Catatan dari penulis: Tulisan ini dimaksudkan dalam rangka diskursus akademik bukan untuk tujuan lainnya. Penulis adalah mahasiswa Universitas Indonesia yang dalam mempelajari pemikiran ini dibantu oleh para Dosen.

Stunting

Stunting adalah permasalahan yang sangat serius dan dampaknya sangat buruk terhadap kemanusiaan. Terutama terhadap generasi-generasi penerus manusia di masa depan. Jika generasi-generasi kita mengalami stunting yaitu kekurangan gizi maka otak mereka mengalami defisit sehingga tidak akan mampu menghadapi revolusi industri 4.0, Selain itu stunting juga merupakan penghinaan terhadap kemanusiaan.

Apakah penyebab atau faktor utama dari permasalahan stunting?

Menurut saya adalah kemiskinan. Kemiskinan terjadi jika jumlah kebutuhan lebih banyak dibandingkan alat pemuas kebutuhan sehingga akan ada kelompok yang tidak mendapat kebutuhannya, kelompok itu adalah orang miskin.

Lalu apa penyebab kebutuhan lebih banyak dibandingkan dengan alat pemuas kebutuhan?

Jawabannya adalah pertumbuhan populasi yang tidak seimbang dibandingkan dengan ketersediaan sumber daya. Jika jumlah populasi meningkat akibat angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian maka kebutuhan masyarakat juga akan meningkat.

advertisement

Jika kebutuhan masyarakat meningkat dan tidak diimbangi ketersediaan sumber daya maka akan terjadi kompetisi yang berakibat pada adanya kelompok yang tidak mampu mendapatkan sumber daya. Kelompok itu adalah orang miskin. Orang miskin inilah yang berpotensi mengalami stunting.

BACA JUGA: Hey Anak UI, Ini 4 Pemikiran Kritis Yang Membuat Kamu Tercerahkan

Inflasi

Grafik Inflasi (sumber: cermati.com)

Sekarang kita tahu bahwa masalah utama dari stunting adalah kemiskinan. Pertanyaannya adalah:

Apakah kemiskinan bisa diberantas oleh pemerintah?

Sekarang coba kita bikin asumsi atau eksperimen pikiran di kepala kita. Misalnya pemerintah berhasil memberantas kemiskinan maka ini memiliki arti semua orang menjadi kaya dan jika semua orang menjadi kaya maka jika hal ini terjadi akan menyebabkan terjadinya inflasi yaitu turunnya nilai mata uang akibat jumlah uang yang beredar lebih banyak dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang di produksi di dalam pasar, yang berakibat pada harga barang-barang menjadi mahal.

Selain itu ada kecenderungan secara psikologis dari orang kaya untuk melakukan konsumsi dibandingkan dengan produksi sehingga kurva permintaan akan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan kurva penawaran sehingga harga keseimbangan pun jadi meningkat.

advertisement

Jadi dari eksperimen pikiran ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa pemerintah tidak akan pernah mau memberantas kemiskinan, mengapa? karena pemerintah tau betul konsekuensi jika kemiskinan diberantas yaitu terjadinya inflasi. Selain itu pemerintah tau betul agar yang di atas bisa hidup maka perlu yang di bawah.

Jadi pemerintah tidak akan pernah mau memberantas kemiskinan, tugas pemerintah adalah mempertahankan struktur sosial yang ada. Pemerintah memberantas kemiskinan hanyalah slogan-slogan politik untuk meningkatkan elektabillitas dari petahana tetapi di dalam praktiknya pemerintah diam-diam akan memelihara orang miskin untuk mencegah terjadinya excess demand atau kelebihan permintaan di dalam pasar.

Bisa kita simpulkan bahwa karena kemiskinan tidak dapat diberantas maka stunting juga tidak dapat diatasi, mengapa? karena penyebab utama dari permasalahan stunting adalah kemiskinan. Kalo begitu stunting adalah permasalahan abadi sampai seluruh hidup manusia berakhir kecuali kemiskinan diberantas? Tepat sekali. Selama pemerintah berdiri maka kemiskinan mustahil diberantas karena pemerintah berkepentingan mencegah terjadinya inflasi (mempertahankan nilai fiksi dari uang sebagai alat tukar) dan mempertahankan struktur sosial yang ada (supaya yang di atas bisa hidup maka perlu yang di bawah).

SOLUSI DENGAN MENGGULINGKAN PEMERINTAHAN?

