Ekspresikan Perasaanmu Melalui Karya Seni di UI Art War 2016!

Setelah merayakan minggu-minggu keilmiahan melalui OIM UI, sekarang UI disulap menjadi “nyeni” banget oleh kompetisi seni terbesar di UI. Tidak lagi dan tidak bukan, yakni UI ART WAR DUA RIBU ENAM BELAS yang resmi dibuka tanggal 4 November lalu.

Buat kamu yang belum tau atau mau tau lebih lanjut gimana sih kira-kira UI AW 2016 tahun ini, yuk baca artikel berikut ini biar anakui.com kasih tau spoiler sedikit!

Ui Art War sudah dimulai sejak 6 Novermber 2016! via UI Art War
Ui Art War sudah dimulai sejak 6 Novermber 2016! via UI Art War

Seperti namanya, perang atau kompetisi seni terbesar di UI ini merupakan ajang bagi seluruh fakultas di UI untuk menunjukkan siapa yang paling “nyeni” melalui artis-artis terbaiknya. Kompetisi yang ada dari UI AW tahun ke tahun adalah teater, mural, lukis, deklamasi puisi, fotografi, film, vocal group, solo vocal, tari, stand up comedy, band, dan yang baru di tahun 2016 ini ada monolog, cerpen, komik, dan poster.

Ditambahkannya 4 cabang lomba baru ini merupakan salah satu cara untuk menyaring kontingen terbaik UI untuk bisa mewakili UI di Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah (PEKSIMIDA) yang akan diselenggarakan pada tahun 2018 nanti. Jadi, semua lomba yang ada di UI Art War udah sama dan in line nih kayak lomba-lomba yang ada PEKSIMIDA. Oleh karena itu, selain sebagai ajang unjuk gigi, UIAW juga bisa berfungsi untuk menyaring kontingen terbaik UI di setiap cabang lomba tersebut.

UI Art War tahun ini mengambil konsep mengembalikan seni kepada hakikatnya secara general, yakni sesuatu yang dirasakan manusia. Jaadi karya yang dibuat para kontingen di setiap cabang lombanya diharapkan benar-benar murni diciptakan dari perasaan penciptanya tanpa unsur paksaan apa pun. Feel Your Vibe!

Acara Art War UI beberapa tahun lalu via Cyberspace & Time
Acara UI Art War beberapa tahun lalu via Cyberspace & Time

Harapannya sih dari yang hal sederhana dulu, semoga bonding internal panitia kita bisa kuat, seengaknya kenal mukalah. Baru setelah itu terwujud, yang pasti gue pengen acaranya terlaksana, lancar, dan gak ada defisit, ujar Project Officer UI Art War 2016, Nadia Feby Artharini.

Hal tersebut bukanlah harapan semata, melainkan dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan hal baru yang bisa kita dapatkan di UI AW tahun ini. Misalnya aja nih foodtruck saat grand opening UIAW kemarin, adanya live mural, dan Nadia juga menambahakan bahwa saat grand closing tanggal 18 Novermber nanti rencananya akan ngundang DJ, loh! Wah, semoga aja terealisasikan semua ya biar fun dan seninya bisa makin terasa.

Selain itu, yang baru lagi dari UI AW tahun ini adalah rencana adanya piala bergilir bagi juara umum, di mana fakultas yang menjadi juara umum tahun ini otomatis menjadi pemilik piala pertama.

Rencananya juga akan ada piala bergilir pertama tahun ini, ya meski cuma dalam bentuk piala tapi yang penting bermakna. Makanya, ayo kita ramein dateng ke UI Art War, biar melek seni dan bisa ikut ngerasain seni yang diciptakan dari rasa! ajak mahasiswa makara merah angkatan 2014 itu kepada seluruh civitas academica Universitas Indonesia.

5 Keseruan di Kelas Pengkajian Sinema UI yang Bakal Kamu Rasain

Pernahkah kamu merasakan serunya membahas film-film terpopuler seperti The Hunger Games atau Life is Beautiful di dalam kelas-kelas kuliah tertentu? Tahukah kamu apa saja manfaat dari pembahasan film-film tersebut?

Dari suatu film, pengamat pendidikan biasanya tidak hanya menilai manfaat suatu film hanya dari sisi seru atau tidak serunya suatu ceritera. Melainkan dari ragam sisi yang tak pernah bisa kita bayangkan sebelumnya.

Apa saja sih hal-hal yang dapat kita pelajari secara ilmiah dari sebuah karya film?

 

Emotional Learning

Mempelajari  tahapan emosional melalui akting seorang aktor via fpsi.usu.ac.id
Mempelajari tahapan emosional melalui akting seorang aktor via fpsi.usu.ac.id

Dengan membahas suatu film, kita dapat mempelajari bagaimana tahapan emosional seseorang melalui akting/peranan seorang aktor. Kita juga dapat mengetahui apa saja yang dapat memengaruhi sensitivitas emosi seorang manusia dalam kehidupan. Di sisi lain, kita pun dapat merefleksikan tahapan emosional kita saat menyaksikan dan menganalisa film tersebut.

 

Social Studies

Kamu jadi tahu hubungan antar sosial manusia seperti apa dalam sebuah film via mbu.edu
Kamu jadi tahu hubungan antar sosial manusia seperti apa dalam sebuah film via mbu.edu

Hubungan antar sosial manusia pun dapat terlihat lebih jelas dan tergambar dengan mudah melalui sebuah film. Bagaimana status sosial orang tertentu dapat mengubah kondisi sosial suatu masyarakat pun dapat menjadi bagian dari cultural studies.

