di rumah sakit manapun. Mereka punya asuransi kesehatan tapi sebenarnya tak ada yang mau “mengasuransikan” kesehatan mereka. Duit, duit!! Kesehatan itu mahal Bung!! Makanya wahai aktivis politik…kenapa begitu susah untuk meloby anggaran kesehatan yang akhirnya bisa lu pake buat menutupi kekurangmampuan rakyat lu sendiri??!!

Kenapa lebih gampang ngeluarin duit trilyunan rupiah buat kertas suara dan kotak pemilu?(Padahal ujung2nya ditilep juga), kenapa? Karena itu untuk proses meraih kursi jabatan makanya kalian royal ngasih anggaran pemilu? Duhai sayangku, sungguh miris. Kalau sudah begini, biarlah generasi saya yang memperbaikinya. Cuma ingin bilang ke temen2 yang katanya sedang belajar “berpolitik” untuk kebaikan. Jangan ulangi kebobrokan yang telah lalu…. Supaya nggak ada lagi yang ngomong bullshit!! di generasi mendatang. Kalo jaman sekarang kata orang politik pencitraan itu lagi ngetrend, omong kosong. Politik pencitraan yang tidak diimbangi dengan kualitas dan ketanggapan mencari solusi masalah rakyat dengan cepat hanyalah sampah!!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Noti

2 Comments

Leave a Reply

  1. Mungkin sebaiknya lebih dielaborasikan secara mendetail, apa dasar ontologi dari politik kesehatan itu. Bagaimana deskripsi sekaligus praktiknya dalam kehidupan masyarakat.

    Jika anda berfokus pada masalah anggaran kesehatan pemerintah ataupun lembaga-lembaga internasional, saya kira itu lebih pantas untuk dapat kita sebut politik anggaran ataupun politik kebijakan publik.

    Sebaiknya anda memperdalam bahan, referensi, perbincangan berkaitan tentang isu yang anda minati tersebut secara tepat.

    Berhati-hatilah dengan rumor, dogma, ataupun juga gagasan yang sebetulnya masih jatuh pada logika retoris saja.

    Selamat berjuang. Kenalilah dengan baik kategori dasar dan ontologisnya tentang manusia juga kesehatan. Sebelum anda mengemukakan udar gagasan kesana kemari yang berakhir juga dengan (maaf) sampah.

    Salam

    gerakan.kemanusiaan@gmail.com