Memasuki Bulan November, UI Dikejutkan dengan Ditemukannya Mayat Bayi di Danau Agatis

Baru-baru ini, publik mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan dari kampus Universitas Indonesia Depok lantaran penemuan mayat bayi mengambang di pinggiran Danau Agatis, Kota Depok, Jawa Barat. Seorang mayat bayi perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan dan memprihatinkan.

Penemuan mayat bayi ini bermula dari laporan salah satu karyawan UI, Achmad Mulya, yang melintas di sekitaran Danau Agatis pada Kamis minggu lalu pukul 08.00 WIB (3/11/2016). Sesaat Achmad terkejut dan meyakinkan sosok mayat tersebut. Setelah itu, ia segera melapor ke Unit Pelaksana Teknis Pengamanan Lingkungan Kampus Universitas Indonesia (UPT PLK UI). Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak kampus beserta pihak polsek Beji.

Seketika Kampus UI pun dihebohkan dengan berita mengenaskan penemuan mayat bayi ini. Bahkan, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang fakutasnya menjadi fakultas terdekat dengan lokasi penemuan mayat bayipun turut diramaikan dengan ketakutan.

BACA JUGA: Sejarah Danau UI (Between Legend ‘n Myth)

Seorang mahasiswi FMIPA UI, Rizki Oktariza, mengaku bahwa mahasiswa di fakultasnya dihebohkan dengan kabar ini dan tidak sedikit yang merasa ketakutan.

“Jam setengah 10-an itu sudah ramai dan banyak PLK di sekitaran danau. Teman-teman juga pada ngomongi ini di kelas. Kabar beginian bikin takut banget,” ungkap Rizki (5/11/2016).

foto-1
Kondisi Danau Agatis UI pasca kejadian

Hal serupa juga dituturkan Chiko Harahap, mahasiswa FMIPA UI.

“Waktu kejadian itu ramai banget, terus sekarang orang-orang masih nanyai kasus itu gimana, siapa yang ngeletaki bayi di situ. Awalnya ada beberapa yang takut, ada juga yang enggak. Lalu parahnya ada yang berani lihat jasad bayi itu dan difotoi. Nah, foto bayinya disebar dan semuanya jadi ketakutan deh. Gak nyangka gitu,” tutur Chiko (5/11/2016).

Kabar penemuan bayi ini kemudian tersiar ke seluruh penjuru UI melalui media sosial dan menjadi viral di dunia maya. Hal tersebut mengundang banyak perhatian dari dalam kampus maupu luar kampus. Rasa kasihan dan prihatin juga muncul di benak mahasiswa.

“Sedih banget dengar kabar beginian. Tega, jahat banget pelakunya. Semoga kejadian beginian gak terulang lagi,”
kata Chiko.

Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki perihal temuan mayat bayi di Danau Agatis UI tersebut.

Read more: http://www.tajuk.id/read/detik/polisi-masih-selidiki-temuan-mayat-bayi-di-danau-agatis-ui#ixzz4PgxOKQeB

7 Tipe Berita di Kehidupan Sehari-Hari yang Udah Sering Kita Denger Sampe Bosen

Berita pada zaman sekarang sudah menjadi makanan sehari-hari, apalagi mahasiswa yang gak bisa lepas dari mantengin gadget. Gak di TV, radio, koran, maupun portal berita online, segala kabar terbaru mengenai seluk beluk dan carut marut dunia bisa kita ikuti. Akan tetapi, sadar gak sih, ternyata berita yang dimuat di media massa itu ya gitu-gitu aja, topiknya gak jauh-jauh dari hal yang udah sering kita baca dan denger sampe bosen. Nah loh, emangnya apa aja sih jenis beritanya? Berikut rangkuman anakui.com mengenai hal tersebut.

BACA JUGA: Gimana Caranya Biar Gak Gampang Terprovokasi oleh Media?

