Agenda Open Recruitment BEM UI 2008

UAS dah selesai….
liburan sudah didepan mata…
Tapi Jangan Lupa!

Agenda Open Recruitment BEM UI 2008….
dicatet trus daftar juga ya…. ^_^

7-12 Januari 2008 –> Pengambilan Formulir
14-19 Januari 2008 –> Pengembalian formulir dan wawancara.

Baca Selengkapnya

Pemira IKM UI 2007: Sepi..

Tidak terasa, kepengurusan BEM UI periode 2007-2007 (soalnya cuma satu semester) pimpinan duet M. Tri Andika (FISIP 2003) dan Rangga Zanuar (MIPA 2003) akan segera berakhir. Seperti biasa, sebelum kepengurusan BEM UI (juga DPM UI) berakhir, ada proses yang namanya Pemilihan Raya (Pemira) Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia, yang diikuti (harusnya) oleh seluruh mahasiswa UI untuk memilih pasangan Ketua dan Wakil Ketua BEM UI dan memilih anggota DPM UI..

Baca Selengkapnya

Mengenai Aksi 121 BEM SI, Ini Tanggapan BEM Se-UI!

Beberapa bulan belakangan ini, Indonesia banyak dirundung masalah. Gejolak politik yang kian membara, hampir memberangus keberagaman dan kedaulatan negara. Belum kelar polemik penistaan agama yang dibungkus dengan isu makar, memasuki awal tahun 2017 ini, Indonesia kembali kedatangan masalah anyar yang membuat gerah para aktivis dan mahasiswa untuk terjun langsung mempertanyakan berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai gagal memenuhi kebutuhan ‘wong cilik’.

Melipir ke Tragedi ’98 dan Semanggi yang diinisiasi oleh kebersatuan mahasiswa dalam menggalakkan massa untuk menuntut reformasi terhadap rezim Soeharto, kini BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) kembali menyerukan aksi bertajuk “Reformasi Jilid 2” hari ini, 12 Januari 2017 atau disebut Aksi 121. Rilis pemberitaan yang datang langsung dari website resmi BEM SI itu menghimbau agar seluruh mahasiswa di Indonesia turun dan meramaikan jalan, guna menuntut kebijakan pemerintah yang dinilai semena-mena dan main-main dalam membuat berbagai keputusan.

Aksi Bem SI 20 Mei 2015 (via teropong)

Tertanda Koordinator Pusat BEM SI yang juga Ketua BEM UNJ, Bagus Tito Wibisono menggencarkan gelora aksi bela rakyat hari ini. Aksi itu merujuk kepada beberapa hal dan kebijakan yang dinilai sewenang-wenang dan saling lempar tanggung jawab oleh pemerintah. Beberapa hal yang menjadi poin penting berdentumnya jantung para mahasiswa itu, antara lain:

· Kenaikan harga BBM non subsidi sebesar Rp 300,00 per liter
· Pencabutan Subsidi Listrik Golongan 900VA
· Kenaikan Tarif Administrasi STNK, TNBK, dan BPKB.

Berkaitan dengan seruan aksi 121 itu, BEM Se-UI yang baru saja mengalami pergantian kepemimpinan baru, langsung bereaksi menanggapi masalah ini. Mujab, selaku Ketua BEM UI, mengeluarkan rilis Evaluasi bersama BEM Se-UI untuk meninjau berbagai masalah kebijakan teranyar yang dikeluarkan pemerintah di tahun ini.

 

BACA JUGA: Sudah Kenalkah Kita dengan Pemimpin BEM Universitas Indonesia yang Baru?

 

BEM Se-UI menilai kenaikan BBM, meskipun kecil, tentu akan berdampak pada perekonomian. Sebab, kenaikan BBM kali ini timbul berbarengan dengan kenaikan harga komoditas pasar lainnya. Sementara, pencabutan subsidi listrik golongan 900 VA, dinilai akan merusak daya beli dan meningkatkan inflasi. Kenaikan biaya Tarif Dasar Listrik, dalam evaluasi BEM Se-UI, dapat mengakibatkan komponen biaya masyarakat semakin bertambah dan mengurangi daya beli kebutuhan yang lain. Sedangkan, kenaikan tarif administrasi STNK, TNKB, dan BPKB justru menunjukkan bagaimana negara melihat rakyat hanya sebagai sumber pendapatan bukan sumber pengembangan negara agar lebih unggul.

BEM Se-UI juga mempertanyakan, mengenai pejabat pemerintahan yang saling lempar tanggung jawab pada masalah kenaikan tarif administrasi STNK, TNKB, dan BPKB tersebut. Hal itu terjadi ketika Presiden Joko Widodo justru mempertanyakan perihal kenaikan administrasi surat kendaraan tersebut. Padahal, PP kenaikan administrasi itu ditandatangani langsung oleh Presiden Jokowi. Hal ini mengundang pertanyaan besar, apakah (lagi-lagi) Pak Jokowi tak tahu mengenai isi PP yang ditandatanganinya?

