Hantu Wanita yang Gantung Diri di Gedung Rektorat UI

Cerita Horror Wanita Yang Gantung Diri di Gedung Rektorat Universitas Indonesia. Cerita ini gua dapatkan di forum kaskus yang membahasnya, entah benar atau tidak, yang jelas memang beberapa mahasiswa atau mahasiswi Universitas Indonesia katanya pernah melihat penampakan wanita ini di sekitar Rektorat.

Di ceritakan katanya, ada seorang mahasiswa berinisial C yang sedang berpartisipasi dan mengadakan kegiatan 17 agustus di kampus UI. C dan teman-temannya membuat poster, hiasan, serta rencana kegiatan, dan jadwal kegiatan untuk 17 agustusan di kampus UI.  C dan teman-temannya mengerjakannya sampai larut malam.

Satu persatu teman C pulang karena telah mengerjakan tugas mereka tetapi ternyata C dan temannya B belum selesai juga walaupun keadaan telah menjelang malam. Akhirnya karena batas deadline kegiatan, C dan B memutuskan akan menginap di kampus UI untuk mengerjakannya sampai pagi. Karena C dan B ingin menginap di kampus UI mereka berpikir untuk pulang sebentar ke indekosnya untuk mengambil beberapa perlengkapan serta untuk mandi, lalu kembali lagi ke kampus untuk menyelesaikan tugas poster serta atribut hiasannya.

Akhirnya C dan B berangkat ke indekos mereka dengan menumpang mobil B yang kebetulan memang membawa mobil supaya cepat sampai. Mereka berdua naik mobil dan segera berangkat menuju kos si B terlebih dahulu.

Saat itu pukul 23.30 malam. Suasana dingin dan sunyi. Dalam perjalanan mereka melewati gedung rektorat UI, tiba-tiba si B dari jendela mobil yang terbuka sambil menyetir dari kejauhan sekitar 10 meter, melihat seorang wanita yang berjalan tertatih-tatih, seperti seorang yang pincang dan kepalanya juga aneh seperti orang yang tulang lehernya patah.

BACA JUGA: Misteri Pocong Di Gedung C Asrama UI

B kemudian memelankan mobil mereka sambil mengamati dari kejauhan wanita tersebut (sekitar 10 meter), B kemudian berkata ke si C

“Eh lihat tuh di pinggir trotoar depan kita… Ada cewek jalan malam2 begini”

Sebenarnya C telah melihatnya juga tapi dia diam saja. Sontak dalam jarak 10 meter itu mereka merinding, serta jantung berdetak kencang, ditambah kesunyian.

Sayangnya si B memang mahasiswa yang terkenal suka mencari tantangan sehingga ia berkata ke si C/

“Lewatin yuk, gua penasaran liat mukanya”. kata si B.

Pelan-pelan mereka mendekati wanita tersebut, setelah berada sangat dekat dengan wanita tersebut B segera membuka kaca mobil untuk wajah melihat wanita tersebut. Wajahnya sangat pucat, matanya melotot serta lidahnya terjulur keluar berwarna kebiruan seperti orang yang sudah mati.

Sontak si C pun panik dan berteriak.

“Itu setan mahasiswi yang gantung diri di Rektorat”

Kata C panik. B pun menginjak gas mobilnya dengan kencang dan segera meninggalkan setan mahasiswi tersebut. Akhirnya setelah mereka kabur dari setan rektorat tersebut, mereka ketakutan setengah mati dan mereka memutuskan tidak jadi menginap di kampus dan menelantarkan tugas panitia 17 agustus di kampus mereka (dari pada mati sama hantu).

Ih serem ya!! Katanya sih setan mahasiswi di rektorat itu mati karena gantung diri makanya setiap kali ada yang melihat hantu tersebut maka kelihatan kalo lehernya patah dan lidahnya terjulur, katanya menurut rumor beredar bahwa hantu wanita rektorat itu pas masih hidup dan memutuskan gantung diri dikarenakan putus dengan pacarnya, ada yang bilang mahasiswi itu adalah mahasiswi FISIP tapi ada beberapa yang bilang mahasiswi FIB (entah yang benar yang mana kita tidak tahu) yang jelas kalian jangan jalan malam-malam sendirian ya di sekitar trotoar UI.

