4 Trik Supaya Tipsen (Titip Absen) Kuliah Kamu Lancar

Momen tipsen alias titip absen adalah salah satu momen yang pernah dialami oleh setiap anak UI. Momen dimana ada saatnya kamu bergembira karena titipan absen kamu berhasil dan momen dimana kamu kesel banget karena temen kamu gak berhasil alias gagal atau malah lupa kalau kamu nitip absen ke dia.

So, biar kegiatan kamu tetap jalan, apa pun itu, dan kamu masih bisa ngikutin mata kuliahmu, berikut beberapa tips jitu supaya tipsen kamu gak berubah jadi nightmare yang mungkin bikin perkuliahan kamu runyam seketika.

BACA JUGA: Kekonyolan Mahasiswa Pada Minggu Pertama Kuliah

 

1. Cek dulu sebelum tipsen

Kalau kebagian dosen killer, mending gak usah deh coba-coba melakukan tipsen via psychoshare
Kalau kebagian dosen killer, mending gak usah deh coba-coba melakukan tipsen via psychoshare

Ada kalanya, saking banyaknya kegiatan di kampus, kamu sampai lupa hari ini bakal kuliah apa, dosennya siapa. Namun, agar kegiatan kamu tetap berjalan lancar, baiknya kamu tetap ingat jam berapa kamu kuliah. Dari sini, kamu bisa cek ke teman kamu siapa dosen yang lagi ngajar di kelas kamu.

Apakah dia tipikal dosen baik-baik, atau malah dosen killer? Nah, kalau kebagian dosen killer, mending gak usah deh coba-coba melakukan tipsen. Karena somehow, dia punya magic trick yang bisa tahu kapan kamu tipsen dan kapan kamu benar-benar hadir di kelas.

 

2. Alasan yang logis

Pakai alasan yang logis kalau mau tipsen via  jogja.tribunnews
Pakai alasan yang logis kalau mau tipsen via jogja.tribunnews

Salah satu penyebab terjadinya tipsen adalah karena kamu gagal minta izin ke dosen mata kuliah kamu untuk gak ngikutin kuliah di hari itu. Kegagalan itu bisa terjadi karena banyak sebab, bisa memang karena dosennya yang gak mau terima apa pun alasan kamu atau memang alasan kamu yang kurang mampu menggerakkan hati sang dosen.

Apa pun itu, ketika kamu memutuskan untuk tipsen ke teman kamu yang tahu pasti dia bakal masuk di kelas itu, pastikan kamu kasih alasan yang masuk akal dan logis ke dia. Jangan mentang-mentang sesama mahasiswa dan kamu temenan baik sama dia, kamu main bilang,

“Bro, tipsenin gue yak, gua ngantuk banget nih, semalam abis nonton bola..” – yang kayak begini bakal bikin teman kamu malah gak respect sama kamu dan kemungkinan juga akan membuatnya berpikir: “Yaelah, semalem kan nontonnya bareng gua. Males aja lu. Males ah tipsenin orang kayak lu.”

So, biar temen kamu setidaknya mikir kamu gak masuk karena memang ada urusan yang mendesak dan gak bisa ditinggal, berilah alasan yang memang masuk akal, seperti,

“Sorry nih, Bro, gua gak bisa masuk, gua lagi ngikut seminar grafis di gedung anu.”

atau

“Aduh, gua lagi kebagian shift kerja nih, boleh tipsen yah?”

dengan demikian temen kamu bakal mikir “Wih, hebat ya si anu, lagi kuliah aja udah kemana-mana, oke deh, gua tipsenin biar dia sukses” – walau kenyataannya kamu lagi geloseran di kamar kosan sambil megang stick Xbox, toh gak ada salahnya kan bikin temen doain kamu sukses. :p

 

3. Titip ke orang yang tepat

Titip ke orang yang tepat via kawankumagz
Titip ke orang yang tepat via kawankumagz

Jangan sampai kejadian deh, kamu udah percaya-percaya sama orang yang kamu tipsen-kan, eh pas sorenya ditanya tiba-tiba dapet jawaban-jawaban kayak gini:

“Aduh, maaf ya, gua juga gak masuk tadi.”

atau

“Aduh, Bro, sorry banget gua lupa.”

atau

“Aduh, Bro, gimana mau sukses kalau tipsen terus. Lo tuh harus bla bla bla”

So, pastikan temen yang kamu tipsen-kan itu bukan tipe orang yang menggurui, gampang sensitif, lupaan atau malah sama aja males atau sibuknya kayak kamu. Pastikan dia orang yang bisa kamu andalkan kapan pun. Ka-pan-pun.

 

4. Balas Budi

Jangan lupa buat balas budi setelah Tipsen berhasil via snowsdreams
Jangan lupa buat balas budi setelah Tipsen berhasil via snowsdreams

Ketika tipsen-an kamu sukses, jangan lupakan pengabdian dan kerja keras teman-temanmu. Ada baiknya kamu traktir mereka makan siang bareng atau karaokean bareng, itung-itung mempererat tali silaturahmi. Dan mereka akan ingat, ketika membantumu, kamu pun tercitra sebagai orang yang tahu terimakasih.

Bukan berarti kamu harus pamrih, cukup untuk kamu sadari bahwa melakukan tipsen untuk temanmu yang gak tau dia lagi dimana, sama siapa, dan lagi ngapain aja itu bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan. Iya, pengorbanan, kalau kegep sama si dosen yang kena ya yang melakukan tindak pertipsenan, bukan kamunya.

So, do appreciate your friends.

Ketahuilah, tipsen bermanfaat tidak hanya karena kita malas mengikuti mata kuliah, namun seringkali karena kita benar-benar tidak sempat mengikuti kelas tersebut karena kegiatan lain di luar perkuliahan. Entah bekerja, entah keorganisasian atau lainnya.

Somehow menjadi mahasiswa memang harus memilih prioritas kegiatan.

Apakah kamu setuju dengan tips tipsen dari anakui.com? Atau kamu memiliki tips tipsen lainnya? Yuk, bagikan di comment box di bawah, dan bagikan tulisan ini lewat Facebook, Twitter, dan LINE kamu sekarang!

Psst, Ini yang Terjadi Kalau Dosen Lagi Rapat Pleno

Ngebahas Pencapaian Mahasiswa via accounting.feb.ui
Ngebahas Pencapaian Mahasiswa via accounting.feb.ui

BMKG telah berhasil melakukan finishing terhadap hasil wawancara dengan dosen mengenai rapat pleno. Awalnya BMKG sempat ragu apakah hasil wawancara ini merupakan sensitive informations, dan dosen yang bersangkutan mengkonfirmasi hal itu. Namun, dosen tersebut juga menyatakan bahwa sensitive informations itu bisa disebarluaskan dengan catatan sebagai berikut, “Tau apa yang terjadi di rapat pleno gak akan membantu mahasiswa juga, kok.”

Tapi tentu mahasiswa kepo, apa sih yang terjadi di rapat pleno? Yuk, kita simak hasil rumusannya.

BACA JUGA: Yuk, Simak Apa Kata Dosen Tentang Mahasiswa-mahasiswanya?

 

Ngebahas Pencapaian Mahasiswa

Ngebahas Pencaaian Mahasiswa via accounting.feb.ui
Ngebahas Pencaaian Mahasiswa via accounting.feb.ui

Ya, rapat yang diadakan adalah per mata kuliah dan yang dibahas tentu adalah pencapaian mahasiswa. Untuk yang belum pernah paham metode pengajaran, pengajaran itu gak sesederhana yang kalian pikirkan. Hasil materi yang dikalibrasi dari awal semester dan diterapkan hingga akhir semester akan memunculkan hasilnya. Dan hasil tersebut harus sesuai perkiraan. Kalau misalnya cuma sedikit yang dapet nilai A dan kebanyakan dapet C, alias pencapaian mahasiswa di bawah ekspektasi, berarti ada sesuatu yang salah dengan itu materi, atau emang mahasiswanya yang ngaco.

