The wallet-handle
Creative Commons License photo credit: robertgaal

Setelah mencanangkan gerakan penggunaan kertas bolak-balik dan pengumpulan kertas bekas di sekertariat BEM UI, kemudian dilanjutkan seminar dan workshop tentang lingkungan dan pengolahan sampah di Pusat Studi Jepang UI, Kini acara yang bertajuk “Everlasting Act” melakukan kampanye mengurangi penggunaan plastic di kawasan Monumen Nasional, minggu,15 Juni 2008.

Meskipun di pagi hari kawasan Monas di guyur hujan, namun tidak menyurutkan langkah plastic man untuk berkeliling menukarkan tas plastik yang dibawa pengunjung dengan tas bahan yang bisa di cuci dan dipakai berulang-ulang. Plastic man adalah seorang tokoh yang menjadi bagian dalam aksi teatrikal kampanye ini, ia merupakan manusia yang ditempeli plastik-plastik bekas, hal ini dilakukan agar setiap orang sadar bahwa plastik setelah dibuang akan menjadi sampah dan tidak akan terurai selama 300-500 tahun. Selain plastic man,juga terdapat mr.log manusia kayu hasil penebangan illegal, yang mana bisa kita tuliskan pesan-pesan lingkungan di tubuhnya. Ada juga Manusia pohon, pohon terakhir yang sudah layu dan siap untuk mati karena kerusakan lingkungan yang diciptakan oleh manusia.

Kampanye yang di lakukan oleh sekitar 30an mahasiswa UI ini berlangsung sampai dengan pukul sebelas siang. Selain aksi teatrikal juga ada penjelasan dari saudara Reno mengenai pentingnya kita mengurangi penggunaan plastic dan kertas, penggalangan donasi dana untuk hutan Indonesia, dan pembagian leaflet yang berisi pesan-pesan dan langkah mudah yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan.

Seperti yang tertulis dalam leaflet, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi dampak yang timbul dari penggunaan kertas dan plastic, antara lain :

1. Gunakan kertas bolak-balik, untuk mengeprint dan fotocopy

advertisement

2. Baca Koran dan membayar rekening (listrik, air, dan telepon) secara online sehingga mengurangi penggunaan kertas.

3. Katakan tidak untuk Tas Plastik

4. Membeli tempat minuman yang permanen sehingga dapat dipakai berulang kali dan tidak perlu membeli air botol kemasan.

5. Biasakan memisahkan antara sampah plastic dan non plastic

6. Jadilah pelopor lingkungan, Mari kita selamatkan lingkungan dari hal yang kecil, oleh diri sendiri, dan saat ini.

Ayo, kita memulai, sekarang juga dan jangan ditunda lagi.

advertisement

Sumber : www.bem.ui.edu



[reaction_buttons]