Teruntuk Maba, Ini 8 Alasan Kamu Harus Tinggal di Asrama Mahasiswa UI

Tahun ajaran baru akan tiba, saatnya mempersiapkan diri untuk menjadi mahasiswa. Selain mempersiapkan diri dan mental agar lebih kuat menghadapi kehidupan perkuliahan, satu hal penting yang wajib diperhatikan adalah tempat tinggal, khususnya untuk mahasiswa perantau. Hal ini karena tempat tinggal akan mempengaruhi masa adaptasi kalian di lingkungan baru di kampus dan sekitarnya.

Salah satu opsi tempat tinggal untuk mahasiswa rantau adalah Asrama Mahasiswa UI. Terdapat beberapa faktor yang membuat asrama menjadi rekomendasi pilihan tempat tinggal untuk maba. Penasaran? Yuk, kita tengok poin-poin berikut.

1. Murah Meriah

Jika dibandingkan dengan kos yang ada di sekitar UI, Asrama UI ini terbilang sangat murah. Kalian cukup membayar Rp300.000 perbulannya, loh. Satu kamarnya dihuni oleh satu orang. Namun, khusus laki-laki, terdapat pilihan lain selain kamar untuk satu orang, antara lain kamar untuk dua orang yang biayanya Rp300.000/bulan/orang, kamar untuk tiga orang yang biayanya Rp200.000/bulan/orang, dan kamar standar plus untuk dua orang yang biayanya Rp500.000/orang.

Sumber: Surat Pengumuman Pendaftaran Asrama UI bagi Mahasiswa 2020

Jika kalian ingin membawa barang elektronik, kalian akan dikenakan biaya Rp20.000/item. Barang elektronik yang dapat dibawa ke asrama antara lain rice cooker, kompor, listrik, dispenser, televisi, dan pemanas air (heater).

2. Perabot Kamar Lengkap

Sumber: asrama.ui.ac.id

Dengan harga semurah itu, kalian nggak perlu khawatir soal perabotan yang ada di kamar. Di setiap kamar sudah tersedia perabotan yang lengkap loh, mulai dari kasur, lemari pakaian, meja dan kursi belajar, rak buku. Selain itu, kalian juga nggak perlu khawatir karena sprei kasurnya sudah disedikan oleh pihak asrama, loh. Penggantian sprei dilakukan dua minggu sekali. Jadi, kalian tidak perlu ribet bawa perabot sendiri, deh.

3. Kamar Mandi Luar

Pada setiap lantai gedung, terdapat 10—15 kamar mandi dan toilet bersama. Kamar mandi dan toilet tersebut sudah dilengkapi bak dan gayung, wastafel untuk mencuci piring, dan tempat untuk mencuci dan menjemur baju. Walaupun digunakan bersama, kalian nggak perlu antre kok, kan nggak semua mahasiswa punya jadwal kuliah pagi, hehe.

Oh iya, kamar mandi dan toiletnya juga dibersihkan setiap hari oleh petugas kebersihan asrama. Meskipun demikian, para penghuni tetap diharapkan bisa menjaga kebersihan demi kenyamanan bersama.

BACA JUGA: Rasa Kesepian Memuncak di Masa Kuliah, Wajar Nggak Sih?

4. Kantin yang Murah dan Menu yang Beragam

Sumber: Google Maps Photo/Sofiati Zainuddin DR

Kantin asrama ini bisa dibilang kantin paling murah seantero UI. Selain murah, menu yang disediakan pun beragam. Kebanyakan sih menu masakan rumah, jadi rasa kangen sama masakan rumah bisa terobati, deh.

Kantin yang buka pada pukul 06.00—23.00 tersebut memiliki tujuh pedagang dengan ciri khasnya masing-masing. Dua pedagang menjajakan aneka minuman, tiga pedagang menyediakan menu rumahan, satu pedagang spesialis aneka olahan ayam, dan satu lagi menyediakan aneka nasi goreng, bakso, dan mi. Oh iya, khusus untuk masakan rumahan, kalian bisa ambil sendiri nasi dan lauknya loh, jadi porsinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu, hehe.

