Ssst, Ada Tanda Tangan Palsu di Pemira UI!


0

Pasal 263 KUHP

(1) Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

Bagaimana menurut Anda apabila ada kandidat Pemira UI yang memalsukan tanda tangan di lembar dukungannya???


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
dnay

38 Comments

Leave a Reply

  1. Wah parah banget tuh.
    Mau itu calon ketua bem, wakil ketua bem, mwa, maupun dpm g pantes maju kl terbukti tanda tangannya palsu. Mereka itu calon-calon pemimpin kampus paling besar di negara ini. Gw g mau deh dipimpin sama org yang berbohong pada publik dengan palsuin tanda tangan.
    Kalau pas mahasiswa aja udah kayak gitu gmn kl jadi pejabat negara nanti?bisa ada century jilid 2.
    Ayo usut tuh siapa yg palsuin ttd.
    Semangat utk Panitia utk usut krn gw yakin dlm proses pengusutannya ini panitia pst bakal dpt tekanan dr org2 yg dirugikan.
    SEMANGAT!!

  2. kalo menurut gw, ada kandidat yang malsuin tanda tangan dia tidak pantas untuk di ikutsertakan dalam proses Pemira.
    Panitia dan pihak terkait harus bisa membuktikannya nih, jangan sampe publik terlanjur menaruh harapan kepada kandidat yang ternyata berlaku “curang”, melanggar ketentuan pidana.

  3. Separah itu ya kalo malsuin ttd konsekuensinya? Kalo dipikir2 iya juga sih.. Semacam korupsi. Kalo ada kandidat yg nekat malsuin ttd kasian juga ya, berarti saking ga ada yg dukung sampe malsuin. Jangan sampe ada deh yg kyk gitu. Malu2in aja. Ga pantes jadi ketua/wakil rakyat.

  4. iya, ko parah betul si sampe malsuin tanda tangan,, itu kan kriminal,, Ko panitianya diem aja si?
    yang kayak gitu kan ga boleh jadi kandidat..

  5. yang malsuin calon ketua bem nomor3, mantan ketua bem fik ui…

    yang dipalsuin tandatangan anak2 vokasi fk….

    udah gitu, pas ditanyain panitia pake gak ngaku lagi…malah nuduh panitia yg malsuin ttd untuk dia…lah, apa kepentignannya coba…
    hahaha…

  6. sorry guys baru komen lagi..

    jadi awalnya saya dapet berita ini, waktu saya mampir ke kampanye cakaBEM di FK. di situ ada mahasiswa vokasi FK yang melontarkan adanya pemalsuan tanda tangan di lembar dukungan..

    Yang saya dengar terakhir, seperti yang sudah dikatakan wistleblower, itu kandidat nomer 3.

    Tapi setelah sekian lama. saya ga tau lagi perkembangannya gimana.

    Mungkin bisa dikabar2i, yang saya denger si akhirnya didis. klo ga salah calon MWA juga ada yang didis ya?

    Tapi detilnya gimana, jujur saya berharap justru ada yang mau menjelaskan lebih detil di sini.

    Maklum dah jarang ngampus..
    Thx

  7. Kirain si penulis tau detilnya.Bgaimana kalo pihak panitia dan pihak yg dianggap memalsukan.Sama2 memberikan klarifikasi di mari.Tinggal kita yg menilai masing2 bis itu.Takutnya jatuhnya fitnah!.

  8. ah, chandra.. chandra…
    bikin ulah mulu lo..!!fakultasnya sendiri… makin jatoh dah nama lo!!
    ngurusin BEM FIK aja kagak beres, mau jadi calon ketua BEM UI..
    pake ngebohong lagi pas roadshow di FIK, padahal mah di
    udah gitu tukang tidur pula di kelas…
    hoooaaa, mahasiswa macam apa itu…
    sekarang pake malsuin ttd lagi…
    berulah mulu lo!!!

  9. ah, chandra.. chandra…
    bikin ulah mulu lo..!!
    ngurusin BEM FIK aja kagak beres, mau jadi calon ketua BEM UI..
    pake ngebohong lagi pas roadshow di FIK, padahal mah di fakultasnya sendiri… makin jatoh dah nama lo!!
    udah gitu tukang tidur pula di kelas…
    hoooaaa, mahasiswa macam apa itu…
    sekarang pake malsuin ttd lagi…
    berulah mulu lo!!!

