Susah-Susah Gampang Kuliah Teknik di Negri Jiran: Tertarik Mencoba? Simak kisah Finsya Aditama ini

Susah-Susah Gampang Kuliah Teknik di Negri Jiran: Tertarik Mencoba?


0

Pengalaman Finsya Aditama kuliah teknik di Malaysia. Tertarik Mencoba?.  Exchange ke Eropa, Jepang, Korea atau Australia? Mungkin temen-temen pembaca sudah cukup akrab dan familiar dengan cerita dari teman-teman kita yang sudah melakukannya. Kita sendiri juga tahu kalau UI memang bisa dikatakan rajin mengirim mahasiswa-mahasiswanya untuk melanjutkan kuliah atau sekedar menjalani pertukaran pelajar ke negara-negara tersebut. Tapi bagaimana dengan Negri Jiran alias Malaysia? Kayaknya jarang ya?

Selain jarak tempuhnya yang hanya berkisar dua jam menggunakan pesawat dan kesamaan budaya, Malaysia juga memiliki kelebihan lainnya yang bisa kalian pertimbangkan dalam memilih negara tujuan studi. Jika dibandingkan dengan negara kita, Malaysia berhasil menempatkan banyak perguruan tingginya dalam peringkat yang lebih tinggi dari UI berdasarkan QS Ranking. Sebut saja Universiti Malaya (UM), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Teknologi Malaysia (UTM),  dan Universiti Sains Malaysia (USM). 

Kenalan yuk dengan Finsya Aditama, mahasiswa Teknik Mesin UI angkatan 2016 yang memutuskan untuk mengikuti pertukaran pelajar di Universiti Teknologi Malaysia yang terletak di Johor Bahru. Kali ini AnakUI.com akan ngobrol-ngobrol tentang pengalaman serta keseruan-keseruan yang Finsya temui selama di Malaysia. Penasaran, kan?

Kenapa Malaysia?

Mungkin bagi kebanyakan orang, kuliah di Malaysia bukan sesuatu yang wow banget. Entah karena adanya persepsi kalau sistem pendidikan kita sama aja, atau mungkin anggapan kalau Malaysia itu.. b aja dibandingkan dengan negara di Eropa, Jepang, atau Korea. Kalau menurut Finsya sendiri, selain faktor kedekatan dan kesamaan budaya, hal lain yang membuat Ia tertarik dengan negara yang satu ini adalah biaya hidup yang lebih murah dibandingkan dengan negara tujuan lainnya.

Serupa Tapi Tak Sama

Saat ditanya mengenai apa yang persamaan dan perbedaan yang Ia rasakan, Finsya memulainya dari persamaan terlebih dahulu.

“Kalau yang sama, tentu aja dari segi budayanya, ya. Terutama kalau lo orang Muslim. Gue rasa gak ada yang berbeda dari keseharian kita” tapi untuk perbedaan, Finsya menegaskan pada profesionalisme dan work ethic, “Fisik dan budaya kita boleh mirip, tapi kalau work ethic? mereka jauh di atas kita. Jangan disangka, their work ethic is 100! 

Profesionalisme dan Work Ethic

Satu hal yang menurut penulis sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut. Ketika ditanyakan maksudnya apa, Finsya menjelaskan dengan panjang lebar.

“Di sana, semuanya serba fair play. Gak ada yang namanya kerjasama pas ujian, polisi aja ikut jaga loh! Apalagi berani-beraninya nyontek. Gak ada tuh jilat dosen buat dapet nilai bagus. Bener-bener jatohin diri lo ke masalah besar”.

Finsya juga menambahkan bahwa meskipun dosen dilihat sebagai sosok yang profesional, mereka ternyata gak punya batasan dan gap yang terlalu jauh dengan mahasiswa,

“Itu mungkin masalah yang paling umum di Indonesia, ya. Kita terlalu meninggikan status dosen, bahkan ada yang sampai mendewakan. Bagus sih kalau masih dalam batasan wajar, untuk sopan-santun. Tapi hal itu yang membuat kita jadi sungkan buat tukar pikiran dengan mereka”.