5. Wifi 24 Jam

Lobi depan, salah satu spot wifi di Asrama UI (Sumber: Google Maps Photo/Rey Fahriza)

Mahasiswa UI itu identik sama tugas yang bejibun. Untuk meringankan beban mahasiswa, pihak kampus menyediakan wifi gratis untuk mahasiswanya. Nggak cuma di lingkungan kampus, di asrama juga ada wifi yang bisa kalian gunakan 24 jam, loh. Wifi ini sama seperti wifi yang ada di kampus, hanya bisa diakses oleh mahasiswa karena terhubung dengan sistem Singel Sign On (SSO) UI.

Sayangnya, wifi asrama hanya terdapat di spot-spot tertentu, seperti area kantin, gazebo, dan lobi depan asrama. Jadi, kalau mau wifi-an, mau nggak mau harus keluar kamar, deh.

6. Fasilitas Pendukung yang Lengkap

Lapangan futsal, salah satu fasilitas pendukung di Asrama UI (Sumber: Google Maps Photo/Team Pexel)

Selain kantin murah dan akses wifi, asrama juga memiliki fasilitas lengkap lainnya yang tentunya berguna untuk penghuninya. Fasilitas pendukung tersebut antara lain kios fotokopi, minimarket, laundry, area olahraga, parkir mobil dan motor yang luas, dan ATM (sayangnya hanya BNI). Di asrama juga ada layanan konseling khusus untuk mahasiswa, loh. Jadi, kalau kamu merasa punya masalah dan ingin berkonsultasi dengan ahlinya, kalian nggak perlu jauh-jauh ke Klinik Makara, deh.

BACA JUGA: Pendaftaran Asrama UI Sudah Dibuka, MABA Silahkan Catat Persyaratannya!

7. Penjagaan 24 Jam

Pos penjagaan yang ada di dekat parkiran motor (Sumber: Google Street View)

Dengan fasilitas selengkap itu, nggak mungkin dong kalau nggak ada yang jaga. Di gerbang depan asrama sudah ada Pengamanan Lingkungan Kampus (PLK) UI yang siap sedia menjaga keamanan asrama selama 24 jam. Gerbang asrama pun dibuka pukul 05.00 dan ditutup pukul 23.00. Kalau kalian mau pulang di atas jam malam, kalian cukup lapor saja ke pihak PLK.

Asrama UI memiliki jam tenang pada pukul 23.00—05.00. Namun, kalau kalian mau nugas atau wifi-an di kantin atau area lobi tetap diperbolehkan, kok. Asalkan nggak berisik tentunya.

8. Menambah Banyak Teman

Kantin Asrama UI sering menjadi titik kumpul mahasiswa (Sumber: Google Maps Photo/Deni Fazri)

Last but not least, dengan tinggal di asrama, kalian bisa memperluas pertemanan kalian karena asrama ini tempatnya mahasiswa UI dari Sabang sampai Merauke. Nggak cuma dari berbagai daerah, kalian juga bisa menambah teman dari berbagai fakultas. Selain itu, kalian juga nggak akan merasa kesepian ketika mengerjakan tugas ospek sebab punya banyak teman senasib sepenanggungan, hehe.

Asrama juga menjadi tempat berkumpulnya paguyuban daerah. Setiap malam, nggak jarang anak-anak paguyuban berkumpul di kantin, entah untuk rapat atau sekadar ngobrol bareng. Selain itu, kegiatan mahasiswa di asrama juga cukup banyak, loh. Kegiatan seperti lomba, live music, nonton bareng, dan lain-lain dikoordinatori oleh Senior Resident, semacam BEM-nya asrama gitu, deh. Nah, buat kalian yang anaknya religius, kalian juga nggak perlu khawatir sebab acara keagamaan juga sering diadakan di asrama, seperti buka bersama untuk mahasiswa Islam dan ibadah bersama untuk mahasiswa Kristen dan Katolik.