Kononya hantu rektorat ini akan memunculkan dirinya di sekitar trotar Universitas Indoneisa sekitar jam 23.00 sampai dengan 23.59 malam. Jadi bagi yang lewat rektorat UI sekitar jam segitu, hati-hatinya karena biasanya hantu itu akan memunculkan dirinya di sekitar jam tersebut.

BACA JUGA: Mitos Horor UI Paling Legendaris, Bikun hingga Hantu Wisuda UI

Kesurupan Hantu Kuntilanak di Acara Debat Fakultas Hukum UI

Cerita Horror Kesurupan Hantu Kuntilanak di Acara Debat Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Cerita ini gua dapatkan dari forum Kaskus dari seseorang yang berinisial M yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Entah cerita ini benar atau tidak, sulit mem-verifikasinya tetapi yang pasti ada beberapa mahasiswa lainnya yang memiliki kesaksian yang sama mengenai fenomena kesurupan di acara debat Fakultas Hukum (FH) UI.

Diceritakan oleh M bahwa di bulan November tahun 20xx FH UI mengadakan acara lomba debat berskala nasional. Acara itu direncanakan akan diadakan di balai sidang Universitas Indonesia. M mengaku bahwa ia direkrut sebagai kru keamanan di acara tersebut. Acaranya awalnya berjalan dengan lancar, yaitu dengan perform tari, musik, dan lain-lain. M mengira bahwa acara ini akan aman-aman saja, tapi ternyata itu hanya harapannya saja.

Pukul sembilan malam, ketika acara telah selesai dan hanya tersisa panitia yang sedang membereskan acara, tiba-tiba di salah satu tempat duduk ternyata masih ada seorang penonton wanita yang duduk.

Wanita itu terlihat menatap ke balai sidang dengan pandangan hampa dan kosong. Seluruh panitiapun ketakutan melihat penonton wanita tersebut yang berkelakuan aneh tersebut. Beberapa panitia yang berani, berusaha menghampiri wanita tersebut dan mengajaknya berkomunikasi tetapi wanita tersebut hanya duduk dan menatap balai sidang dengan tatapan kosong.

Salah seorang panita mengenali bahwa ternyata wanita itu adalah mahasiswa FH UI angkatan 20xx. Seluruh panitia pun panik melihat hal itu. M sebagai kru keamanan pun dipanggil ke tempat kejadian dan diminta untuk menceritakan seluruh kejadiannya. M merasa bingung karena ia tidak pernah berurusan dengan hal aneh seperti ini.

Tiba-tiba wanita itu bergerak dan tertawa-tawa dengan sangat kencang.

Sontak hal ini menakutkan seluruh panitian acara Debat. Tertawanya sangat aneh dan terkesan seperti tertawa hantu, Para kru keamanan dan anggota kepanitiaan pun tidak berani mendekat ke pada wanita tersebut. Kemudian M akhirnya ingat bahwa ia mempunyai teman yang ahli dalam soal mistis. M pun memanggil temannya tersebut untuk segera datang ke balai sidang.

Suasana di balai sidang dipenuhi ketakutan

Semua orang di balai sidang melihat wanita tersebut yang melotot dan tertawa nyaring melengking. 15 menit kemudian datanglah B, teman si M yang akan memeriksa wanita tersebut. B mendekati wanita tersebut sambil mengucapkan sesuatu yang tidak dimengerti oleh para panitia dan kru kemanan.

B mendekati dan kemudian mengusap dahi wanita tersebut.

Tanpa perlawanan tiba-tiba wanita tersebut pingsan dan tidak sadarkan diri, akhirnya demi kebaikan wanita tersebut, akhirnya wanita itu dibawa ke tempat istirahat panitia untuk ditenangkan. Setelah usai, M dan para panitia pun menanyakan perihal apa yang sebenarnya terjadi dengan wanita tersebut. B sontak mengatakan yang membuat kaget M dan para panitia, bahwa wanita tersebut dimasuki oleh sosok hantu wanita yang menghuni balai sidang. Menurut si B sebaiknya pemberesan acara di selesaikan dengan cepat karena lokasi ini di malam hari banyak penghuninya. Para panitia pun segera membereskan acara dengan cepat dan berusaha melupakan kejadian yang mereka lihat tadi seolah tidak terjadi apa-apa. Tetapi M tidak dapat melupakannya.