Per mata kuliah ada dosen yang bertanggung jawab, dan kadang ada mata kuliah yang diajar lebih dari dua dosen—artinya penilaiannya jauh lebih ribet. Mulai dari keaktifan di kelas yang harus dinilai, hasil tugas dan presentasi, dan lain sebagainya. Bersyukur kalau dari tiga dosen, cuma satu yang sebel sama kamu. Kalo tiga-tiganya sebel dan nilai kamu menyedihkan, yaaa ya udah.

 

Diskusi Jadi Debat

Seringkali rapat juga berjalan cukup alot via eng.ui
Seringkali rapat juga berjalan cukup alot via eng.ui

Diskusi berubah jadi debat ketika ada mahasiswa yang layak untuk diluluskan tapi nilainya di atas kertas malah gak mencukupi, jauh di bawah mahasiswa yang gak layak lulus. Nah, debat deh tuh. Kalau yang layak lulus, otomatis yang gak layak harus lulus juga secara nilainya lebih gede.

Diskusi juga bisa berubah jadi debat ketika jumlah anak yang gak dilulusin ada banyak, dan dosen yang pegang mata kuliah itu harus memberikan alasannya di depan dosen-dosen lain mengenai keputusannya untuk meluluskan dan tidak meluluskan mahasiswa. Serem deh. Kenapa serem? Ya, logika aja ya, kalo anak S1 aja debatnya udah seru dan cerdas, bayangin ruangan yang isinya dosen minimal S2 debat sama dosen lainnya, entah itu udah jadi doktor atau malah profesor.

 

Suka Bercanda

Para dosen juga gak segan untuk bercanda saat rapat
Para dosen juga gak segan untuk bercanda saat rapat via accounting.feb.ui

Di atas kedengerannya serem-serem, tapi asal tau aja, dosen-dosen juga suka bercanda, loh. Bisa aja mereka ngetawain jawaban mahasiswa di tugas akhirnya, karena konyol atau karena emang salah total. Bisa aja mereka cerita tentang kelakuan-kelakuan mahasiswa di kelas. Mahasiswa yang dibahas tentu kalau bukan yang pinter-pinter, ya yang paling gak beres secara akademik dan tingkah lakunya. Diskusi dan debat bisa berubah jadi bercanda kalau emang kelakuan mahasiswa di kelas itu memang lucu dan patut diapresiasi dalam bentuk teratawaan. Sama aja lah kaya kalian mahasiswa yang pernah ngomongin kelakuan dosen yang lucu atau yang stress di kantin, dosen juga bisa membicarakan ‘kelucuan’ mahasiswanya di ruang jurusan.

 

Baca Edom

Baca Edom via kkik.fsrd.itb
Baca Edom via kkik.fsrd.itb

Ini yang paling kocak. Bayangkan edom yang kalian tulis, di-print dan dibaca sama dosen-dosen. Kalian bisa aja menumpahruahkan segala unek-unek di edom berasa itu liang curhat yang appropriate, bisa aja kalian memberikan kritik dengan tata bahasa yang baik dan cerdas. Tapi kalau kalian curhat seperti contoh pertama, bukan gak mungkin dosen bakal tau siapa oknum yang menulis demikian dan bukan gak mungkin juga dosen bakal menertawakan keluhan tak berdasar dan manja dari mahasiswa yang gak tahan sama materi standar UI. Kasian.

Nah, kira-kira begitu yang dapat dirumuskan oleh BMKG. Tentu gak semua hal ‘perlu’ disebutkan lah ya. Some things are better left unsaid, and stay secret. Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line!

6 Alasan Konyol Kenapa Mahasiswa Bisa Bolos. Jangan Sampe Kayak Gini Deh!

Bolos itu udah mendarah daging di kalangan civitas academica. Bukan berarti semua mahasiswa suka bolos, tapi percayalah kalo mahasiswa belom pernah bolos, belum jadi mahasiswa seutuhnya. Kesannya jadi agak negatif, tapi kita ngomong kenyataan aja *sok diplomatis* karena emang udah jadi rahasia umum.

Perkara bolos, butuh alasan yang bisa ‘menjustifikasi’ dong, setidaknya bikin kamu feeling better seakan kamu emang gak punya pilihan selain bolos. Tapi apa? Kesiangan atau mager udah wajar dan kamu pasti tetep merasa bersalah setelah bolos. Berikut ini adalah alasan-alasan yang gak mainstream untuk cabut.

BACA JUGA: Kekonyolan Mahasiswa Pada Minggu Pertama Kuliah

 

 

Ada Mantan di Kelas

Siapa yang tahan coba kalau kepaksa satu ruangan sama mantan? via
Siapa yang tahan coba kalau kepaksa satu ruangan sama mantan? via Photo Credit: Cedim News via Compfight cc

Cinta-cintaan sama temen sekelas bagi sebagian orang adalah sesuatu yang menyenangkan. Sekelompok, kerja kelompok jadi lebih semangat dan performa kamu meningkat di kelas gara-gara gak mau keliatan dodol dihadapan belahan jiwa. Namun, itu semua jadi neraka kalau kamu putus. Yap, ada mantan di kelas itu gak enak. Kamu akan mengalami kekurangan fokus, seberapa pun kamu menganggap kamu udah move on. Apalagi kalo si mantan udah punya pacar baru, sementara kamu masih gitu-gitu aja. Terjustifikasilah kemalesan kamu untuk bolos.

 

Dosennya Juga Suka Cabut

Dosen yang sering cabut juga seolah membenarkan kamu buat bolos
Dosen yang sering cabut juga seolah membenarkan kamu buat bolos

“Doni, absen kamu udah kelewat batas, loh. Masa belum uts kamu udah absen empat kali?”

*dalem hati* “Lah Bapak aja cabut mulu, masa ampe uts digantiin dosen lain ampe lima kali?”

Ya, ada beberapa dosen yang memang punya kesibukan lain di luar. Gak tau deh tuh kesibukannya legit atau enggak. Lucu amat si bapak udah mau uts tapi gak kenal satu pun mahasiswanya. Gimana dia mau ngasih nilai. Mahasiswanya aja mungkin males dikasih nilai sama dia, wong ngajar aja jarang sok-sok mau ngasih assessment.

Maka cabutlah itu mahasiswa tanpa merasa bersalah karena ya emang gak worth it juga masuk kelas begituan. Kalo masih ada add-drop dan itu matkul bukan matkul wajib fakultas, percaya deh, mereka udah long gone.

 

Abis Nguli

Jadi volunteer, terus kecapekan via phinemo
Jadi volunteer, terus kecapekan via phinemo

Bisa dibilang ini salah satu alasan yang legit dan menjustifikasi meskipun bolos ya tetep bolos. Ngulinya bukan berarti kamu jadi volunteer crew bantu bangun apartemen sekitaran Margonda loh ya, tapi kamu jadi crew super sibuk super lelah di berbagai acara tingkat fakultas ataupun jurusan. Kamu kuli-ah dan literally nguli kalau kamu adalah staff perlap yang angkat-angkat berat berasa dapet membership di gym terdekat.

Alhasil, setelah berhasil menyentuh kasur pada pukul empat pagi dengan tubuh luluh lantak macam dijajah kumpeni, kamu membuka mata dan menatap jam udah dengan santainya menunjukkan waktu sebelas lewat sesuatu, sementara kamu seharusnya udah di kelas dari jam delapan.

Bolos? Bolos. Bukan cuma karena kesiangan tapi juga karena kamu gak bisa bangun kalaupun kamu mau. Badan udah gak bersahabat.

 

Belum Ngerjain Tugas

Belum ngerjain tugas emang jadi alesan paling klasik via wlu.edu
Belum ngerjain tugas emang jadi alesan paling klasik via wlu.edu

Ini justifikasi yang kesannya adalah menghindari kenyataan. Kamu udah niat masuk, hell, kuliahnya enak dan dosennya kece. Kamu belum pernah cabut itu kuliah sementara kuliah lain kamu absennya udah over the top.

Eh, ternyata ada tugas dan kamu belum ngerjain. Keluar deh tuh malesnya. Daripada buru-buru ngerjain tugas dan tulisan kamu berasa dokter spesialis kardiologi, kamu mengikhlaskan diri untuk tidak menghadiri kelas. Gara-gara satu tugas yang sebenernya cuma selembar. Puny reason.