BEM SI pada aksi 2 tahun Jokowi-JK (via lensaremaja)

Singkatnya, BEM Se-UI memiliki pandangan yang sama dengan BEM Seluruh Indonesia terkait kebijakan yang dinilai tak dapat dimaklumi tersebut. Sebab, langkah kebijakan yang dilakukan dinilai tidak bijak dilaksanakan di tengah iklim sosial, politik, dan ekonomi Indonesia tidak kondusif. Ditambah lagi adanya dugaan kenaikan berbagai biaya, sebagai sumber pemasukan negara non pajak, itu dinilai hanya menutupi ketidak sampaian target penerimaan negara dalam APBN 2016, yang membuat negara mencari cara untuk memperbesar penerimaan dan mengurangi pengeluaran negara.

Meski BEM Se-UI sepakat dan sepandangan terkait beberapa kebijakan anyar tersebut, namun BEM Se-UI menyatakan tidak akan ikut andil dalam aksi kali ini. Beberapa poin yang ditelurkan BEM Se-UI terkait Aksi Bela Rakyat 121 ini adalah sebagai berikut:

· Setelah melakukan koordinasi antara BEM UI dan BEM Se-UI dalam Chief Executive Meeting yang diatur dalam pasal 12 UUD IKM UI Perubahan tahun 2015 tentang penyikapan politik luar, BEM Se-UI memutuskan untuk tidak melakukan mobilisasi massa untuk Aksi Bela Rakyat 121.
· Mendukung aksi tersebut sebagai upaya yang sah dan wajar untuk menyuarakan aspirasi sebagai warga negara.
· Tidak melarang jika ada fungsionaris BEM UI 2017 maupun mahasiswa UI yang ingin turut serta dalam aksi tersebut sebagai individu.

BEM Se-UI juga menilai aksi upaya Reformasi Jilid 2 yang digaungkan di website resmi BEM SI masih memerlukan pra-kondisi yang belum terpenuhi saat ini. Selain itu, biaya politik dan ekonomi yang ditimbulkan akan menjadi sangat besar, yang tentunya bakal memberati rakyat sebagai penanggung pajak. Untuk itu, BEM Se-UI memilih sikap untuk menunggu Presiden Jokowi angkat bicara dan menunggu pertanggung jawabannya atas masalah kebijakan-kebijakan yang diputuskan.

 

BACA JUGA: 4 Cara Aksi Mahasiswa yang Kekinian

 

Kita sebagai mahasiswa sangat wajib ikut bersuara terhadap berbagai kebijakan yang dapat menyengsarakan rakyat. Sebagai penyambung lidah masyarakat dan juga agen perubahan, sudah saatnya kita bersatu padu menyerukan kebijakan pemerintah yang bisa menohok rakyat. Namun, ikut atau tidaknya kita dalam aksi adalah hak individu. Sebab, bersuara tidak hanya lewat keramaian, tapi lewat kesunyian dengan tulisan pun kita bisa bersuara. Untuk itu, mari bagikan artikel ini di akun Facebook, Twitter, dan Line kalian biar semua orang tau apa yang sedang terjadi di Indonesia saat ini!

Sudah Kenalkah Kita dengan Pemimpin BEM Universitas Indonesia yang Baru?

Pemilihan Umum Raya 2016 telah menemukan pemenangnya. Ketua dan Wakil Ketua BEM UI periode 2017 telah siap dilantik, setelah pemungutan suara yang digelar di Aula Utama Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI selesai dilaksanakan pada Selasa (13/12) lalu. Hasilnya, pasangan nomor urut dua, M. Syaeful Mujab dan Yoga Prawira resmi terpilih menjadi pemucuk jabatan tertinggi organisasi mahasiswa kampus kuning dengan perolehan suara sebesar 7.352.

Dengan selisih 3.467 suara, pasangan yang memiliki tagline #MenyelamYuk ini berhasil menumbangkan suara pasangan nomor urut satu, Fauzan Budi Prasetya dan Ardan Aziz yang hanya mampu meraih 3.885 suara. Demikian, Mujab-Yoga telah resmi menjadi Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia di periode mendatang. Ngomong-ngomong, kalian sudah kenal belum sama mereka? Milih mereka, bukan karena gantengnya, kan? Atau kenal kulit luarnya saja?

Ketua

1481857373200
Ketua BEM UI 2017 terpilih (via Official Line Menyelam Yuk!)

Bernama lengkap Muhammad Syaeful Mujab, pria bertubuh ideal ini jagoannya FISIP UI untuk menempati pucuk pemerintahan organisasi mahasiswa kampus kuning kita tercinta. Pria yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan, baik ketika masih bersekolah maupun berkuliah, ini selalu menempati posisi strategis di organisasi yang diikutinya.

Organisasi seperti OSIS, Forum Osis Nusantara, dan Gramuda Sabudarta Indonesia Jawa Tengah pernah diampunya semasa sekolah. Sementara itu, masa kuliahnya sebagai mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Indonesia, Mujab selalu menjadi bagian Badan Eksekutif Mahasiswa, baik fakultas maupun universitas, di antaranya ia pernah menjadi Staf Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FISIP UI 2014, Deputi/Wakil Kepala Departemen Kajian Strategis (Kastrat) di BEM UI 2015, dan Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2016.

