Sekali ‘Nyemplung’, Kepalang Basah, Ayo Keringkan Sendiri Juga!


0

Sudah tidak asing dengan peribahasa ini bukan:  Mulutmu, Harimaumu….

Yak, dan di jaman global dan serba hi-tech ini, peribahasa ini dapat dikembangkan menjadi: “tweetmu, harimaumu” atau “postinganmu, harimaumu” . Setuju? 😉

Jadi kira-kira saya sudah cukup siap ketika akan menulis postingan ini untuk pertama kalinya di website kesayangan anak-anak UI (selain academic.ui.ac.id) demi mencoba peruntungan mendapatkan tiket Fantasi KPOP Jakarta.

Alasan kedua adalah saya ingin mengingat-ingat lagi momen yang membuat saya semakin dekat dengan akun twitter @anakuidotcom dan bikin saya betah jadi follower-nya.

Here the story goes…

Beberapa waktu yang lalu ada satu postingan di anakUI.com yang agak membuat saya kind of irritating even with the title *karena saya pertama bacanya di twitter*. Pas dibuka, woalah dalah dalah bener-bener cukup membuat saya pengen ketemu sama penulis postingannya dan membuka isi otaknya kala itu (ceritanya masih emosi). Sebelumnya saya mohon maaf karena saya sudah lupa dengan pasti judul postingannya apa, tapi kira-kira begini:

Anak FIB tidak sanggup dengan adanya MPKT-B

dan isinya kira-kira menyangkut tentang pendapat dia dan temen-temen sekelasnya mengenai MPKT-B bahwa menurut mereka, MPKT-B ini bikin anak FIB kesusahan, tidak bisa mengikuti, dan ga sesuai dengan otak anak FIB.

Yang membuat saya sempat emosi dan tidak terima dengan tulisannya adalah poin-poin berikut ini:

1. Penulis terlalu men-generalisasi (opini dia dan teman-teman dikatakan sebagai “anak FIB” which is kalo kayak gitu menyangkut semua angkatan mahasiswa aktif di FIB).

2. Penulis adalah (dengan segala hormat saya sebutkan) salah satu mahasiswa filsafat 2010 yang notabene-nya masih terhitung maba dan tahu tidak lebih banyak dengan mahasiswa aktif FIB yang sudah lebih dulu ada di fakultas tersebut.

3. Judul postingan yang terang-terangan terlalu kontroversial dan dapat berakibat peng-underestimate-an mahasiwa lain terhadap anak FIB.

4. Penulis seolah tidak mau berusaha dengan hal dan ilmu baru padahal judul fakultas tempat bernaungnya saja “Fakultas ILMU PENGETAHUAN dan Budaya”

Saya ingat betul bagaimana kala itu tweet saya pun langsung dibalas oleh admin @anakuidotcom (agak bangga juga sih) tapi yang bikin saya kaget adalah sepertinya situasi semakin memanas karena ditambah dengan bumbu-bumbu teman-teman FIB saya, tidak hanya yang satu angkatan saja, yang me-RT tweet protes saya pertanda setuju dengan pendapat saya. Masalahnya, gak ada yang bantu mem-back up saya saat itu -_-. Namun setelah beberapa tweet akhirnya ada juga beberapa teman saya yang membantu untuk memperkuat argumen saya terhadap postingan tersebut dan singkat kata akhirnya masalah ini selesai *walaupun waktu menyelesaikannya gak singkat juga sih :p*

Tapi tenang, menurut saya anakUI.com tidak terlalu salah dengan kejadian ini karena:

Tweet-tweet akun @anakuidotcom adalah bisa dikatakan ‘otomatis’ muncul setiap ada update-an baru di web *jadi wajar*

Namun seharusnya ada penyaringan lebih lanjut lagi tentang postingan yang ada, dilihat apakah postingan tersebut terlalu judgemental atau tidak agar tidak menjadi tweetmu, harimaumu dan postinganmu, harimaumu yang dapat memakan kamu habis 😉

Dengan adanya kejadian tersebut saya pun dapat belajar bahwa di dunia ini benar-benar kamu harus mempertanggungjawabkan apa perbuatan kamu, tidak boleh lari dari masalah, sampe kamu menyelesaikan masalahmu sendiri. Saya ambil contoh dari diri saya sendiri. Awalnya saya agak takut dengan tweet protes saya karena kok jadi bikin panas, tapi saya ingat dengan peribahasa yang saya bikin sendiri “sekali nyemplung, kepalang basah, ayo keringkan sendiri juga“. Saya harus berani tetap stick together dengan masalah yang saya timbulkan sampai masalah tersebut selesai. Cukup bertanggungjawab bukan? Sudah cukup mewakili mahasiswa world class university belum? hehe. Kalau Adele di dalam lagunya Turning Tables bilang “Next time I’ll be braver, I’ll be my own savior“, untuk kasus ini saya bisa bilang kalau saya sudah menjadi “my own savior because I brave enough to face the problem” dan dengan pemikiran inipun pada akhirnya ada pula teman-teman yang membantu saya karena saya percaya dengan apa yang Ralph Waldo Emerson katakan, “Once you make a decision, the universe conspires to make it happen.” Pada akhirnya, selalu saja akan ada yang membantu kamu, siapapun itu. So, jangan takut menghadapi masalah apapun, even masalah yang kamu tidak sengaja timbulkan sendiri.