Menurut beberapa kesaksian mahasiswa yang sering mengadakan acara di balai sidang hingga malam hari, mereka memang mengakui begitu acara dilaksanakan lebih dari jam 21.30 PM maka terkadang ada beberapa orang di balai sidang yang terlihat menatap dengan tatapan kosong di balai sidang, contohnya mahasiswa FH yang berinisial D yang menjabat salah satu divisi di BEM UI pada tahun 20xx mengaku bahwa ia sudah terbiasa dengan fenomena tersebut sehingga ia memaklumi kejadian kesurupan di Balai Sidang UI pada Acara Debat Nasional Fakultas Hukum.

Hati-hati jika anda berada di balai sidang di pukul 21.30 PM, mungkin saja akan ada sosok yang akan memasuki tubuhmu? Lalu mengendalikan dirimu?

Mahasiswi Misterius Penumpang Taksi di Gerbatama UI, Begini Kisahnya

Kisah ini sudah bukan menjadi barang awam yang tidak diketahui oleh mahasiswa/mahasiswi di Universitas Indonesia. Kisah ini dapat kalian temukan dan tanyakan kepada seluruh pengemudi taksi yang sering melewati gerbatama Universitas Indonesia.

Diceritakan oleh para supir taksi bahwa mereka, di sekitar jam 10 malam ke atas, terkadang sering mengangkut penumpang wanita misterius di gerbatama. Menurut para supir taksi katanya sih, wanita ini terkadang memberhentikan taksi di sekitar Gerbatama (Gerbang Utama) UI dan minta diantar ke Bintaro.

Supir Taksi (sumber: rurisiruri.wordpress.com)

Ada beberapa supir yang bilang bahwa Bintaro adalah rumah dari wanita misterius ini. Beberapa supir yang mengaku mengangkut penumpang wanita misterius ini mengatakan bahwa wanita itu memiliki tampilan seperti mahasiswi Universitas Indonesia. Supir taksi lain menyebutkan bahwa penumpang wanita ini menyatakan bahwa dirinya adalah mahasiswa FISIP, tetapi ada juga yang bilang mahasiswa Sastra (entah benar atau tidak saya tidak tahu).

Sumber: lovinmalta.com

Anehnya kata para supir taksi, setelah mereka membawa penumpang wanita misterius ini dari Gerbatama UI menuju Bintaro, wanita ini minta diturunkan di suatu rumah, setelah itu wanita ini akan meminta supir menunggu sebentar karena ia ingin mengambil uangnya di rumah.

Tetapi menurut kesaksian beberapa supir setelah mereka menunggu sekitar tiga puluh menit (ada juga supir yang menunggu sekitar satu jam di luar rumah wanita tersebut) ternyata si wanita itu tidak muncul-muncul. Akhirnya si supir mencoba beranjak masuk ke rumah wanita tersebut karena curiga dengan wanita itu yang dikira para supir, wanita itu ingin menghindari pembayaran.

Setelah mengetok-ngetok rumah tersebut, ternyata muncul beberapa orang yang tinggal di rumah tersebut, salah satunya seorang bapa-bapa.  Si supir menceritakan kejadian penumpang wanita yang masuk rumah ini belum membayar taksi. Bapa-bapa itu menjelaskan bahwa wanita itu adalah anak mereka.

Tetapi sebenarnya ia, anaknya, telah mati.

Sontak si supir taksi kaget bukan main (jadi yang tadi saya antar adalah hantu?). Kata keluarganya anaknya sudah mati tertabrak sekitar beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2000 dan keluarga mengaku memang roh anak mereka belum tenang karena katanya anak mereka adalah korban tabrak lari dari taksi di sekitar Gerbatama.

Sontak si supir taksi meminta maaf kepada keluarga tersebut, walaupun begitu pihak keluarga tetap membayar biaya jasa si supir taksi, sambil berujar bahwa sebaiknya jika ada seorang penumpang wanita di Gerbatama yang meminta diantar ke rumah ini lagi, diabaikan saja.