Berdasarkan pengalaman Finsya, dosen-dosen UTM sangat dekat dengan mahasiswanya. Menghubungi lewat whatsapp mengenai sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran tidak dibatasi jam tertentu. Mereka juga sangat responsif. Soal keakraban, gak jarang loh kita lihat dosen-dosen UTM bergabung dengan mahasiswanya untuk makan siang bersama. Bahkan Finsya sendiri sudah beberapa kali loh ditraktir! Asik ya!

Iklim Akademik

“Give me an example or a situation which…” via glassdoor

Gimana sih rasanya belajar di salah satu universitas terbaik di ASEAN dalam bidang teknik? Finsya mengaku susah-susah gampang. Menurutnya, mahasiswa-mahasiswa di sini sudah tahu passionnya masing-masing di bidang teknik, sehingga dapat dikatakan secara keseluruhan mereka idealis.

“Mereka malu kalau gak berkarir di bidang teknik setelah lulus kerja”, jelas Finsya.

“Bahkan menurut gue, mahasiswa yang bisa dibilang paling bodoh aja di sini punya skill dasar sebagai seorang engineer. Seperti penguasaan berbagai macam software yang relevan” Tambahnya.

Saat berkuliah di sini, kamu juga akan ditekankan untuk mempelajari hal-hal yang paling dasar dari ilmu-mu.

“Gue diajarin lagi matematika, fisika, coding, logic, dan mindset dari awal. Hal ini bikin gue punya basic skill yang solid dan lebih mudah dalam memahami konsep-konsep baru”

No UTS!

Sumber: tefl-planet.com

Sistem pengajaran di UTM tidak mengenal yang namanya UTS. Yup, langsung aja ke UAS. Jadi, kamu harus siap dengan segudang materi yang diujikan di akhir semester. Tapi tenang aja, semua materi yang kamu temui di kelas sudah pasti adalah materi yang diujikan, jadi gak perlu takut! Dosen dan tenaga pengajar juga amat sangat terampil dalam menyampaikan materi.

“Mereka bikin suasana jadi lebih menyenangkan karena responsif banget. Gue inget gue gak pernah sekali pun gak merhatiin apalagi buka HP saat di kelas kayak pas gue di FT UI, hehe” 

Hari libur yang berbeda

Kamu terbiasa dengan weekend di Sabtu-Minggu? Well, kamu harus menyesuaikan diri saat kamu sedang berada di Johor. Yup, di Johor, kamu bisa bersantai-santai di hari Jumat dan Sabtu karena kedua hari itu adalah hari libur berdasarkan ketentuan Sultan Johor. Sementara untuk hari Minggu.. ya kamu masuk kelas!

Hiburan

Nah.. ini nih yang paling ditunggu-tunggu! Eitts.. tenang aja! Kuliah di Malaysia itu gak boring kok! Apalagi di UTM yang berlokasi di Johor, kalau kamu bosen dan pengen jalan-jalan agak niat, kamu bisa langsung main-main ke negara tetangga: Singapura! Untuk biaya, menurut Finsya sih gak beda-beda amat saat kamu liburan di Indonesia. Masih banyak banget restoran, pusat hiburan, dan tempat belanja oleh-oleh yang murah nan terjangkau yang bisa kamu kunjungi.

***

Kira-kira segitu dulu deh obrolan kita dengan Finsya tentang pengalamannya berkuliah di universitas terbaik di ASEAN dalam bidang teknik, Universiti Teknologi Malaysia. Kamu tertarik? Jangan lupa pantau terus informasi-informasi terbaru di instagram International Office UI (@ui_international)! See you!

[zombify_post]

BACA JUGA: Pengalaman Exchange Diva Dhamayantie, Mau Kuliah Ke Korea, Ternyata Gak Susah!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Cindy

Cindy is a psychology student who is also a passionate writer and book reader.

0 Comments

Leave a Reply