 

Berita Update

Berita yang muncul setiap setengah jam sekali via lendcreative
Berita yang muncul setiap setengah jam sekali via lendcreative

Jenis berita ini merupakan berita yang muncul setiap setengah jam sekali, misalnya kecelakaan, banjir, gunung meletus, kebakaran hutan, macet, pemerkosaan, pencurian, dan sebagainya. Kita pasti udah hapal sama model berita ini karena selalu berulang-ulang dan hanya memberikan info, ditambah bumbu sedikit opini yang menyalahkan pihak pemerintah tanpa solusi yang nyata.

 

Berita Kehidupan Sosial

Berita kehidupan sosial via rri
Berita kehidupan sosial via rri

Kurang lebih sama kayak berita update tadi, bedanya berita ini gak muncul setengah jam sekali, tapi dikupas secara mendalam pada suatu sesi khusus. Contoh beritanya misalkan fenomena kemiskinan, gelandangan, wabah penyakit, dan hal lain yang menyangkut kehidupan sosial masyarakat. Dalam berita ini, pemerintah jauh lebih disudutkan daripada berita update tadi.

 

Berita Hiburan

berita hiburan ini cuma buat seru-seruan via beritatagar
berita hiburan ini cuma buat seru-seruan via beritatagar

Sebenernya berita hiburan ini cuma buat seru-seruan dan biar asik aja sih, kayak tujuh fakta unik blablabla, tujuh destinasi blablabla, tujuh hal menarik blablabla. Berita ini sesungguhnya agak-agak kurang urgent untuk disaksikan, tapi ya namanya juga hiburan, kadang menarik juga buat nambah wawasan.

 

Berita Politik

Inget gimana berita pemilu yang ga ada abisnya? via bonepos
Inget gimana berita pemilu yang ga ada abisnya? via bonepos

Penulis mau angkat tangan aja kalo masalah berita ini, boleh gak? Berita ini bisa dibilang gak ada matinya! Karena semua orang seolah-olah kekeuh akan pendapatnya dan pasti berada dalam satu pihak. Contoh paling nyata adalah pada saat pemilu presiden, dua kubu saling mempertahankan jagoannya masing-masing dan mencari-cari kesalahan lawan. Jangankan saat pemilu, di keseharian juga banyak berita tentang partai politik saling balas membalas, kasus-kasus korupsi, pencemaran nama baik, kritik terhadap pemerintah, dan lain sebagainya.

 

Berita Prestasi

Berita prestasi via voaindonesia
Berita prestasi via voaindonesia

Biasanya ya, berita prestasi ini muncul dari cabang olahraga. Misalnya, Timnas berhasil di pertandingan awal, kemudian berita ini akan dibesar-besarkan seolah-olah menjadi juara utama. Bukan pesimis apa gimana, tapi kebanyakan dari kita lengah akan euphoria kemenangan padahal baru di awal pertandingan.

Akan tetapi, kita patut berbangga hati karena Indonesia Raya berhasil dikumandangkan pada Olimpiade Rio 2016 tanggal 17 Agustus kemarin berkat peraihan medali emas oleh Tontowi Ahmad & Liliyana Natsir. Selamat!

 

Berita Drama

Berita drama untuk meningkatkan popularitas via antiketombe.clear
Berita drama untuk meningkatkan popularitas via antiketombe.clear

Ya, gak usah dipertanyakan lagi kalo di dunia media massa juga ada yang namanya drama untuk meningkatkan popularitas dan mendongkrak nama media. Gak masalah sih sebenernya, yang bikin kesel adalah berita ini cenderung menarik perhatian masyarakat secara lebih besar dan menutupi berita-berita lainnya yang jauh lebih penting. Pengalihan isu, namanya.

 

Berita Sensasional

Berita sensasional yang gak penting-penting amat via tyhjataivas
Berita sensasional yang gak penting-penting amat via tyhjataivas

Mirip-mirip kayak berita drama di atas, bedanya berita ini jauh lebih gak penting dan membahas kehidupan pribadi tokoh papan atas yang kalo kita bahas sampe mendalam pun sama sekali gak ada faedahnya. Ok-lah ada manfaatnya untuk menghindari hal-hal tersebut, tapi kan banyakan buang waktunya. Iya, udah gitu aja.