 

Si Dia Juga Gak Masuk

Karena dia juga gak masuk... via
Karena dia juga gak masuk… via Photo Credit: francisco_osorio via Compfight cc

Gebetan cabut, kamu males masuk juga karena satu-satunya alasan kenapa kamu tahan berada di kelas itu selama tiga sesi adalah ngeliatin gebetan. Nuff said.

 

Ketinggalan

Ada yang ketinggalan di kosan, balik lagi, terus mager via sampah--otak
Ada yang ketinggalan di kosan, balik lagi, terus mager via sampah–otak

Ini salah satu alasan paling epik. Bukan berarti ketinggalan materi terus males masuk. Bukan juga berarti kamu ditinggal temen, terus males masuk meskipun itu makes sense juga. Bukan, bukan juga kamu di kelas sendirian gara-gara temen segeng ninggalin kamu sendiri di kelas karena mereka mau nonton film terbaru di bioskop. Ketinggalan di sini artinya ada buku atau hape atau sesuatu yang ketinggalan.

Skenario: kamu ngekos, dan di hari Senin sarat kemalasan bikin kamu bangga setengah mati karena bisa bangun dari kasur dan berangkat kuliah. Miraculous morning banget lah. Eh, udah sampe kelas, kamu sadar kamu meninggalkan barang berharga, biasanya hape, dan tanpa itu kamu bisa mati gaya sepanjang hari dan gak bisa snapchat-snapchat ria di kampus atau scroll-scroll kalau lagi bosen. Maka kamu kumpulkan segala kekuatan, balik lagi ke kosan.

Sampe kosan, males berangkat lagi.

Dan akhirnya bolos.

Padahal udah sampe kelas tadi.

Gak beres nih mahasiswa.

Tapi ada yang begitu.

Ya, emang bener banget sih bakal selalu ada alesan kenapa mahasiswa boleh bolos. Tapi kayaknya emang gak harus selalu diturutin deh ya kalau punya niatan buat cabut.

Nah, gimana, kamu ada cerita konyol atau alasan konyol lain yang menjustifikasi cabut kelas? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line supaya semua tau, kalau bolos itu mahasiswa-wi.

Ketika Mahasiswa Punya Doppelganger di Kampus UI

Tau doppelganger ‘kan? Yang main RO waktu zaman SMP atau yang pernah nonton HIMYM pasti tau istilah ini. Ini terjemahan harfiahnya adalah ‘kembaran’ seseorang, yang punya fisik bahkan sampai kemuka yang mirip semirip-miripnya macam pinang dibelah dua atau macam jawaban boleh nyalin dari temen. Nah, kalau misalnya punya doppelganger, gimana ya?

BACA JUGA: Momen-momen “Surga” yang Dirindukan Oleh Mahasiswa

Doppelganger dari Jurusan Sebelah

Doppelganger dari Jurusan Sebelah via graceconnect
Doppelganger dari Jurusan Sebelah via graceconnect

Pasti ada. Pasti ada di tiap fakultas. Si A yang mirip banget si B, si B yang dari belakang pasti dikira C dan lainnya. Seru sih, lucu aja buat temen-temennya.

“Eh, itu Don Sonny sombong banget ya duduk sendiri aja. Biasanya kalo datengkan join di bangku kita.”

“Pura-pura gak liat itu dia.”

“Mana Sonny?”

“Itu, tuh. Duduk depan tukang sate.”

Terus satu meja ngakak semua. Mirip banget. Macam Tuhan ada cetakan khusus buat bikin itu satu makhluk. Atau, yang mungkin lebih lucu:

“Lah, itu si Sonny? Perasaan tadi di kelas tuh dia.”

“Bukannya dia sakit?”

“Terus itu siapa?”

*semua noleh* *ngakak lagi* udah kaya amoeba belah diri. Seru banget pas ketemu sama doppelganger temen kamu dan kamu manggil dari jauh bareng temen-temen kamu, berasa itu orang gak denger. Dia denger, tapi gak ngerti, dan kalian cekikikan aja sepanjang jalan.

 

Doppelganger Sekelas

Doppelganger Sekelas via
Doppelganger Sekelas via Photo Credit: hackNY via Compfight cc

Ini serunya buat yang punya doppelganger. Bisa ngerjain dosen yang masuk. Kalau emang mirip banget, fix pasti itu dosen ketuker. Salah satu skenario favorit, mereka pake tas yang highly noticeable dan berbeda satu sama lain, gaya berpakaian dan rambut dibedain juga. Nah, setelah sekian lama orang membangun persepsi membedakan mereka lewat pakaian rambut dan tas, baru tukeran aksesoris tapi hair-do disamain.

At that point, jangankan dosen salah liat atau temen salah panggil, mungkin kalian bisa tukeran pacar?

 

Doppelganger Sama Penjaga Kantin

Siap-siap dipesenin makanan sama temen via kingston
Siap-siap dipesenin makanan sama temen via kingston

Ini apes. Sekalinya ketemu kamu di kantin, temen kamu bakal mesen makanan atau minuman lewat kamu. Fix. Banget.

 

Doppelganger Sama Dosen

Kebayang serunya kalau mirip sama dosen via kingsasiancci
Kebayang serunya kalau mirip sama dosen via kingsasiancci

Bukan rahasia ya, pasti ada mahasiswa yang mirip sama dosennya. Si dosen sih pasti diem-diem aja sok cool biar gak diledekin mahasiswa, tapi mungkin dosennya diledekin sama dosen lain di ruang dosen? Entah.

Yang jelas kalau kamu doppelganger-nyad osen, harus banget dicoba nih sebelum lulus, kamu belajar niruin gaya si dosen dan do an impression of him/her di depan temen-temen atau mungkin di depan dosen? Atau ikutan ngajar bareng dosen? Percayalah, kocaknya bikin ngakak, dan ngakaknya gak ada obat.

 

Emang Kembar

Kalau ternyata kembar, bisa tukeran kelas via klikharry
Kalau ternyata kembar, bisa tukeran kelas via klikharry

Ada kalanya kamu bukan punya doppelganger, tapi emang kamu kembar. Terserah satu jurusan atau beda jurusan atau beda fakultas, seru banget. Bisa tukeran hidup macam di sinetron zaman dulu waktu siluman panda atau tukang bubur belum jadi selera masyarakat luas. Bisa tukeran KTM buat pinjem buku, bisa tukeran kelas kalo lagi mager masuk, dan lain sebagainya. Kalau miripnya total identical, ya kamu bahkan bisa tukeran ketika presentasi.

 

Beberapa Pengalaman yang Kamu Rasakan Jika Dapat Dosen Pengganti

Tau coin toss kan? Macam temen-temen yang suka main bola, biasanya sebelum mulai mereka mengundi dulu pake koin. Kalo gak side A, ya side B. Fenomena di kampus yang sesuai dengan contoh di atas adalah fenomena dosen pengganti.

Ada dosen yang dengan segala kesibukannya di luar kampus, entah ada riset atau ada kesibukan lainnya, sakit misalnya, berakibat mereka gak bisa menghadiri perkuliahan. Maka hadirlah dosen pengganti, namun ini juga gak selalu berarti baik buat kamu-kamu mahasiswa sekalian. Gak percaya?

Pengganti lebih luwes dan asik

Kalau dapet dosen pengganti kayak begini sih seru pasti
Kalau dapet dosen pengganti kayak begini sih seru pasti

Seringkali ditemukan di kota-kota besar, yang namanya dosen pengganti itu biasanya adalah tenaga pengajar muda dan masih energik, dan belum diperbolehkan megang banyak sks atau banyak kelas secara official. Maka, ketika mereka jadi dosen pengganti, merekalah yang membawa segala jenis kebahagiaan di dunia ini.

BACA JUGA: Dosen-dosen Muda Terbaik dari FISIP UI

Di kelas bercanda, curhat, lucu-lucuan, ngasih contoh yang dekat sama kehidupan mahasiswa karena belum lama ini mereka juga masih berstatus mahasiswa. Seru abis.

 

Pengganti yang boring

Sayangnya, gak semua dosen pengganti itu seru via binus
Sayangnya, gak semua dosen pengganti itu seru via binus

Sayang, gak semua dosen pengganti bisa semenyenangkan itu. Kadang mereka gugup atau kadang emang mahasiswanya yang kelewat males sampe ngerespons aja gak mau, maka si dosen pengganti jadi gugup gak keruan gitu dan akhirnya… boringgg.