***

Itu tadi delapan alasan kenapa kalian harus tinggal di Asrama Mahasiwa UI untuk mengawali masa adaptasimu. Sebagai informasi tambahan, masa tinggal di asrama itu satu tahun. Namun, kalian bisa memperpanjangnya di tahun kedua dengan persyaratan tertentu. Mau tinggal lebih lama? Tenang, gabung aja jadi pengurus Senior Resident. Otomatis masa tinggalmu bisa bertambah, deh

BACA JUGA: Horror Misteri Di Gedung C Asrama UI

Kronologi Polemik di Asrama UI hingga Audiensi Adkesma BEM UI dengan UPT Asrama UI sebagai Jalan Keluarnya

Pada Jumat (13/03) lalu, UI menerbitkan surat edaran tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19 di Lingkungan Universitas Indonesia. Dalam surat bernomor SE-703/UN2.R/OTL.09/2020 tersebut, terhadap beberapa hal yang diatur, seperti perubahan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ), larangan bagi sivitas akademika bepergian ke luar negeri, dan anjuran bagi mahasiswa yang tinggal di kost dan asrama untuk pulang ke rumah masing-masing. Sampai tulisan ini dimuat, surat edaran tersebut masih berlaku dan belum ada surat edaran baru lagi mengenai kegiatan semester depan.

Bersamaan dengan surat tersebut, pada Senin (16/03), pihak asrama UI mengeluarkan nota dinas perihal pengosongan Asrama Mahasiswa UI. Surat bernomor ND-43/UN.ARM/Log.00/2020 tersebut memberitahukan pada seluruh penghuni asrama untuk mengosongkan kamar mereka sampai batas waktu 19 Maret 2020 dan membawa semua barang pribadi karena semua kamar akan disterilkan. Selain itu, pihak asrama juga menganjurkan agar semua penghuni asrama pulang ke rumah masing-masing.

Surat tersebut jelas membuat semua penghuni heboh. Dalam waktu yang singkat, rasanya tidak mungkin membereskan semua barang pribadi yang tidak sedikit. Mereka yang sempat mencari kost mungkin sedikit tenang, tetapi bagaimana dengan mereka yang tidak sempat karena berbagai macam faktor? Berbagai cara pun dilakukan, seperti menitipkan barang di kamar teman hingga terpaksa meninggalkan barangnya di kamar meskipun mereka telah mengisi surat keluar asrama.

Mayoritas penghuni asrama memang memilih untuk pulang, apalagi semua penjual di kantin juga mulai menutup tempatnya satu-persatu. Sementara itu, pada Minggu (22/03) asrama UI juga mulai menerapkan karantina mandiri di lingkungannya. Mahasiswa yang tetap memutuskan untuk tinggal di sana tidak boleh keluar dan mahasiswa yang sudah keluar tidak boleh masuk ke area asrama lagi.

BACA JUGA: Ada Bikun Nyasar di Jalanan, Ada Apa Ya?

Dikutip dari suaramahasiswa.com, pada awal Juni 2020 lalu muncul unggahan di media sosial milik salah satu anggota Senior Resident (SR) yang berisi keluhan penghuni asrama UI yang masih menyimpan barang mereka di kamar masing-masing selama mereka pulang kampung sesuai anjuran pihak asrama. Mereka mengeluhkan bahwa pihak asrama akan memindahkan secara paksa barang-barang mereka apabila tidak segera diambil sampai tanggal 30 Juni. Keputusan tersebut dinilai sepihak dan tidak melibatkan seluruh penghuni asrama, termasuk SR.

Sumber gambar: asrama.ui.ac.id

Hingga akhirnya, pada 12 Juni lalu, Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM UI mengadakan audiensi dengan Kepala UPT Asrama Mahasiswa UI, Bapak Abdi Kurnia Djohan S.H., M.H., terkait dengan Pengumuman Nomor 87/UN2.R1.8/Hunian/2020. Berdasarkan informasi dari OA Line Adkesma BEM UI, pengumuman tersebut menjelaskan bahwa masa tinggal di asrama diperpanjang hingga 30 Juni 2020. Bagi mahasiswa yang sudah check out tapi barangnya masih ada di kamar masing-masing, pihak asrama memastikan tidak akan mengeluarkan barang-barang mereka. Mereka dapat mengambil barang-barang tersebut sampai tanggal 30 September 2020.

