Mengenal Siapa itu Fatih Seferagic dan 4 Fakta yang Mungkin Anak UI Belum Ketahui Tentangnya

Masih ingat nggak sama hafidz ganteng asal negeri Paman Sam yang pernah berkunjung ke kampus kita? Kalau buat cewek-cewek sih katanya ganteng, tapi buat kaum adam, rasanya masih lebih tampan kita (kalau dilihat dari monas). Jadi, siapa sih dia sebenernya?

Yap, namanya Fatih Seferagic. Pemuda kelahiran Stutgart, Jerman 21 tahun yang lalu ini mampu menyihir setiap mata para wanita ketika memandang wajah khas orang bule. Siapa sangka, pria kelahiran Jerman ini merupakan seorang qari dan penghafal Al Quran.

Fatih mulai terkenal setelah rajin mengunggah video dirinya saat melantunkan ayat-ayat Al Quran di Youtube beberapa tahun lalu. Dari sanalah pria bersuara emas ini terkenal di mancanegara, tak terkecuali Indonesia dan kampus bermotto “Probitas, Veritas, Iustitia”.

Selain rajin melafalkan ayat Al Quran, Fatih juga biasa mengajari Al Quran di berbagai pertemuan-pertemuan di masjid di Amerika. Pada Jumat lalu, (11/11), Fatih mulai melakukan tur berlabel “Heaven on Earth”-nya. Dan di hari yang sama pula, UI menjadi salah satu tujuan di hari perdana turnya. Bertempat di Masjid Ukhuwah Islamiyah, para penggemar, baik mahasiswa maupun warga luar kampus berdatangan memenuhi masjid. Fatih ditemani Dian Pelangi, Fashion Designer kawakan yang juga pemain film Ketika Mas Gagah Pergi, dengan semangat dan ramah menyapa semua orang yang telah berkumpul memadati masjid.

Fatih ditemani Dian Pelangi melakukan tur ke berbagai wilayah di Indonesia
Fatih ditemani Dian Pelangi melakukan tur ke berbagai wilayah di Indonesia (via wolipop)

Setelah menyapa para pengunjung, pria kelahiran 1995 itu kemudian mulai melatunkan ayat-ayat Al Quran yang dimulai dari surat Al Fatihah sebanyak empat kali dengan nada yang berbeda-beda. Sontak para pengunjung terdiam dari gemuruh sorak-sorai kedatangannya.

BACA JUGA: Salam UI Menginisiasi Forum Margonda

 

Fatih memiliki ikatan dengan tiga negara

Fatih ketika diwawancara pihak The Deen Show mengenai riwayat hidupnya (via themusicvoice)
Fatih ketika diwawancara pihak The Deen Show mengenai riwayat hidupnya (via themusicvoice)

Fatih merupakan pemuda berdarah Bosnia. Di usianya yang baru menginjak empat tahun, ia dan keluarganya pindah dari tanah kelahirannya, Jerman, ke negeri Paman Sam hingga kini. Saat ini, Fatih tinggal di Houston setelah sempat berpindah-pindah dari Baltimore dan Dallas.

 

Fatih telah mempelajari Al Qur’an sejak umur sembilan tahun

Fatih Seferagic semasa kecil (via weheartit)
Fatih Seferagic semasa kecil (via weheartit)

Meski tinggal di negara yang mayoritas non muslim, hal ini tak menggoyahkan semangat Fatih untuk terus menegakkan agamanya. Ia mulai membaca Al Quran di umur sembilan tahun. Selama mempelajari Al Quran di Islamic Society of Baltimore di bawah asuhan Syaikh Qari Zahid dan Qari Abid, tiga tahun kemudian ia menjadi seorang penghafal 30 juz Al Quran.

Hafal Al-quran pada usia 12 tahun tidak membuat Fatih seferagic puas dengan pencapaiannya. Dia masih melanjutkan belajar ilmu agama dengan menghafal hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 2010, dia masuk ke Bayyinah Dream Program, sebuah sekolah Bahasa Arab Full Time di Dallas.