Dan setelah kamu membaca artikel anakui.com kali ini, kamu dapat menyimpulkan bahwa artikel ini masuk ke dalam berita yang….?

Gimana Caranya Biar Gak Gampang Terprovokasi oleh Media?

Media merupakan suatu hal yang gak bisa dilepaskan lagi dari kehidupan kita sebagai manusia, apalagi kita mahasiswa yang butuh banget asupan informasi-informasi terkini biar tetep up to date dan gak ketinggalan berita. Kalau diibaratkan, media merupakan jembatan antara dunia luar dengan kehidupan kita biar terpantau terus: kira-kira lagi ada apa sih di luar sana?

Sayangnya, banyak media yang hanya mengejar popularitas tanpa memperhatikan orisinalitas dan kebenaran berita sehingga berita yang disajikan hanya berupa provokasi agar banyak dibaca oleh masyarakat dan menjadi perbincangan hangat. Karena kita mahasiswa, maka dari itu kita ga boleh ikut-ikutan terpancing sama berita-berita yang sifatnya provokatif tanpa mengandung hal yang sebenarnya terjadi.

Pada kesempatan artikel ini, anakui.com akan ngasih tau kamu gimana caranya biar kamu gka gampang terprovokasi oleh media, terlebih lagi terhadap media cetak. Yuk, langsung disimak aja!

BACA JUGA: Ini Dia Alasannya Kenapa Kamu Harus Baca Berita yang Benar

 

Langsung baca isinya, judul mah sekilas aja

Jangan terlalu terpengaruh sama judul via afif_jo
Jangan terlalu terpengaruh sama judul via afif_jo

Judul merupakan hal yang berkontribusi besar dalam salah tafsirnya pembaca akan suatu berita. Belum baca keseluruhan beritanya aja, pembaca bisa langsung terprovokasi dengan judul yang dibuat oleh media. Temen-temen pasti pernah diajarin waktu SD kalo bikin karangan itu isinya dulu, judul mah belakangan aja biar mewakili keseluruhan cerita?

Ya, begitu pun dengan berita yang banyak dibuat oleh media. Judulnya dibuat semenarik dan sehipster mungkin biar yang baca mengira kalau judulnya itu mewakili keseluruhan berita. Padahal mah ya, bisa aja judulnya dibuat hiperbola, biar makin provokatif, menarik, dan beritanya laris manis di pasaran. Bukan berarti judul yang menarik dan unik itu gak perlu, tapi tetep harus sesuai sama berita dan gak melenceng jauh sehingga gak mengurangi esensi dari berita tersebut. Jadi, biasakan membaca isi beritanya sampe abis, jangan terlalu terpengaruh sama judul.

 

Jangan terdistraksi oleh foto berita

Jangan terdistraksi oleh foto berita via blick
Jangan terdistraksi oleh foto berita via blick

Kurang lebih sama sih kayak judul, foto atau featured image berita yang digunakan sebagai pendukung berita tersebut biar makin “hidup” juga sering kali dimanfaatkan untuk menarik minat pembaca. Bisa aja si redaktur memasukkan foto yang gak nyambung-nyambung amat sama isi berita, asal kontroversial dan kira-kira menarik, eh malah dipake. Hasilnya… Duar! Pembaca cenderung terdistraksi sama foto beritanya dibanding membaca judul, apalagi isi beritanya. Kena, deh.

 

Tetep netral, keep calm

Tetep netral, keep calm via shareyouressays
Tetep netral, keep calm via shareyouressays

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tetap netral saat membaca berita. Pokoknya usahakan pikiran sejernih mungkin deh. Jangan langsung kepancing emosi misalkan begitu tahu idola kamu diberitakan hal yang kurang baik oleh media, abis itu kamu langsung terprovokasi dan memaki-maki berita tersebut. Tetap gunakan logika dan nalar yang jernih, ya. Objektif adalah kuncinya.

