Sepenggal Kenangan Saya Sebagai Murid tentang Almarhum Prof. Dr. Widjojo Nitisastro


0

Selesai pelantikan sebagai mahasiswa baru UI yang dilaksanakan berbarengan dengan upacara peletakan batu pertama sekaligus batu terakhir rencana pembangunan kampus baru UI di Ciputat oleh alm. Presiden Soekarno (angkatan terakhir yang dilantik oleh beliau); Maka perkuliahan pun dimulai yang didahului dengan kuliah umum tentang, Ekonomi terpimpin Indonesia yang diberikan oleh Prof. Dr.Widjojo Nitisastro (almarhum).

Bagi saya pribadi itu adalah satu-satunya kuliah yang saya ikuti ditahun pertama bergabung dengan FE UI; karena setelah itu keadaan kacau, saya mengalami geger budaya , pulang ke Muara Bungo Jambi baru kembali lagi sekitar april 66 untuk siap-siap kuliah ternyata kuliah yang biasanya sekitar bulan Juli diundur jadi Januari 1967.

Yang saya ingat dari kuliah umum pertama itu adalah prolognya “Beliau mengungkapkan setiap realita itu kompleks, betapapun sederhananya sebuah realita dia tetap disebabkan oleh Prima Causa dan beberapa secondra causa lainnya (saya jadi teringat karangan Ashadi Siregar yang didalamny ada penggalan cerita tentang seorang anak jalanan yang meninggal karena kesenggol angkot di jalan raya Jogya sana: yang dimulai dengan kegalauan dan kelalaian sang anak, kurang trampilnya pengemudi, kecerobohoan pengendara sepeda motor yanga nyelonong seenake dewek bikin kagok sang supir, keacuhan masyarakat sekitar kejadian, sikap dan perilku rumah sakit dalam menerima pasien kaum dhuafa, tenaga medis yang tidak professional sampai peralatan rumah sakit yang kurang memadai); Begitu banyaknya rangkaian sebab yang mengakibatkan meninggalnya seorang nak jalanan.

Kisah tersebut dapat di analogikan dengan kelahiran yang namanya “Ekonomoi Terpimpn Indonesia”; Baru akhir-akhir ini saya sadari bahwa kita harus membedakan antara fakta dan problema ekonomi terpimpin waktu itu adalah fakta bukan problema, problem ┬ákita sebagai ekonom adalah bagaimana menjadikan ekonomi terpimpin itu untuk mencapai tujuan ilmu ekonomi.

Karena saya mengambil Studi Akuntansi(terpaksa untuk yang sekolah lanjutannya dari Smea jurusan Tata Buku); maka saya hanya berkesempatan dua kali saja mengambil kelasnya Pak Widjoyo yaitu “Pengantar Ekonomi A danPerekonomian Indonesia”.Karena kesibukan beliau sebagai Arsitek sekaligus koordinator pelaksanaan pembangunan ekonomi diera Orde Baru, maka beliau hanya hadir dikelas beberapa kali saja, biasanya kurang dari 50%.

Dihari pertama kuliah Pengantar Ekonomi A, saya baru mengetahui bahwa beliau bisa menulis sama baiknya dengan menggunakan tangan kiri atau tangan kanan, jika catatan yang ada dipapan tulis mulai teralingi oleh badan maka belia akan bergeser kekanan dan mulai menulis dengan menggunakan tangan kiri sehingga proses penyalinan catatan oleh mahasiswa bisa berlanjut tanpa gangguan; Inilah contoh konkrit pengggunaan teori “nilai guna dan daya guna atau efektif dan efesien”.

Diakhir kuliah pertama ada kesimpulan yang nantinya akan di segarkan di awal kuliah kedua. Diakhir kuliah kedua ada rangkuman kesimpulan kuliah pertama dan kedua yang akan kembali diingatkan diawal kuliah ketiga, yang kemudian ditutup dengan rangkuman kesimpulan kuliah pertama, kedua dan ketiga. Diawal kuliah keempat direfresh rangkuman kuliah yang lalu dan ditutup dengan rangkuman kuliah kedua, ketiga dan keempat; Pola ini berlanjut terus, sehingga kita yang sedang-sedang saja serius belajarnya sudah merasa menguasai materi kuliah dan siap ujian kapan saja.