Audiensi tersebut juga menghasilkan keputusan bahwa bagi penghuni yang sampai tanggal 30 Juni 2020 belum mendapatkan hunian baru, mereka dapat mengajukan overstay dengan membuat surat pengajuan perpanjangan masa tinggal lebih lama beserta jangka waktu yang diperlukan dan disertai dengan surat rekomendasi dari fakultas. Surat tersebut berupa tulisan tangan yang disertai tanda tangan pemohon. Surat tersebut kemudian difoto atau di-scan dan dikirim kepada Koordinator Asrama Mahasiswa UI. Surat tersebut berlaku untuk 30 hari dan jika dalam 30 hari belum mendapatkan hunian baru, penghuni tersebut dapat membuat surat pengajuan lagi. Selain itu, bagi penghuni yang ingin mengambil barang melalui perantara dapat membuat surat kuasa yang dikirim ke Koordinator Asrama Mahasiswa UI

Untuk semester depan, pihak asrama mengalokasikan 700 kamar sebagai bentuk physical distancing. Kamar tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa baru 2020. Jika masih ada kamar yang tersisa, mahasiswa angkatan 2018 ke atas boleh mengajukan tinggal di asrama dengan membuat surat pernyataan dan surat rekomendasi dari fakultas serta dikirim ke Koordinator Asrama UI.

BACA JUGA: 8 Jenis Olahraga Yang Asik Dilakukan Pagi Hari di UI

Jembatan Dekat Menwa UI Rusak, Siapa Tanggung Jawab?

Siapa yang tak mendambakan jembatan penyeberangan yang aman dan nyaman? Apakah kita ingin melewati jembatan penyeberangan yang rusak dan rentan roboh? Seperti beberapa bulan lalu, di kawasan Pasar Minggu, sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO) roboh setelah diterpa hujan lebat yang melanda Jakarta. Padahal, kondisi jembatan tersebut masih terbilang lebih layak dari jembatan yang tedapat di dekat Markas Menwa. Walhasil, empat orang meninggal dunia, dan beberapa luka-luka.

Jembatan Penyeberangan Orang sangat dibutuhkan di tengah ramainya kendaraan di Ibukota. Jembatan yang diperuntukan bagi para pejalan kaki dan penyandang cacat itu didirikan guna memenuhi hak mereka. Hal mutlak bagi pemerintah untuk mendirikan JPO yang layak digunakan masyarakat. Tidak hanya layak saat pertama didirikan, namun juga harus tetap layak selama bertahun-tahun usai didirikan. Bagaimana caranya? Dibutuhkan, PEMELIHARAAN!

Kali ini, di depan mata kita, JPO itu rusak. JPO yang terletak tepat di antara Markas Resimen Mahasiswa (Menwa) UI dan Kelurahan Srengseng Sawah tersebut masuk dalam daftar tak layak dilalui dan harus diperbaiki. JPO yang mulanya diminta untuk dibangun oleh para warga Srengseng Sawah yang digusur karena kediamannya menjadi target pembesaran lahan kampus makara itu, kini telah memasuki usia lebih dari 15 tahun. Selama itu juga, JPO itu menjadi langganan para warga dan mahasiswa UI untuk dilalui hingga kini.

Kondisi JPO Srengseng-Menwa (via Official Line BEM UI)

Namun, bukan justru menjadi acuan pemerintah untuk melakukan pemeliharaan rutin, tapi malah dibiarkan hingga kondisi jembatan itu kini kian mengenaskan. Sebagaimana kegiatan obervasi yang dilakukan Biro Penelitian dan Pengembangan (Litbang) BEM UI 2016 bulan lalu, mendapati kondisi jembatan itu sangat rapuh, terlihat dari beberapa kontruksi bangunan yang rusak, bolong, dan berkarat. Bahkan, ada beberapa bagian atap jembatan yang sudah bolong, sehingga jembatan akan tergenang air jika dilanda hujan. Ditambah lagi dengan tidak adanya bagian yang rata pada tangga di dua sisinya, yang menyebabkan penyandang cacat dan difabel tidak terakomodir saat menyeberang di JPO tersebut. Padahal, sesuai pedoman Peraturan Menteri Pekerjaan Umum no 19 tahun 2011 pasal 26 ayat 5 menyebutkan, pada bagian tengah jembatan penyeberangan pejalan kaki wajib dilengkapi bagian rata yang dapat digunakan sebagai fasilitas kursi roda bagi penyandang cacat.