 

Ingatlah bahwa segalanya bisa dibikin drama

Semuanya bisa dibikin drama via cbc
Semuanya bisa dibikin drama via cbc

Gak cuma sintron aja yang bisa dibikin sedrama mungkin, kehidupan real aja bisa dijadiin drama sama media. Iya, media bisa aja membagi topik berita menjadi beberapa part dan dibuat seolah rangkaian berita yang dikemas secara drama! Apalagi, beberapa portal berita udah dicampuri sama kepentingan politik dari pihak tertentu. Harapannya sih saat kamu membaca berita yang penuh drama ini, kamu akan kebawa emosi dan ikut berkomentar biar tambah rame. Dengan mengingat bahwa semuanya bisa dibikin drama, kamu menjadi lebih waspada dan bisa tahu mana batasan-batasan yang sebenarnya kenyataan, mana yang terkesan dibuat-buat.

 

Baca dari sumber yang berbeda

Baca dari sumber yang berbeda via syaraf.blog.ugm.ac.id
Baca dari sumber yang berbeda via syaraf.blog.ugm.ac.id

Nah ini adalah tips yang paling kita temuin dalam membaca sebuah berita. Ujung-ujungnya bakal balik lagi kalo kita harus membaca suatu berita dari berbagai sumber, gak cuma satu aja, biar pandangan kita terhadap suatu kejadian bisa dari berbagai sisi dan menarik kesimpulan dengan lebih bijak.

Itu dia tips yang bisa anakui.com berikan kepada temen-temen biar gak gampang terprovokasi oleh media. Karena kita mahasiswa, sudah seharusnya berpikir dua kali sebelum berkomentar terhadap suatu berita, tentunya dengan cara yang berpendidikan dan berkelas. Selamat banyak-banyak membaca!

Kedua Berita ini Bikin Kamu Bangga Banget sama UI

Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin! Gimana nih kabarnya? Semoga makin lebar karena liburan banyak makan dan tidur ya, hehehe. Ya gak apa, nikmatin aja sebelum kembali stress dilanda tugas dan berbagai macam kegiatan perkuliahan yang bikin jenuh.

Nah, karena lagi liburan, temen-temen pasti males banget buat ngecek berita terbaru dan perkembangan tentang kampus tercinta ini, atau bahkan pernah denger, tapi cuma sebatas lewat aja. Kali ini anakui.com mau ngasih tau dua berita terbaru biar kamu gak ketinggalan dan biar kamu bangga banget udah menjadi bagian dari Universitas Indonesia!

BACA JUGA: Penghargaan Makara Utama Bidang Sosial Budaya untuk Ki Manteb Soedharsono

 

UI Jadi Satu-satunya Universitas di Indonesia yang Masuk ke THE Asia University Ranking

UI Jadi Satu-satunya Universitas di Indonesia yang Masuk ke THE Asia University Ranking via cs.ui.ac.id
UI Jadi Satu-satunya Universitas di Indonesia yang Masuk ke THE Asia University Ranking via cs.ui.ac.id

Wah, ternyata di tahun 2016 ini kampus kita tercinta berhasil menjadi perguruan tinggi pertama dan satu-satunya dari Indonesia yang turut diperhitungkan oleh Times Higher Education bersama dengan lebih dari 200 perguruan tinggi yang tersebar di 22 negara di Asia.

Pemeringkatan ini didasarkan oleh Media Inggris Times Higher Education (THE) University Rankings 2016 yang baru saja merilis Asia University Ranking 2016 pada Selasa (21/6/2016). UI masuk ke dalam kelompok 181-190 Perguruan Tinggi terbaik di dunia, loh!

Kalo kamu nanya peringkat pertama dan kedua dari THE University Ranking, sudah dapat dipastikan bahwa National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU) adalah jawabannya! Yup, Singapura berhak berbangga hati telah menjadi negara primadona dalam pemeringkatan THE tahun ini. Bayangin! Dua perguruan tinggi sekaligus dan menduduki posisi pertama dan kedua!

