Buat Kamu yang Bertanya-Tanya; Apa Kabar BKUI Kita?

Memasuki penghujung tahun, tentu banyak sekali acara besar yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga kemahasiswaan di Universitas Indonesia. Kayak lomba bergengsi dalam bidang ilmiah, olahraga, maupun kesenian antar-fakultas seperti OIM, UI Art War, maupun Olimpiade UI, festival seni dan musik seperti JGTC dan Dongkrak Seni UI. Dan udah gak asing lagi di telinga kita acara yang memperkenalkan berbagai jurusan di UI kepada adik-adik SMA, yakni Bedah Kampus Universitas Indonesia a.k.a BKUI.

Yup! Acara yang ditunggu-tunggu siswa/i kelas 3 SMA ini merupakan wadah bagi mereka untuk mengeksplor lebih jauh lagi tentang jurusan-jurusan kuliah yang ada di UI. Intinya sih acara ini adalah gerbang awal mereka buat jalan-jalan di kampus kita tercinta sekaligus mengobservasi jurusan apa sih yang tepat bagi tiap-tiap anak untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.

Kita semua pasti udah tau dong kalo BKUI ini merupakan acara yang gede dan pastinya meriah banget. Belum lagi dari tahun ke tahun selalu ada guest star dan pembicara yang bikin kita, apalagi anak SMA, tertarik banget buat ngikutin acaranya.

Nah, yang menjadi pertanyaan kita semua, biasanya nih BKUI ini diselenggarakan bulan November, tapi kok sekarang udah hampir bulan Oktober belum terdengar publikasi acara tersebut ya? Wah, daripada kamu banyak bertanya-tanya dan berspekulasi, mending kita simak yuk artikel berikut ini!

Sampai sekarang belum terdengar publikasi acara Bedak Kampus via  fisipersui
Sampai sekarang belum terdengar publikasi acara Bedak Kampus via fisipersui

 

Sebelum kamu baca lebih lanjut, perlu digarisbawahi bahwa artikel ini masih bersifat opini dan belum ada klarifikasi dari sumber yang valid, jadi baru berita dari mulut ke mulut aja ya.

 

Oke jadi gini. Sebelum diselenggarakan acara pasti harus dibentuk sebuah kepanitiaan, dan disetiap kepanitiaan pasti ada yang memimpin jalannya kepanitiaan tersebut yang bernama Project Officer a.k.a PO. Untuk menguji apakah calon PO beserta tim yang telah ia bentuk layak untuk menyelenggarakan suatu acara, maka dilakukanlah Fit and Proper Test (FPT). Biasanya, FPT ini dilaksanakan di Pusgiwa dan yang menjadi floor adalah BEM UI beserta perwakilan BEM Fakultas, dalam kasus ini adalah bidang humas karena mereka yang punya prokernya juga.

FPT Kepanitiaan BKUI ini dilakukan udah lama banget, dengan calon tunggal yang namanya Rahasia dan berasal dari Fakultas Rahasia pula. Akan tetapi, hasil FPT Kepanitiaan BKUI ini ternyata tidak memenuhi parameter, yang berarti harus dilakukan FPT ulang dengan calon yang sama atau dengan calon yang baru. Pokoknya kalo mau acara ini jalan yang penting pas FPT memenuhi parameternya lah istilahnya.

Malangnya, calon tunggal itu enggan untuk melakukan FPT ulang dan tidak ada calon baru yang mau mendaftarkan dirinya sebagai PO BKUI. Akhirnya terjadilah status quo pada BKUI tahun ini. Mulai dari sinilah, banyak desas-desus yang muncul terkait acara besar ini. Ada yang bilang BKUI jadinya Desember, ada kabar yang bilang bahwa PO-nya sih udah ada, tapi kepanitiaan dan persiapannya belum apa-apa, ada juga yang bilang kalo BKUI tahun ini menerapkan prinsip BOD di mana dipimpin oleh seorang Ketua Tim dan dijalankan oleh tim yang dibentuk.

Sampai sekarang, narasumber yang anakui.com hubungi untuk memberikan klarifikasi terkait BKUI 2016 belum bisa memberikan keterbukaan mengenai kelanjutan acara ini. Ya, kita tunggu dan doain aja semoga proker besar yang ditunggu-tunggu oleh pihak eskternal UI alias para calon mahasiswa segera menemukan titik terangnya.