Pria yang pernah bersekolah di SMAN 1 Slawi, Tegal, Jawa Tengah itu juga gemar menunjukkan kesukaannya di bidang politik dengan mengikuti berbagai perlombaan debat politik, salah satunya menjadi juara pertama di Kompetisi Debat Politik dan Pemerintahan Nasional di UGM pada 2015 lalu. Dengan pengalamannya di bidang organisasi dan pemerintahan serta politik, pria yang juga melakukan kegiatan magangnya sebagai Staf Anggota DPR RI, Oktober lalu itu kini mendapatkan kepercayaan para mahasiswa UI menduduki pucuk tertinggi pemerintahan organisasi internal kampus perjuangan.

 

Wakil Ketua

1481857375327
Wakil Ketua BEM UI 2016 terpilih (via Official Line Menyelam Yuk!)

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Konsentrasi Sastra Jawa angkatan 2013 yang terpilih menjadi Wakil Ketua BEM UI periode 2017 itu bernama lengkap Yoga Prawira. Yoga mewakili FIB sebagai jagoan pemucuk Badan Eksekutif Mahasiswa mendampingi Mujab. Pria berkumis tipis, dengan tubuh ideal itu telah aktif sebagai organisator sedari awal mengikuti perkuliahan di UI.

Dua tahun berkuliah, ia terpilih menjadi Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan BEM FIB UI 2015, serta Kepala Departemen Sosial Masyarakat BEM UI 2016. Tidak hanya itu, pria kelahiran Tangerang 22 tahun lalu itu juga terlibat dalam Forum Nasional Sosial Masyarakat DKI, Jabar, Banten 2016 sebagai Koordinator Wilayah.

 

1481857397047
Mujab-Yoga di RIK (via Official Line Menyelam Yuk!)
1481857392731
Mujab-Yoga berkunjung ke FKUI Salemba (via Official Line Menyelam Yuk!)
1481857384902
Mujab-Yoga berkunjung ke Fakultas Hukum (via Official Line Menyelam Yuk!)
1481857380174
Mujab-Yoga berkunjung ke Fasilkom (via Official Line Menyelam Yuk!)

1481857348312

 

BACA JUGA: Kalau Papa Minta Saham, BEM UI Minta Kita untuk Tandatangani Petisi

 

Nah, sudah kenal dengan para pemucuk kepemimpinan tertinggi lembaga kemahasiswaan kita? Semoga mereka bisa membawa BEM UI tahun depan ke arah yang jauh lebih baik ya. Jangan lupa bagikan artikel ini ke Akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar lebih banyak yang kenal dengan para nahkoda eksekutif kita!

Fasilitas Kampus Kurang Memuaskan? Merasa Suaramu Belum Didengar? Coba Baca Dulu Audiensi Ini

Beberapa fasilitas di kampus kita tercinta ini memang nggak seluruhnya masih dalam kondisi baik-baik saja. Coba kalau diperhatikan, dari ujung ke ujung pasti ada satu dan banyak fasilitas yang cacat atau kurang. Betul, kan?

Sebagai mahasiswa yang budiman, coba lirik kembali, yuk, usaha yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI dan BEM Fakultas se-UI yang sudah mengupayakan untuk menyuarakan pendapat mahasiswa kepada pihak yang berwenang. Pada tanggal 31 Mei sampai 3 Juni 2016, pihak BEM melakukan penjaringan aspirasi. Hasil dari aspirasi yang dikemukakan mahasiswa selanjutnya diteruskan kepada Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas (DPPF). Beberapa aspirasi yang disampaikan di antaranya mengenai fasilitas bis kuning, fasilitas parkir, sepeda kuning, asrama, dan beberapa fasilitas lainnya.

Ada banyak fasilitas yang cacat di UI via Kawanku
Ada banyak fasilitas yang cacat di UI via Kawanku

Rabu, 28 September 2016 dilakukan audiensi yang melibatkan Dr. Ir. Gandjar Kiswanto. M.Eng selaku Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Fasilitas serta perwakilan dari BEM. Audiensi tersebut dilakukan di Aula Terapung Perpustakaan Universitas Indonesia pada pukul 15.30 WIB.

Poin-poin besarnya, pertama mengenai pembangunan fasilitas parkir di Kampus UI Salemba. Jadi kalau kamu mampir ke sana dan mengendarai motor, maka sebentar lagi fasilitas parkir akan segera tersedia.

Khusus untuk kamu Bikun Mania, mungkin kamu selalu merasa lelah dan letih nungguin bikun yang gak kelihatan walau sekadar simbol biru dan merahnya. DPPF akan mengusahakan agar Bikun bisa datang setiap 4 menit sekali. Ditambah, ada rencana bikun dioperasikan setiap hari. Artinya mungkin aja kamu bisa naik bikun di hari Minggu. Tapi, sabar, ya, ini baru diusahakan, loh. Karena bagaimanapun, pihak DPPF mempertimbangkan jam kerja para supir yang sudah bekerja dari pukul 06.00—22.00 dengan 19 kali beroperasi. Selain bikunnya, halte bikun pun akan diperbaiki. Kalau selama ini kamu kerap melihat halte bikun yang gelap, nantinya pencahayaan di setiap halte akan ditambah.