 

Sains

Bahan diskusi menarik tentang mitos yang ada di film via jambimoviefreakers
Bahan diskusi menarik tentang mitos yang ada di film via jambimoviefreakers

Beberapa film seperti LUCY, Limitless, atau Flight of Wilderness juga mengangkat background story dari mitos sains terkait brain power—bagaimana otak manusia dapat mengubah keadaan jika digunakan dalam kapasitas maksimal. Film-film seperti ini dapat menjadi bahan diskusi menarik apakah mitos yang ditawarkan benar adanya atau belum memiliki temuan sains secara ilmiah.

 

Literatur

Bisa jadi bahan literatur via vivanews
Bisa jadi bahan literatur via vivanews

Yang sering luput di mata kita adalah bagaimana sebuah film dapat menjadi suatu studi literatur bahkan bagi bidang-bidang keilmuan di luar pengkajian ilmu perfilman itu sendiri.

Tak sedikit literatur-literatur klasik kini diangkat menjadi film layar lebar dan layak untuk diperbincangkan secara ilmiah di dalam kelas. Bahkan, mempertontonkan film sebelum membaca buku terkadang membantu sebagian mahasiswa dalam memahami bahasa-bahasa penulisan yang “challenging” dan monoton.

 

Membuka Wawasan Dunia

Membantu memahami wawasan dunia secara muda via reviewfilm
Membantu memahami wawasan dunia secara muda via reviewfilm

Mengenal ragam budaya dan habbit setiap masyarakat di negara tertentu membantu kita memahami wawasan dunia secara mudah. Bahkan, tak jarang kemampuan kita berbahasa asing pun ikut terasah baik secara sadar maupun tanpa sadar sewaktu menganalisa suatu film.

Bagi kamu, mahasiswa FIB UI yang udah masuk tahun kedua, kamu akan sangat merasa beruntung jika mendapatkan dosen yang sering membahas film tertentu untuk dibahas dari sisi budaya, semiotika, atau bahkan dari sisi politik, sosial, dan ekonomi. Yup, film adalah produk budaya dan akan selalu menjadi objek pembelajaran budaya yang tak kan pernah tuntas untuk terus dibahas dari masa ke masa.

Semua rasa penasaran kamu tentang apa saja latar belakang budaya yang mewarnai sebuah film dapat kamu pelajari pada kelas pengkajian sinema di FIB UI. Bentuknya seperti kelas biasa, namun setiap kali kamu disuguhkan sebuah film, kamu akan diberikan penugasan untuk menganalisanya dengan referensi yang menurut kamu relevan. Bahkan, di prodi Prancis FIB UI, kelas Pengkajian Sinema menjadi salah satu mata kuliah wajib dan menantang.

Penasaran? Yuk mampir-mampir ke FIB UI dan temukan bidang-bidang keilmuan yang dapat puaskan rasa penasaranmu! Yuk, bagikan tulisan ini lewat Facebook, Twitter dan LINE kamu sekarang! Simak terus informasi terkini mengenai setiap kegiatan civitas akademika Universitas Indonesia hanya di anakui.com.

Apa Jadinya Ya Kalau Kelas-kelas Ini Dibuka di SIAK-NG?

Ada beragam kelas yang dibuka untuk mahasiswa di UI ini, mulai dari kelas bioteknologi, kelas bahasa Ibrani, kelas sejarah Indonesia, kimia dasar, sampai ke anatomi. Ada juga kelas-kelas ‘penghibur’ macam MPKO basket-voli-tenis-futsal dan MPKS vokal-teater-komik-karawitan yang cuma 1 sks itu.

Tapi tentunya gak semua kelas ada, dan adalah hal yang wajar kalau ada mahasiswa yang menghayal sedikit mata kuliah yang seharusnya bisa diadakan, baik itu memang dengan alasan akademis atau memang buat seru-seruan aja.

 

Advanced fiction writing

Apa jadinya kalau ada kelas bersama Sapardi Djoko Damono, misalnya? via detik
Apa jadinya kalau ada kelas bersama Sapardi Djoko Damono, misalnya? via detik

Kalau suka nulis, pasti doyan banget sama kelas ini. Mungkin bisa diajar langsung sama SDD atau Bapak Sapardi Djoko Damono. Mengajar Alih Wahana aja udah keren banget, gimana kalau sampai diajarin nulis fiksi? Bisa-bisa pada kepengin nulis novel kaya novelnya SDD yang Trilogi Soekram.

BACA JUGA: UI Sudah Melahirkan Penulis-penulis Besar Ini! Siapa Saja?

Sebentar, kenapa Advanced? Iyalah. Kalau basic palingan gak jauh dari belajar majas-majas, hiperbola, ironi, atau mungkin analogi. Siapa tau kalau advanced bisa diskusi trik-trik narasi ala penulis-penulis kondang, belajar tentang fokalisasi dan nulis alur berintrik yang bikin pusing. Sepele? Jangan salah, serial televisi macam Flash, film kaya Pulp Fiction bahkan sampai ke Game of Thrones itu fiksi loh. Dan itu keren.

 

Kelas retorika

Biar ngomongnya juga lancar pas presentasi via metrotv
Biar ngomongnya juga lancar pas presentasi via metrotvnews

Di antara kamu pasti ada mahasiswa yang kalau lagi di kantin bareng temen-temen ngomongnya lancar banget, aktif, dan komunikatif. Tapi ketika ke depan kelas, atau naik ke podium, langsung ciut dan terbata-bata. Akuin aja, yang namanya retorika itu gak semua orang bisa. Ada banyak mahasiswa cerdas yang gak ahli dalam hal presentasi atau beretorika, boro-boro debat, lagi presentasi aja masih “ehm ehm uhhh apa namanya?”.