Semoga dengan ada atau tidaknya BKUI, calon mahasiswa juga bisa memperoleh informasi yang valid dan menarik mengenai jurusan yang diimpikannya, tentunya langsung dari mahasiswa-mahasiswi yang telah menjalani jurusan tersebut.

Usai UN, Tentukan Masa Depan Kamu dengan Pilih Jurusan Tepat Kalau Mau Kuliah di UI

Bagi teman-teman yang baru saja menjalani UN, memilih tujuan hidup berikutnya tentu tidaklah mudah. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari kondisi keluarga, kemampuan studimu, hingga cita-cita yang akan kamu raih. Jika kamu memilih untuk meneruskan petualangan hidupmu dengan berkuliah di Universitas Indonesia, tentunya kamu membutuhkan arahan yang tepat akan jurusan apa yang tepat untuk kamu pelajari. Dan berikut ulasannya!

Ada pepatah yang mengatakan, “If you do what you love, you’ll never work another day in your life”. Nah, logika yang sama juga dapat kamu terapkan saat memilih jurusan kuliah nantinya. Jangan sampai kamu menyesal kemudian hanya karena saat memilih prodi kamu cuma ikut-ikutan teman atau karena prodi tertentu lagi ngetren. Layaknya menentukan pasangan hidup, hal ini hanya bisa kamu lakukan once in your life, so make it wise.

BACA JUGA: Ringankan Tugas Kuliah Kamu dengan Aplikasi-aplikasi Ini

 

Perhatikan Studimu Saat Ini

Perhatikan Studimu Saat Ini via motivasi
Perhatikan Studimu Saat Ini via motivasi

Di tahun terakhir SMA, apa sih mata pelajaran favorit kamu? Bidang-bidang apa saja yang kamu kuasai di kelas? Nilai-nilai mata pelajaran apa saja yang memiliki poin tertinggi dari rapor terakhirmu?

Catat dan buat list-nya. Hal ini akan ngebantu kamu memahami diri kamu sendiri sama apa yang kamu sukai dan apa yang kamu kuasai. Karena terkadang, ada hal-hal yang kamu sukai namun belum kamu kuasai, bisa terjadi karena minimnya sumber dari lingkungan kamu yang sekarang atau hal-hal lainnya.

Setelah semua berurut dengan baik, kamu harus memutuskan, apakah kamu akan mempelajari bidang yang belum kamu kuasai tapi kamu suka atau bidang yang kamu kuasai tapi kamu tidak menyukainya? Atau keduanya? Apa pun itu, tanamkan dalam sanubarimu bahwa pilihanmu hanya berlaku sekali seumur hidup.

 

Belajar Hal Baru

Lakukan riset kecil-kecilan tentang prodi pilihan kamu via satrioarismunandar6
Lakukan riset kecil-kecilan tentang prodi pilihan kamu via satrioarismunandar6

Prodi di dunia perkuliahan membuka matamu bahwa pengetahuan yang akan kamu pelajari masih luas dan tak terbatas. Jika kamu memutuskan untuk mempelajari hal yang benar-benar belum kamu kuasai atau belum kamu ketahui, Kriminilogi misalnya, maka lakukanlah riset kecil-kecilan—buka Google atau YouTube dan simak apa saja yang dipelajari di perkuliahan Kriminologi. Dan perhatikan apa yang kriminolog lakukan saat mereka bekerja di tengah masyarakat.

Hal ini akan ngebuat kamu mengerti tentang hal baru yang akan kamu pelajari. Kamu bisa membayangkan akan menjadi orang yang seperti apa kelak jika mengambil prodi tertentu.

Apa pun pilihanmu, hindarilah keraguan dan percayakan pilihanmu pada suara hati kecilmu. Jangan biarkan faktor eksternal seperti dorongan orang tua atau usulan teman-teman yang agak memaksa memengaruhi keputusanmu. Karena yang memahami hidupmu hari ini dan di masa depan hanyalah dirimu sendiri.