Si supir taksi  pamit, kemudian balik ke mobilnya sembari masih terlihat sedih mengingat cerita kepergian anaknya dari keluarga tersebut. Kemudian saat dia akan memasuki mobil taksinya…

***

Catatan: cerita ini menyebar dari satu mulut ke mulut para supir taksi. Para supir taksi sekitaran UI-margonda sudah terbiasa dengan penumpang wanita misterius ini, jadi mereka mengabaikannya (tapi mungkin beberapa supir taksi yang baru beroperasi di sekitar UI tidak mengetahuinya).

Jika kalian ingin mengetahui lebih lanjut cerita Hantu Penumpang misterius di Gerbatama, seperti siapa wanita itu sebenarnya? Namanya siapa? Bagaimana ia bisa di tabrak lari? Bagaimana kesehariannya? Mengapa arwahnya masih bergentayangan? dan lain-lain. Kalian dapat menanyakannya ke pada supir taksi yang sering berlalu lalang di Universitas Indonesia, beberapa supir mengetahui alamat rumahnya sehingga mungkin anda dapat meminta supir taksi untuk mengantar anda menuju rumah si penumpang misterius ini, sehingga anda dapat menanyakan kepada keluarganya yang bersangkutan.

Hati-hati ya guys, kalo kalian di gerbatama di atas jam sepuluh malam mungkin aja kalian bertemu hantu itu yang sedang menunggu di gerbatama, jangan di deketin ya.

Ih serem!!!

Legenda Hantu Tanpa Kepala Di Halte Pusgiwa UI dan Sekitar, Siapa Dia?

Selamat malam jumat pembaca semuanya!! Udah malam jumat ke-berapa ya kita #DiRumahAja? Semoga tetap sehat dan bahagia selalu meskipun aktivitas yang biasa kita lakukan dibatasi… Kita harus tetap semangat dan produktif! Eh tapi kalo tiba-tiba lagi gak mood dan pengen males-malesan aja gak papa kok! Pokoknya lakukan apa pun yang membuat kalian semua bahagia di tengah situasi yang super stressful seperti saat ini!

Okedeh, seperti biasa di malam jumat, anakUI.com menghadirkan artikel horor tentang kampus kita yang author peroleh dari teman-teman sesama anak UI. Kali ini mengenai sesosok hantu tanpa kepala yang pernah dilihat oleh dua narasumber kita di halte Pusgiwa dan sekitarnya. Terlepas dari ada atau tidaknya sosok ini, yang jelas, dua orang teman kita yang berasal dari fakultas berbeda ini mengatakan adanya sosok yang sama yang mereka temui di lokasi yang sama. Hal ini mungkin bisa kita simpulkan bahwa keberadaan sosok hantu ini benar adanya,

Mungkin jika kalian penasaran dengan sosok ini, kalian bisa melakukan apa yang dilakukan oleh kedua mahasiswa ini. Siapa tahu, kalian beruntung dan sempat berkenalan dengan sosok ini

Kisah Pertama: FPT UKM di Pusgiwa

Oleh: S, FKM

Saat itu adalah saat pertama kali aku menghadiri FPT, atau yang biasa kalian kenal dengan Fit and Proper Test. Kegiatan ini dilakukan untuk memilih seorang ketua dari suatu organisasi atau tepatnya dalam kisahku kali ini adalah untuk memilih seorang ketua di suatu unit kegiatan mahasiswa (UKM). Agar tidak mengganggu jalannya perkuliahan, FPT biasa dilakukan di malam hari, setelah kelas-kelas di semua fakultas telah selesai. Oh ya, perkenalkan namaku S dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Dalam kisah ini, aku tidak sendirian. Aku dan dua orang temanku yang lain, F dan Z, juga melihat sosok ini.

Jarkoman di grup UKM mengatakan bahwa FPT akan dimulai pukul 09.00 malam sampai keesokan harinya. Oleh karena itu, aku bersiap-siap membawa semua perlengkapan yang mungkin aku perlukan untuk ‘menginap’. Dari kos-kosanku di daerah Pocin, aku berangkat pukul 08.30, biar gak telat dan gak kecepetan. Pokoknya semua sudah ku siapkan sedemikian rupa. Karena ini adalah FPT pertamaku (meskipun bukan aku yang mencalonkan diri) aku pastinya semangat banget dong.