Gak cuma ada urutan peringkat aja loh, ternyata didata juga negara yang perguruan tingginya paling banyak masuk ke dalam pemeringkatan THE. Bayangin! 39 perguruan tinggi! Banyak banget, kan? Ini dia, Republik Rakyat Tiongkok dan Jepang. Selanjuntya juga ada Taiwan dan Korea Selatan yang berhasil ngeborong 24 perguruan tingginya masuk ke dalam pemeringkatan THE Asia.

Pemeringkatan THE ini gak asal menilai loh. Mereka menitikberatkan pada indikator riset yang dilakukan oleh sivitas akademika universitas. Terdapat 5 kelompok besar indikator kinerja universitas yang dikalibrasi ulang untuk mencerminkan atribut sistem pendidikan tinggi di Asia, yakni Performa Pengajaran (kegiatan belajar mengajar) – 25%; Penelitian (jumlah, reputasi) – 30%; Sitasi Penelitian – 30%; Cakupan Internasional (staf, mahasiswa dan riset) – 7,5% dan Kerja Sama Industri – 7,5%.

Kalo kamu kepo dan penasaran mengenai pengumuman resminya, langsung aja meluncur ke https://www.timeshighereducation.com/world-university-rankings/2016 .

 

Di Asia, Peringkat UI Naik ke Posisi 67 berdasarkan QS University Ranking 2016

Peringkat UI Naik berdasarkan QS University Ranking 2016 via accountingconference
Peringkat UI Naik berdasarkan QS University Ranking 2016 via accountingconference

Gak cuma via THE aja nih UI menorehkan prestasinya yang membanggakan, di QS University Ranking 2016 juga UI meraih pencapaian baru tahun ini. Peringkat UI di Asia naik 12 poin, dari posisi 79 ke posisi 67.

Eits, belum selesai sampe situ aja, QS University Ranking juga menyebutkan bahwa UI di Indonesia masih menduduki peringkat pertama! Wow banget gak, tuh?

Berdasarkan hasil kalkulasi yang dilakukan tim QS, UI unggul pada Kualitas Tenaga Pendidik, Reputasi Akademis, Jumlah Tenaga Pendidik Asing di UI serta Kegiatan Belajar-Mengajar di setiap fakultas.

Selain itu, indikator lain yang berhasil dipenuhi diantaranya terdapat peningkatan dalam publikasi jurnal, pengelolaan sumber daya manusia di tingkat universitas maupun fakultas, serta tata kelola organisasi yang mencakup budaya, kebiasaan, kebijakan dan upaya internasionalisasi komunitas mahasiswa maupun tenaga pendidik.

Semoga kedua berita di atas dapat membangkitkan semangat, rasa bangga, dan rasa syukur kamu karena telah menjadi bagian dari civitas academica Universitas Indonesia, ya! Percayalah, dari sekian banyak kekurangan kampus kita ini, tentu tersimpan banyak prestasi dan pencapaian-pencapaian membanggakan yang telah dihasilkan.

Referensi: ui.ac.id

 

Ingat! Perubahan Rute Bis Kuning Selama Proyek Jembatan Gedung A RIK dan Gedung Rumah Sakit UI (RSUI)

Adanya proyek jembatan penghubung antara gedung A RIK dan Gedung Rumah Sakit UI (RSUI), untuk sementara bikun mengalami perubahan jalur via cityanalysts
Adanya proyek jembatan penghubung antara gedung A RIK dan Gedung Rumah Sakit UI (RSUI), untuk sementara bikun mengalami perubahan rute via cityanalysts

Berhubungan dengan adanya pekerjaan proyek jembatan penghubung antara gedung A RIK dan Gedung Rumah Sakit UI (RSUI) maka akan ada penutupan akses jalan di depan gedung A RIK untuk sementara waktu, terhitung mulai tanggal 26 November 2015 s.d. 9 Desember 2015. Sehubungan dengan penutupan akses tersebut maka akan ada rekayasa lalu lintas seperti berikut.