  10. ini bagian menimbang

    Menimbang,

    a. bahwa Pelapor dalam Surat laporan, tanggal 27 November 2009 yang pada pokoknya adalah sebagai berikut;

    Menerangkan bahwa pada tanggal 9 November 2009 bertempat di Lobby utama Fakultas Kedokteran pada saat berlangsungnya roadshow calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia periode 2010, panitia telah menerima laporan dari Saudara Faizah Abdullah, NPM : 0706226894, Mahasiswa Aktif Fakultas Kedokteran Jurusan Fisioterapi , Diploma Tiga (3) angkatan 2007 mengenai dugaan pemalsuan tanda tangan mahasiswa D3 Perumah sakitan angkatan 2007 pada lembar dukungan oleh salah satu bakal calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia periode 2010, sebagai persyaratan dalam pencalonan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia periode 2010. Dalam berita acara pelaporan tersebut, jika pemalsuan tanda tangan tersebut terbukti maka tuntutan yang disebutkan oleh pelapor adalah diskualifkasi calon yang telah memalsukan tanda tangan tersebut. Akan tetapi pada tanggal 27 November 2009 pada pukul 17:15 telah kami terima surat tuntutan baru dan isinya adalah mengubah tuntutan pada tanggal 9 November 2009 menjadi permintaan maaf dari calon yang memalsukan tanda tangan kepada mahasiswa D3 Fakultas Kedokteran Perumahsakitan Universitas Indonesia yang dipalsukan tanda -tangannya ;

    b.Pemira UI telah mendengarkan dan mengerti semua isi laporan tersebut;

    c.bahwa setelah diadakan penyelidikan pada lembar dukungan ketiga calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia periode 2010, telah ditemukan sejumlah 86 tanda tangan mahasiswa D3 Fakultas Kedokteran Perumah sakitan angkatan 2007 dalam berkas lembar dukungan Fakultas Kedokteran untuk calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia periode 2010 dengan nomor urut tiga (3) atas nama Yudi Ariesta Chandra (0606103224/ Fakultas Ilmu Keperawatan) dan Firdi Trijuliono (0606077756/ Fakultas Teknik/ Teknik Perkapalan);

    d.bahwa setelah dilakukan penyelidikan dalam 86 tanda tangan mahasiswa D3 Fakultas Kedokteran Universitas Perumahsakitan tersebut, terdapat 24 tanda tangan yang berbeda setelah dicocokkan dengan tanda tangan asli dari mahasiswa D3 Fakultas Kedokteran Perumah sakitan angkatan 2007 dengan cara membubuhkan tanda tangan asli di samping tanda tangan yang diduga dipalsukan dan sesuai dengan asas onderlbaar bahwa jika terdapat kecacatan berkas yang salah, maka seluruh berkas dianggap cacat. Dengan demikian karena terdapat 24 tanda tangan palsu, maka cacat tersebut dianggap cacat bagi seluruh tanda tangan dalam lembar dukungan tanda tangan mahasiswa D3 Fakultas Kedokteran Perumah sakitan angkatan 2007;

    e. bahwa perbuatan pemalsuan tanda tangan sangat tidak sesuai dan bertentangan dengan nilai filosofis diadakannya Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia 2009, dimana Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia 2009 adalah sebuah proses untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas, berintegritas dan bermoral. Sedangkan perbuatan pemalsuan tanda tangan merupakan suatu perbuatan yang dapat dikategorikan kriminal dan tidak sejalan dengan nilai filosofis diselenggarakannya Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia 2009 ;

    f. bahwa dengan pemalsuan tanda tangan tersebut menunjukkan tidak adanya itikad baik (good faith) dari calon yang bersangkutan dan dipandang melukai nilai keadilan civitas akademika Universitas Indonesia yang menantikan pemimpin yang berkualitas;

    g. bahwa tidak adanya mekanisme sanksi dalam peraturan terkait Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia mengenai pemalsuan tanda tangan tidak dapat menghapuskan kesalahan yang telah dilakukan calon yang bersangkutan;

    h. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c, d, e, f dan g perlu mengeluarkan Keputusan Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia tentang Penetapan Pelanggaran Calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia 2009

  11. ini bagian mengingatnya, bisa dilewat klo emang males, karna isinya dasar hukum- dasar hukum

    Mengingat:

    1. Undang-Undang Dasar Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia;

    2. Undang-Undang Dewan Perwakilan Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia;

    3. Keputusan Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia Nomor 01/Panpem/Okt/2009 tentang Tata Tertib Pelaksanaan Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia 2009.

