Skrining Penyakit Tidak Menular Pakai mCARE Buatan FIK UI yuk!

Dosen FIK UI mengembangkan aplikasi mCARE sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat. Aplikasi yang khusus diperuntukkan untuk perangkat Android ini mampu mendeteksi dini terhadap faktor risiko yang menjadi pencetus penyakit tidak menular.


0

Anak UI, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah masalah kesehatan. Seperti yang kita tahu, belakangan ini dunia digemparkan dengan pandemi COVID-19 yang menyebar ke berbagai negara. Berbagai kebijakan dikeluarkan, mulai dari pembatasan izin bepergian ke luar negeri, hingga berfokus padap penanganan kesehatan.

Tak hanya COVID-19, Non-communicable Disease (NCDs) atau penyakit tidak menular juga tak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Pada 2015, terjadi 56 juta kematian di seluruh dunia, yang mana 40 juta diantaranya disebabkan oleh NCDs.

Nah, tahukah Anak UI bahwa NCDs ini juga disebut sebagai “the invisible epidemic” lho! Hal ini dikarenakan perkembangan penyakit dalam waktu yang lama sehingga menghambat perkembangan ekonomi suatu negara. Tentunya hal ini merugikan negara itu sendiri dong!

Di Indonesia sendiri, penyakit tidak menular terbanyak yang dialami masyarakat adalah penyakit jantung koroner. Oleh sebab itu, dibutuhkan kesadaran dari tiap masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular.

Berbekal dari latar belakang di atas, Hening Pujasari, S.Kp., M. Biomed., MANP., Ph.D, dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) tergerak untuk mulai mengembangkan aplikasi yang diberi nama mCARE sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat.

Aplikasi yang khusus diperuntukkan untuk perangkat Android ini mampu mendeteksi dini terhadap faktor risiko yang menjadi pencetus penyakit tidak menular. Kontennya berisi tentang pola hidup sehari-hari, seperti aktivitas fisik, merokok, pola tidur, konsumsi alkohol, dan beberapa item lainnya.

Hening, ketua tim pengabdian masyarakat (pengmas) dari FIK UI, bersinergi dengan beberapa dosen dan mahasiswa FIK UI, bekerja sama dengan mitra dari Posyandi di daerah Kukusan, Depok. Ada tiga posyandu yang terpilih sebagai user mCARE, yakni Posyandu Anggrek, Posyandu Flamboyan, serta Posyandu Wijayakusuma.

Pemilihan posyandu ini tak asal-asalan lho, Anak UI! Posyandu ini dipilih karena tiap posyandu memiliki kader untuk melaksanakan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) setiap bulannya. Nah, UKBM ini diperuntukkan oleh, dari dan bersama masyarakat, agar masyarakat semakin berdaya dan mudah dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Selain itu, ketiga posyandu ini juga telah menerapkan teknologi sistem informasi dalam sistem administrasinya.

Pengenalan aplikasi mCARE yang dilakukan secara daring ini dihadiri oleh 22 peserta yang merupakan kader dari tiga posyandu tersebut. Nah, pengenalan dimulai dengan cara memberikan ID kepada para kader untuk meminimalisir kesalahan dan perubahan data. Setelah itu, para kader akan mengisi pertanyaan selama 10 menit.

Rasa antusias terlihat dari banyaknya pertanyaan dan komentar yang dilontarkan oleh para kader di tiga Posyandu tersebut. Contohnya Ibu Ryani, selaku ketua dari kader Posyandu Flamboyan Kukusan, Depok. Ibu Ryani melontarkan beberapa pertanyaan, misalnya “apakah ini perlu diisi setiap hari? Apakah aplikasi ini dapat diisi oleh semua ibu kader?” dan beberapa pertanyaan lainnya.

Berbeda lagi komentar dari ibu Mul yang memberikan testimoni terkait penggunaan mCARE.

“Ternyata mengisi aplikasi mCARE ini mudah, dan diisi hanya pada saat posyandu saja,” cetusnya.

Untuk saat ini, screening mCARE hanya dapat dilakukan oleh petugas kesehatan ataupun ibu-ibu kader posyandu terkait. Nantinya, lewat pengembangan aplikasi ini, mCare bisa dipergunakan oleh masyarakat luas sebagai self screening.

Dari pengenalan ini, ada beberapa target yang ingin dicapai oleh tim pengmas. Diantaranya adalah: mengurangi sepertiga dari kematian dini yang disebabkan oleh penyakit tidak menular melalui tindakan pencegahan dan pengobatan, serta menaikkan kesehatan mental dan kesejahteraan.

Pertemuan daring ini ditutup oleh sesi foto bersama dan penjadwalan evaluasi tentang kelebihan dan kekurangan aplikasi mCARE. Pastinya akan ada tindaklanjut serta kunjungan ke posyandu akan dilakukan oleh tim pengabdi untuk memastikan kelancaran aplikasi mCARE. Kita doakan semoga inovasi buatan FIK UI ini lancar tanpa kendala ya, Anak UI!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Ditha Adinda

Content Writer. Are you the end of my prayer? Because Amen love with you. Hit me on: Ditha Adinda (Vokasi, Administrasi Rumah Sakit 2017). Baca artikel Ditha Adinda lainnya.

0 Comments

Leave a Reply