Bisa juga yang gantiin adalah dosen lama dan memang males-malesan gantiinnya. Yaudah, males banget.

 

Beda penjelasan

Beda penjelasan viasuroso-rajawali
Beda penjelasan via suroso-rajawali

Ya, ada kalanya si dosen asli memang berhalangan, bukan karena dia emang sering cabut macam mahasiswanya. Yang jadi masalah adalah ketika masuk ke materi, apa yang dijelaskan minggu lalu oleh dosen original *macam sepatu ada yang ori* dengan dosen pengganti itu beda. Nah loh, lucu juga.

Mahasiswa yang selow karena cepet nangkep sih seharusnya ga ngaruh, mereka bakal nyuekin penjelasan dosen pengganti dan stick to the ori. Sementara yang banyak mikir aneh-aneh, bakal kelabakan karena panik, “Jadi yang bener yang mana, sih?”

 

Mau ikutan bolos

Akhirnya, jadi ikutan bolos kayak dosennya via bpmfmipaui
Akhirnya, jadi ikutan bolos kayak dosennya via bpmfmipaui

Ada mahasiswa yang entah setia sama dosen ori atau emang gak mau diganti dengan dosen yang lain, mereka memilih untuk ikutan bolos daripada dosen penggantinya lebih gak jelas.

BACA JUGA: Pengen Kabur dari Kelas? Mikir!

Hal ini lumayan sering jadi opsi buat mahasiswa karena dosen pengganti gak selalu ‘memperhatikan’ yang namanya presensi dan lagi pula biasanya dosen pengganti gak ngeh sama penghuni kelasnya, jadi ya aman-aman aja buat bolos.

 

Kenapa gak ganti permanen aja?

Kenapa gak ganti permanen aja? via adilkurnia
Kenapa gak ganti permanen aja? via adilkurnia

Ya benar, kalau misalnya si dosen emang gak pernah dateng, atau emang si dosen pengganti itu udah kaya malaikat atau bidadari yang menyenangkan, kenapa gak ganti permanen aja? Ganti sekalian, toh kalau itu baik untuk semua dan semua untung, gapapa kan?

Nah, gimana? ada pendapat lain soal dosen pengganti? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter & Line! Siapa tau yang lain ada pesan lain soal dosen pengganti.

Yuk, Simak Apa Kata Dosen Tentang Mahasiswa-mahasiswanya?

Selama ini, banyak pembahasan anakUI.com yang datang dari sisi mahasiswa, entah senior entah maba, entah alumni, atau entah baru berencana jadi alumni. Namun, kini BMKG mau mencoba melakukan sesuatu yang berbeda, yaitu mewawancarai dosen.

Yap, memang sudah pernah bahas dosen dari mata mahasiswa, entah itu dosen galak atau dosen cantik. Nah, biar adil mari cari tau tentang mahasiswa dari mata dosen. Siapa tau dapet pencerahan.

 

Si pemburu nilai

Si pemburu nilai via itb.ac.id
Si pemburu nilai via itb.ac.id

Ini salah satu tipe mahasiswa yang paling disayangkan oleh para pengajar atau dosen. Ya, si pemburu nilai. Loh, kenapa? Bukannya bagus ya memburu nilai? Faktanya begini. Ada mahasiswa yang memang pinter dalam banyak hal, dia rajin dan dia gak pernah bolos. Namun, si mahasiswa ini berperilaku demikian hanya karena menginginkan nilai A di semua mata kuliah, bukan ingin belajar atau bukan karena memiliki passion terhadap suatu mata kuliah atau materi.

BACA JUGA: Your Passion, Your True Strength

Memang bukan hal yang buruk, tapi sangat disayangkan. Beberapa dosen menganggap yang bersangkutan tidak mengejar ilmu, namun hanya berusaha terlihat pandai oleh dosen. Yap, dosen bisa lihat itu dan mereka kan ada rapat, jadi kelakuan mahasiswa dalam kelas berbeda dibicarakan oleh masing-masing dosen.

Dosen kabarnya lebih menyukai mahasiswa yang memang memiliki passion terhadap sesuatu, dan menganggap wajar bila ada pembahasan atau tema tertentu yang tidak dikuasai, namun mereka tetap mencoba. Akan terlihat jelas bahwa yang demikian memang mahasiswa pengejar ilmu, lebih menghargai proses daripada hasil akhir.

BACA JUGA: Mendongkrak Semangat dan Kualitas Belajar: Part 2

Mungkin ini penjelasan tentang rumor bahwa yang nilainya selalu straight A tidak sesukses mereka yang nilainya fluktuatif dari B, B+ hingga A. Asumsi logisnya adalah pemiliki nilai fluktuatif menghargai proses, mendapat pengalaman dan memang memiliki passion yang jelas sehingga mengerti apa yang harus dilakukan selepas dunia perkuliahan.

 

Nyontek dan kelakuan mahasiswa lainnya

Nyontek dan kelakuan mahasiswa lainnya via
Nyontek dan kelakuan mahasiswa lainnya via Photo Credit: Mr_Stein via Compfight cc

Ya, dosen tau kalau kamu nyontek. Kamu ngelirik dikit aja tuh keliatan di depan kelas. Mereka marah karena kamu gak mau berusaha lebih keras. Lebih parahnya, ada dosen yang gak suka mahasiswa nyontek karena beranggapan mahasiswa itu gak mau mengakui bahwa mereka memang belum mampu ngerjain tugas tertentu. Sama aja kaya kamu yang pengin punya pasangan yang jujur, dosen juga pengen punya mahasiswa yang jujur dan mau berkembang, bukannya nyerah terus nyontek.

Ya, dosen juga tau kamu suka chatting di kelas, mana ada mahasiswa yang nunduk-nunduk liat ke bawah meja atau ke dalam tempat pensil terus senyum-senyum? Tangannya juga obvious banget kalo lagi ngetik. Tapi ya kan gak semua dosen marah tentang yang begitu. Memang sih, mereka akan lebih seneng kalau kamu fokus memperhatikan, tapi mereka juga paham kamu mahasiswa dan paham kalau dalam situasi rileks, kamu lebih mungkin memberikan performa belajar yang lebih baik.

BACA JUGA: Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fase Menuju Pembelajaran Sejati

Perkara telat, ya, sebagian dosen memang gak suka sama mahasiswa telat. Yang gak punya manner, sejenis sama mereka yang makan di kelas atau terang-terangan main sama temennya saat lagi kuliah. Tapi ada beberapa dosen yang menganggap keterlambatan, dalam batas waktu tertentu adalah hal yang wajar. Dengan kamu masuk kelas terlambat, mengucapkan salam dan meminta maaf, lalu menunjukkan rasa bersalah dan berusha keep up dengan materi yang sedang berlangsung, mereka bisa menghormati keinginan kamu untuk belajar.

Malah ada dosen juga yang menyatakan bahwa kamu lebih baik telat daripada tidak hadir, karena dengan tidak hadir kamu gak dapet apa-apa. Beragam kan dosen? Sama aja kaya mahasiswa.

 

Dosen muda & dosen senior

Dosen muda & dosen senior via commdept
Dosen muda & dosen senior via commdept

Nah, perbincangan spesial dari BMKG dengan dosen adalah pandangan mengenai perihal dosen muda dan dosen senior. Alasan kenapa mahasiswa lebih nyaman untuk berbincang di luar kelas dengan dosen muda dan dosen muda lebih bisa mengerti letak kesulitan mahasiswa nyatanya karena kedekatan pengalamannya.

Dosen muda masih dekat dengan kehidupan mahasiswa dan cenderung lebih bisa memahami bagian mana dari sebuah materi yang sulit dipahami oleh mahasiswa. Sedangkan dosen senior, kebanyakan sudah membentuk pola penjelasan tersendiri karena sudah bertahun-tahun mengajar, dan pola penjelasan itu tidak selalu dapat diterma oleh mahasiswa.