    4. Keputusan Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia Nomor 02/Panpem/Okt/2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia Nomor 01/Panpem/Okt/2009 tentang Tata Tertib Pelaksanaan Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia 2009

    5. Keputusan Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia Nomor 10/Panpem/Okt/2009 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia Nomor 01/Panpem/Okt/2009 tentang Tata Tertib Pelaksanaan Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia 2009

    6. Keputusan Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia Nomor 20/Panpem/Nov/2009 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia Nomor 01/Panpem/Okt/2009 tentang Tata Tertib Pelaksanaan Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia 2009

  12. Nah ini memutuskannya

    MEMUTUSKAN

    Pasal 1

    Panitia memutuskan untuk:
    1. Mengabulkan tuntutan pelapor
    2. Menyatakan bahwa Yudi Ariesta Chandra (0606103224/FIK) dan Firdi Trijuliyono (0606077756/FT/Teknik Perkapalan) telah terbukti melakukan pemalsuan tanda tangan mahasiswa D3 Fakultas Kedokteran Perumah sakitan angkatan 2007 dalam berkas lembar dukungan sebagai persyaratan calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia periode 2010
    3. Tidak mengikutsertakan Yudi Ariesta Chandra (0606103224/FIK) dan Firdi Trijuliyono (0606077756/FT/Teknik Perkapalan) sebagai calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia periode 2010 dalam proses Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia 2009 berupa pemungutan suara pada 30 November 2009 – 4 Desember 2009

    Pasal 2

    Demi keadilan yang berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa dan terciptanya kehidupan Berorganisasi Kampus yang tertib hukum dan berkualitas maka ditetapkan Calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atas nama Yudi Ariesta Chandra (0606103224/FIK) dan Firdi Trijuliyono (0606077756/FT/Teknik Perkapalan) dinyatakan terbukti bersalah dan menjatuhkan sanksi sesuai dengan yang telah diatur pada pasal 1.

    Pasal 3

    Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

  13. Hasil Banding nya:

    MEMUTUSKAN:

    MENETAPKAN :

    PERTAMA : Tidak menerima Mosi Tidak Percaya yang diajukan oleh Pemohon secara keseluruhan.

    KEDUA : Mengukuhkan Ketetapan Panitia PEMIRA IKM UI 2009 Nomor 24 / PANPEM / NOV / 2009 tentang Penetapan Pelanggaran Calon Ketua dan Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Atas Nama Yudi Ariesta Chandra dan Firdi Trijuliyono

    (menimbangnya panjang banget soalnya, tpi klo mau tau lengkapnya coba liat ke websitenya aja, gw juga cuma copas ko)

    @Haryo: Yo, websitenya ga bisa dibikin dengan lebih ‘mudah’ ya? pusing euy bacanya

  14. Semua orang pasti punya kepentingan…SEMUA bukan hanya semua kandidat bahkan panitia pemira pun mungkin punya kepentingan…jadi saran saya buat panitia bikin PRESS CONFERENCE donk!!!! dengan kandidat2 yang didiskualifikasi !!!!
    ni hak konstituen untuk tau SELENGKAP2nya dan SEJELAS2nya…bukan cuma sama selembar kertas dan pendapat2 gak bertanggungjawab yang bisa mengaburkan opini publik!!!

  15. Nice post gan….!!!!
    Tapi apa kandidat laen gak ada yang malsuin TTD juga yah ???
    Ni kan awalnya (kalo aye baca ni..) gara2 ada laporan dari anak d3 FK…
    maaf yah tapi setau ane yang kayak gini sih uda sering ada (based on true story dari panitia pemira taun kemaren)

    nah bisa aja kandidat laen juga malsuin…cuman gak ke ekspos aja….

    Hmmmm…..ada unsur politis mungkin …..*sotoy MODE:ON

  16. Gue heran ama orang yang komennya “seger seger” (emang rujak???) tapi gak berani nyantumin nama aslinya siapa…jangan-jangan beneran nih mau nge-black campaign…emang masi kampanye???

    Inget bro…belum tentu kita lebih baik dari orang yang kita “omongin” ini. Bak pepatah lama bilang Gajah di pelupuk mata tidak tampak saat kuman di seberang lautan terlihat jelas.
    *hanya sebagai bahan refleksi

  17. hmm… iya si, tpi saya juga ga bisa ngontrol siapa yang komen kan? ini semua tergantung kebijakan adminnya..

    Soal pemalsuan tanda tangan, saya juga sepakat. Selama ini emang saya juga suka ngerasa kok si calon yang ini lembar dukungannya ga beredar si, dari tahun ke tahun banyak aja ngerasa kayak gitu.