 

BACA JUGA: Fasilitas Kampus Kurang Memuaskan? Merasa Suaramu Belum Didengar? Coba Baca Dulu Audiensi Ini

 

Belum lagi kondisi jembatan yang rawan kejahatan saat malam hari, menambah kekhawatiran setiap penggunanya. Lampu jembatan yang redup dengan jembatan yang terbentang panjang, semakin memperbesar kemungkinan aksi kriminal dilancarkan. Seperti yang terjadi bulan Mei lalu, seorang perempuan yang sedang menyeberang melalui jembatan ini menjadi korban penjambretan pukul 17.50. Meski warga sekitar berhasil menangkap sang pelaku, namun hal itu tetaplah menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para pengguna JPO Srengseng Sawah-Menwa UI.

Mendambakan kondisi jembatan penyeberangan yang layak, pihak Kelurahan Srengseng Sawah telah beberapa kali melakukan usaha advokasi kepada Pemprov DKI Jakarta. Namun, hasil yang diinginkan justru berakhir tumpul. Sebab, Lurah Srengseng Sawah, Tb. Mansuri menjelaskan usaha yang dilakukannya itu menemui ketidak jelasan penanggung jawab kerusakan JPO. Sebab, ia mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta mengaku JPO itu bukanlah wewenang mereka. Dari keterangan tersebut, terbentuk premis-premis terkait status kepemilikan JPO tersebut, yakni aset milik Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, atau Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

JPO ini belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas perawatan dan perbaikannya (via Official Line BEM UI)

Berdasarkan situasi tersebut, BEM UI dengan tegas menyatakan sikap menuntut pengelola JPO Srengseng Sawah, baik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mengakui kepemilikan JPO tersebut. BEM UI juga menuntut pengelola untuk membangun kembali (renovasi) JPO Srengseng Sawah agar dapat dilalui dengan nyaman, aman, dan layak sesuai standar pendirian jembatan penyeberangan yang berpedoman pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum.

 

BACA JUGA: Udah Tau Belum? Ini Nih Kenyataan Tentang Jembatan Aborsi UI

 

Mengingat pentingnya Jembatan Penyeberangan Orang bagi warga sekitar dan mahasisa UI, kita wajib tuntut dan kawal terus tuntutan perbaikan JPO itu agar layak digunakan dan tidak saling lempar bola panas perbaikan! Sebab, kita berhak atas fasilitas yang layak dari pajak yang sudah kita bayarkan tiap tahunnya! Mari bagikan artikel ini di akun Facebook, Twitter, dan Line kamu agar pemerintah tahu, kita BUTUH fasilitas yang layak dan memadai!

Zefa, Mahasiswa Vokasi Komunikasi yang Terjatuh dari Lantai 3 Asrama UI. #YukBantuZefa

Kabar duka kembali terdengar di Universitas Indonesia, kali ini datang dari Vokasi Komunikasi. Gimana nggak, salah satu rekan kita, Zefanya Louis angkatan 2015 mengalami luka parah karena terjatuh dari lantai 3 gedung D1 Asrama UI. Zefanya atau akrab disapa Zefa ditemukan oleh petugas cleaning service Asrama UI pada Rabu, 23 November 2016 pukul 08.00. Bukan hanya itu, ketika ditemukan, tubuhnya masuk selokan sehingga tulang rusuknya patah.

“Dia ditemukan sekitar jam 8 pagi sama cleaning service dengan posisi terjatuh ke selokan dan tulang rusuknya patah,” Ujar Syita yang merupakan salah satu teman dekat Zefa.

Sampai saat ini belum bisa dipastikan penyebab Zefa sampai bisa terjatuh dan luka-luka. Zefa langsung dilarikan ke Pusat Kesehatan Mahasiswa (PKM) untuk mendapatkan pertolongan pertama. Akan tetapi karena keterbatasan alat, Zefa langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bunda Margonda. Saat ini, kondisi Zefa sudah sadarkan diri dan masih mendapat perawatan intensif.

s__4612253
Kondisi Zefa di Rumah Sakit Bunda Margonda

BACA JUGA: Fasilitas Kampus Kurang Memuaskan? Merasa Suaramu Belum Didengar? Coba Baca Dulu Audiensi Ini

 

Rencananya, keluarga Zefa akan membawa Zefa ke RSCM karena peralatan yang tersedia di RS Bunda Margonda juga masih terbatas. Zefa membutuhkan perawatan yang lebih intensif dan butuh operasi karena tulangnya terkena paru-paru.