BACA JUGA: Belajar Cara Dewasa

Misalnya saja untuk penjelasan sebuah konsep. Mahasiswa akan lebih menangkap apa yang dimaksud apabila contoh yang diberikan dekat dengan kehidupan saat ini, misalnya film terkini atau fenomena sosial terkini. Sedangkan dosen senior yang sudah memiliki pola tersendiri, kurang bisa mencari contoh yang dekat dengan mahasiswa. Meskipun sekarang ini sudah banyak dosen senior yang mulai mengembangkan pola pengajarannya untuk lebih bisa berkomunikasi dengan mahasiswa saat ini.

Nah, lumayan informatif kan diskusi dengan dosen? Share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line supaya temen-temen kamu juga dapet info mengenai pandangan dosen tentang mahasiswa! Tunggu juga hasil diskusi BMKG dengan dosen lainnya ya!

 

Pengen Kabur dari Kelas? Mikir!

 

Mahasiswa, atensi dikit dong. Kali ini BMKG mau membahas tentang fenomena tragis nan dramatis namun meningkatkan adrenalin, yakni kabur dari kelas. Akan dibahas beberapa fakta mengenai fenomena ini yang kabarnya menjadi salah satu hal yang paling tidak disukai oleh dosen selain nitip absen. Mari brainstorming.

 

Penyebab

Males, ngantuk, dosennya bosenin jadi penyebab kamu kabur dari kelas via Stunica BEM IKM
Males, ngantuk, dosennya bosenin jadi penyebab kamu kabur dari kelas via Stunica BEM IKM

Ada beberapa penyebab kenapa mahasiswa demen banget kabur dari kelas di tengah kuliah sedang berlangsung. Banyak faktor yang jadi penyebab dan pendukung.

Penyebab utama adalah musuh besar umat manusia khususnya mahasiswa: Males! Males memang udah paling utama. Kamu memang gak semales itu untuk dateng ke kampus dan hadir di kelas, tapi kamu semales itu untuk belajar. Meski udah ada brand ternama yang berafiliasi dengan kata males, yaitu mager a.k.a males gerak, males mikir adalah yang paling sering jadi penyebab fenomena kabur dari kelas.

BACA JUGA: Ada 5 Tipe Males Mahasiswa. Nah, Kamu yang Mana?

Males mikir didukung oleh rasa bosan dan ketidaktertarikan terhadap apa yang terjadi di kelas, khususnya kuliah. Males mikir itu kemudian berubah jadi rasa ngantuk. Kadang ada yang takluk sama kantuk trus tidur aja, namun kebanyakan memilih untuk kabur. Atau emang ada mahasiswa yang gak suka sama dosen atau sama perkuliahannya, dan cabut dari kelas seusai absen dan kembali ke kelas sesaat sebelum jam kuliah selesai.

BACA JUGA: Yakin deh, Rasa Males Kuliah Kamu Bakal Hilang Kalau Diajar Sama Ibu Dosen yang Kaya Gini!

Kabur dari kelas ini didukung juga oleh performa dosen. Bukan mau nuduh ya, tapi banyak dosen yang ‘gak aware’ sama kehadiran mahasiswa males yang kemudian berubah jadi ‘ketidakhadiran’ mereka baik secara pikiran (ngelamun) atau fisik (kabur). Dosen yang gak aware kemungkinan hanya berfokus pada materi yang diajar dan mereka yang ‘duduk di depan’, as in mau ngedengerin. Dosen tipe ini merasa gak punya tanggung jawab atas mereka yang gak mau dengerin, membuat mahasiswa males kabur dari kelas dan berujung penilaian di SIAK yang menyayat hati.

 

Akibat

Belajar h-6 jam via as.wwu.edu
Belajar h-6 jam via as.wwu.edu

Ya, akibat jangka panjang adalah nilai SIAK yang hancur dan IPK yang terjun bebas gegara muncul nilai D di sana. Akibat jangka panjang ini bisa juga dipengaruhi oleh akibat jangka pendek dari kabur saat kuliah: kamu gak dapet materi dan terlalu males untuk belajar di luar. Ujungnya minta copy catetan atau ppt temen, belajar sendiri h-6 jam, lalu akhirnya blank saat UTS dan UAS.

Akibat lain yang lebih berbahaya adalah mentalitas. Beberapa mahasiswa yang diwawancarai oleh BMKG mengaku bahwa awalnya mereka hanya mengikuti naluri untuk bersenang-senang dan main ke kantin saat kuliah. Dan, macam zat adiktif, mereka ketagihan dan mulai punya mentalitas bosen dikit cabut.

BACA JUGA: UAS, Bisa Bagus Bisa Jelek?

Mentalitas ini yang bikin beberapa mahasiswa yang tadinya rajin masuk, lalu setelah beberapa kali nyicip jadi mahasiswa bandel, mulai turun performanya saat kuliah. Dan keinginan untuk cabut ini bahkan bisa muncul saat kuliah yang kamu hadiri sebenernya kamu suka, namun jadi males karena kebiasaan cabut. Punah sudah IPK di atas 3.

Terus berhati-hati, mentalitas pemalas kalau dipupuk baik-baik bisa sampai ke dunia kerja bahkan rumah tangga. Pernah ngebayangin malesnya jadi orang tua yang ngurus anak males? Nah.

 

Solusi

Cobalah untuk aktif di kelas via Stunica BEM IKM
Cobalah untuk aktif di kelas via Stunica BEM IKM

Bukan mau nasehatin, tapi cuma ngasih tips aja karena semua keputusan ada di tangan kamu. Mungkin beberapa ada yang memang beruntung punya otak encer dan bisa mengerjakan tugas dan UTS serta UAS tanpa ada masalah meskipun doyannya kabur dari kelas. Namun, gak semua dosen bisa ditipu, dan gak semua temen kamu seneng liat anak yang kerjanya santai mulu bikin yang lain males-malesan juga.

BACA JUGA: Tips Sukses UTS

Tipsnya adalah mulai aktif di kelas. Terlibat sedikit entah itu ngobrol sama temen tentang penjelasan atau mencatat, yang penting kamu gak bosen dan fokus ke perkuliahan. Kamu bahkan bisa tanya ke dosennya langsung biar gak ngantuk. Tips lainnya adalah lakukan sesuatu di kelas supaya gak bosen, entah gambar-gambar, nulis-nulis atau keluar masuk kamar mandi, chatting, bahkan bersenandung diem-diem.

Intinya, tetap di kelas, karena gak semua dosen bisa ditipu. Kamu kalau ketauan keluar dari kelas dan tak kembali, tas bisa disita atau kamu bisa masuk blacklist dosen yang bersangkutan. Gotta suck it up, meskipun berat. Itu bagian dari jadi lebih dewasa dan jadi mahasiswa.

Semoga solusi di atas membantu, dan share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line siapa tau bisa membantu yang lain.

Tipe-tipe Sepik Mahasiswa yang Sering Kamu Temui Saat Kuliah

Sebagai mahasiswa, ada beberapa skill yang biasanya dimiliki untuk menunjang survival dalam dunia perkuliahan yang kadang senang kadang kejam ini. Mulai dari deadliner yang punya kemampuan mengerjakan makalah 20 halaman dalam waktu semalam meskipun hasilnya cuma dapet B, sampai ke mahasiswa “sakti” yang meskipun gak ikut tes beberapa kali, absennya udah lewat batas, tetep melangkah ke tingkat selanjutnya meskipun nilainya cuma C+.

BACA JUGA: Tujuh Macam Grafik IPK di SIAK-NG

Namun, tahukah kamu, wahai mahasiswa, generasi penerus bangsa, bahwa kemampuan dasar yang dimiliki oleh kalian adalah bersilat lidah. Bukan lidahnya jago silat yah, tapi istilah itu kini lebih populer dengan sebutan ‘sepik’ alias pinter ngomong. (maksudnya speak kali ya, taulah anak sekarang bahasanya).

Nah, sepik ini natural banget, semua bisa meskipun gak semuanya jago. Kali ini BMKG akan menyorot beberapa teknik silat lidah adiluhung ala mahasiswa, terutama dalam menyelamatkan diri dari jeratan dosen ataupun kuliah secara umum.