Selain itu, fasilitas yang dibahas dalam audiensi tersebut adalah pengadaan sepeda kuning atau Spekun di hari Minggu. Nantinya akan ada sistem locking untuk Spekun yang dapat diakses menggunakan KTM serta rencana pengadaan Spekun di Vokasi. Jadi, kalau pagi-pagi mau sepedaan di kampus, bisa lah, ya…

Pihak DPPF berencana memperbaiki fasilitas asrama via Madura in University of Indonesia
Pihak DPPF berencana memperbaiki fasilitas asrama via Madura in University of Indonesia

Nah, sesuai dengan aspirasi yang disampaikan mahasiswa juga, pihak DPPF akan memperbaiki fasilitas asrama. Mungkin setelah fasilitas yang satu ini betul-betul ada, kamu akan beralih dari kosan ke asrama saja.

Pihak DPPF kabarnya akan memperbaiki kamar mandi asrama yang selama ini mungkin terlihat kotor. Penambahan ruang untuk mencuci dan menjemur pakaian, dan kabarnya dengan biaya sewa Rp350.000—Rp400.000, pihak asrama akan menambah fasilitas cuci gratis. Gimana? Sudah kebayang, dong, dimanjain sama asrama? Biayanya terjangkau, nggak perlu capek-capek cuci jemur, ada WiFi, dan pastinya keamanan asrama pun akan ditingkatkan. Jadi, apa lagi yang kurang?

Selain poin-poin yang telah dijelaskan, audiensi pun membahas soal perbaikan perpustakaan pusat, gerbatama, faculty club, UI art Center, dan fasilitas pendukung lainnya. Mau tahu lebih banyak?

Coba saja baca di https://bit.ly/NotulensiAudiensiBersamaDPPF2016

Apa masih ada aspirasimu yang belum disampaikan di audiensi tersebut?

Yuk, coba suarakan di sini

Hal yang Gak Boleh Banget Kamu Lewatkan Waktu Jadi Mahasiswa

Dunia mahasiswa memang seru dan menyenangkan untuk dijalani. Ada berbagai macam kegiatan yang bisa kamu ikuti saat menjadi mahasiswa, baik akademik maupun non-akademik. Dari kegiatan olahraga hingga korespondensi, dari travelling hingga jurnalistik, kamu bisa ikuti di kampus.

Supaya dunia mahasiswamu berjalan dengan seru dan menyenangkan, ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lewatkan selagi masih menjadi mahasiswa, antara lain.

BACA JUGA: Momen-momen “Surga” yang Dirindukan Oleh Mahasiswa

1. Senat & BEM

Pengalaman di senat & BEM akan mengasah kemampuan berorganisasimu via nuansamahardhika
Pengalaman di senat & BEM akan mengasah kemampuan berorganisasimu via nuansamahardhika

Salah satu pengalaman paling berharga yang bisa kamu dapatkan di kampus adalah pengalaman berorganisasi. Beberapa mahasiswa enggan masuk organisasi mahasiswa karena malas untuk bekerja lebih dari pekerjaan kampus ataupun tak mau terlalu terikat dengan satu instansi.

Tapi, nyatanya, pengalaman berorganisasi di kampus akan membuat kamu mendapatkan teman baru untuk menambah networking kamu untuk masuk ke dunia kerja. Selain itu, pengalaman di senat & BEM akan mengasah kemampuan berorganisasimu, sehingga kamu memiliki pengalaman yang bisa dipakai di dunia kerja.

 

2. Travelling Bersama Teman

Jangan lupa untuk travelling bersama teman-teman baikmu via kompastravelfair
Jangan lupa untuk travelling bersama teman-teman baikmu via kompastravelfair

Saat menjadi mahasiswa, jangan lupa untuk travelling bersama teman-teman baikmu. Uangnya darimana? Namanya travelling, kamu tidak perlu mengunjungi daerah-daerah yang jauh dan ngehits. Kamu hanya perlu pergi ke tempat yang ada di sekitar kotamu untuk mempererat persahabatan kalian.

Travelling bersama teman bisa menjadi sebuah cerita yang indah untuk kamu dan teman untuk diceritakan ketika kalian berpisah nantinya. Ada satu saat dimana kalian akan merindukan saat-saat itu lagi.

 

3. Cinta di Kampus

Punya beberapa mantan di kampus, itu bisa menjadi cerita sendiri untukmu via  nonakampus
Punya beberapa mantan di kampus, itu bisa menjadi cerita sendiri untukmu via nonakampus

Memang, prioritas kamu di kampus adalah belajar dan lulus tepat waktu, tapi tidak ada salahnya jika kamu merasakan cinta di sela-sela perjuanganmu itu. Gelora jiwa muda saat mahasiswa bisa semakin menggelora jika kamu memiliki si dia yang selalu menemanimu menyusuri indahnya masa-masa di kampus.

Selain itu, jika kamu memiliki beberapa mantan di kampus, itu bisa menjadi cerita sendiri untukmu. Paling tidak, kamu pernah menjadi sosok playboy di kampus. Pengalaman itu juga bisa kamu tularkan ke adik kelas atau ke orang-orang di sekitar kamu.

