Setelah lulus, kamu akan dihadapkan dengan begitu banyak pilihan industri, perusahaan, dan pekerjaan. And here comes the dilemma most fresh graduates face these days: should I work at startup or large corporation?

Sebelum mengambil keputusan hanya berdasarkan tren atau ikut-ikutan teman, simak dulu perbedaan bekerja di startup dan corporate world berikut ini.

BACA JUGA: 4 Pertanyaan yang Biasa Ditanyakan di Wawancara Magang

 

Jika kamu bekerja di perusahaan besar via bursakerjabumncpns

Jika kamu bekerja di perusahaan besar via bursakerjabumncpns

Bekerja di perusahaan besar berarti….

  1. Peran dan tanggung jawab yang kamu pegang lebih terfokus. Di perusahaan besar, kamu akan langsung memegang role yang spesifik, seperti marketing, human resources, operation, finance, dan lain-lain. Dengan fokus di satu bidang, pekerjaanmu akan membekalimu dengan skill dan keahlian di bidang tertentu. Hal ini bagus jika kamu memang sudah tahu dan yakin role apa atau karier seperti apa yang memang ingin kamu tekuni.
  2. Kamu mendapatkan brand recognition dari perusahaan tempat kamu bekerja. Jika kamu bekerja di perusahaan besar dengan produk atau layanan yang telah dikenal reputasinya selama bertahun-tahun, maka hal tersebut akan otomatis meningkatkan kredibilitasmu. Jika kamu suatu hari mencari pekerjaan baru, maka rekruter akan lebih mudah mengenalimu dari korporasi tempat kamu bekerja.
  3. Kamu tidak perlu khawatir akan kompensasi dan career path. Perusahaan besar pasti akan memberikan benefits yang menguntungkan untukmu. Tidak hanya mendapat gaji, kamu juga akan mendapatkan tunjangan dan fasilitas lainnya seperti asuransi, liburan, dan training secara berkala untuk professional development.

 

advertisement

Bekerja di startup berarti…..

Bekerja di startup berarti via harukaedu

Bekerja di startup berarti via harukaedu

  1. You’re essential to the company. Setiap hal yang kamu lakukan dan keputusan yang kamu ambil akan berpengaruh besar terhadap perusahaan. Kabar baiknya adalah jika kamu punya ide-ide untuk kemajuan perusahaan, maka di startup kamu akan punya kesempatan mengeksekusi ide tersebut. Namun, di sisi lain, kamu tidak boleh lengah sama sekali dalam melakukan pekerjaan, karena satu kelalaian bisa berakibat besar untuk startup tempatmu bekerja.
  2. Kamu belajar dengan cepat. Di startup, kamu akan involved dengan proses membangun produk atau proses dari awal. If something fails or doesn’t work, kamu juga akan dipaksa untuk melihat apa yang salah untuk kemudian mengoreksi atau mengubahnya. It’s a steep learning curve at startups. Dinamika yang ada akan memaksa kamu untuk terus growing setiap harinya. Hal ini terutama cocok untuk kamu yang ingin memiliki bisnis sendiri suatu hari nanti.
  3. Hari-harimu lebih fleksibel. Walaupun beban kerja di startup cukup demanding, tapi biasanya startup mengizinkan kamu bekerja remote dari rumah atau luar kantor. Kamu juga tidak harus mengikuti aturan 9 to 5 setiap harinya, karena yang paling penting adalah kamu menyelesaikan pekerjaanmu dan mencapai target. Selain itu, kamu juga tidak perlu memakai pakaian formal. T-shirt, jeans, and sneakers are allowed.

Jadi, startup atau corporate job? Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Kembali lagi, tujuan pribadimu dan kecocokan kamu dengan budaya kerja adalah faktor yang harus dipertimbangkan.

*Artikel ini merupakan kontribusi dari Bukapintu.co, online platform untuk mahasiswa dan fresh graduates mencari magang dan kerja serta belajar tentang karier dan budaya perusahaan.