Kenal UI #10: Fakta FISIP UI, Gudangnya Mahasiswa Berjiwa Sosial Tinggi

Buat siswa SMA jurusan IPS se-Indonesia, salah satu goals-nya adalah menjadi mahasiswa di jurusan yang berbau sosial dan politik. Salah satu yang menjadi tujuan mereka adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI.

Fakultas dengan makara oranye ini merupakan salah satu fakultas rumpun soshum yang populer di UI. Bahkan, pada tahun 2021, dua prodinya masuk dalam tiga besar prodi dengan keketatan tertinggi di UI untuk jalur SBMPTN, yaitu Ilmu Komunikasi dan Ilmu Hubungan Internasional. Keduanya memiliki rasio keketatan 0,01. Wow!

Lantas, seperti apa sih fakta menarik yang dimiliki oleh fakultas dengan stigma mahasiswanya yang gaul dan berjiwa sosial tinggi ini? Yuk, simak artikel berikut ini.

Dahulu Menjadi Satu dengan FHUI

fakta fisip ui
Taman Tunas Bangsa. Foto: fisip.ui.ac.id

Sebelum berdiri menjadi fakultas tersendiri, FISIP UI awalnya merupakan bagian dari FHUI, tepatnya Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (FH-IPK). Dalam fakultas tersebut, terdapat Jurusan Publisistik yang merupakan cikal bakal dari Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Pada tahun 1968, bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan dipisahkan dari fakultas tersebut dan menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakat (FIPK UI). Lalu, pada tahun 1970 FIPK UI berubah nama menjadi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial (FIS) UI. Nama FISIP UI baru muncul pada tahun 1982.

Satu-satunya PTN yang membuka Prodi Kriminologi

FISIP UI merupakan satu-satunya fakultas Perguruan Tinggi Negeri yang membuka prodi S1 Kriminologi.

Pada masa lampau, studi Kriminologi di Indonesia diawali dengan didirikannya Lembaga Kriminologi UI (LKUI) pada tahun 1948. Pada tahun 1988, LKUI berganti nama menjadi Pusat Pelayanan Keadlian dan Pengabdian Hukum. Namun, lembaga ini ditutup pada 2006.

Walaupun demikian, lembaga tersebut secara tidak langsung menjadi cikal bakal berdirinya Departemen Kriminologi UI yang kini terbuka untuk tingkat sarjana, magister, hingga doktoral.

BACA JUGA: Inilah Alasan Kenapa FISIP Begitu Dicintai Mahasiswanya

Merilis 7 Rekomendasi Kebijakan untuk Penanganan COVID-19

fakta fisip ui
Webinar tentang rekomendasi kebijakan untuk penanganan Covid-19. Foto: Humas FISIP UI

Pada masa pandemi saat ini, FISIP UI turut aktif dalam penanganan COVID-19. Dalam rangkaian webinar yang diadakan pada 29 Juli sampai 16 September 2020, merilis FISIP UI Policy Brief 2020 yang berisi tujuh rekomendasi kebijakan untuk penanganan COVID-19.

Jumlah kebijakan tersebut sesuai dengan jumlah departemen yang ada di FISIP UI dan mewakili bidang dari masing-masing departemen. Ketujuh kebijakan tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Ilmu Komunikasi: Strategi komunikasi publik pemerintah di masa pandemi COVID-19, dari komunikasi krisis menjadi komunikasi risiko untuk membangun Engagement
  2. Sosiologi: Pembatasan Sosial Berbasis Komunitas (PSBK), membangun ketangguhan sosial menghadapi pandemi COVID-19 di era new normal.
  3. Ilmu Politik: Respon terhadap pandemi COVID-19, alternatif kebijakan pemerintah.
  4. Kriminologi: Pencegahan cyber crime pada masa pandemi COVID-19 melalui pendekatan multi-agent partnership dan virtual community policing.
  5. Ilmu Kesejahteraan Sosial: Penanganan pandemi COVID-19 dengan pendekatan intervensi sosial pada berbagai tingkatan (multilevel social intervention).
  6. Ilmu Hubungan Internasional: Pandemi COVID-19 dan tantangan diplomasi multilateral Indonesia.
  7. Antropologi: Pendekatan sosial budaya berbasis komunitas kolaborasi pengetahuan dan keterlibatan kritis dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19.