Tapi ternyata, FPT cukup membosankan ya.. hingga akhirnya aku memutuskan keluar dari ruangan untuk mencari ‘angin’. Padahal, aku menyelinap ke arah parkiran motor Pusgiwa untuk mengobrol dengan dua orang temanku yang lain (yang sepertinya bosen juga), F dan Z. Kami duduk di undakan semen sambil ngobrol dan ngemil jajanan yang kami bawa dari rumah. Gak kerasa, kami sudah setengah jam sendiri mengobrol di luar. Di temani hembusan angin dan bunyi hewan malam yang keluar mencari mangsa.

Saat kami memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan lagi, tiba-tiba F nyeletuk

“Eh liat deh ke arah stadion UI. Enak banget ya malem-malem gini, sepi”

Aku dan Z berpandangan

“Aneh lo, F! Udah yuk masuk, kesambet kali lo” kata ku

Bersamaan dengan kata-kata yang keluar dari mulutku itu, F berjalan meninggalkan kami. Ia bergerak menuju stadion. Kami semua mengikuti, meskipun agak merinding.

“F, lo gue tinggal ya sumpah aneh banget deh. Sampe ada apa-apa awas lo gak akan gue maafin”

Aku dan Z terpaksa mengikuti F, daripada sesuatu yang buruk menimpanya dan kami yang repot.

Sesampainya di dekat pagar stadion (yang berarti di seberang parkiran), kami berada di bawah sinar lampu yang cukup terang berderang. Dari situ, F mengajakku dan Z untuk berbalik dan melihat ke arah parkiran tempat kami mengobrol tadi. Sontak aku dan Z menutup mata. Bagaimana tidak, ternyata, tidak jauh di belakang kami, ada sesosok badan (sepertinya laki-laki) yang mondar-mandir di area parkiran Pusgiwa. Anehnya, sosok itu hanya dari bahu ke bawah, tidak memiliki leher apalagi kepala (ini penulis gemeteran nulisnya hehe). Sosok itu daritadi pasti mengawasi kami yang sedang mengobrol.

“Sekarang kita jalan pelan-pelan lewat jalan masuk sebelah kiri ya. Jangan lari, plis” Kata F

Aku dan Z berpegangan tangan dan jalan beriringan sambil menuduk menatap aspal, sementara F di belakang kami sambil mengarahkan kami agar tidak jatuh terjerembab.

Tenang aja temen-temen semua, kami baik-baik saja. F mengatakan bahwa Ia baru menyadari sosok tanpa kepala itu ketika Ia bangun dari duduknya.

“Gue gak mau ngasi tau saat itu juga karena gue yakin kalian pada kocar-kacir saat itu juga. Terus kenapa gue ngarahin kalian ke stadion ya karena gue lihat sosok itu mendekat woy ke arah kita, dan stadion terang banget lampunya. Gue gak tahu sih, tapi mungkin dia gak berani nyamperin kita kalau kita di tempat seterang itu. Kenapa gue ngajak kita muter lewat jalan masuk Pusgiwa yang baru? Ya karena kalo kita lewat jalan yang deket parkiran tadi, gue takut dia ngecegat kita gitu karena dia gak napak guys, melayang”

BACA JUGA: Angkernya Perpusat UI dan Sekitar, Ada yang Pernah Ketemu Sama Sosok Perempuan Ini?

Kisah Kedua: Charger Pembawa Petaka

Oleh: D, FISIP

Halo semua, perkenalkan gue D. Gue adalah mahasiswa yang biasa kalian sebut KURA-KURA, alias kuliah-rapat kuliah-rapat. Itu sih siklus hidup gue selama menjadi mahasiswa dua tahun yang lalu (sekarang gue udah lulus, nih). Gue menikmati aktivitas ini dengan sepenuh hati karena UKM yang gue tekuni emang sesuai dengan passion gue sih