 

Karier

Searching gimana karier yang sesuai prodi yang bakal diambil via jurusankuliah
Searching gimana karier yang sesuai prodi yang bakal diambil via jurusankuliah

Jika kamu masih bingung dengan prodi apa yang akan kamu pilih di Universitas Indonesia, kamu bisa melihat-lihat buku dan film atau tayangan dokumentasi tertentu terkait profesi yang berhubungan dengan prodi-prodi pilihanmu.

Misal, anak teknik nantinya di dunia kerja akan jadi apa sih? Kamu bisa mencari karier yang relevan dengan lulusan teknik seperti insinyur teknik atau bahkan insiyur robotik. Ragam profesi yang ada di tengah masyarakat kita hari ini semua dibentuk oleh prodi-prodi yang ada di setiap universitas. Tentunya hal ini dapat menjadi input untuk memperkuat pilihammu.

 

Review

Kamu juga bisa tanya tentang UI sama mereka yang udah kuliah di sana via apreleanoni
Kamu juga bisa tanya tentang UI sama mereka yang udah kuliah di sana via apreleanonihttp://apreleanoni.blogspot.co.id/2015/01/road-to-school-perhimak-ui-dalam-ui-gtk.html

Setelah menentukan pilihan, hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah mendapatkan review atau feedback.

Kamu bisa bertanya pada orang tua, teman-teman, kakak, atau saudara bahkan tetanggamu yang pernah menjalani kuliah di Kampus Kuning dengan jurusan tertentu. Kamu bisa menanyakan pendapat mereka tentang bagaimana, sih, lingkungan kuliah di UI dan apa saja yang akan kamu dapatkan jika kamu mengambil prodi tersebut.

Review tersebut bisa kamu bandingkan dengan review yang kamu dapatkan di internet. Bahkan, kamu juga bisa melakukan browsing pada situs anakui.com untuk mengetahui apa saja kisah seru dan juga kesih sedih saat menjalani kuliah di fakultas tertentu.

Dari sekian banyak pendapat yang kamu kumpulkan, ditambah dengan pilihan-pilihan hidupmu seperti yang disebutkan di atas, maka diharapakan kamu sudah dapat menentukan apa prodi yang tepat untukmu saat menginjakkan kaki di kampus perjuangan ini.

Apa pun pilihannya, kami yakin itu adalah pilihan terbaik yang pernah kamu buat. Kami tak sabar untuk menanti dan bertemu muka dengan teman-teman generasi penerus perjuangan yang akan meneruskan perjalanan hidupnya di kampus UI.

Have a faith on whatever decision you make in life, then you will live the life to the fullest!

Yuk, bagikan inspirasi ini lewat Facebook, Twitter, dan LINE kamu sekarang!

 

Ssst… Eksistensi Seorang Mahasiswa Bisa Diukur dari Nama Julukan

Percaya atau enggak, masing-masing pasti punya nama julukan. Baik itu yang kamu ketahui ataupun kode yang digunakan oleh orang-orang untuk ngomongin kamu tapi gak mau orang tau dan denger. Nah, tahukah kamu kalau eksistensi kamu sebenernya bisa diukur dari seberapa banyak dan seberapa berartinya julukan kamu. Yuk, disimak!

 

Satu Julukan Seumur Hidup

Satu Julukan Seumur Hidup biasanya berkaitan erat sama fisik kamu via zh.widih
Satu Julukan Seumur Hidup biasanya berkaitan erat sama fisik kamu via zh.widih

Satu julukan seumur idup, misalnya kamu dari TK sampe kuliah, julukannya sama, yakni Kribo. Ya, mau gimana? Itu satu julukan yang sudah mendarah daging dan konotasinya udah bukan lagi negatif, tapi emang beneran julukan yang jadi identitas dan digunakan untuk memanggil kamu. Plus, kamu udah dari TK punya itu julukan, jadi kamu selalu noleh kalo ada orang yang manggil kamu itu.

Ada dua arti. Satu, kamu memang unik. Dua, dari TK sampe kuliah, kamu selalu punya temen bareng jadi ya… julukan kamu gak ganti karena emang temen kamu gak sepenuhnya ganti. Eksisnya lumayan bagus, coba aja bayangin sendiri.

“Eh, lu tau kribo gak?”

“Tau, doi temen SMA gue.”