Punya Dua Unit Kerja Khusus

fakta fisip UI
Gedung FISIP. Foto: ui.ac.id

FISIP UI memiliki dua unit kerja khusus (UKK) yang bergerak di bidang sosial politik, yaitu Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak (PUSKAPA) dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial dan Politik (LPPSP).

PUSKAPA merupakan lembaga non-profit yang terdiri dari peneliti, pemikir kebijakan, dan pelaksana program interdisipliner yang bergerak di bidang perlindungan anak.

Sementara itu, LPPSP merupakan gabungan dari 11 pusat kajian bidang sosial politik yang berfokus pada riset terapan dan pengabdian masyarakat.

Punya Gedung Baru

fakta fisip ui
Gedung Mochtar Riady

Pada 2 Mei 2019, FISIP UI bersama Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan meresmikan Gedung Mochtar Riady Social and Political Research Center. Gedung yang awalnya merupakan Gedung C FISIP UI tersebut digunakan untuk pusat riset sosial dan politik dan perkuliahan.

Lokasi gedung ini berada di bagian depan lingkungan FISIP dan berbatasan dengan Fakultas Psikologi. Selain itu, ada coffee shop di lantai 1 yang bisa menjadi pilihan mahasiswa untuk tempat nongkrong atau belajar bareng.

Nah, itu tadi fakta menarik dari FISIP UI. Semoga bisa menambah semangat kamu yang sedang berjuang masuk fakultas makara oranye ini, ya!

Sampai jumpa di Seri Kenal UI berikutnya.

BACA JUGA: Fakta FMIPA UI, Punya Kantin dengan Nama Unik

Inilah Alasan Kenapa FISIP Begitu Dicintai Mahasiswanya

FISIP adalah salah satu fakultas di Universitas Indonesia yang dikenal telah melahirkan generasi anak-anak gaul pada masanya. Hingga sekarang. Bener nggak?

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI termasuk Kelompok Fakultas Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Indonesia. FISIP UI mengelola program pendidikan jenjang dengan gelar sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3) serta program pelatihan kursus non-gelar. Saat ini FISIP UI dipimpin oleh Dr. Arie Setiabudi Soesilo untuk masa bakti 2013-2017.

Didirikan pada tahun 1968 dan pada mulanya merupakan bagian dari Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM). Pada tanggal 1 September 1962, bagian Pengetahuan Masyarakat yang kemudian menjadi bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan secara resmi diperluas sehingga meliputi Jurusan Ilmu Publisistik, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi, Kriminologi, Sosiologi, dan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Perkembangan bidang-bidang ilmu sosial yang demikian pesat mendorong ditingkatkannya status Bagian Ilmu Pengetahuan Kemasyarakat menjadi fakultas yang berdiri sendiri.

Setelah 4 minggu kamu menginjakkan kaki di lingkungan FISIP, kamu akan berteriak “GILA! INI FAKULTAS RAME BANGET!”

BACA JUGA: yang Muda yang Berprestasi: Dosen-dosen Muda Terbaik dari FISIP UI

Keramaian ini tidak sepadan dengan lingkungan perkuliahan yang bisa dikatakan sempit via ridhaintifadha
Keramaian ini tidak sepadan dengan lingkungan perkuliahan yang bisa dikatakan sempit via ridhaintifadha

Well, di tahun 2010 saja fakultas ternama ini digandrungi oleh lebih dari 8.000 mahasiswa. Gak heran deh, kalau ada orang nanya “Kuliah dimana?” lalu kamu jawab “FISIP” orang akan langsung tahu bahwa FISIP yang kamu maksud pastilah FISIP UI. Sayangnya, keramaian ini tidak sepadan dengan lingkungan perkuliahan yang bisa dikatakan sempit. Karena sempit dan ramai, maka adalah hal yang wajar jika semakin sore, FISIP akan makin rame!

Salah satu hal yang membuat fakultas ini kebanjiran mahasiswa adalah karena prodi yang ditawarkan adalah prodi yang unbelievably interesting! You can name it, Administrasi (Fiskal, Negara, Niaga), Antro, HI, Kesos, Komunikasi, Kriminologi, Politik dan Sosiologi!

Mungkin gak sedikit yang bakal berpikir “Gila, jurusan-jurusan di FISIP keren-keren banget! Gua berasa jadi Green Arrow atau Batman nih kuliah di sini” – well, for that point, gak bo’ong deh. Memang seru jika kamu bisa tahu setiap seluk-beluk dunia kriminal, pelajarin antropologi, atau mempelajari sejarah bangsa-bangsa di dunia. But then, seringkali kekaguman ini terhenti saat kamu berada pada semester akhir, di saat kamu sadar, “Abis lulus, gua mau kemana?”