BACA JUGA: Ada Tips Nih Supaya Gak Sering Bilang Umm…Saat Presentasi

Gak terstruktur dan gugup. Alangkah indahnya kalau misalnya kelas retorika ini dibuka, supaya mereka yang punya banyak ide cemerlang gak mendem bingung mau ngomong apa, tapi beneran tahu dan berhasil mempersuasi lainnya untuk melaksanakan ide itu. Sensasional.

 

Kelas lawak

kelas lawak? Seru juga! via bet
kelas lawak? Seru juga! via bet

Ini memang kesannya bener-bener buat lucu-lucuan dan seru-seruan aja. Padahal sebenernya… ya emang buat seru-seruan. Iya, dong? Ayolah, gak semua orang itu bisa ngelawak. Ngelawak itu bukan hal yang gampang.

Oke, kamu punya talent, apa yang kamu omongin itu sering memancing tawa, minimal senyum-senyum agak nista. Tapi bukannya lebih seru lagi kalau itu jadi kemampuan yang terasah? Kalau mau bicara teknis, liat aja stand-up comedian yang beberapa waktu lalu sempet menjamur. Oke, mereka ada talent, tapi theoretically speaking, mereka paling ngelawak naik ke atas panggung maksimal sepuluh menitan.

BACA JUGA: Hidup Tuh Kudu Bahagia, Cuy!!

Coba liat stand-up comedian macam Kevin Hart atau yang legendaris macam Chris Rock, mereka sekali naik itu bisa satu jam monolog, kontennya punya flow yang apik dan rapi, lucunya gak ketulungan. Tau kenapa? Karena mereka gak cuma berbakat; mereka punya sistem dalam bikin konten dan punya sistem latihan bahkan sampai ke research tipe lawakan yang paling ampuh, mau itu punchline ataupun pake ekspresi.

 

Kelas pengkajian film

Mata kuliah pengkajian film via sociozine
Mata kuliah pengkajian film via sociozine

Eits, kata siapa gak ada? Ini ada banget, loh. Di Prodi Prancis FIB UI, Pengkajian Sinema Prancis jadi salah satu mata kuliah wajib dan bisa dibilang ‘berbahaya’ karena memang pengkajian ini hanya dikhususkan pada film-film Prancis yang notabene sering dibilang ‘absurd’ atau ‘aneh’, sulit ditangkap sama orang awam.

BACA JUGA: Cara Jago Belajar Bahasa Inggris Lewat Nonton Film

Bakal keren kalau misalnya ada mata kuliah pengkajian film secara umum dong? Iyalah. Beberapa film ‘berat’ macam Shutter Island yang melibatkan mantan polisi pengidap PTSD atau Black Swan yang bisa dibabat pake psikoanalisis, memang pantas untuk dikaji. Penggemar film pasti setuju.

Apa kamu punya ide lain untuk matkul keren? Masak, mungkin? Wood working?  Balet? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter atau Line, siapa tau bisa menginspirasi yang lainnya.

 

Trik Jitu Deketin Maba UI

Ada pribahasa the early bird get the worm atau sesuatu semacam itu. Padanannya yang paling tepat dewasa ini adalah “Lo kudu gercep”. Namun, ada juga pribahasa the second mouse get the cheese, yang padanannya jadi “Lo gercep apa nafsu? Gak dapet kan tuh.”

Dua old saying ini sebenernya ngomongin soal kesempatan dan rezeki, namun sebenarnya lebih deket dan applicable ketika ngomongin PDKT terhadap dede-dede maba yang cantik dan gemesin. Sederhananya, tulisan ini, meskipun gak secanggih The Playbook-nya Barney Stinson, akan memberikan beberapa play untuk kamu mainkan. Buat cewek-cewek yang merasa menjadi obyek, ayolah, kalian juga sering galau karena gak ada yang deketin kan? Be rational. Do not hate the player; hate the game.

The “Prince of England”

The “Prince of England”. (Sumber:)
The “Prince of England”. (Sumber:Photo Credit: Defence Images via Compfight cc)

Ini yang paling sederhana. Kalau lo ganteng dan lo kaya, you’re good to go, Prince Harry. Bahkan gak perlu play sama sekali, sebenernya. Lo cuma butuh sedikit keberanian dan cukup berperilaku normal dan baik aja. Gak perlu lucu, gak perlu seru-seru banget. Target lo juga sederhana: every single girl there is, baik dia beneran single atau enggak.

Bukannya mau menyederhanakan pikiran cewek, tapi kalau bicara logis dan gak munafik, tapi siapa yang gak mau sama cowo ganteng dan kaya. Personality-nya sejelek apa sih? Intinya dia baik dan dia mau ‘kan? Jadi semua senang. Kebanyakan hati cewek sekarang kaya highway, and it’s a good thing you got your car. Or you parents car, who cares? Masa iya orang mau nyalahin lo kalo orang tua lo kaya?

 

The “Good Cop”

The “Good Cop” (Sumber: wepreventcrime)
The “Good Cop” (Sumber: wepreventcrime)

Ini agak tricky karena lo butuh wingman. Tau good cop-bad cop? Intinya adalah bikin lo ‘keliatan’ seperti orang baik yang selalu ada di pihak si cewek. Katakanlah lagi masa ospek, salah satu temen lo jadiin senior galak dan sinis, dan titipin pesen untuk sesekali khusus ngerjain maba cewek yang lo incer. Ketika lagi dikerjain, muncullah sebagai good cop yang gak hanya bantuin si cewek dan sesekali membela maba di depan senior lain, tapi lo juga jadi sosok senior yang ‘membela’ si bad cop dengan dialog, “Iya, maklumin aja, namanya juga senior, itu tuntutan peran. Dia aslinya baik kok.”

Dengan begitu, ya mau gak mau si cewek punya pandangan baik ke lo sebagai seorang cowok yang gak suka menjelekkan orang di belakang, gentlemen, meskipun bisa aja aslinya lo emang begitu.