    Tpi sebelumnya emang ga nemuin yang sampe bener2 ada anak2 yang dipalsuin tandatangannya bikin laporan,

    jadi ya selama ini, “mafia tanda tangan” itu ga keungkap deh,,,

  18. ada yang ngepost ini sepertinya ada yang janggal..ada y yang sengaja memasukan kejelekan orang lain disini..melalui media..

    yang ngepost ini pasti SUKA GOSIP, KAYAK IBU2 aja..hahaha….kayaknya yang ngepost juga cewek dinda nuurannisaa yura (uuups anak hukum suka gosip juga ya…)hehehehehe

    ada asas praduga tidak bersalah, ada juga aturan2 hukum yang mengikat…yang fair dunk….

    buat sidang terbuka agar kita konstituen TAHU..tertama temen2 salemba, soalnya yang gw TAHU “ANAK2 SALEMBA MENUNTUT PERMINTAAN MAAF SAJA dan BUKAN DIDISKUALIFIKASINYA KANDIDAT NO.3″…

    Nuntutnya apa dijatuhin sanksi apa dan gak kasih tahu lagi sama kita2 anak2 salemba soal proses hukum dan sanksinya….

  19. kalo sidang terbuka bisa abis itu si chandra – virdy. Anak FK nya aja yg emang baik dan menggunakan akal dibandingkan nafsu.

    ya itulah yg namanya berdosa tp ga ngerasa.

    btw, jgn atas namain salemba donk, emang siapa lo? ketua bem bukan, ketua dpm bukan.. bikin malu aja.

  20. haha, gosip? toh akhirnya itu terbukti secara faktual bahwa apa yang gw ungkapkan, dari mulai pengaduan anak2 D3 FK memang ada kan?

    dan dari awal gw ga menyebutkan siapa kandidatnya, bahkan gw ga nyantumin apakah dia kandidat BEM, DPM, atau MWA.

    justru di sini gw pengen liat, gimana orang2 menyikapi kalau sampai ada tanda tangan palsu.
    Dan gw pengen semua melihat dengan mengesampingkan siapa orangnya,, biar lebih jernih,,

    dan liat sendiri kan, yang gw keluarkan di sini juga copas dari hasil putusan panitia..

    insyaallah gw ga berani ngasih info yang sesat kok,, 🙂

    Masalah gugatan, hmm
    di dalam hukum ada persoalan pidana dan perdata. klo perdata, memang segala sesuatunya (putusan hakim)itu berdasar pada gugatan

    tpi klo dipidana korban itu tidak menentukan seberapa besar hukumannya. karna kejahatan di dalam hukum pidana adalah kejahatan melawan negara.
    makanya klo temen2 ngelaporin perkara pidana, temen2 ga bisa nyabut laporan itu, karna udah jadi urusan antara si pelaku dengan negra. (kecuali klo itu delik aduan, misalnya perzinahan, ataupun pencurian dalam keluarga)

    dan satu lagi, yang jadi masalah di sini, bukan chandra firdy vs anak2 D3 FK lagi,
    tpi masalah pemalsuan tanda tangannya, jadi emang ga bisa bergantung ke orang2 yang tanda tangannya dipalsuin. Karena yang dirugikan bukan hanya yang tanda tangannya dipalsuin, tapi seluruh mahasiswa UI, karena kan tanda tangan itu akhirnya jadi syarat untuk menjadi kandidat ketua dan wakil ketua bem ui.

    Jadi ga bisa kita ngeliat persolanan ini secara parsial, cuma antara anak D3 FKUI dengan Chandra Firdy, jadi kalau di dalam konstruksi hukum, ini masuknya hukum publik,,

    Saya rasa Atik cukup bisa mengerti logika sederhana ini,, 🙂

    soal asas praduga tidak bersalah, itu dia makanya saya ngeluarin info secara jelas setelah panitia mengeluarkan putusan, karena sebelumnya sayaa ga berani nge judge apakah benar terjadi pemalsuan atau tidak,,

    btw, wah, gender amat lo bilang cewe suka gosip, padahal lo juga cewe kan Tik?

    So, walaupun lo tau secara persis tuntutannya temen2 D3, (secara pas kampanye itu lo sempet ngobrol sama mereka), tpi sekali lagi, ini masalah yang menyangkut kepentingan seluruh anak UI,,

  21. hati2 dengan pernyataan “ibu2 suka gosip”… nyokap lo juga seorang ibu kan,. smoga kita semua bisa menjaga lisan,.

    suatu saat lo pasti akan ngerasain gimana gak enaknya jadi ibu2, yang ga ngapa2in tapi tetep aja digeneralisir bahwa ibu2 = tukang gosip,.

  22. @ngt: emang klo misalnya nama gw atik dan gw memang mahasiswa fkg ada masalah apa???

    oh ya, kemaren pimpinan sidang ngomonya gak pake hukum pidana perdata, ehhh…sekarang malah di pertimbangkan dengan masalah pidana perdata…ehmm…ckckckckc…-_-

    wah pada sensi juga y soal masalah “gosip dan ibu”…hehehehe….