Fatih juga sempat menjadi ketua Remaja Masjid Shaykh Yasir Birjas di Dallas, Texas semasa ia menjalani masa pendidikan di Bayyinah Dream Program. Tak hanya itu, ia juga tergabung sebagai penulis dalam situs islam yang membahas permasalahan remaja, Muslim Youth Musing.

BACA JUGA: Yang Akan Kamu Kangenin di Bulan Ramadhan Waktu Kamu Kecil

 

Fatih nggak pelit ilmu

Fatih merupakan orang yang senang berdakwah dan membagikan ilmunya. (via moeslema)
Fatih merupakan orang yang senang berdakwah dan membagikan ilmunya. (via moeslema)

Setiap hari ia mengajarkan Al Quran melalui pertemuan-pertemuan di masjid, serta melalui media sosial, Skype, untuk murid-muridnya yang berada di luar kota dan negeri.

Per Agustus 2014, pengikut akun Facebooknya mencapai 301.653 dan Instagramnya mencapai 400 ribu!

 

Fatih menikah di umur 18 tahun

Fatih Seferagic bersama istri tercinta. (via Twitter)
Fatih Seferagic bersama istri tercinta. (via Twitter)

Kalau ini, pasti topik yang sulit diterima para penggemar wanitanya. Pria bule agamis ini telah menikah di usia muda. Ia menikahi wanita yang ayu asal Lenasia, Johannesburg, Afrika Selatan. Saffiya Kara berhasil membuat lumer hati Fatih dengan mempersuntingnya di usia sang hafidz yang baru memasuki 18 tahun, sementara Kara saat itu dinikahi di usia 21 tahun.

BACA JUGA: 5 Alasan Kenapa Alumni UI Adalah Menantu Idaman Orangtuamu

 

Meski demikian, Fatih masih memiliki cita-citanya beberapa tahun ke depan. Tujuan pembawa pesan dan cinta perdamaian menjadi resolusi utamanya dalam menegakkan ajaran Islam. Nah, buat kamu yang merasa ingin turut serta membawa pesan perdamaian seperti Fatih, yuk ikuti langkah dakwahnya untuk membagikan artikel ini dengan menjunjung tinggi perdamaian dan cinta melalui Facebook, Twitter, dan Line kalian!

Jurus Rahasia Anak Sastra UI: 5 Cara Praktis Menguasai Bahasa Asing

 

Siapa di antara kamu yang tengah mengambil jurusan sastra di Universitas Indonesia?

Ada banyak latar belakang yang membuat kamu pada akhirnya ‘mendarat’ di konsentrasi ilmu yang satu ini, mulai dari yang salah jurusan, sampai yang memang nge-fans sama budaya tertentu atau bahkan punya idola yang berasal dari negara yang disuka. Apa pun latar belakangnya, nggak sedikit di antara kamu yang mengambil jurusan ini masih punya kesulitan dalam penguasaan bahasa asing sesuai dengan jurusan yang dituju. Tak sedikit pula yang gugup dan ‘demam bahasa’ saat ketemu sama native speaker dari negara tertentu.

Kini, kekhawatiran kamu mungkin akan sedikit mereda, karena AnakUI.com punya trik jitu untuk membantu kamu menguasai bahasa asing dengan mudah. Meski mudah dilakukan, jika tidak dilakukan secara berulang-ulang, maka keahlian kamu pun akan cepat memudar. Jadi, setelah baca ulasan ini sebaiknya langsung kamu praktikkan ya, Guys! Supaya tidak cepat lupa. 😉

Berikut 5 trik jitu di antaranya:

1. Baca Buku Berbahasa Asing yang Hadir dari Negara Asalnya

Baca buku bahasa asing. (Sumber:)
Baca buku bahasa asing. (Sumber:Photo Credit: Locator via Compfight cc)

Terdengar kuno memang. Namun percayalah, ketika kamu membaca novel Doctor Zhivago misalnya, kamu akan memahami bagaimana kebudayaan masyarakat setempat serta bagaimana reaksi mereka terhadap berbagai macam hal. Termasuk saat mereka memiliki joke-joke yang bagi kita mungkin terdengar garing tapi buat mereka itu semacam keren dan bikin cekakan. Akan lebih baik lagi, jika novel yang kamu baca adalah novel yang ditulis dalam bahasa originalnya. Hal itu akan memperkaya kosakata bahasa kamu.