 

The “I’m Hilarious”

The “I’m Hilarious” (Sumber: wallpaperprime)
The “I’m Hilarious” (Sumber: wallpaperprime)

Ini lebih tricky karena ‘lucu’ itu abstrak, takarannya beda-beda tiap orang. Kalo lo emang lucu dari sananya, udah memang dari proses manufaktur dilengkapi fitur joke-making dan silly-comments, selamat. Lo tinggal jadi diri lo yang biasa, muncul di berbagai kesempatan di depan maba dan work your way towards her.

Eits, tapi jangan langsung. Perlu diketahui juga, kalau play yang satu ini sama dengan play yang di atas. Kenapa? Lo butuh simple chivalry. Kalau mau ‘terjun’ ke sekitar maba, jangan pernah, diulangi, JANGAN PERNAH, langsung nyamperin yang lo incer. Simple chivalry itu membuat PDKT jadi subtle dengan menjadi akrab dan seru ke semua orang, ke semua cewek, mau yang cakep, emang cakep atau belum cakep, sehingga oknum yang diincer pertahanannya lengah dan mudah dideketin, karena dia gak bisa bedain, dia lagi dideketin apa enggak. Setelah bisa kenalan dan ngobrol, barulah tambah intensitas deketin dia,game on.

 

The “I’m in a band”

The “I’m in a band” (Sumber: bsobandfebui)
The “I’m in a band” (Sumber: bsobandfebui)

Hampir sesederhana The Prince of England. Lo cuma butuh suara yang bisa bikin cewek-cewek terenyuh, atau skill bermusik yang bikin cewek-cewek terkesima. Muka ganteng bakal memperlancar play yang satu ini. Stereotipnya adalah cowok yang ada di band itu keren buat para mahasiswi. So, play in the band, get on the stage, and it is on.

 

The “I’m Google”

Lagi kepoin maba. (Sumber: scui)
Lagi kepoin maba. (Sumber: csui)

Ya, lo Google. Play-nya adalah lo kepoin si maba cakep jauh sebelum kalian ketemu, research dulu lah, istilahnya. Lalu, setelah lo selesai kepoin, pilah-pilah tema pembicaraan yang bisa dipakai (tema/hal yang dia suka, entah film atau apa pun) lalu perdalam pengetahuan lo tentang tema-tema tersebut. Kalo lo pinter akting dan emang akrab sama dialog, lo bakal lebih mudah memainkan play yang satu ini karena memang dibutuhkan self-control yang mumpuni.

Ketika lo udah terbiasa dengan ‘kepribadian’ baru lo, tunggu momen yang pas supaya bisa ngobrol sama si maba. Simple chivalry tetep jadi pilihan utama, lalu ketika udah beberapa kali ngobrol, selipkan ‘pengetahuan’ lo tentang tema dalam dialog, entah itu sebagai analogi ataupun plesetan. Setelah having a lot of things in common, kamu bisa lancar deketin dia.

Masih seputar dunia maba nih ada tulisan menarik tentang tips membuat essay untuk ospek Maba UI.

Gimana? Masih kurang play-nya? Share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line, dan komentarin juga dengan play-play genius kalian. The game is on.

 

Pakai Cara-cara Asik Ini Untuk Menghabiskan Waktu Liburan Semester Kamu

Udah kodratnya buat mereka yang butuh waktu selalu merasa kekurangan dan mereka yang merasa kelebihan waktu belum tau harus ngapain. Buat mahasiswa, dilematis adalah liburan semester karena waktu sebanyak itu mau dipake buat apa? Kalo yang jelas juntrungannya kaya ikut les atau magang atau bahkan bisnis ya liburan itu menyenangkan karena mereka tau harus apa. Kalo yang enggak tau harus apa, gimana? Belajar dari game, kamu sebenernya bisa bikin list of achievements dan menuntaskan itu misi selama liburan semester. Di bawah ini ada beberapa usul.

Grow a Full Beard

Grow a Full Beard. (Sumber:)
Grow a Full Beard. (Sumber:Photo Credit: hopeless128 via Compfight cc)

New semester, new look itu seru. Tantangan sendiri untuk kamu nemuin gaya yang paling cocok, dan efek sampingnya adalah suatu hari ketika kamu udah tua kamu bisa tau sebuah foto itu diambil waktu semester berapa hanya dengan melihat penampilan kamu. Buat cewek, ganti gaya rambut dan upgrade wardrobe udah yang paling bener. Buat cowok, gondrongin rambut udah wajar.

Yang bisa mengubah penampilan kamu supaya lebih keren adalah numbuhin jenggot. No, not soulpatch, not goatee, not moustache, not stubble. I’m talking about going full beard. Biar sangar dan macho, dan kamu bisa potong dan ‘modif’ itu full beard sesuai keinginan nantinya. Opsinya lebih banyak.

Oh, iya, tau bahasa Inggris-nya cowok tanpa facial hair? Woman. Serius. Coba cek di kamus.

 

Belajar Masak

Belajar masak. (Sumber:)
Belajar masak. (Sumber:Photo Credit: Daniel Kulinski via Compfight cc)

Buat cewek-cewek, ini seru. Siapa yang nggak seneng kalo cewek pinter masak? Kalo nanti jadi istri kan seru. Buat cowok : Real men know how to cook, so their women stay in bed. Get it?

Plus, belajar masak itu seru karena selalu berguna. Kamu akan punya kebanggaan sendiri kalau kamu punya signature dish yang bisa disajikan entah ke temen-temen, pacar, atau keluarga sekalipun. Ga perlu sampe jago banget dan menang Master Chef, cukup satu atau dua signature dish. Dan ketika kamu berhasil memasak sesuatu, rasanya sama kaya dapet nilai A karena emang kamu usaha sekuat tenaga.