“Kondisinya saat ini udah sadar, tapi terakhir saya dengar dia harus dioperasi karena tulangnya kena paru-paru jadi susah nafas,” ujar Syita.

jarkom
Broadcast yang menyebarkan informasi mengenai kondisi Zefa

 

Oleh karena itu, Zefa sangat membutuhkan doa serta bantuan dari teman-teman agar kondisinya lekas membaik dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Yuk, sama-sama kita bantu Zefa! Untuk donasi dapat disalurkan melalui rekening BNI, 0429430721 atas nama Vidya. Kalau kamu belum bisa donasi, mari kita bantu Zefa dengan cara yang paling sederhana; sejenak berdoa untuk kesembuhan Zefa, semoga operasinya lancar dan segera kembali ke kampus perjuangan ya!

 

BACA JUGA: Memasuki Bulan November, UI Dikejutkan dengan Ditemukannya Mayat Bayi di Danau Agatis

Teruntuk Pengendara Roda Empat: Ini Dia Cara yang Bisa Kamu Lakuin Biar Ga Takut Melewati Jalan Cinta!

Mahasiswa aktif UI pasti udah paham banget kalo sekarang sedang ada pengalihan jalur keluar UI. Jadi, kita gak bisa keluar lewat Gerbatama (UI Wood – Tugu Buku (Jakarta)) untuk sementara karena sedang ada perbaikan ruas jalan Gerbatama-Mako Menwa (UI Wood) mulai tanggal 13 April sampai entah kapan. Waduh, repot juga, ya! Kalo naik motor sih banyak alternatifnya; bisa lewat Beji atau Pocin. Nah kalo yang naik mobil gimana, dong?

Dikutip dari twitter PLK UI, untuk sementara UI membuka jalan Hutan Kota (portal deket FT dan Kutek), atau yang lebih dikenal dengan nama “Jalan Cinta” (jalan tembus antara Kutek – Asrama UI) yang selama ini misterius itu. Jadi, bagi pengendara mobil kalo mau keluar UI harus melewati asrama dulu. TAPI, sialnya, Jalan Cinta ini kalo malem-malem emang sepi banget, Bro, karena jarang yang lewatin dan emang creepy sih suasananya, namanya aja Hutan Kota. H – U – T – A – N .

Tenang aja, jangan khawatir, kali ini anakui.com akan ngasih cara-cara gimana sih buat kamu yang pulang-pergi naik mobil ke kampus biar gak takut melewati jalan cinta ini!

BACA JUGA: Inilah Alasan Kenapa Mahasiswa Mulai Jarang Naik Sepekun Berdasarkan dengan Lokasi Haltenya

 

Ajak Temen Nebeng

Ajak temen pulang bareng pake cara elegan via @desty_unyil
Ajak temen pulang bareng pake cara elegan via @desty_unyil

Ini satu-satunya cara yang bikin kamu depet temen pulang yang nyata dan tetep keliatan keren, apalagi kalo temen kamu pulangnya naik kereta.

“Eh nebeng yuk.”

“Yah tapi kan gak bisa lewat Gerbatama? Gue kan naik kereta.”

“Iya gue kan lewat stasiun Universitas Pancasila / Lenteng Agung. Nanti lo naik dari situ aja lebih deket.”

“Wah boleh deh.”

Mission completed, dengan cara yang berkelas.

 

Nyalain Radio

Sambil jalan jangan lupa dengerin radio via Christofer Tapiheru
Sambil jalan jangan lupa dengerin radio via Christofer Tapiheru

Mungkin radio bisa menjadi teman kamu di saat-saat sepi, karena ada yang lagi live broadcasting jadi berasa ada temen ngobrolnya. Silahkan cari channel radio yang lebih banyak cuap-cuapnya  daripada iklan atau musiknya. Dan yang harus kamu perhatiin: jangan puter channel yang isinya ceramah sehingga mengingatkan kamu akan dosa-dosa atau bahkan channel yang lagi nyeritain cerita horror. Bukan waktunya, Mz. Yang ada kamu gak jalan-jalan karena atut.