 

4. Kegiatan Mahasiswa

Gak aktif di BEM, tapi harus aktif di kegiatan mahasiswa via brilio
Gak aktif di BEM, tapi harus aktif di kegiatan mahasiswa via brilio

Jika kamu tidak suka dengan kegiatan di senat & BEM, tak ada salahnya kamu memalingkan pandanganmu ke kegiatan mahasiswa lainnya, seperti pecinta alam, tim futsal, ataupun tim basket. Tak hanya mengasah kemampuanmu, kamu juga bisa memperoleh teman lintas fakultas di kegiatan tersebut.

Teman-teman yang kamu kenal dari kegiatan tersebut bisa menjadi networking yang bagus untuk peluang kerja kamu. Tak jarang, lulusan baru bisa mendapatkan pekerjaan atas bantuan dan networking yang baik dari kegiatan mahasiswa yang dia ikuti.

 

5. IPK baik

Dan pastikan kamu dapat IPK yang baik via blog.sukawu
Dan pastikan kamu dapat IPK yang baik via blog.sukawu

Yang terakhir dan yang paling pamungkas adalah IPK yang baik. Memang, IPK tidak bisa menjadi patokan kapabilitas seseorang di bidangnya, tapi paling tidak itu membuktikan kerja kerasnya selama 4 tahun di kampus.

Percaya atau tidak, IPK masih menjadi tolok ukur untuk mendapatkan pekerjaan yang layak untuk kehidupan kamu. Beberapa perusahaan masih menjadikan IPK yang tinggi sebagai salah satu syarat penerimaan kerja.

Jadi, masih mau melewatkan hal ini? Think Again!

Liburan, Sih Liburan! Tapi Jangan Lupa Sama Hal-hal Ini, ya!

Ngomongin soal tahun baru dan liburan memang asyik banget, kan! Yap! Setelah bersakit-sakit dahulu ngerjain makalah, laporan, dan teman-temannya itu, akhir semester tiba juga. Tiba jugalah liburan yang lumayan agak panjang. Di sela-sela liburan ini, tolong loh, ya jangan menghindar dari sekelumit kasus akademikmu yang belum terselesaikan. Maaf, Guys! Bukan maksud menghancurkan kehidupan barumu, tapi mau mengingatkan saja, hal-hal yang penting yang gak boleh luput dari ingatanmu ini.

Ingat SIAK, di Situ Ada Nilai Kamu

Ingat SIAK, di Situ Ada Nilai Kamu via
Ingat SIAK, di Situ Ada Nilai Kamu via Photo Credit: The Next Web via Compfight cc

Masing ingat kan SIAK itu apa? SIAK bukan makanan, bukan juga tempat liburan, apalagi tempat senja tenggelam. SIAK atau Sistem Informasi Akademik yaitu sistem yang akan menentukan hidupmu di kampus selama satu semester ke depan. Nah, selain itu pengunggahan nilai di SIAK pun akan terjadi selagi kamu masih liburan. Haha! Ketawain aja, ya. Nilai yang akan diunggah oleh dosen-dosenmu itu sih yang akan jadi penentu hidupmu. Dan kejutannya, nilai-nilai itu akan diunggah di minggu awal di bulan Januari, 2016! Secepat itu. Tapi, kalau mau aman, mendingan jangan buka SIAK sampai masa SIAK War berlangsung.

Gara-gara SIAK ini, mahasiswa akan berubah menjadi beberapa tipe. Pertama, mungkin yang sudah kerja keras selama semester kemarin, mereka akan kepo dan buka-tutup halaman academic.ui.ac.id sambil harap-harap cemas gitu deh! Tipe kedua, yaitu tipe yang mau liburannya tentram, jadi mereka gak mau buka SIAK sampai pengisian IRS dimulai. Dan tipe ketiga ini yang paling parah, yaitu tipe mahasiswa yang melupakan kapan nilai keluar dan kapan IRS harus diisi. Mungkin tipe ketiga ini adalah mahasiswa-mahasiswa yang mau skripsi, hem, mungkiiin…

 

Pikirkan Berapa SKS yang Akan Kamu Ambil

Pikirkan Berapa SKS yang Akan Kamu Ambil via
Pikirkan Berapa SKS yang Akan Kamu Ambil via Photo Credit: Jirka Matousek via Compfight cc

Cepat atau lambat, kamu mesti menentukan berapa SKS yang akan kamu ambil di semester selanjutnya. Mau buru-buru lulus kah? Bersantai-santai kah? Atau mau ambil semester pendek? Semua itu harus ditentukan! Nah, jumlah SKS yang akan diambil pun berpengaruh dengan masa depanmu. Sebelum memilih, sebaiknya cermati dulu setiap mata kuliah yang akan diminati. Kalau itu kelas internal, ya mungkin akan lebih mudah, tapi kalau kelas eksternal, cobalah hati-hati dan urus segala prosesnya. Pikirkan matkul A bakal kayak apa, mampu atau enggak, kalau diambil akan membawa hidupmu ke mana, gitu, sih!

 

Mau Mental ke Tingkat UI atau Masih Akan Terus Berkarya di Jurusan?