 

Perluas Wawasan

Perluas wawasan: (Sumber:)
Perluas wawasan: (Sumber:Photo Credit: pennstatenews via Compfight cc)

Ini tantangan yang mungkin bisa bikin kamu merasakan sesuatu yang berbeda. Berbeda gimana? Gini, salah satu kunci petualangan adalah quote berikut: When was the last time you do something for the first time? Sekarang ini, kamu pasti punya hobi. Basket kek, musik, baca buku, gambar dan lainnya. Atau kamu tahu banget soal yang namanya kualitas jeans yang bagus, atau kamu suka banget sama yang namanya sinematografi. Libur semester ini, kamu literally punya waktu 24/7 untuk perluasan wawasan kamu.

Cari musik baru untuk dapetin inspirasi, cari olahraga baru yang kamu nggak tau sama sekali tapi seems really cool (misal, baseball atau american football), cari artist yang jago banget gambar atau yang lagi trend banget, baca buku-buku dari seorang pengarang tertentu, atau keliling cari film pendek atau video di Youtube yang punya sinematografi yang unik. Cari hobi baru, ketahui hal-hal baru, dengan begitu kamu bisa nambah perspektif dan semua hal yang sudah kamu ketahui sebelumnya bisa jadi sesuatu yang baru juga. Kamu nggak akan pernah kehabisan sesuatu untuk diketahui loh.

 

Belajar Online

Belajar make up online juga boleh tuh. (Sumber:)
Belajar make up online juga boleh tuh. (Sumber:Photo Credit: AnAuraChicBeauty via Compfight cc)

Siapa yang nggak pengin jadi manusia multitalenta? Katakanlah kamu adalah seorang mahasiswa yang jago olahraga, musik, akademik, dan bergaul. Jangan pernah merasa cukup. Kamu bisa design? Kamu bisa bikin origami? Kamu bisa coding? Kamu bisa gambar? Kamu bisa macem-macem, dan semua sudah tersedia di internet. Kamu akan kaget kalau tahu bahwa segala jenis tutorial ada di internet, dari bikin origami burung merak, sampe coding C++ yang ribetnya udah kaya ngeberantas korupsi. Kamu mau belajar apa?

 

Maraton Film atau Series Baru

Maraton Film atau Series Baru. (Sumber:)
Maraton Film atau Series Baru. (Sumber:Photo Credit: amacedo via Compfight cc)

Lah, ini apa gunanya?

Jangan salah, ini berguna banget. Dasarnya, film ataupun series, sama halnya dengan novel dan karya lainnya, punya tujuan menyampaikan sesuatu dengan cara menangkap peristiwa kehidupan dan menyajikannya. Semakin banyak film yang kamu tonton (disarankan yang berkualitas), semakin tinggi kemungkinan kamu jadi seseorang yang toleran, jadi seseorang yang open-minded.

Selalu ada hal yang diajarkan oleh film dan series, semua tergantung dari cara kamu melihat dan mengartikan film itu. Apapun film atau seriesnya, mau Avengers, Furious 7, Marmut Merah Jambu, Rumah Dara sampai Ada Apa dengan Cinta, bahkan sampai Game of Thrones yang mengajarkan kamu gimana rasanya kehilangan tokoh yang kamu suka.

Gimana referensi kegiatan yang di atas? Sudah siap untuk liburan? Nah klo mau abisin liburan di rumah juga bisa dengan cara yang satu lagi di sini.

Nah, udah tau mau ngapain liburan semester kali ini? Share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line supaya temen-temen yang masih clueless mau ngapain bisa dapet pencerahan!

 

Project Anomalus

Project Anomalus   Anomalus adalah sebuah film panjang tentang perseteruan antara manusia dan Anomalus. Genre film ini adalah Aksi drama superhero dengan tarian Topeng Cirebon sebagai filosofi dasarnya. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang Anomalus. … Baca Selengkapnya

Ada Surga Di Rumahmu, Sebuah Film Bagi Yang Ingin Meraih Surga Dari Jarak Yang Paling Dekat

Mizan yang terkenal sebagai publisher buku-buku religi, mengawali tahun 2015 meluncurkan film terbarunya yang berjudul Ada Surga Dirumahmu yang diproduksi oleh Mizan Productions. Sebuah film drama keluarga yang diangkat dari novel berjudul sama karya Ust. Al Habsyi.

Produser Film ini dalam pressconf yang diadakan di Epicentrum Walk (27/03/2015) mengatakan, melalui film ini ingin agar generasi muda jadi lebih baik lagi karena akhir-akhir kita lihat banyak sekali tayangan yang membuat anak-anak menjadi tidak taat kepada orang tuanya.Film ini dapat menjadi salah satu media dakwah bagi generasi muda yang semakin berkurang akhlaknya dengan harapan generasi muda menjadi lebih baik lagi dan lebih taat lagi terutama kepada orang tua (Ibu).

Nina Septiani, salah satu pemeran wanita dalam film ini mengatakan film bertema religi ini meskipun tanpa ada adegan berpegangan tangan yang jamak terdapat dalam film drama percintaan tetap dapat menciptakan moment romantis antara Ramadhan (Hussein Idols) dan dirinya (Nayla). Chemistry itu tetap tercipta tanpa ada adegan berpegangan tangan.

IMG_4859

Nina Septiani (Nayla)

 

Film Ada Surga Di Rumahmu , bercerita tentang perjuangan seorang anak yang bernama Ramadhan untuk membahagiakan Ibunya dan juga menemukan tambatan hatinya. Film ini di Bintangi oleh Husein Alatas (Hussein Idols) , Elma Theana, Nina Septiani ( Pemenang World Hijab) Zeezee Shahab dan juga penulis novelnya sendiri yaitu Ust. Al Habsyi. Selain itu film ini juga di sutradarai oleh Aditya Gumai, sutradara terpuji Festival Film Bandung untuk film Emak Ingin Naik Haji.