Tapi begitu ujian dan kita membaca soal yang dibagikan maka semua yang kita ingat tentang kuliah( bagi mahasiswa yang sangat serius sekalipun) jadi tidak berarti;Karena soal yang ditanyakan Apa defenisi ilmu ekonomi menurut kamu dan disuruh memilih antara konsep atau approach 2 ahli ekonomi tentang pembangunan regional umpamanya, yang menjawab si A atau si B bisa dapat nilai sangat tinggi dan sangat rendah yang nilainya ditentukan oleh argumen anda tentang pilihan bukan siapa yang anda pilih.

Kuliah “perekonomian Indonesia” adalah kuliah paling exciting yang saya ikuti di FE UI saya sampai berucap kalaulah semua kuliah untuk setiap mata ajar yang diberikan setara kwalitasnya dengan kuliah tersebut maka saya bersedia mengikuti semuanya dan tak perlu diberikan Izazah(ucapan ini timbul setelah mendengar sambutan Retor UI Prof.Dr.Ir.Soemantri Brojonegoro di upacara Wisuda “UI.ini terkenal sebagai centre of excelent pusat manusia pilihan tapi sesungguhnya apa yang kamu peroleh disini tak lain tak bukan hanyalah Analytical tools saja untuk terjun ke masyarakat nan merupakan perguruan tinggi sejati yang abadi cukuplah hari ini saja kamu saya berikan izazah dan saya pakaikan toga agar para hadirin tahu bahwa kamu seorang sarjana;Untuk masa-masa selanjutnya: Berpikir, Bertindak dan Bersikaplah sebagai seorang sarjana jangan sampai kau harus menunjukkan Izazhmu mempertontonkan Togamu agar orang tau kau seorang sarjana”. Setelah pak Widjoyo ┬ámemberikan pengantar tentang satuan acara perkuliahan, yang didahului dengan menggambarkan secara umumseluruh sektor dan aspek perekonomian dan ditutup dengan penjelasan bahwa apa yang nanti kita pelajari adalah apa dan bagaimana praktek pelaksanaannya di Indonesia yang akan disampaikan oleh yang bersangkutan (sebagai dosen tamu);Karenanya untuk sektor moneter dan perbangkan kuliah diberikan oleh Dr.Adrianus Moy. Pengaruh faktor-faktor non ekonomi dalam pembangunan ekonomi disampaikan oleh Dr.Soejatmoko yang merupakan pakar sekaligus pelaksana dibidangnya, minimal dosen tamu yang dihadirkan setingkat deputi mentri yang masing-masing membawa dan memberikan makalah bahkan banyak ysng membawa dua makalah sekaligus.

Itulah antara lain kenangan saya. Selamat jalan pak Prof. Dr. Widjoyo Nitisastro insyaAllah niti amal ibadah Bapak juga berjaya di dunia sana Amiin ya Rabbul’alamiin.

 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
djaharuddin ilyas
terdaftar tahun 65, kuliah tahun 67 bareng Prof Priyono, jusuf subianto, charul amachi dll. eh selesainya tahun 86, setelah Ayah meninggal awal 73 transisi dimulai akhir 73 ibu nyusul tinggal bersama kemudian disusul 3 orang keponakan; feb 77 menikah feb 88 dhaniel ilyas nongol untung aja dia nggak nongol okt 77 hehehe berturut turut nyusul 3 adiknya mei 81, maret 83 dan mei 85. 85 kembali kekampus karena pemberlakuan sks murni dimulai selesai akhirnya selesai juga 86 berkah kebijakan cuci gudang utk old fashion inventory hahaha last but not least ragille nongol nov 88.

0 Comments

Leave a Reply