Mau Mental ke Tingkat UI atau Masih Akan Terus Berkarya di Jurusan? via vokasi.ui.ac.id
Mau Mental ke Tingkat UI atau Masih Akan Terus Berkarya di Jurusan? via vokasi.ui.ac.id

Khusus anak yang gemar banget organisasi pasti ngerti sama hal yang satu ini. Di awal semester dan awal tahun ini sudah seharusnya kamu menentukan langkah organisasimu. Karena apa? Di semester baru inilah semuanya terorganisir kembali. Ketua dan wakil ketua BEM, DPM UI, dan Fakultasmu baru. Nah jadi kamu mau ikut yang di tingkat mana, nih?

Ketua jurusanmu akan berganti atau mungkin sudah berganti, yang pastinya akan merekrut orang-orang baru. Sekarang tinggal kamu yang menentukkan. Kalau awalnya hanya aktif di jurusan, mungkin ini saat yang tepat untuk show up di tingkat yang lebih tinggi. Kalau sekarang sudah ada di tingkat yang sangat-sangat tinggi, mungkin ini juga saatnya kamu untuk pulang dan mengurus jurusanmu. Kasihan, kan juniormu mau dikasih bekal apa nantinya?

 

Siap Sidang Tahun Ini, Siapkan Juga Skripsimu!

Siap Sidang Tahun Ini, Siapkan Juga Skripsimu! via benediktus-krisna-yogatama
Siap Sidang Tahun Ini, Siapkan Juga Skripsimu! via benediktus-krisna-yogatama

Teruntuk para mahasiswa semester akhir, udah, deh kalian gak usah muluk-muluk berdoa di tahun 2016-nya! Berdoa saja agar penulisan skrpisi dimudahkan. Ratusan lembar skripsi bukan masalah besar kalau kamu sungguh-sungguh ngerjainnya. Dan teruntuk yang sudah niat banget lulus, nikmati waktu liburanmu dengan menyusun skripsi, ya! Jangan ngiri sama yang lagi liburan, yang penting di tahun ini bisa sidang.

BACA JUGA: Begini Caranya Agar Skripsh*t Kamu Jadi Skripsweet!

Akankah Foto Wisudamu Terpampang Tahun Ini?

Akankah Foto Wisudamu Terpampang Tahun Ini? via  isj.fib.ui.ac.id
Akankah Foto Wisudamu Terpampang Tahun Ini? via isj.fib.ui.ac.id

Nah, ini nih yang seharusnya bakal jadi foto hits di media sosial. Di media sosial, khususnya Instagram lagi ngehits banget #2015bestnine. Di tahun 2016 foto apa yang bakal jadi ‘best’? Ya, pastikan itu foto wisudamu, yaa! Di balik prosesi wisuda, banyak sekali hal-hal yang harus kamu siapkan. Bukan hanya pasangan atau pendamping, pendaftaran wisuda, sidang skripsi, dan segala yang krusial sampai yang gak akan kamu pikirkan pun akan mungkin terjadi.

Itulah hal-hal yang gak boleh kamu lupakan meskipun sedang liburan. Karena di saat liburan inilah awal yang baru di semester barumu akan dimulai.

Satu hal lagi: jangan lupa belajar! Teruntuk yang masih semester awal, tengah, dan akhir, belajar harus diutamakan! Jangan sampai apa yang sudah kamu dapatkan di semester sebelumnya menghilang begitu saja. Huh, sayangilah ilmumu! Sampai ketemu di semester baru!

 

Di UI Bisa Ngojek Ala Go-Jek? Sekarang Bisa, dengan Ojek Mitra Kampus (OMK)!

Ojek di UI

Masih ingat dengan banyak permasalahan tentang ojek di kawasan UI? Tentu pengguna sejati ojek tahu dong! Pertama, mengenai tarif ojek yang kadang beda-beda, kedua perseteruan antara ojek UI dan gojek yang masuk lingkungan kampus. Masalah yang paling bikin gempar adalah masalah yang kedua. Kebayang waktu dua pihak itu saling pukul dan adu mulut, terlebih peristiwa yang ada di Fakultas teknik beberapa waktu lalu. Ya, masalahnya cukup riskan, sih!

Pastinya kita sebagai masyarakat UI sudah gerah dengan masalah itu, tapi permasalahan itu kini mulai diberantas oleh PLK UI (Pengamanan Lingkungan Kampus UI). Nah, kabar gembira untuk kita semua, kini sistem perojekan di UI akan lebih mudah diakses dengan tarif yang sudah ditentukan, dan keamanan yang terjamin. PLK UI bekerjasama dengan BEM UI dan Paguyuban Ojek Pangkalan sepakat untuk membuat Ojek Mitra Kampus (OMK) yang mulai dioperasikan pada Selasa, 17 November 2015. Waw, terobosan terbaru dari PLK UI ini sangat bermanfaat, loh untuk mahasiswa yang hidupnya ketergantungan dengan ojek UI. Manfaat naik OMK itu apa saja?

 

Ojek Mitra Kampus
Ojek Mitra Kampus

1. Tarif Rp8.000,00 sudah fix, gak dimahalin asal jangan nego lagi

Menanggapi isu-isu yang ada, katanya ojek UI itu tarifnya suka berubah-ubah, kadang dimahalin, kadang harga standar. Sebagai mahasiswa tarif beda seribu aja kan nyesek. Oleh karena itu tafir OMK ini sudah ditentukan dari sananya, untuk sekitar kampus UI tarifnya Rp8.000,00 aja, dan jangan ditawar lagi, ya!