 

2. Dengerin Lagu Terpopuler Berbahasa Asing

Dengerin lagu asing. (Sumber:)
Dengerin lagu asing. (Sumber:Photo Credit: againstthebrilliance via Compfight cc)

Nggak sedikit mahasiswa sastra Jepang yang masih senang mendengarkan lagu-lagu pop – rock terpopuler dari Negeri Sakura tersebut. Salah satu yang diminati adalah lagu-lagu dari grup band beraliran J-rock yang legendaris – L’arc-En-Ciel.

Usut punya usut, ternyata, hal ini membuat mereka mendengarkan berulang kali lirik-lirik dalam bahasa Jepang yang membuat mereka penasaran sama artinya. Alhasil, lama kelamaan mereka pun mengerti dengan bahasa yang disajikan. Metode ini juga dirasa cukup efektif untuk meningkatkan tidak hanya kosakata tetapi juga frasa dari bahasa asing yang kamu pelajari. Karena di dalam lirik lagu, tak sedikit lirik yang berlatar belakang kisah sastra atau memetik bagian dari puisi tertentu.

 

3. Berani Ngomong Pakai Bahasa Planet

Berani ngomong bahasa planet.
Berani ngomong bahasa planet. (Sumber:Photo Credit: Retrofresh! via Compfight cc)

Ada  kejadian lucu saat kamu nongkrong sama anak-anak sastra Belanda UI, tak sedikit dari mereka, yang meski berdarah Indonesia, tinggal di Indonesia, tapi mereka bercakap-cakap dengan temannya yang juga orang Indonesia dengan bahasa Belanda.

Bukan, bukan, mereka tidak bermaksud sombong tentunya. Melainkan, hal ini melatih mereka untuk terbiasa dalam percakapan bahasa asing. Sehingga jika tiba waktunya mereka harus bercakap-cakap dengan orang Belanda, mereka tak lagi gugup dan mampu berkomunikasi tanpa halangan yang berarti.

Namun, meski demikian, jangan keseringan ya melakukan ini, karena metode ini memiliki efek samping. Iya, efek yang ada di samping. Kalau keterusan, kamu bisa-bisa malah lupa sama bahasa Inggris atau bahkan Bahasa Indonesia. Jadi, kalau di kampus udah berani ngomong pakai ‘bahasa planet’ di rumah, diseimbangkan dengan bahasa Indonesia atau bahasa lainnya ya. Asal jangan bahasa alay haha.

 

4. Nonton Drama Berbahasa Asing

Buat subtitle sendiri. (Sumber: Siputnews.com)
Buat subtitle sendiri. (Sumber: Siputnews.com)

Dengan banyaknya situs download dan nonton film asing saat ini, kamu bisa melatih kemampuan bahasa asingmu dengan menonton film drama berbahasa asing tanpa subtitle. Atau kalau perlu, kamu bikinin subtitlenya. Itu jika kamu super-pede sama kemampuan kamu hehe.

Bukan bermaksud untuk menyombong, tapi dengan membuat subtitle dan mengunggah karya subtitle kamu ke situs, seperti subscene.com, dapat melatih kemampuan dan PD kamu. Kamu juga secara tidak langsung membantu orang lain yang tidak mengerti jalan ceritanya karena keterbatasan bahas. Ditambah lagi, kamu akan memperoleh feedback dari anggota komunitas pembuat subtitle yang akan mengoreksi subtitle yang telah kamu kerjakan. Dengan ini, kamu bisa menilai sejauh mana sih kemampuan bahasa asing kamu.