 

Ramadhan (diperankan oleh Husein Idols), tokoh utama film ini terkenal sebagai anak nakal yang senang berkelahi. Ramadhan terpaksa berpisah dengan kedua orang tuanya, ketika Abuya (ayah) dan Umi (Ibu, diperankan oleh Elma Theana) mengirimnya ke pesantren. Ramadhan yang bercita-cita menjadi artis dibanding menjadi ahli agama sebenernya kurang berkenan di kirim ke pesantren. Namun ia tak kuasa menolak pilihan hidup dari kedua orang tuanya.Ramadhan terpaksa berpisah dengan Abuya, Umi , adek-adeknya , serta Nayla (tetangga sekaligus teman yang diam-diam mengagumi Ramadhan).

 

IMG_4864Husein Alatas (Ramadhan)

Di Pesantren kenakalan Ramadhan tak berkurang, sehingga ia sering mendapat hukuman dari Ustad Athar (diperankan oleh Ust. Al Habsy) pimpinan pesantren Al Haramain, tempat Ramadhan memperdalam ilmu agama

Namun lambat laun Ramadhan mulai menikmati hidup di pesantren, setelah mendapat hukuman memberi ceramah akibat ketahuan kabur dari pesantren saat jam istirahat siang. Ramdhan dan temannya diharuskan memberi ceramah di pasar tradional dengan tema perdagangan. Salah seorang pedagang pasar tidak suka dengan ceramah yang diberikan oleh Ramadhan di tengah pasar, beliau mengusir Ramadhan dan teman-temannya. Namun beberapa hari kemudian Pedagang Pasar tersebut mendatangi Ramadhan di pesantren untuk menyampaikan terimakasih atas ceramah yang disampaikan oleh Ramadhan yang telah memberi pencerahan kepadanya. Pedagang tersebut sadar bahwa apa yang dilakukannya selama ini saat berniaga salah.

Sejak kejadian tersebut Ramadhan memantapkan hati memperdalam ilmu agama di pesantren yang di pimpin oleh Ust. Athar, hingga akhirnya kemudian Ramadhan yang telah beranjak dewasa dipercaya menjadi Ust Pengajar di pesantren tersebut.Namun meskipun telah menjadi Ust Pengaja di pesantren, jauh didalam lubuk hati ramadhan ia ingin tetap menjadi Artis di Ibukota,masuk tv dan menjadi terkenal tidak hanyak menghabiskan hidupnya di pesantren.

IMG_4985

 

IMG_4912

Penasaran dengan akting Hussein Idols yang memerankan Ramadhan? Ada apa sebenarnya dengan Ramadhan (Husein idols), Kirana (Zeezees Shahab), dan Nayla (Nina Septiani)?? Apakah Ramadhan berhasil mencapai cita-citanya menjadi Artis terkenal ?

Oka Aurora yang menjadi penulis skenario di film ini berhasil mengadaptasi cerita dari novel karya Ustad Al Habsy menjadi sebuah kisah yang mengharuskan dan inspiratif. Sebuah film drama keluarga yang layak ditonton mulai tanggal 2 April nanti bersama anggota keluarga untuk dapat lebih memahami lagi, dimanakah sebenarnya letak surga itu.

Belajar Asik Bahasa Korea lewat Nonton Drama

Tidak bisa dipungkiri, ketika mendengar Korea Selatan, langsung terlintas di benak kita dengan drama-dramanya yang cukup menguras emosi. Banyak kalangan, mulai dari remaja wanita hingga ibu rumah tangga, menghabiskan waktunya hingga berjam-jam untuk menyaksikan drama Korea. Alur ceritanya yang cukup berliku dan enak untuk disimak, membuat drama korea menggeser sinetron karya anak bangsa di hati para penonton.

Sebenarnya di balik ironi ini ada beberapa hikmah yang dapat kita petik. Akibat drama Korea berhasil menjajah dunia perfilman di Indonesia, maka timbullah sejumlah efek domino. Mulai dari fashion, kecantikan, kuliner, hingga bahasa Korea menjamur di Indonesia.

Salah satu topik yang kita akan angkat berkaitan dengan Korea Selatan kali ini adalah bahasa Korea. Pada awalnya bahasa Korea tidak terlalu dikenal di Indonesia. Akibat wabah drama Korea & K-Pop pastinya, semua golongan sangat tertarik untuk mempelajari bahasa Negeri Ginseng ini. Namun, tidak setiap kota dan setiap daerah di Indonesia memiliki kursus bahasa Korea. Meskipun kondisi tersebut menjadi batu sandungan bagi pecinta drama Korea untuk mempelajari bahasa Korea, sesungguhnya kita dapat menjadikan drama tersebut sebagai suatu media yang sangat baik untuk belajar bahasa mereka.

Untuk mempelajari bahasa Korea dengan melalui film drama, selain mengasyikkan juga menjadi sebuah sambilan bagi pecinta drama Korea. Ada beberapa metode yang bisa dipelajari jika ingin belajar bahasa Korea dari film dramanya. Seprti hal-hal di bawah ini.

Mengatur Subtitel

Buat subtitle sendiri. (Sumber: Siputnews.com)
Buat subtitle sendiri. (Sumber: Siputnews.com)

Ada empat tingkatan dalam mempelajari drama Korea dengan mengatur subtitelnya. Pertama adalah memberikan subtitle dengan full bahasa Korea. Jadi, sambil mendengarkan drama yang sedang berjalan kita juga dapat membaca subtitle yang terdapat pada bagian bawah layar. Kemudian tingkatan kedua adalah dengan memberikan jeda antar kalimat sehingga kita bisa mengikuti percakapan dan subtitle secara bersamaan. Dan memberikan kesempatan bagi kita untuk memahami lebih lanjut.