 

2. Bisa pesan via SMS dan telepon

#UIjugapunya layanan panggil ojek lewat handphone. Nah, terobosan ini ceritanya untuk menyamakan gojek mungkin, biar gak ada lagi perseteruan di antara keduanya. OMK disebar di 4 titik tempat sekitar UI, ada di pangkalan tugu, stasiun UI, stasiun Pocin, dan di depan Fakultas Teknik (FT). Masing-masing pangkalan ini punya dua nomer yang dijadikan narahubung.

Berikut narahubung tiap pangkalan,

(1) Pangkalan Tugu Buku/Gerbatama; 0856-8329-141 dan 0878-8590-7151;

(2) Pangkalan Stasiun UI: 0856-8329-142 dan 0878-8590-7152;

(3) Pangkalan Pondok Cina: 0856-8329-143 dan 0878-8590-7153; dan

(4) Pangkalan depan Fakultas Teknik : 0856-8329-144 dan 0878-8590-7154.

Dengan adanya layanan ini, kamu bisa booking ojek tanpa repot, ya langsung di-SMS atau telepon saja. Mungkin kalau abang narahubungnya ada Whatsapp dan line, boleh juga di-chat.

 

3. Teraman dan terpercaya

Kalau biasanya naik ojek suka takut abang-abangnya menyeramkan, pakai motor bodong, atau gak punya SIM (Surat Izin Mengemudi), dengan menggunakan OMK, jangan takut lagi, ya Dek, abang OMK baik, kok. Pihak PLK sudah menyaring ojek-ojek yang tergabung dalam OMK. Mereka dipastikan mempunyai surat-surat kendaraan yang resmi, SIM, dan keamanan kamu lahir batin pasti terjaga.

 

4. Punya identitas

Rompi Ojek Mitra Kampus 1 Rompi Ojek Mitra Kampus 2

Untuk mengetahui mana OMK mana bukan, kamu bisa mengidentifikasinya lewat rompi yang dipakai. OMK punya rompi warna oranye yang bisa secara mudah diidentifikasi, di sebelah kanan bagian rompi ada nama abang OMK-nya, di sebelah kiri ada lambang OMK, dan di bagian belakang pun ada nama pengendaranya, jadi kalau mau naik OMK lihat rompinya saja, ya!

Terobosan ini tujuannya untuk mengoptimalkan system perojekan di UI, dan semoga benar-benar bisa tercapai, ya. Apa di antara kamu sudah ada yang coba OMK baru? Gimana rasanya?

Photo Credit: tommywahyuutomo via Compfight cc

5 Profesor yang Diabadikan Sebagai Nama Jalan di Kawasan Kampus UI

Enam tahun yang lalu, tepatnya bulan Juni 2009, 19 tokoh Indonesia dari berbagai bidang, terutama pendidikan, diabadikan namanya menjadi nama-nama jalan di dalam kompleks UI Depok. Dari 19 tokoh itu, kami ambil lima tokoh untuk dibahas pencapaian dan kontribusinya bagi UI dan Indonesia sehingga dijadikan nama jalan di UI.

Ir. R.M. Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo

Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo. (Sumber: Wikipedia)
Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo. (Sumber: Wikipedia)

Kalau kamu tahu Pusat Pendidikan Kelautan FMIPA (kalau nggak tau, sana sering-sering main sama bikun dan anak asrama) jalan yang ada di depannya itu dinamai dengan nama rektor pertama Universitas Indonesia, Ir. Raden Mas Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo? Beliau merupakan sarjana teknik kimia lulusan Sekolah Tinggi Teknik bagian Kimia Delft, Belanda, tahun 1920. Tahun segitu, baru beliau, tuh, yang jadi sarjana teknik kimia. Selain menjabat sebagai rektor pertama UI pada tanggal 2 Februari 1950 (tanggal ini dijadikan hari kelahiran UI), beliau juga pernah menjabat menjadi Menteri Keuangan dan Menteri Kemakmuran Indonesia. Perannya juga signifikan dalam menasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia dan pembentukan UI.

 

Prof. Dr. Mr. Soepomo

MR Supomo (Sumber: kebudayaanindonesia)
MR Supomo (Sumber: kebudayaanindonesia)

Tokoh ini, featuring Moh. Yamin dan Ir. Soekarno, adalah perumus UUD 1945 yang tiap hari Senin waktu zaman kamu masih pake baju putih merah sampai putih abu-abu, dibacain pembukaannya dengan nada yang sama persis dari Sabang sampai Merauke. Tokoh ini juga muncul di buku-buku sejarah SD dengan nama Mr. Soepomo. Beliau juga merupakan Menteri Kehakiman pertama Indonesia, loh! Gimana nggak, orang dia ikut bikin UUD-nya?

Mr. Soepomo juga merupakan lulusan perguruan tinggi di Belanda dan dibimbing langsung oleh Cornelis van Vollenhoven, seorang profesor hukum yang juga merupakan konseptor PBB. Mr. Soepomo menjabat sebagai rektor UI periode 1951-1954 dan digantikan oleh Bahder Djohan.