  1. Dari arah Pusgiwa menuju Fakultas Psikologi diarahkan masuk ke arah Gedung Rektorat – Menara Air belok kanan menuju parkiran bus – FMIPA – Balai Sidang – ATM BNI Gedung RIK – pertigaan PLK – Halte Pondok Cina – Masjid UI kemudian terus menuju arah gerbatama
  2. Dari arah Gerbatama menuju Gedung Vokasi, ketika di depan gedung PLK akan diarahkan ke kanan menuju Balai Sidang – FMIPA – Parkiran Bus – Menara Air belok kiri menuju FIK sampai jalan Boulevard UI – lalu putar arah menuju FMIPA – Gymnasium – Stadion UI – FT

Ada pun untuk menyesuaikan rekayasa lalu lintas tersebut,  rute Bis Kuning juga akan mengalami sedikit perubahan.  Rute Bis Kuning yang akan berlaku mulai tanggal 26 November 2015 s.d. 9 Desember 2015 adalah.

  1. Jalur Bis Kuning Merah: Asrama – Gerbatama – Stasiun UI – FH – Stasiun Pondok Cina – Menara air – FMIPA – Jalan Boulevard – FMIPA – dst
  2. Jalur Bis Kuning Biru: Asrama – Gerbatama – Stasiun UI – Fakultas Psikologi – FISIP – FIB – FE – FT – Vokasi – Pusgiwa – Menara air – Stasiun Pocin –dst

Dengan adanya pembangunan proyek yang mengakibatkan diberlakukannya rekayasa lalu lintas dan perubahan rute bis kuning tersebut, diharapkan seluruh warga UI dapat bersabar serta bersedia mengikuti dan memakluminya.

Efek Buruk Penggunaan Earphone Pas Belajar

Desain bangunan perguruan tinggi di perkotaan saat ini kebanyakan memang membuat perhatian gampang teralih sehingga situasi di mana orang beraktivitas dengan earphone menancap di telinga sudah menjadi pemandangan biasa. Pun nggak sedikit dosen di UI yang memberi keleluasaan pribadi melalui musik (yang seringkali didengarkan melalui earphone) selama tidak berlangsung selama kegiatan belajar mengajar. Sebagian mahasiswa UI menganggap mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik dapat meningkatkan konsentrasi. Benarkah demikian?

 

Ngerjain tugas sambil denger lagu? (Sumber:)
Ngerjain tugas sambil denger lagu? (Sumber:Photo Credit: LA GRANDE TERRE via Compfight cc)

Dr. Robert Desimone, Direktur McGovern Institute for Brain Research di Massachusetts Institute of Technology, mengatakan belum ada riset yang benar-benar mendukung dugaan semacam itu. Dalam satu dari beberapa riset kecil di Taiwan, mendengarkan musik sambil membaca liriknya justru membuat nilai uji konsentrasi lebih rendah. Studi ini melibatkan 102 mahasiswa, dan diterbitkan secara online di Jurnal Work.

Dalam riset lain yang diterbitkan di Journal of the Scholarship of Teaching and Learning tahun 2010, dikatakan bahwa mendengarkan musik hip-hop membuat pengurangan nilai tes membaca pada 133 orang dewasa.

Studi ketiga dari Fu Jen Catholic University di Taiwan, yang diikuti oleh 89 mahasiswa usia 19-28 tahun, mendapati bahwa orang-orang yang mendengarkan musik sambil bekerja atau belajar (entah itu suka atau tidak suka dengan musiknya) mendapat nilai terendah dalam hal memusatkan perhatian, dibandingkan mereka yang tidak memiliki perasaan yang kuat mengenai musik, atau yang bekerja di ruangan tanpa mendengarkan musik. Secara alamiah, orang lebih menaruh perhatian pada musik yang sangat mereka sukai atau tidak mereka sukai dan mengacaukan kemampuan mereka untuk fokus.