Lanjut ya, ngomongin UKM, UKM yang gue tekuni ini bermarkas di Pusgiwa. Nah, gue biasa banget tuh rapat di sini tapi gak lama-lama sih, paling lama tuh jam 09.00 malem dan mulainya jam 07.00. Masih ‘sore’ dong ya? Gue juga biasa balik ke rumah gue di daerah Kelapa Dua pake ojol masih bisa. Santai sih, gak pernah ada yang ngeri-ngeri gitu lah, padahal temen-temen gue sering banget cerita Pusgiwa tuh sarangnya penunggu UI. Hadeh

Awalnya nih ya, gue tuh gak percayaan sama yang namanya setan-setanan sampai hari di mana gue nemu sosok ini. Jadi ceritanya dimulai dari gue yang bodoh banget gak tahu kayaknya lagi banyak pikiran kali ya? charger laptop gue ketinggalan di ruangan UKM gue. Plis banget. Dan hari itu hari jumat. Gue yang tadinya mau langsung balik rumah abis kelas mikir lagi.

“Lah kalo gue balik, baru bisa ambil chargeran di Pusgiwa hari senin”, pikir gue saat itu

Ya sebenernya gak papa sih.. Di rumah gue juga ada charger adek gue yang bisa gue pinjem. Tapi entah kenapa bawaannya gue pengen banget ke Pusgiwa ngambil tu charger.

Yauda gue ngontak temen gue yang namanya B, dia biasa megang kunci ruangan. Dia bilang bisa ngasi gue kunci, tapi dia baru ke UI jam 10.00-an balik dari Salemba (doi emang anak FK, guys). Yaudah gue bilang gue tunggu aja, lagian besok libur gue bisa bangun siang kan. Gue tungguin tuh di FISIP nyampe jam 10 malem. Untungnya bener dia dateng. Tapi sialnya dia gak mau nemenin gue ke Pusgiwa, katanya capek banget. Yah gimana ya. Gue iyain aja lagi.

Berangkat lah gue naik motor temen gue yang mau gue pinjemin (baik banget, dah). Sampe di Pusgiwa sepi. Bau amis telor lagi (ini serius kayak ada telor pecah di lantai, tahu lah). Itu gue gak kepikiran apa-apa. Palingan mahasiswa alay abis ngerjain temennya yang ultah pake nyeplokin telor di kepala. Setelah markir di parkiran dan izin sama satpam Pusgiwa, gue langsung menuju ke ruangan untuk mengambil chargeran laptop gue. Oke selesai.

Balik ke parkiran, gue liat satpam udah gak ada. Gue buru-buru balik kok tiba-tiba merinding ya, bodo ah. Setelah gue naik motor dan tancep gas, gak sengaja pandangan gue ngeliat ke arah pohon-pohon bambu yang ada deket danau. Sumpah gue nyesel banget. Ngapain coba kan. Tapi gue berusaha menenangkan diri, orang gak ada apa-apa selain pohonnya goyang-goyang kena angin, terus air danaunya kok kayak bergeming (eh apaan sih?? pokoknya kayak deres gitu airnya padahal biasanya danau kan airnya diem). Terus.. anj*r apaan tuh. Gue liat ada orang di halte Pusgiwa duduk ngebelakangin jalan. Ngapain sih. Gue liat punggung doang, palanya gak ada. Tangannya ada tapi gak ada telapaknya. Terus dia bawa bungkusan kain warna biru. Serius, gue gak tahu dia nunduk atau apa tapi gue udah kocar kacir dulu bener-bener ngegas gak sempet mastiin lagi karena lo pikir aja jam 11an nih ada orang duduk di halte, ngadep danau, pake baju item (kayak jas apa blazer gitu, tau ah, penting amat), gue yang liat dari samping aja gak liat ada kepalanya apa lagi muka. Kalau emang itu orang beneran ngapain malem-malem gitu ngeliatin danau. Merinding sumpah. Udah gitu aja

Paginya gue cerita sama temen gue, katanya ada beberapa yang sering ngeliat sosok itu tapi gak tahu dia siapa. Ada yang bilang hantu tentara Belanda. Lah ngapain ya dia di Depok? HAHAHA.. Bisa jadi orang iseng kan ya ngumpetin kepalanya sedemikian rupa buat nakutin mahasiswa, terus ngebegal. Sumpah gue lebih takut itu, sih. Yauda pokoknya stay safe everyone… Kalo bisa rame-rame dah ya pada kalo ke Pusgiwa malem-malem!