 

Prof. Dr. Ir. Sumantri Brodjonegoro

Sumantri Brodjonegoro.  (Sumber: Wikipedia)
Sumantri Brodjonegoro. (Sumber: Wikipedia)

Pernah main ke Kuningan? Bukan yang di Jawa, yang di Jaksel itu. Nah, kalau pernah, harusnya kamu tahu Stadion Soemantri Brodjonegoro di Kuningan situ, terus kamu pasti nggak asing dengan nama tokoh yang satu ini. Beliau adalah Menteri Pendidikan Indonesia ke-14 dan juga merupakan rektor ke-6 UI sekaligus rektor termuda UI sepanjang sejarah, umurnya baru 38 tahun sewaktu dilantik menjadi rektor. Menjabat selama hampir 9 tahun dalam dua kali periode (1964-1968 dan 1968-1973), Ir. Sumantri merupakan rektor UI dengan masa jabatan terlama sepanjang sejarah. Namanya dijadikan nama jalan yang melintas di depan Stadion UI.

Sama seperti Ir. R.M. Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo, Ir. Sumantri Brodjonegoro juga merupakan lulusan teknik kimia dan juga salah satu guru besar teknik kimia ITB.

 

Prof. Dr. Selo Soemardjan

Selo Soemardjan. (Sumber: Wikipedia)
Selo Soemardjan. (Sumber: Wikipedia)

Merupakan sebuah dosa besar bagi mahasiswa FISIP jika tidak mengetahui tokoh ini, dosanya segede bikun. Prof. Dr Selo Soemardjan merupakan pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI. Ia mendapatkan gelar profesor dari Fakultas Ekonomi UI dan hingga akhir hayatnya mengajar di Fakultas Hukum UI.

Sebagai Profesor utama Sosiologi, beliau merupakan ‘penasihat’ sosial kemasyarakatan di bawah Sultan Hemengkubuwono IX dan X. Nama beliau diabadikan menjadi nama jalan yang menjadi pemisah antara FISIP UI dan FIB UI.

 

Prof. Dr. Miriam Budiardjo

Miriam Budiardjo. (Sumber: tomtomdj)
Miriam Budiardjo. (Sumber: tomtomdj)

Dosa besar lainnya bagi mahasiswa FISIP UI, terutama mahasiswa jurusan Ilmu Politik, jika tidak mengenal tokoh ini. Beliau merupakan penulis buku wajib FISIP se-Indonesia, yaitu Pengantar Ilmu Politik dan Dasar-dasar Ilmu Politik. Beliau juga pernah menjabat sebagai dekan FISIP UI serta merupakan diplomat perempuan pertama Indonesia. Iya, itu buku tebel yang warna sampulnya biru itu. Tuh, ‘kan ada nama beliau.

Ahli politik, Prof. Dr. Miriam Budiardjo juga pernah bertugas di New Delhi dan di Washington D.C. sebagai diplomat. Nah, selain aktif di luar, tokoh yang akrab disapa Ibu Mir ini juga berperan pada peristiwa mundurnya Soeharto pada Mei 1998, yang mengakhiri Orde Baru. Berdasarkan biografinya yang ditulis di tokohindonesia.com, Ibu Mir sendiri yang menyampaikan hasil Simposium Kepedulian UI terhadap Tatanan Masa Depan Indonesia, yaitu meminta kesediaan Soeharto selaku Presiden RI saat itu untuk mengundurkan diri: “Menyambut baik kesediaan Bapak (Soeharto) untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden…”

Keren nggak tuh? Kalo kata anak basket: In Your Face. Kalo kata anak 9gag: like a sir.

Wafat pada tahun 2007 pada usia 83 tahun, nama Prof. Dr. Miriam Budiardjo diabadikan menjadi nama salah satu jalan di dalam kompleks UI Depok.

Nggak nyangka kan, nama-nama jalan yang mungkin pernah kamu liat atau denger itu ternyata se-awesome itu? Kalau kamu baru tahu bahwa nama itu bukan nama tokoh sembarangan, yuk, buruan share artikel ini via Facebook, Twitter, dan Line, supaya temen-temen lain yang mungkin belum tahu soal ini. Ini penting loh!

 

Olimpiade UI 2014

Olimpiade UI 2014 Olimpiade UI 2014 adalah ajang olahraga terbesar di Universitas Indonesia dan wadah bagi mahasiswa Universitas Indonesia untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga. Olimpiade UI 2014 merupakan kegiatan rutin tiap tahun … Baca Selengkapnya

UI Art War 2014

UI Art War 2014 UI Art War merupakan acara seni terbesar se-UI yang diadakan setiap tahunnya, merupakan program kerja dari Departemen Seni dan Budaya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang kali ini menggandeng … Baca Selengkapnya

OPREC VOLUNTEER UIYEA 2013

Apa sih yg ada di benak kamu setelah baca headline di atas? Bingung? Penasaran? Pengen tau lebih lanjut? Sebenernya apa sih UIYEA itu? Kok ada Season 2-nya segala? UIYEA itu merupakan kepanjangan dari Universitas Indonesia … Baca Selengkapnya