Kerusuhan Hay Market (sumber: amazon.com)

Hanya ada satu solusi untuk mengatasi kemiskinan, apa itu solusinya? Yaitu menggulingkan pemerintahan. Jika kita ingin mengalami kebahagiaan yaitu terlepas dari kemiskinan sehingga stunting bisa diatasi maka kita harus mampu menyingkirkan pemerintahan. Tanpa pemerintahan kita dapat mengatasi kemiskinan dan permasalahan stunting. Selain itu hidup tanpa pemerintah adalah sebuah utopia dimana terdapat segala kebahagiaan disana dan juga kita dapat hidup tanpa hukum. Mengapa kita tidak perlu hukum? Karena kita adalah makhluk sosial, jika kita memerlukan hukum maka itu mengindikasikan kita adalah makhluk yang egois sehingga kita memerlukan hukum untuk membendung keegoisan manusia padahal manusia adalah makhluk yang sosial dan rasional yang artinya kita tidak perlu hukum dalam berinteraksi sosial. Jadi sebenarnya hukum itu merendahkan hakikat kemanusiaan. Sekali lagi hanya dengan menggulingkan pemerintahan kita dapat mengatasi kemiskinan sehingga konsekuensi tidak langsung adalah stunting dapat diatasi.

Mengapa saya menyarankan untuk mengatasi stunting harus mengatasi kemiskinan dan untuk mengatasi kemiskinan harus menyingkirkan pemerintahan? Karena gejala kemiskinan bukanlah gejala yang disebabkan oleh kesalahan individu melainkan disebabkan oleh struktur-struktur ekonomi dan politik yang dibuat pemerintah yang ternyata tidak berpihak kepada orang miskin karena tujuan pemerintah memang mempertahankan struktur sosial yaitu harus ada yang di atas dan di bawah. Gejala kemiskinan yang disebabkan oleh struktur ini menyebabkan masyarakat mengalami kesadaran palsu. Kesadaran palsu adalah kesadaran yang menganggap kemiskinan disebabkan oleh faktor individu dan bukan karena struktur yang di konstruksi oleh politisi untuk memenuhi kepentingan pragmatis mereka. Struktur-struktur yang menyebabkan mereka miskin ini sama sekali tidak disadari oleh masyarakat sebab mereka telah mengalami apa yang disebut kesadaran palsu.

Jika masyarakat terus-menerus mempercayai kesadaran palsu maka masyarakat tidak akan pernah mengalami kebahagiaan karena mereka akan terus-menerus mengutuk diri dan mempersalahkan diri sendiri. Jelas sikap mengutuk diri sendiri bukanlah sikap dewasa melainkan sikap infantil. Masyarakat yang terbelenggu oleh kesadaran palsu sangatlah pesimis akan kemampuan diri mereka dan kreativitasnya sendiri dan menganggap gejala kemiskinan sebagai suatu faktor nasib terberi. Jadi selama masih ada pemerintahan maka kemiskinan, stunting, kesadaran palsu akan terus menghantui hidup manusia. Dengan menyingkirkan pemerintahan maka kita bisa terbebas dari itu semua. Tanpa pemerintahan kita bisa melakukan segalanya.

BACA JUGA: 4 Peran Anak UI dalam Konstelasi Politik di Indonesia

Sekali lagi penulis mengingatkan bahwa tulisan ini dimaksudkan dalam rangka diskursus akademik dan bukan untuk tujuan lainnya. Penulis adalah mahasiswa Universitas Indonesia yang dalam mempelajari pemikiran ini dibantu oleh para Dosen.

DAFTAR REFERENSI

https://voxntt.com/2019/09/28/membaca-korupsi-dan-kemiskinan-struktural-lewat-nalar-marx/52046/

https://nasional.republika.co.id/berita/q5g9ml368/kemiskinan-jadi-faktor-penyebab-emstuntingem

https://kelana-tambora.blogspot.com/2015/08/memandang-kemiskinan-dari-teori-marx.html

https://health.grid.id/read/352021011/berantas-stunting-stunting-berhubungan-dengan-kemiskinan-ntt-jadi-acuan-mengurangi-stunting-di-indonesia?page=all

https://metro.tempo.co/read/1331531/sejarah-gerakan-anarko

https://www.marxist.com/marxisme-dan-anarkisme.htm

https://anarkis.org/anarkisme-paham-yang-tak-pernah-padam-2/

Sumber gambar Marx dan pengikutnya