BACA JUGA: Horror Misteri Di Gedung C Asrama UI

Angkernya Perpusat UI dan Sekitar, Ada yang Pernah Ketemu Sama Sosok Perempuan Ini?

Selamat malam jumat pembaca setia anakUI.com! Apa kabar semuanya? Semoga selalu diberikan kesehatan dan juga kebahagiaan meskipun harus #DiRumahAja. Nah, kali ini, anakUI.com menghadirkan suatu artikel yang berisi pengalaman teman-teman kita sesama mahasiswa UI yang tidak tahu kenapa bisa naas, harus bertemu dengan sosok mbak-mbak cantik penunggu Perpusat.

Sumber: okezone.com

Eitts.. Jangan seneng dulu. Mbak-mbak cantik ini bukan mbak-mbak mahasiswa atau karyawan UI yang kita kenal, melainkan sosok jahil yang sering banget berkeliaran di sekitaran Perpusat dan juga danau UI. Tentunya, perlu pembaca ingat juga bahwa mbak-mbak ini tidak berasal dari dunia yang sama dengan kita. Makanya, bertemu dengannya sebisa mungkin kita hindari.

Oke, cerita pertama datang dari teman penulis sesama mahasiswa psikologi

Sebagai anak psikologi, rasanya emang sulit banget untuk meyakini kehadiran dari sosok hantu karena tentunya di ilmu kami, hal tersebut memiliki penjelasan secara ilmiah dibaliknya. Tapi ternyata, teman penulis saat itu mengaku dengan jelas melihat dengan kedua matanya sendiri, sosok yang cukup terkenal. Yup, saat itu dia baru saja pulang dari kos-kosan temannya di daerah Barel.

“Saat itu jam menunjukan pukul 09.00 malem. Gue santai aja, karena gue pikir masih belom terlalu malem. Rencanya gue mau ke parkiran Fasilkom karena cowok gue nunggu di situ. Pas gue lagi jalan di sepanjang trotoar MUI, gue lihat samar-samar ada perempuan duduk di tempat penyimpanan spekun. Tahu kan lo” Cerita narasumber.

Narasumber pun lanjut mengatakan bahwa sosok perempuan itu berambut panjang sepinggang dan duduk membelakangi jalanan.

“Makanya gue gak lihat mukanya. tapi pas gue jalan mulai agak mendekati dia, dia berdiri dan langsung berjalan lurus ke arah danau. Aneh sih, masa langsung ngilang gitu aja, ke arah danau lagi. Gue ga meriksa lagi sih dia ke arah mananya. Pokoknya ilang gitu aja. Semoga saat itu dia beneran mahasiswa deh. Hehehe”

Coba perhatikan, ada yang aneh?

Terlepas dari manusia atau tidaknya yang dilihat teman penulis tersebut, cerita lain datang dari salah satu mahasiswa FIB yang terpaksa melihat sosok ini di sore hari menjelang adzan maghrib.

Sebut saja S, saat itu Ia sedang berjalan pulang menuju kos-kosannya di daerah Kutek setelah membeli minuman di Perpusat.

“Saat itu gue jalan sambil main hape aja. Tiba-tiba gue denger suara perempuan ngikik gitu. Ya lo pikir aja, kanan-kiri gue udah sepi. Tumben banget, tapi gue masih positive thinking. Palingan ada cewek lagi ngobrol sama pacarnya ketawa keasikan, ya kan.. Tapi gimana sih gue tengok kanan-kiri gak ada siapa-siapa dong, padahal tuh suara kayak di belakang gue. Deket banget”

Untungnya, S dapat pulang ke kosan dengan selamat. Kira-kira menurut kalian yang membaca, siapa ya yang ketawa? Apakah manusia? Atau mungkin.. Hmmm

Nah, cerita terakhir ini datang dari penulis sendiri.