Nah, jika belum cukup pede, kamu cukup menonton drama asing yang  sudah dilengkapi subtitle aja. Hindari deh nonton drama asing yang sudah di-dubbing. Itu cuma bikin kamu ngabisin tisu di kosan karena kamu cuma ngerti perasaan.. eh maksudnya ceritanya ketimbang bahasanya. Selain menghibur, metode ini juga secara tak sadar mampu membuat otak kamu menyerap kosakata baru dan berbagai reaksi masyarakatnya terhadap suatu hal.

 

5. Berteman Dengan Orang Asing

Enaknya pacaran sama bule

Cara yang terakhir mungkin akan sedikit sulit dan membuat kamu dicemooh banyak teman kamu. Biasanya cemoohan nggak jauh-jauh dari : “Ih, sok banget sekarang. Nongkrongnya sama bule. Udah nggak mau gaul sama kita lagi! Hish!”

Seperti kata pepatah, anjing menggonggong, kafilah berlalu. Mereka hanya tidak mengerti akan apa yang ingin kamu capai ketika kamu mencoba untuk berteman dengan orang asing. Tidak hanya kamu melatih diri kamu untuk lancar berbahasa asing, kamu juga melatih diri untuk bagaimana berhadapan dengan berbagai macam kelakukan orang asing.

Seperti bagaimana kamu bisa bereaksi dengan bijak saat teman kamu yang orang Italia, keluar pelitnya minta ampun. Atau  saat teman kamu yang orang Jepang, mabuk berat dan mulai ngomong macam-macam tentang kamu dengan bahasa Jepangnya di depan teman-temannya yang lain tanpa sadar bahwa kamu juga mengerti bahasa Jepang.
Hal-hal seperti ini tidak dapat dihindarkan, mengingat budaya mereka jauh berbeda dengan budaya kita. Bagaimana kita bereaksi namun tetap membuat mereka tidak tersinggunglah yang pada akhirnya nanti, membawa kita sebagai pribadi yang tak hanya mampu berbahasa asing dengan baik, tetapi juga memiliki sahabat-sahabat terbaik dari berbagai bangsa yang menghargai kamu karena kamu telah menghargai budaya mereka.

Nah, point ke-5 ini dibaca baik-baik yah, judulnya “Berteman dengan Orang Asing” bukan “Pacaran Dengan Orang Asing” haha. Kalau untuk yang satu itu, kamu bisa membaca ulasan lengkapnya di tulisan berjudul: Kesengsem Sama Mahasiswa Asing yang Kuliah di UI? Perimbangkan Dulu Sebelum Melangkah Lebih Jauh, Ya!

Penasaran gimana hasil dari cara-cara diatas? Yuk cobain sekarang! Jangan lupa untuk share tulisan ini di Facebook, Twitter, dan LINE kamu. Supaya teman kamu yang juga ngambil jurusan bahasa asing di kampus bisa ikut terbantu juga. Atau jika kamu punya cara lain yang lebih jitu, monggo berbagi di comment box yah! 😉

 

Kesengsem Sama Mahasiswa Asing yang Kuliah di UI? Pertimbangkan Dulu Sebelum Melangkah Lebih Jauh Ya!

Siapa di sini yang anak Sastra?

Siapa di sini yang sering ke FIB?

Siapa juga yang suka nemu bule-bule di sana?

Nah, buat kamu yang suka kesengsem sama bule-bule di UI, hati-hati aja yah. Ketika kamu memutuskan untuk berkomitmen sama mereka, ada hal-hal yang harus kamu ketahui dan terima sebagai konsekuensinya.

Jangan dipikir mentang-mentang punya pacar bule lalu bisa hidup enak hehe.

“Jadi apa aja nih, Kak, yang harus aku perhatikan?”