“Oh iya? Gue satu SMP sama dia, sekarang sekampus.”

“Wah, iya? Doi masih kribo, gak?”

“Em…iyalah. Lu gila?”

Tuh kan?

 

Banyak Julukan

Semakin banyak julukan,eksistensi kamu kurang terpatri secara mendalam via
Semakin banyak julukan,eksistensi kamu kurang terpatri secara mendalam via Photo Credit: youngrocky via Compfight cc

Nah, ini yang sebenernya lumayan rame. Ada beberapa teori mengenai eksistensi berdasarkan banyaknya julukan. Kalau julukan kamu di satu tempat bisa ada banyak, berarti eksistensi kamu kurang terpatri secara mendalam. Ada yang kenal kamu sebagai si Cepot gegara kamu kurus macam wayang, tapi ada yang manggil kamu Botak karena selain kamu kurus, kamu juga botak. Which means, di satu tempat, ada yang lebih botak dari kamu dan ada yang lebih cepot dari kamu.

Teori lain adalah kamu punya banyak kepribadian atau keahlian. Misalnya, di sekitar temen sejurusan, kamu dipanggil Pak Haji gegara kamu mondar-mandir mushola terus tapi ada juga yang manggil Koplak gegara kamu suka ngelawak. Yaa, macem-macem dan menurut teori yang ini banyak julukan berarti eksistensi kamu punya banyak makna buat orang-orang tertentu.

 

Beda Tempat, Beda Julukan

Beda Tempat, Beda Julukan via eatdrink
Beda Tempat, Beda Julukan via eatdrink

Ini agak mirip sama orang yang punya banyak julukan. Bedanya, ini orang hanya punya satu julukan di satu tempat tongkrongan. Misal, di tongkrongan dia dipanggil Koplak karena emang ditongkrongan kelakuannya ngaco-ngaco koplak gitu, tapi di antara temen sejurusan, sampe ke junior-juniornya, semua taunya dia sebagai kakak mapres, gegara emang dia pinter dan cerdas, dan orangnya macam profesor. Di gang deket rumah, dia dipanggil Pakde gegara mukanya tua dan dulu waktu baru dateng dari Jawa, logatnya kentel gak ketulungan. Nah, beda kan? Ini berarti eksistensi kamu statis dan somehow kamu bisa memainkan banyak peran di berbagai tempat berbeda.

 

JLBK

JLBK (Julukan Lama Bersemi Kembali) via gembelizer
JLBK (Julukan Lama Bersemi Kembali) via gembelizer

Temennya CLBK. Julukan Lama Bersemi Kembali—berarti kamu dulu punya julukan di masa lalu, kemudian kamu move on, tapi kemudian kamu kembali dijuluki dengan julukan kamu yang lama. Biasanya ini terjadi ketika kamu berada di ruang-ruang transisi. Ketika kamu SMA, kamu dijulukin caplang karena kuping kamu caplang. Terus ketika kamu masuk kuliah, kamu dijulukin Jelangkung karena kamu kalo dateng gak dipanggil dan tau-tau pergi juga macem jelangkung. Eh, tak disangka, orang-orang menyadari bahwa kamu caplang dan akhirnya kembali dipanggil caplang.

 

Julukan Buatan Sendiri

Ngerasa mirip Dian Sastro? Yakin?
Ngerasa mirip Dian Sastro? Yakin?

Ini sedih. Julukan itu seharusnya disematkan oleh orang, bisa berdasarkan ciri fisik, kepribadian ataupun keahlian. Sedangkan kalau kamu sematkan sendiri, berarti kamu secara memelas mau orang-orang mengenal kamu demikian, tapi kamu gak mampu menampilkan diri kamu sebagai apa yang kamu bayangkan. Misal, kamu mau dipanggil Dian Sastro tapi kamu gak sama sekali menampakkan keanggunan, kecerdasan dan, karisma Dian Sastro. Kamu justru malah menampilkan suara cempreng ganggu kamu dan akhrinya kamu malah memanggil diri kamu Dian Sastro sementara yang lain manggil kamu Mandra. Kan kasian.

Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line! Siapa tau ada yang mau berbagi nama julukannya yang lucu dan gokil? Ini julukanku, mana julukanmu?