Sebenernya, penulis gak mau langsung menyatakan apa yang penulis lihat itu adalah sosok yang sama yang ditemui oleh kedua narasumber di atas. Semua penulis serahkan kepada pembaca, apakah sosok yang penulis ceritakan di bawah adalah sesosok hantu, atau mungkin salah satu mahasiswa yang iseng ngerjain penulis. Intinya, apa yang penulis alami cukup menyebalkan, dan semoga tidak ada yang mengalami hal serupa seperti ini.

Jadi begini ceritanya, saat itu UI sudah mulai memasuki musim liburan. Penulis sendiri saat itu sudah libur, dan datang ke UI di waktu sore karena masih harus les bahasa di LBI UI.

Saat itu, penulis berencana untuk meminjam beberapa buku untuk mengisi waktu libur. Tentunya keadaan Perpusat sudah sepi. Tidak semua gerai makanan dan minuman yang biasanya ramai dipenuhi mahasiswa buka. Hanya segelintir mahasiswa yang masih lalu lalang dan mengerjakan tugas (mungkin skripsi, ya?) di Perpusat. Kalau dibilang seram apa enggak, ya enggak sih. Toh sinar matahari juga masih ada ngintip-ngintip dari balik jendela kaca. Tapi entah kenapa suasana agak berbeda dari biasanya.

Lanjut…

Selesai meminjam buku di lantai dua. penulis memutuskan untuk turun ke bawah karena sebentar lagi les akan dimulai. Penulis pun berniat menggunakan tangga dan bukannya lift, karena sudah terbiasa menggunakan tangga di FPsi.

BACA JUGA: Mitos Horor UI Paling Legendaris, Bikun hingga Hantu Wisuda UI

Sembari melihat berkeliling, penulis ternyata tidak sendirian. Ada seorang mahasiswa perempuan dengan rambut panjang sepinggang dan memakai kaus berwarna merah (sama seperti yang diceritakan teman penulis) sepertinya juga ingin turun ke lantai dasar dan berjalan tepat di depan penulis. Meskipun kemunculan dari perempuan ini sangat tiba-tiba dan menyebabkan penulis heran, penulis pada awalnya menyangka mungkin mbak-mbak ini adalah hanyalah mahasiswi biasa. Mbak-mbak ini pun berbelok ke arah salah satu tangga yang biasanya langsung mengarahkan ke lantai dasar. Tapi jalannya cepat sekali, padahal tidak berlari dan tidak terlihat terburu-buru.

Tumpukan kursi rusak.

Ya, itulah yang penulis temukan di ujung tangga keluar. Tidak ada jalanan yang bisa dilewati yang mengarahkan ke lantai dasar. Lampu-lampu pun hanya sedikit yang menyala dan sangat redup. Waduh, penulis panik setengah mati. Sangat tidak mungkin seseorang bisa melewati tumpukan kursi rusak tersebut sekalipun mereka atlet profesional, karena tumpukan kursi itu hampir menyentuh langit-langit Perpusat. Sosok perempuan yang tadi berjalan di depan penulis pun hilang seperti tidak berbekas. Tidak terdengar suara apapun, seperti tidak pernah menuruni tangga ini. Padahal, jelas-jelas tadi Ia berjalan di depan penulis memandu penulis untuk ikut turun di tangga ini.

Apa yang terjadi berikutnya?

Well, penulis buru-buru meninggalkan lokasi tersebut, sambil berharap Tuhan tidak akan mempertemukan penulis dengan sosok itu lagi. Kalau boleh jujur, penulis ketakutan setengah mati, mengingat bisa saja sosok itu membalikan badan dan menampakan wajah seramnya. Hiihhh.. Untung saja.

Nah sekian cerita dari penulis dan teman-teman penulis! Semoga apa yang kami alami tidak menjadikan teman-teman pembaca semua menjadi takut dengan Perpusat, apalagi menghindari! Apa yang kami ceritakan di atas mungkin hanya terjadi pada orang-orang tertentu yang sosok ini pilih dan belum tentu terjadi pada kalian! Tetap gunakan sarana ini sebaik-baiknya ya teman-teman!

BACA JUGA:  Ternyata Dosen Baru yang Ngajar di FHUI Tengah Malam Itu Adalah

Referensi Gambar Perpustakaan UI Malam Hari: Pravitasari/SUMA