 

Silat lidah presentasi

silat lidah saat presentasi
Silat lidah saat presentasi via robbirodliyya

Sepik-nya jago banget kalo udah presentasi. Ini paling umum loh, kamu pasti pernah menyaksikan meskipun belum tentu sadar. Sekarang, coba flash back dikit ke beberapa kali kamu kerja dan presentasi kelompok. Sesuai hukum rimba yang berlaku, apabila kelompoknya random dan kamu gak milih sendiri, niscaya akan ada satu makhluk yang sama sekali gak ngerjain itu presentasi.

BACA JUGA: Percayalah, Kamu Tidak Akan Mau Satu Tugas Kelompok Sama 5 Jenis Orang Ini!

Boro-boro bantu, di chat aja gak nge-read. Ngaco parah. Udah siap banget tuh temen-temen yang lain untuk gak nyertain namanya di daftar anggota kelompok. Tapi, tetiba itu makhluk muncul, pinjem laptop atau ngasih flashdisk dan berhasil menyisipkan satu slide ke dalam presentasi, yang entah apa isinya.

BACA JUGA: Ada 5 Tipe Males Mahasiswa. Nah, Kamu yang Mana?

Lalu pas maju, sepiklah dia sesepik-sepiknya tentang satu slide itu. Kalau slidenya berisi poin, berarti dia emang pinter tapi males. Kalo isinya paragraf, berarti dia males dan ‘gak sepinter itu’. Tetep aja sepiknya dia bisa presentasi meskipun pemahamannya tentang materi dan kaitan antarslide perlu dipertanyakan.

 

Sepik Pas Sesi tanya jawab

Silat lidah pas sesi tanya jawab via catatandosen43
Silat lidah pas sesi tanya jawab via catatandosen43

Di sesi ini, kamu bisa liat dua aktor sepik. Satu yang lagi di depan, pasca presentasi. Kedua, yang ada di bangku dan tampangnya sama sekali gak niat nanya.

Sepik orang kedua, tipikal banget yang gak menyimak apa yang dipresentasiin, dia baru akan nanya ketika ditunjuk sama dosen untuk nanya. Opening line-nya,  “Oke, saya mau nanya, coba tolong balik lagi ke slide….” Nah, dari situ, dia sepik-sepik punya pertanyaan.

Sepiknya si tokoh yang presentasi adalah ketika ditodong dosen mengenai ketidaksempurnaan presentasinya. Kalau dia pinter, dia akan bilang:

“Maaf, kami memang tidak menyertakan bagian itu untuk dipresentasikan karena merasa hal itu kurang relevan. Kami hanya fokus pada pembahasan…”

Setidaknya dia ada argumen. Lain cerita dengan yang jahat. Ketika ditanya dosen, dia langsung menepis pertanyaan itu dan mengarahkannya ke orang lain.

“Ah, saya rasa si X bisa jawab, Bu.” Dasar sepik.

 

Sepik Masuk Kelas Ketika Telat

silat lidah pas telat via ariefrahmansains
Silat lidah pas telat via ariefrahmansains

Bagaimana caranya masuk kelas telat, tapi gak dimarahin? Caranya adalah membuktikan bahwa kamu technically gak telat. Caranya? Ya, silat lidah dan sedikit kecurangan.

BMKG pernah menyaksikan seorang mahasiswa datang lima menit sebelum masuk, naro tas, terus keluar entah kemana. Setengah jam kemudian, muncullah dia di tengah perkuliahan.

Dosen: “Kamu dari mana? Kamu telat ya?”

Mahasiswa: “Dari toilet, Pak. Saya tadi pas nyampe langsung mules.”

Dosen: “Bohong, kamu pasti telat kan?”

Mahasiswa: “Lah, Pak, tas saya aja udah di dalem tuh.”

Padahal tuh anak nongkrong dulu di kantin. Dasar sepik.

 

Be prepared sebelum bisik-bisik

Be prepared sebelum bisik-bisik via muhammadsubkhan
Be prepared sebelum bisik-bisik via muhammadsubkhan

Ini sepik yang menurut BMKG sangat cerdas. Tahulah pasti beberapa dosen paling sebel sama mahasiswa yang suka ngobrol atau gak merhatiin ketika kuliah berlangsung. Nah, si cerdas sepik ini doyannya ngobrol.

Ia berhasil mengelabui dosen dengan cara mempersiapkan terlebih dahulu ‘alasan’ mengapa ia ‘ngobrol’ dengan temen sebelahnya, sebelum dosen marahin dia.

Dosen: “ Kamu! Kamu dari tadi saya lihat ngobrol terus.”

Mahasiswa: “ Maaf, Pak. Barusan saya diskusi sama X soal penjelasan bapak sebelumnya. X bilang kalau bla bla bla, tapi yang saya mengerti dari penjelasan bapak adalah bla bla bla bla.”

Yap. Itu berhasil.

Pun kalau si dosen tau kamu bohong, setidaknya kamu mengerti apa yang dijelasin, sementara yang diem belum tentu ngerti.

Artikel ini sepik doang atau sepik beneran? Cobalah share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, kalau banyak yang percaya, berarti ini beneran #sepikbiardishare.

 

Hasil Wawancara Menarik “BMKG” dengan Maba UI

Sejak maba berdatangan ke UI, sudah ada beberapa tulisan yang membahas maba. Namun, tulisan itu kebanyakan membahas maba dari mata senior, entah itu bentuknya nasihat atau malah mereka dijadikan obyek pembicaraan, misalnya cara deketinnya. Kali ini, anakui.com telah mewawancari maba UI dan akan menampilkan hasil tanya jawab tentang mereka dan UI.

BACA JUGA: Biar Gak Nyesel di Kemudian Hari, Jangan Lupa Buat Lakuin Ini Pas Jadi Maba

BMKG (Badan Mahasiswa Kurang Kerjaan) telah merumuskan beberapa pertanyaan dan mewawancarai tiga maba. Satu laki-laki (sebut saja Difa), satu perempuan (sebut saja Audi Amanda), dan satu unisex (gak usah disebut). Agak gak jelas apa yang dia maksud dengan unisex, and at this point, BMKG is too afraid to ask. Ini hasil wawancaranya.

Menyambut maba via psamabim
Menyambut maba via psamabim

BMKG: “Tau anakui.com?”

Audi: Tau.

BACA JUGA: Sejarah AnakUI.com

Difa: Enggak.

Maba unisex : Tau.

BMKG: “Tau dari mana?”

Audi: Kemarin lagi nyari-nyari info tentang UI dan liat artikel dosen galak. Ternyata itu ada di anakui.com

Maba unisex: Lagi ngepoin senior, terus salah klik.

BMKG: “Oke… ngapain masuk UI?”

Audi: Dari dulu udah mau masuk UI, Kak. Kayanya saya udah ditakdirkan gitu. Tadinya daftar FEB tapi ama guru BK sekolah dibilang kamu gak bakal masuk, nilai kamu gak terlalu bagus. Eh, ternyata temenku yang nilai rapotnya lebih jelek bisa masuk. Jadi sedih deh.

Difa: Saya udah pernah kuliah sebelumnya, Kak, anak teknik. Tapi karena di kampus lama ospeknya digebukin, saya gak kuat terus pindah. Di UI gak bakal ditabokin kan, Kak?

Maba unisex: Pengen kuliah, Kak. Katanya UI bagus.

BMKG: “ Enggak bakal ditabokin kok. Harusnya yah. Anyway, apa sih,  first impression kalian tentang UI?”

Audi: Waktu pertama kali ke sini, saya ngerasa deg-degan, Kak. Saking deg-degannya, dan ditambah saya gak tau jalan di UI, saya jadi nyasar deh pas mau crosscheck raport ke Balairung. Sempet muterin UI gitu. Ribet jalannya. Tapi pas liat perpusnya, keren banget , Kak.

BACA JUGA: 5 Tontonan Favorit Anak Mac Room di Perpustakaan Pusat UI

Difa: Keren kak, kompleks perkuliahan gitu, banyak taman sama ada danau-danau juga. Saya waktu pertama ke sini naik motor, sempet keliling-keliling. Perpustakaanya emang bagus sih, Kak. Karena masih maba dan denger-denger gak boleh ke kantin fakultas, jadi nongkrongnya di perpustakaan.