Tingkatan ketiga adalah menebak kalimat yang akan dibicarakan. Di tingkatan ini diharapkan kita memiliki kemampuan bahasa Korea yang lebih karena telah terlatih dari tingkatan pertama dan tingkatan kedua. Kemudian tingkatan terakhir adalah menonton drama korea tanpa menggunakan subtitle. Ini adalah bagian tersulit. Namun, dengan intensnya berlatih hal tersebut bukanlah masalah yang berarti. Dengan hal tersebut tanpa kehilangan guncangan emosi dari drama Korea kita juga dapat mempelajari bahasa Korea.

 

Mencatat Kosakata Bahasa Korea dalam Drama

 

Jangan lupa tulis kosakatanya. (SUmber:)
Jangan lupa tulis kosakatanya. (Sumber:Photo Credit: Chapendra via Compfight cc)

Memperkaya kosakata dalam mempelajari suatu bahasa adalah hal yang mutlak. Apalagi bahasa Korea memiliki jenis huruf yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Salah satu cara untuk memperkaya kosakata bahasa Korea adalah dengan mencatat beberapa kosakata bahasa Korea yang sering muncul. Tentunya bagi pemula hal tersebut lumayan sulit. Namun, untuk pemula cukup catat cara penyebutannya dengan bahasa Indonesia saja. Kemudian cari tahu di beberapa sumber, bisa dari kamus ataupun internet. Meskipun konsentrasi kita akan terpecah ketika menonton drama Korea. Namun, ada juga mendapatkan manfaat yang lebih dari kegiatan tersebut.

 

Membawa Kamus Bahasa Korea Ketika Menonton

Jangan cuma liat yang cantik dan gantengnya aja.
Jangan cuma liat yang cantik dan gantengnya aja. (Sumber: Joonni.com)

Kamus bahasa Korea bisa didapatkan dengan harga yang cukup murah dan bentuk yang sangat ergonomis di beberapa toko buku di seluruh kota di Indonesia. Dengan membawa kamus selama menonton drama Korea, cobalah untuk mencari setiap kosakata yang dapat Anda tangkap. Kemudian catatlah di buku catatan kecil. Lakukanlah hal tersebut secara rutin, dan luangkan waktu senggang untuk mengulang kembali kosakata yang telah Anda dapatkan sebelumnya.

 

Bergabung dengan Grup Pecinta Drama korea dan Berlatih Berbahasa Korea

Ikut komunitas? Boleh banget! (Sumber:)
Ikut komunitas? Boleh banget! (Sumber:Photo Credit: parhessiastes via Compfight cc )

Sudah tentu dengan jumlah peminat yang membeludak, drama Korea memiliki berbagai pecinta dari berbagai golongan. Tidak hanya menjadi selingan tapi menonton drama Korea bahkan sudah menjadi hobi untuk beberapa orang. Oleh karena itu bergabunglah bersama grup-grup di media social, baik itu Facebook, Twitter, atau grup lainnya dan cobalah untuk memberanikan diri mempraktikkan bahasa Korea yang sebelumnya telah pelajari. Keberanian sekali lagi menjadi kunci bagi Anda dalam menguasai bahasa Korea.

 

Membuat Kuis Kecil Bersama Teman Ketika Menonton Drama Korea

Setelah nonton, bikin kuis bareng teman. (Sumber:)
Setelah nonton, bikin kuis bareng teman. (Sumber:Photo Credit: Salle-Ann via Compfight cc)

Drama Korea akan semakin asyik ketika kita berani untuk membuat terobosan baru. Terutama dengan membuat kuis kecil-kecilan bersama teman ketika menonton drama Korea. Kuis tersebut tentunya harus dilakukan dalam bahasa Korea.

Berdasarkan pemaparan tersebut dapat kita simpulkan bahwa, drama Korea adalah salah satu media yang sangat efektif untuk mempelajari bahasa Korea selagi kita dapat menjadikannya sebuah media yang kreatif dalam mengembangkan kemampuan kita. Bahkan bukan tidak mungkin berawal dari hobi gemar menonton dan mempelajari bahasa Korea, akan membawa kita menjelajahi Negeri Ginseng mulai dari menjadi seorang pelajar hingga menjadi seorang pekerja. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. 😀

13 Film Box Office yang Paham Gimana Rasanya Kuliah di Jurusan Kamu

Ngerasa kesepian dan ga ada yang ngertiin perasaan kamu sebagai mahasiswa suatu jurusan? Jangan sedih, produser film-film box office berikut ini bisa kok:

1. Anak Fisika: Interstellar

Interstellar
sumber gambar

Bagi penggila teori-teorinya Einstein wajib banget nonton film ini. Film yang digadang-gadang sebagai film terbaik 2014 ini, isinya rumus fisika semua. Dari mulai hukum Murphy, tata surya, gravitasi, planet, dan lain-lain. Setidaknya setelah 3 jam nonton ini, kamu dijamin punya bahan obrolan buat PDKT ama anak Fisika. Jangankan tanpa kamu, tanpa gravitasi aja aku ga bisa berdiri tegak di dunia ini (yaiyalah).

 

2. Anak Geografi: Sanctum

Sanctum
sumber gambar

Filmi ini menceritakan tentang eksplorasi sebuah goa vertikal oleh para ilmuan yang berakhir tragis. Film ini menegangkan banget dan bikin kita sadar bahwa banyak banget yang gak kita tahu tentang bumi yang kita tinggali ini. Jangankan kedalaman hati kamu, kedalaman bumi aja aku jabanin (gali sumur).