 

Jangan Panik

Namanya aja Jalan “Cinta”, anggep aja penuh bunga-bunga via bisniswisata
Namanya aja Jalan “Cinta”, anggep aja penuh bunga-bunga via bisniswisata

Santai aja, anggep aja Jalan Cinta merupakan jalan yang biasa kamu lewatin setiap hari, gak ada apa-apa dan gak serem. Namanya aja Jalan “Cinta”, anggep aja jalan ini penuh dengan bunga-bunga nan indah menawan menuju cintamu; kebahagiaan. Positive thinking.

 

Gunakan Lampu Jauh (Beam)

Gunakan Lampu Jauh (Beam) via sembilan.info
Gunakan Lampu Jauh (Beam) via sembilan.info

Meski penggunaan lampu jauh harus diminimalisir karena menyilaukan dan membahayakan pengendara yang lain, tapi mungkin di Jalan Cinta ini penggunaan beam sesekali perlu jika kamu ngerasa jalannya bener-bener gelap dan gak keliatan apa-apa. Jujur aja, penerangan di jalan ini belum bagus-bagus banget (iya soalnya emang biasanya malem-malem jalan ini kan ditutup), jadi mungkin kamu butuh pencahayaan tambahan untuk menuntun kamu melewati jalan ini. Cukup menyalakan beam jika emang diperlukan, daripada kamu celaka gara-gara gak bisa ngeliat jalan? Kebetulan kan jalannya juga sepi jadi pasti kendaraannya cuma satu arah dan gak ada orang yang mau jalan kaki lewat situ. Kalo ada, ya udah biarin aja…

 

Konvoi!

Cari aja temen yang juga naik mobil via simomot
Cari aja temen yang juga naik mobil via simomot

Belum pernah konvoi mobil kan? Gak deng bercanda. Kalo kamu emang orangnya paranoid banget, cari aja temen yang juga naik mobil atau pun motor, minta bareng keluar UI-nya, pasti sweet kan sepanjang di jalan cinta berdampingan gitu, bener-bener kayak dua insan yang saling jatuh cinta. Halah.

 

Ramaikan Semua Jok

Isi jok mobil sampai penuh via pixabay
Isi jok mobil sampai penuh via pixabay

Kalo kamu bener-bener nyetir sendirian dan semua jok kosong, lebih baik jok-jok yang kosong itu kamu isi dengan barang-barang kamu, biar… gak ada yang dudukin 🙂 ((creepy)). Ya iya sih, daripada kamu deg-degan gak fokus di jalan cinta gara-gara jok tersebut kosong dan khawatir kenapa-kenapa, lebih baik dipenuhin aja biar merasa lega.

 

Minimalisir Melihat Spion

Melihat spion bisa menyebabkan tingkat paranoid kamu meningkat via top1
Melihat spion bisa menyebabkan tingkat paranoid kamu meningkat via top1

Melihat spion bisa menyebabkan tingkat paranoid kamu meningkat, apalagi kalo sendirian. Jalan Cinta ini sepi banget kok, gak rame kayak Margonda, jadi paling ya mobil atau motor yang mau lewat pasti sabar menghadapi kendaraan di depannya. Gitu. Hati-hati ya hehehehe.

Bagaimana teman-teman pengendara roda empat? Admin sendiri belum pernah sih nyetir mobil sendirian lewat jalan cinta, boro-boro lewat jalan cinta, orang kemana-mana aku naik bikun tercinta. Udah ya gitu aja semoga selamat sampai tujuan dan hati-hati melangkah!

Asrama UI Kembali Heboh

PS: Ini adalah kopian notes dari Risda Panji, Fasilkom 2007 dengan seizin pemiliknya. 5 April 2009 lalu ada kejadian heboh di asrama. Silakan dibaca.. 🙂 ====================================== ASRAMA UI KEMBALI HEBOH kejadian berlangsuung kemarin, tepatnya tgl … Baca Selengkapnya

Orde Baru Ala Rektor(at)

Banyak mahasiwa baru yang terlunta-lunta karena tidak segera bisa menempati asrama. Terutama mereka yang berasal dari luar Jawa – Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan lain-lain –. Apalagi, mereka yang tidak memiliki sanak saudara, atau bahkan senior waktu SMA yang kuliah di UI.

Baca Selengkapnya