BACA JUGA: 4 Fasilitas di Perpusat UI Ini Bikin Kamu Komentar, “Ini Perpustakaan apa Mall?”

Maba unisex: Itu kapal apaan, Kak di danau? Boleh naik gak?

BMKG: “Hah? Oh, itu kapal punya Teknik Perkapalan. Kalo kamu sih kayanya gak boleh naik. Tapi coba aja gih. Kalo berani…”

Maba unisex: Oke. Nanti deh abis wawancara.

BMKG: “ …oke. Lalu, boleh ceritain gak, pengalaman kalian saat registrasi ulang?”

Audi: Capek kak. Saya di sini dari jam 9 pagi baru pulang jam 9 malem. Disuruh datengnya jam 11, tapi saya dateng jam 9 aja biar cepet. Eh, ternyata ngantri banget, lama, terus selesai registrasi masih harus diajak keliling-keliling sama kakak-kakak OKK. Lamaaa banget. Untungya stand fakultas udah bubar, jadi gak tambah lama. Itu aja sampe jam 9 malem. Sekitar 12 jam loh, Kak.

BACA JUGA: Ini Beberapa Alasan Kenapa OKK Itu Penting Buat Maba!

Difa: Sama, Kak. Saya di sini dari jam 7 dan baru pulang dari UI jam setengah 7, itu pun karena kakak-kakak di stand fakultas gak mau lama-lama karena udah kelamaan.

Maba unisex: Saya cepet kok, Kak. Cuma dateng, daftar, terus pas diminta ke stand-stand gitu, saya pulang.

BMKG: “Kok kamu bisa pulang duluan?”

Maba unisex: Bisalah. Kan saya males. Dan saya pinter. Jadi saya kabur.

BMKG: “Waduh, maba kriminal. Potensial nih yang begini.”

Maba unisex : Makasih kak.

ilustrasi wawancraain maba via commdeptfisip
ilustrasi wawancraain maba via commdeptfisip

BMKG: “Langsung ke pertanyaan selanjutnya aja ya. Gimana ekspektasi kamu tentang ospek?”

Audi: Semoga gak terlalu bikin capek. Saya lihat tugasnya sih lumayan banyak, tapi saya tetep ikut. Harusnya sih gak aneh-aneh kan, ya?

BACA JUGA: Pro dan Kontra OSPEK

Difa: Kemarin saya ketemu sama komisi disiplin di PSAF kak. Cantik. Kalo diapa-apain sama kakak yang itu, saya mau deh.

Maba unisex: Kata kakak saya yang alumni sini, ikutnya PSAF aja. Saya nurut aja.

BMKG: “ Kok gitu?”

Maba unisex: Saya lebih percaya kakak saya dibanding kakak-kakak yang di registrasi. Kan belum kenal sama mereka.

BMKG: “Pertanyaan terakhir nih. Hal terburuk yang pernah dibilang sama senior?”

Audik: Ga ada sih kak. Senior saya pada baik-baik. Pada bilang saya cantik.

Difa: Kakak yang cantik itu bilang ‘Dek, liat ke depan.’ Padahal kan saya mau liatin dia.

Maba unisex: Dasar mesum! Saya waktu kemarin ketemu senior dia bilang, “Tahun depan ikut simak lagi ya.”

BMKG : “Oke, baiklah, makasih ya udah dateng dan nyempetin mau wawancara. Semoga cepet lulus.”

Lalu berakhirlah wawancara singkat dengan maba sore itu. Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter & Line supaya maba lain juga bisa tau tentang maba, dan mungkin mereka akan setuju sama maba-maba yang diwawancara.

 

Mahasiswa Naksir Dosen, Salah Gak Sih?

 

“Jangan pacaran sama yang bukan orang Jawa!”

Ya, mungkin begitulah kata seorang eyang yang Jawa tulen, berusaha nasehatin cucunya yang mahasiswa, setelah bercerita ia punya pacar blasteran Sunda-Batak dan Madura. Mahasiswa tentu sudah akrab sama pemikiran konvensional yang menentang hal-hal yang mungkin memang agak sedikit gak wajar atau tabu.

Waktu kecil pernah lihat yang namanya Beauty and the Beast, agak gedean nonton sinetron gak jelas yang intinya kalo gak cinta orang kaya-orang kurang kaya, majikan-pembantu, artis-supir angkot dan hal-hal fantastik lainnya. Perbedaan selalu jadi masalah.

BACA JUGA: NADIO FLO: Seorang Praktisi Media yang Terjun ke Dunia Sinetron

By the same logic, mungkin setelah baca artikel dosen cantik, muncul di benak mahasiswa yang namanya the million dollar question: naksir dosen tuh salah gak, sih? Mari sedikit berbincang tentang hal itu dengan kepala dingin, logis, rasional, dan agak sedikit jujur-jujuran. Gak perlu terlalu serius, tapi jujur-jujuran. Ini yang terjadi ketika mahasiswa naksir sama dosen.

Semangat Kuliah

Jadi semangat buat ke kampus via
Jadi semangat buat ke kampus via Photo Credit: clemsonunivlibrary via Compfight cc

Semangat banget. Biasanya kelas pukul 8 baru dateng pukul 9, sekarang kelas pukul 9 udah dateng pukul 8. Duduk biasanya paling belakang, sekarang duduk paling deket sama meja dosen. Biasanya tugas ngerjain h-1, sekarang rangkuman materi udah ada seminggu sebelum UTS. Semua gara-gara ada bidadari yang nangkring di depan kelas. Gak ada tuh acara gak fokus, semua materi dan contoh studi kasus berubah jadi kudapan. Gak ada cerita tidur di kelas, karena baru kali ini kenyataan lebih indah daripada mimpi.

BACA JUGAHal-hal Menarik yang Cuma Ada Di Wisuda Sarjana UI

Kelas yang biasanya lama banget jadi berasa cepet, mengukuhkan teori Einstein tentang relativitas. Kantin yang biasanya surga jadi gak menarik lagi gara-gara si mahasiswa semangat banget mau kuliah. Sayangnya itu dosen cantik gak ngajar di setiap matkul. Kalo iya, IPK 3,5 adalah perkara sederhana.

 

Jadi Sering Nanya

Mau di kelas kek, mau di jalan kek, pokoknya caper sama dosen! via
Mau di kelas kek, mau di jalan kek, pokoknya caper sama dosen! via Photo Credit: Jirka Matousek via Compfight cc

Kalau biasanya mahasiswa itu males nanya dan penginnya cepet-cepet keluar kelas dan berteduh di santainya atmosfer kantin, lain cerita kalo lagi diajar dosen idola. Bawaannya mau nanya terus, berasa itu dosen ngajarin private ke kamu doang.

Biasanya setengah mati bikin pertanyaan, kalau jadi pun belum tentu make sense. Sekarang, yang terlontar adalah pertanyaan cerdas yang mungkin si mahasiswa udah tau jawabannya, cuma dia seneng aja ngeliat ibu dosen cantik menjelaskan.

 

Beda Sikap Sama Dosen Lain

Gak jarang sikap ke dosen lain jadi beda via
Gak jarang sikap ke dosen lain jadi beda via Photo Credit: poptech via Compfight cc

Yang ini agak gak patut dicontoh, tapi memang terjadi di dunia nyata. Ketika naksir sama satu dosen, kamu manggut terus sama itu dosen. Nurut aja, rajin, pinter meski agak sedikit caper. Sementara sama dosen lain, kamu biasa aja. Di rapat pleno kelulusan, dosen-dosen gak ada yang percaya kalau kamu di kelas adalah anak yang rajin dan punya keinginan belajar tinggi kecuali si dosen cantik. Semua karena kamu naksir satu dosen dan kamu cuma rajin di satu matkul itu doang.

BACA JUGA: Kata Mahasiswanya, Ini Dosen-dosen UI yang Dianggap ‘Killer’

Salah Gak Sih?