Multitasking dalam hal mendengarkan musik pada beberapa situasi ternyata tidak begitu membantu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Mendengarkan musik sambil membaca liriknya, diikuti dengan membaca atau menulis laporan perkuliahan, bisa mengalihkan perhatian kamu dari hal-hal yang seharusnya menjadi prioritas kamu saat itu. Sebab, hal ini melemahkan proses verbal pada bagian-bagian dari otak.

pulang ngampus, earphone tetep di kuping. (Sumber:)
Pulang ngampus, earphone tetep di kuping. (Sumber:Photo Credit: Fire Monkey Fish via Compfight cc)

Para ahli syaraf yang mengadakan studi di Fu Jen Catholic University, Taiwan mengatakan korteks prefrontal atau pusat kontrol pada otak, harus bekerja lebih keras untuk tidak memproses stimulus verbal yang kuat seperti lirik, dan bersaing dengan aktivitas yang sedang kamu lakukan ketika mendengarkannya. Akhirnya, semakin lama kamu mencoba berkonsentrasi di tengah-tengah berbagai gangguan, semakin buruk pekerjaan yang dihasilkan.

“Perhatian itu membutuhkan upaya mental dan kita bisa kelelahan secara mental,” ujar Dr. Desimone.

Meskipun begitu, respons setiap orang terhadap musik bisa berbeda. Bagi sebagian orang, potongan musik yang familiar tanpa lirik bisa membantu menghambat suara-suara gangguan lain, seperti suara cempreng teman kamu yang selalu berisik waktu bikin tugas bareng kamu.

Menggunakan earphone untuk mereduksi kegaduhan dianggap bisa membantu meningkatkan daya konsentrasi dari kegaduhan yang ada. Menurut Steven Orfield, Presiden Orfield Laboratories Inc—perusahaan desain arsitektur di Minneapolis—earphone memang mampu menyaring tiga perempat kegaduhan di tempat kerja.

“Namun, ketika kamu melepaskannya selama beberapa menit, segala sesuatu akan terdengar terlalu keras hingga telinga kita menyesuaikan diri. Akibatnya kamu akan berbicara lebih keras pada yang lain, dengan atau tanpa sadar,” ujar Steven melanjutkan.

Studi Dr. Desimone juga menunjukkan bahwa penggunaan earphone lebih dari 90 menit secara konstan selama waktu yang lama dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran. Karena itu, untuk tetap menjaga kesehatan telinga, disarankan pembatasan volume sampai 50-70 persen batas maksimal volume.

Ketika kamu merasa kuping tidak nyaman atau sakit kepala, sebaiknya hentikan penggunaan earphone segera. Sering kali karena terlalu serius belajar, banyak mahasiswa yang sampai melupakan hal ini dan berakibat fatal pada pendengarannya. Jangan sampai deh, kamu budeknya se-naudjubile kalau lagi di kelas, terus dosen manggil-manggil kamu sampai lebih dari 4 kali. Ujung-ujungnya bikin malu sendiri kan?

Jurnal Environmental Science and Technology yang juga dikutip dari Healthnews.com menyebutkan bahwa sekitar 90 persen dari 4.500 penduduk kota New York berada pada risiko gangguan pendengaran akibat paparan dari kebisingan oleh MP3 player maupun smartphone yang seringkali mereka dengarkan melalui earphone.

Terus, sekarang kamu masih kekeuh mau ngerjain tugas kuliah sambil mendengarkan musik melalui earphone? Meski sekarang kamu jomblo, cepat atau lambat kamu akan punya pacar. Mending dengerin pacar kamu ngobrol daripada nyakitin kuping. Kalau jomblo aja udah nggak bisa ngejaga kesehatan kuping gimana bisa kamu ngejaga perasaan si dia yang tak pernah putus meski diterjaing badai? Eaa~

Terkait hal kesehatan, baca juga 3 tulisan yang populer di AnakUI.com di sini:

1. Fakta-fakta Salah Kaprah Tentang Mie Instan

2. 5 Makanan Ini Nggak Bakal Nyiksa Kalau Kamu Mau Diet

3. 4 Alternatif Pengganti Nasi untuk yang Diet

Kalau kamu setuju, yuk bagikan ulasan ini di Facebook, Twitter, dan LINE kamu agar makin banyak teman-teman kita yang sadar akan kesehatan tubuh kita, terutama kesehatan pendengaran dan… perasaan. Eh…