Akhir kata, walaupun selalu ada pro-kontra dengan apapun yang kita kata, namun setidaknya kalian dapat tetap tersenyum menghargai pendapat orang tersebut karena Being nice to someone you don’t like isn’t being fake. It’s called growing up. Just like I did, just like anakUI.com did to me, and maybe just like you also do to me.

Prove that we are college students who have been growing up because we’re different from others, we’re UI-ers, the world class university’s students. 😉

Lomba anakUI.com berhadiah tiket Jakarta FantastiKpop ini didukung oleh Plasa.com. Informasi tentang konser dan pembelian tiket konser Jakarta FantastiKpop bisa dilihat di website ini: http://ticket.plasa.com/fantastikpop. Ayo ajak teman-temanmu penggemar KPOP buat nonton bareng!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
yolanryan

7 Comments

Leave a Reply

  1. @achmad oh bukan yg itu, kalau yg pas itu saya komen adalah yg ditulis oleh anak filsafat 2010

    @manusia haram saat itu pas saya membacanya, ya interpretasi saya dan bbrp tmn2 seperti itu, krn penulis tsb terkesan men-generalisasi tanpa benar-benar ada bukti yg akurat 🙂

    @semua yg baca ya pro-kontra itu selalu ada, begitupula dgn tulisan saya ini, maaf kalau ada yg tdk berkenan, saya hanya ingin men-sharingkan pemikiran saya agar tidak sepintas lalu menjadi kenangan yg tidak pernah terungkap 🙂

  2. Sebentar. Sebentar.
    Ada dua yang tidak kusetujui.

    Pertama: pernyataan “Namun seharusnya ada penyaringan lebih lanjut lagi tentang postingan yang ada, dilihat apakah postingan tersebut terlalu judgemental atau tidak agar tidak menjadi tweetmu, harimaumu dan postinganmu, harimaumu yang dapat memakan kamu habis”

    Saya kutip lagi pernyataan dari anakui.com. “anakUI.com tidak akan mengedit, mensensor atau menghapus diskusi yang ada, kecuali informasi tersebut bersifat: fitnah terhadap personal, menyinggung SARA, atau mengandung kata-kata kasar (tidak senonoh) “.

    Postingan yang dimaksudkan tidak mengandung hal-hal tersebut jadi kurasa masih dalam batas kewajaran untuk dimuat.

    Ayolah, misalkan ada rakyat mengeluh susah cari kerja. Masa kalau kalian jadi pejabat, kalian akan menganggap rakyat tersebut merusak nama baik negara? Yang kalian lakukan adalah mendekati dan memberi pengertian pada rakyat tersebut.

    Pernyataan kedua yang membuatku keberatan:
    “yang notabene-nya masih terhitung maba”.

    Ini adalah mental senioritas yang harus diubah. Salah satu kekuatan anakui.com adalah menghapus sekat-sekat ini.

    Benar, si maba melakukan kesalahan generalisasi. Namun, daripada marah karena menganggap maba merusak nama baik, seharusnya justru disemangati. Misalnya, “ayolah Dik.. gampang kok. Gak usah patah semangat begitu. Yang lain bisa kok”.

    Apa kalian suka, kalau demonstrasi menentang kebijakan, kalian dijawab kurang lebih begini oleh pejabat bersangkutan, “kalian tuh belum pernah berkecimpung di dunia ini, belum tahu apa-apa?”

    Gak usah heran kalau tiba-tiba ada tulisan macam-macam dari maba. Mereka masih muda, masih semangat untuk nulis. Justru yang tua yang harus belajar memahami dan membimbing bila yang muda salah.

  3. @kunderemp iya terimakasih atas masukannya, sekali lagi itu kan dari kacamata saya sebagai mahasiswa FIB yang kala itu merasakannya ya seperti apa yang saya tulis di atas..

    dan untuk pernyataan yang kedua, iya saya sudah membicarakan dgn pihak yg bersangkutan juga, baiknya seperti apa, begitu pula dengan kegiatan menyemangati para junior, oleh karena itu saya bilang juga kan bahwa masalah ini sudah selesai 🙂

    1. [OOT]
      ini kamu posting komentarnya dari PC atau dari hape nih?

      kalo dari PC, buat reply komentar, bisa mencet tombol reply di kanan atas komentar yg mau direply, nanti munculnya kaya begini 😛
      [/OOT]