 

Enaknya

Enaknya pacaran sama bule. (Sumber: albumraka)
Enaknya pacaran sama bule. (Sumber: albumraka)

Katanya sih, menurut pengakuan beberapa alumni yang akhirnya menikah sama bule, katanya mereka itu romantis. Tidak seperti pria Indonesia kebanyakan, cowok bule gak akan segan-segan bilang “I love you” buat kamu di depan umum, mengirimkan bunga, menyilakan kamu duduk, ngebukain pintu buat kamu, dan pastinya candle light dinner so sweet gitu – nah yang kayak begini nggak akan kamu dapatkan kalau kamu pacaran sama bule tapi LDR-an.

Kalau kamu kepengin cowok bule yang jauh lebih romantis dari itu, cari aja yang berasal dari Spanyol atau Perancis. Asal jangan kaget aja kalau pas di kafe tiba-tiba dia bisa ke panggung dan nyanyi buat kamu. So sweet? Iya lhaa. Kok bisa begitu? Ya, karena budaya bawaan mereka memang begitu.

Karena hidup di daerah yang individualismenya tinggi, cowok-cowok bule tidak akan bersifat posesif. Mereka tidak terbiasa mengatur-atur hidup orang lain. Dalam urusan rumah tangga, mereka cukup fleksibel. Mereka nggak akan segan-segan untuk mencuci baju, memasak, dan melakukan pekerjaan rumah lainnya jika mereka sedang senggang. Bagi mereka, tanggung jawab hidup itu ada dalam diri masing-masing, apalagi jika sudah menikah. Sehingga mereka tidak mudah untung bergantung pada orang lain.

Pacaran sama bule bikin kamu kecipratan “Star Factor”. Jangankan dipacarin, bule lewat depan kelas aja diliatin terus digosipin. Gimana kalau dia lewatnya sambil gandeng kamu, pasti detik berikutnya ada yang nyeletuk,

“Eh, lihat deh, itu Sasha pacarnya si Andrew. Duuh… I banget ya mereka. Pengen kayak mereka jadinya.” Atau bisa juga nyeletuk, “Ish… itu barusan si Andrew? Bule ganteng yang kemaren masih jomblo itu? Kok itu gandeng-gandeng cewek, sih? Kesian yah. Ceweknya nggak cakep gitu.”

Well, haters gonna hate anyway.

Sekalinya mereka serius sama kamu, mereka yang akan bawa kamu ke keluarganya tanpa diduga-duga. Jika kamu sudah dikenalin sama anggota keluarga si bule, siap-siap aja deh nunggu cincin lamaran nyantol di jari manis kamu.

Nggak sedikit juga, mahasiswi UI pengin pacaran sama bule yang kuliah sambil bekerja. Atau bekerja sambil kuliah, alias ekspatriat. Jujur saja, kalau kamu lihat sekilas bule ekspat pasti kesengsem. Bagaimana tidak? Setiap hari keliatannya bisa hura-hura, ke mampus naik mobil mewah, tinggal di appartment mewah, party hampir tiap malam.

Namun, tahukah kamu? Bagi bule-bule yang satu ini, mereka hanya bisa hidup enak di Indonesia loh. Kenapa? Karena jika mereka bekerja di Indonesia, mereka akan dapat yang namanya “allowance expat” a.k.a ‘uang jajan di luar gaji’, belum lagi, semua mobil dan appartment yang mereka tinggal dan bawa kemana-mana itu pun ternyata hanya pinjaman atau bahkan dibayarin perusahaan yang menempatkan mereka di Indonesia. Bahkan, tak jarang pula kuliah mereka pun ikut dibiayai. Dan begitu mereka “pulang kampung” gaji jutaan rupiah yang mereka terima di sini dan berasa “ghuede banget” di mata kita-kita yang masih mahasiswa unyu ini, ternyata nggak segitu gedenya. Karena, gaji mereka kembali dikonversikan dari IDR ke USD atau mata uang sesuai dengan negaranya masing-masing. Jadi  ya, aslinya nggak jauh lebih kere dari kita-kita juga, kok.