Jadi, salah gak sih kalo naksir sama dosen? via
Jadi, salah gak sih kalo naksir sama dosen? via Photo Credit: Strelka Institute photo via Compfight cc

Ini dia ujung perkaranya. Dari bentuk pertanyaan “Salah gak sih” aja, udah ketauan yang punya pertanyaan maunya dibelain, bahwa ia minta seseorang untuk bikinin justifikasi akan suatu hal. Oke, logikanya gini.  Dewasa ini, cinta itu asosial, dalam artian cinta gak kenal apa-apa. Jangankan status, cinta aja gak kenal perbedaan etnis, ga kenal perbedaan usia, bahkan belakangan banyak yang setuju kalau cinta gak mengenal jenis kelamin.

BACA JUGA: [Diskusi] Bagaimana Pendapat Anak UI mengenai LGBT?

Jadi, kenapa mempermasalahkan status? Semua tergantung paham moral dan logika yang kamu pegang. Toh, beda usianya pasti gak jauh-jauh banget, belum bisa dikategorikan sebagai pedofil ataupun eksploitasi. Oke, mungkin dosen ada kode etik untuk gak terlibat dengan mahasiswa pada taraf tertentu, tapi kan terserah mahasiswa dong, kalo mau naksir dosen? Berarti gak salah. Hehe 😛

Lagian dosennya juga belum tentu mau. #ketawasetan

Kamu naksir dosen juga? Atau ada temen naksir dosen? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line biar temen-temen lain yang seneng sama dosen bisa merasa sedikit lega! Boleh juga komentar mengenai pembicaran ini loh!

 

Pernah Alami Kisah Sedih Ini Pas Jadi Mahasiswa?

Sebagai mahasiswa, tentunya tak sedikit pengalaman seru yang bisa kita ceritakan. Namun, percayalah, seberapa seru pun cerita itu, tidak akan seseru pengalaman yang pernah kita alami sendiri.

Berdasarkan pengamatan AnakUI.com, mahasiswa/i Universitas Indonesia saat ini punya banyak kisah seru untuk diceritakan, mulai dari kisah paling kocak sampai yang paling nightmare dan bikin kamu berdoa sepanjang malam supaya penderitaan kamu berakhir.

Penasaran? Well, nggak pake lama, ini dia cerita kehidupan mahasiswa UI yang bakal bikin kamu berdoa supaya besok udah bisa langsung wisuda!

 

Kisah Sedih Tentang Recehan

Uang recehan. (Sumber: menu-menulis)
Uang recehan. (Sumber: menu-menulis)

Biasalah ya, namanya juga mahasiswa, tiap jajan, kalau ada lebihan pasti disimpen baik-baik di bawah kasur. Di atas lemari atau bahkan di selipan pintu kosan. Nah, ketika semua recehan itu sudah terkumpul dengan baik ternyata ketauan jumlahnya nggak sedikit. Dipikir-pikir lumayan nih buat beli sepatu baru, karena sepatu lama udah buluk uwel-uwel dengan perjuangannya yang musti nginjak lumpur kalau keujanan.

Tapi, jangan senang dulu, di saat kebahagiaan mahasiswa memuncak, di saat itu pulalah sang ibu kosan ngetok pintu dan bertanya “Hai, Neng. Apa kabar? Nggak berasa yah sekarang udah tanggal 10 aja.” *sambil dadah – dadah ke kamera tersembunyi*

 

Kisah Buku Referensi

Kisah buku referensi. (sumber: wartaexpress)
Kisah buku referensi. (sumber: wartaexpress)

Lain cerita saat kita dikasih tugas sama pak dosen tercinta. Udah mana deadline-nya ketat, harus dikerjain sendiri pula. Meski demikian, kita tidak akan patah semangat karena inilah kita berjuang. “Tidak akan kusia-siakan perjalananku kuliah di kampus yang terkenal sama jaket kuningnya ini!” – Percayalah, semangat ini hanya sementara.

Karena oh karena, beberapa menit kemudian sang dosen berkata, “Tugas ini harus pakai buku referensi yah. Dan saya tahu buku referensi yang bagus untuk itu.”

Jeng jeng!!! Tak lama kemudian dia mengeluarkan sebuah buku dari tasnya dan berkata “Ini dia, buku referensi kamu! Saya tulis sendiri dan dijamin isinya PASTI BAGUS! Bisa ditemukan dengan mudah di toko buku terdekat atau kalau mau beli langsung ke saya juga nggak apa-apa, nanti dapat  diskon.”

Sepintas kita mungkin hanya akan berujar dalam hati, Ih, ngapain sih nih dosen pakai jualan buku segala? Namun, tak lama kemudian sang dosen melanjutkan kata-katanya, “Kalau nggak pakai buku ini sebagai referensi, kalian akan saya kasih nilai C.” Seketika kemudian bumi seolah tak berputar dan kamu akan berharap semoga besok belum kiamat kalau nggak ngerjain pakai buku itu dosen. *pukpuk* Semangat ya, Nak!

 

Kisah Ngerjain Tugas (Bagian 1)

Kisah sedih pas ngerjain tugas. (Sumber:)
Kisah sedih pas ngerjain tugas. (Sumber:Photo Credit: NinJA999 via Compfight cc)

Alkisah di suatu kamar kosan, duduklah Henri (bukan nama sebenarnya, karena sebenarnya dia adalah Batman-ceritanya pakai kaos Batman). Henri punya tugas yang harus dikerjakan dengan tenggat waktu 24 jam harus dikumpulkan. Dia pun sibuk mempersiapkan segala macam persiapan, mulai dari kamar yang bersih, kopi, makanan, internet, dan bantal.

Niatnya, sih, biar pikiran santai dan terinspirasi.

Henri pun duduk di depan laptopnya, membuka Microsoft Word, dan… 10 menit pun berlalu.

……………….

10 menit lagi berlalu. Henri mulai mengubah posisi duduknya agak rendah. Tangannya masih menggantung di atas keyboard. Nggak tau mau ngetik apa.

10 menit lagi pun beralu… dan… Henri baru ingat kalau dia lupa matiin kipas angin. Alhasil, Henri pun tertidur… pulas. Sangat… pulas.

Esoknya, dia terbangun tepat satu jam sebelum kelas dimulai, dengan kondisi, dia belum mengerjakan tugas. Sama sekali. Lalu? Apa yang terjadi?

Mari kita tanyakan pada rumput yang nggak bisa goyang.

 

Kisah Ngerjain Tugas (Bagian 2)

Niat ngerjain tugas, eh tapi... (Sumber:)
Niat ngerjain tugas, eh tapi… (Sumber:Photo Credit: Asher Isbrucker via Compfight cc)

Alkisah di suatu kamar kosan, duduklah Jones (bukan nama sebenarnya karena nama sebenarnya adalah… adalah… ah sudahlah, katakan saja Jones karena memang dia Jomblo). Seperti Henri, Jones punya tugas yang harus dikerjakan dengan tenggat waktu 24 jam harus dikumpulkan. Dia pun sibuk mempersiapkan segala macam persiapan, mulai dari kamar yang bersih, kopi, makanan, internet, dan… tidak, dia tidak punya bantal. Mungkin lagi dicuci.

Berbeda dengan Henri, Jones langsung sigap membuka Microsoft Word dan internet. Ia pun sigap mencari referensi yang ia butuhkan dengan mengetik berbagai kata kunci di Google.

Namun, setengah jam kemudian…

Entah kenapa Jones malah sibuk comment-comment-an di Facebook sama cewek yang baru saja dia add “Hi, kamu anak mana? Ketemuan yuk, lucu juga fotonya.”

Jones lupa kalau dia punya tugas. Begitu bosan, dia pun tertidur.

Esoknya, dia terbangun tepat satu jam sebelum kelas, dengan kondisi, dia belum mengerjakan tugas. Sama sekali. Dan dosennya killer. End of the world. Terkait dosen killer pernah juga ditulis di anakUI.com nih: Kata Mahasiswanya, Ini Dosen-dosen UI yang Dianggap ‘Killer’

Nah, kamu punya kisah seru lainnya yang pengin diceritakan? Yuk, bagikan kisah seru kehidupanmu jadi mahasiswa di UI dengan mengetiknya di comment box! Kisah yang paling seru akan kita naikkan di postingan berikutnya, Yeay!

Bagikan kisah seru ini di Facebook, Twitter, dan LINE kamu agar kita semakin terkenal! Yeah!

error: This content is protected by the DMCA