 

3. Anak Perpustakaan: The Librarian

The librarian
sumber gambar

Film ini mencerikan tentang petualangan seorang pustakawan di sebuah perpustakaan umum yang ternyata sudah berdiri berabad-abad. Perpustakaan yang terlihat normal itu ternyata menyimpan rahasia kuno dibalik koleksi-kolesinya. Buku aja aku jaga, apalagi hati kamu (lempar sampul).

 

4. Anak Arkeologi: Indiana Jones

Indiana Jones
sumber gambar

Film ini menceritakan tentang petualangan seorang Arkeolog memecahkan misteri-misteri melalui artefak-artefak peninggalan dunia di masa lampau. Meskipun fiksi, namun cerita-cerita dalam film ini diangkat dari legenda-legenda yang masih diyakini sebagian orang. Film ini sukses membuat masa lalu gak kalah menarik dari masa depan.

 

5. Anak Sejarah: Pearl Harbor

pearl harbor
sumber gambar

Film ini memberikan gambaran mengenai dahsyatnya peristiwa Pearl Harbor 1941 yang turut menyeret Amerika ke kancah perang dunia dua. Peristiwa sejarah dikemas dengan kisah percintaan yang heroik, membuat film ini menarik untuk ditonton.

 

6. Anak Arsitektur: 500 Days of Summer

500 days of summer
sumber gambar

Film ini bercerita tentang seorang arsitek yang di PHP-in gebetannya. Meskipun film ini lebih didominasi oleh kisah cintanya, namun film ini sukses menggiring image bahwa anak arsitek adalah sosok yang romantis. Merancang gedung aja aku bisa, apalagi merancang masa depan kita (lempar maket).

 

7. Anak Teknik: 3 Idiots

3 idiots
sumber gambar

Film ini menceritakan tentang persahabatan 3 mahasiswa berbeda latar belakang dan karakter di tengah-tengah kerasnya kehidupan anak teknik. Film ini membuat emosi kita naik turun, dan termasuk salah satu film bollywood paling sukses di kancah internasional.

 

8. Anak Jurnalistik: Freedom Writers

freedom writers
sumber gambar

Film ini bakal bikin kamu percaya ama yang namanya The power of writing. Film yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang kegigihan seorang guru SMA yang mengajar di wilayah rawan konflik.

 

9. Anak Matematika: 21 BlackJack

21 blackjack
sumber gambar

Film ini menceritakan tentang seorang mahasiswa MIT yang jago banget ngitung namun kemudian terjerumus dalam gemerlapnya dunia perjudian di Las Vegas. Dari sini kita bisa tahu bahwa penerapan ilmu matematika itu luas banget bahkan untuk kriminalitas sekalipun (jangan dicontoh yes).

 

10. Anak Ekonomi: Top Secret- The Billionare

Top secret
sumber gambar

Film Thai yang diadaptasi dari kisah nyata ini mengungkap perjalanan karir seorang pengusaha yang kemudian sukses dengan camilan rumput laut Tao Kae Noi yang kini sudah mendunia. Dari sini kita bisa belajar bagaimana merintis usaha dari bawah dan pentingnya sungguh-sungguh dalam memperjuangkan mimpi.

 

11. Anak Jurusan Hukum: Legally Blonde

legally blonde
sumber gambar

Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang fashionista dengan latar belakang jurusan fashion merchandising untuk masuk Harvard Law School. Perjuangannya untuk survive dan berprestasi di lingkungan baru yang sama sekali berbeda sangat menginspirasi kita untuk selalu yakin dengan kemampuan kita sendiri.

 

12. Anak Filsafat: Life of Pi

life of pi
sumber gambar

Apa rasanya berbulan-bulan terombang-ambing di laut lepas sebagai satu-satunya penumpang yang selamat dari sebuah kapal karam yang diterjang badai dahsyat? Ya, film ini mengajak kita berfikir dan merenung tentang kebenaran dan keyakinan. Film ini merupakan adaptasi dari buku best seller dengan judul yang sama.

 

13. Anak Antropologi: Nanny Diaries

nanny's diary
sumber gambar

Film ini menceritakan tentang seorang fresh graduate dengan major Ekonomi dan minor antropologi yang kemudian menerima pekerjaan sebagai pengasuh anak seorang sosialita. Film ini mengajak kita mengamati lingkungan sosial dan kompleksitas individu di dalamnya.

Sekian ulasan 13 film yang bisa jadi sesuai dengan jurusan kamu. Bener nggak?

Apakah jurusan kamu belum disebut? Film apa yang sesuai dengan jurusan kamu? Share di komentar yaa!

UI Lens 2013

  UI Lens 2013 terdiri atas empat buah mata acara, yakni workshop, pameran, screening film, dan art gathering.   WORKSHOP Acara workshop ini mencakup film dan fotografi. Dalam workshop film ini, kami  mengundang tim produksi … Baca Selengkapnya

Festival Film Eropa 2011

huy guys,, ada berita seru nieh,, wat kamu-kamu yang suka sama pelm-pelm eropa,, bakal ada acara seru di bulan Oktober ini, yaitu,, jrengg jrengg,,,, FESTIVAL FILM EROPA 2011 yang bakal dilaksanain di 7 kota di … Baca Selengkapnya

WANTED: Eno Bening Swara

Wawancara Orang Terakreditasi Eno Bening Swara “Bocah Kamera Bernafas Sutradara” Semua orang tahu tentang kondisi perfilman Indonesia yang kian hari tidak bertambah dewasa, bisa dikatakan senantiasa nyampah dan membodohkan. Yang ditampilkan tidak jauh dari dunia … Baca Selengkapnya