 

Nggak Enaknya

Nggak enaknya pacaran sama bule. (Sumber:)
Nggak enaknya pacaran sama bule. (Sumber:Photo Credit: [RAWRZ!] via Compfight cc)
Nah, sekarang kamu harus tahu apa aja yang bikin nggak enak buat hidupmu jika kamu berkeras untuk pacaran sama bule. Berkeras hati ya maksudnya, bukan keras yang lain!

Percaya atau tidak, bule yang aslinya memang “bad boy” dan bule yang aslinya “good boy” begitu tiba di Indonesia, punya gaya hidup yang lebih bebas dari negara asalnya. Bisa jadi karena hukum dan adat di sini nggak seketat di sana. Ménage à trois!

Kebiasaan yang bebas ini seringkali membuat bule-bule ini tidak segan-segan untuk mengajak bobo-bobo lucu tiap ketemu cewek yang disukainya. Iya, tiap ketemu. Emang budayanya gitu. Jadi kalau kamu mau kenal sama dia tapi nggak mau dijadiin bahan ‘ONS’ kamu harus dengan tegas minta dia untuk bersabar. Sampai kamu benar-benar yakin untuk menjalin hubungan dengan dia. Buat dia bersabar. Kalau kata orang Perancis sih, “Patience, mère de toutes les vertus

Selain itu, karena perbedaan budaya, jangan heran kalau lagi bercanda, becandaan si cowok bule suka jayus, dan terkadang sarkas atau menyerang fisik. Niatannya emang becanda dan becandanya dia ya gitu. Jadi ya terima aja deh kalau masih sayang. Minimal pura-pura senyum gitu biar nggak bete.

Cowok bule juga terkenal dengan keras kepala yang benar-benar keras. Kalau mereka memutuskan sesuatu itu  “A” ya “A” aja. Nggak ada tuh cowok bule bisa baca kode-kode yang kamu kirimin atau nemenin galau-galauannya kamu. Kalau kamu mau sesuatu, ya tinggal bilang. Sekalinya kamu ngambek dan bilang “Ih, kamu kok nggak ngertiin aku banget sih!?” Dia akan bilang, “What the f*ck? You didn’t tell me what you want. How the hell I know?” Galakan mereka lah daripada kamu.

Mereka terbiasa untuk tidak terlalu larut dalam urusan perasaan, tapi sekalinya larut mereka juga nggak akan galau. Nggak kayak kamu yang kalau milih pakai baju buat kuliah aja galaunya bisa satu setengah jam sendiri. Cowok bule milih baju setengah detik juga kelar.

Nah, sekarang kamu tanyakan lagi deh sama diri kamu sendiri, kamu yakin mau jalanin hubungan sama bule?

Intinya sih, dalam hidup ini nggak ada yang cepat, instan, enak, dan tahan lama. Mie goreng aja yang udah instan nggak bisa tahan lebih dari setahun kok. Setiap pilihan hidup punya konsekuensinya masing-masing. Jika kamu ingin hidup enak maka hadapilah konsekuensi untuk menderita terlebih dahulu. Pun sebaliknya, jika kamu menikmati penderitaamu saat ini, niscaya nggak lama lagi hidup kamu bakal enak! Amin!

 

Yuk, jangan lupa share artikel ini di Twitter, Facebook atau LINE kamu! Agar bisa mengingatkan dan menyadarkan teman-teman kita yang lain! 😉

 

Ada Bule Manjat Pagar Barel!

Sayang saya tidak sempat mengambil gambarnya. Sekitar minggu lalu saat saya mau berangkat kuliah lewat bolongan pintu barel *yang sekarang sudah di las*, seorang bule cewe yang ukuran badannya cukup besar dibanding orang Indonesia pada … Baca Selengkapnya