Don’t worry, jika kamu benar-benar masuk FISIP karena kecintaanmu pada bidang yang kamu pelajari, kenyataannya lulusan FISIP UI banyak yang kepakai either sebagai diplomat, pakar/ilmuwan, atau bahkan you really can be your own “Batman” and starts your own career path.

Banyak tokoh terkenal yang berasal dari FISIP UI via Alinea TV
Banyak tokoh terkenal yang berasal dari FISIP UI via Alinea TV

Putro Perdana, for example, karena kecintaannya, ia berhasil melihat sisi unik dari bidang yang pelajari sewaktu mengambil studi kriminilogi di FISIP UI, and you know what? Sekarang ia menjadi salah satu analis berbakat dalam bidang Grafologi – sebuah studi kriminologi untuk mengungkap kepribadian dan karakter seseorang berdasarkan tulisan tangannya – dan seringkali bekerja sama dengan tim forensik untuk menganalisa kasus-kasus kriminal yang pastinya seru banget!

Dan jika kamu mengambil prodi politik, Effendi Ghazali adalah salah satu alumni FISIP UI yang bisa kamu idolakan karena ia kini dikenal sebagai pengamat yang selalu memiliki pandangan tajam akan situasi politik negeri ini.

Selain itu, FISIP UI juga telah menyabet   juara 7 kali berturut-turut dalam Olimpiade UI dan memiliki jajaran atlet-atlet legendaris yang masih kuliah ataupun yang telah menjadi alumni, Ade Rai hanyalah salah satunya.

BACA JUGA: Review Fuyunghai Chinese Food Takor FISIP UI

Anak fisip gak akan malu dan bakal bangga bilang, "Gue anak FISIP" via commdept.fisip.ui
Anak fisip gak akan malu dan bakal bangga bilang, “Gue anak FISIP” via commdept.fisip.ui

“You are product of your environment” – W. Clement Stone.

Kutipan tersebut bisa dikatakan cukup menggambarkan suasana perkuliahan di FISIP UI. Selain gaul karena banyak tempat nongkrong, macam Takor, Bloc, MBRC, Teater Kolam, lingkungan kuliah di FISIP juga kaya akan sifat egaliter dan kekeluargaan dari teman-teman setongkrongan. Mungkin karena sebagian besar prodi di FISIP mengarah kepada hal-hal yang bersifat sosial, maka tak heran bila intelektual sosial mahasiswanya pun terasah dengan baik.

Dan yang paling menyenangkan, setiap anak fisip gak akan malu dan bakal bangga bilang, “GUE ANAK FISIP.”

Inilah yang membuat FISIP tak hanya digandrungi namun juga akhirnya dicintai oleh setiap mahasiswanya. So, buat kamu teman-teman yang baru masuk UI, kamu yakin gak mau pindah ke FISIP?

Yuk, bagikan artikel ini lewat Facebook, Twitter dan LINE kamu! Dan pastikan, kamu mampir ke FISIP minggu ini buat hangout sama kita dan cari temen baru! It will be fun!

 

Membangkitkan Jiwa Kewirausahaan di Kampus Kuning Menurut Imam B. Prasodjo

Pada hari Senin (1/2/2016) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan puncak acara Dies Natalis ke-48 UI dengan menghadirkan Imam B. Prasodjo sebagai orator.

Dalam acara tersebut, Imam B. Prasodjo menyampaikan orasinya yang berjudul “Menumbuhkan Kampus Kepedulian, Kampus Inovasi  Sosial, Kampus Kewirausahaan Sosial,” di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI.

Puncak acara Dies Natalis ke-48 UI menghadirkan Imam B. Prasodjo sebagai orator via islamlib
Puncak acara Dies Natalis ke-48 UI menghadirkan Imam B. Prasodjo sebagai orator via islamlib

Dalam paparannya Imam yang juga merupakan Ketua Yayasan Nurani Dunia—sebuah yayasan yang berkecimpung dalam bidang sosial dan pendidikan bagi kalangan yang kurang mampu dari segi ekonomi—mendorong universitas kembali ke tujuan awalnya, yaitu dengan pengetahuan dan teknologi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Kampus jangan sampai menjadi menara gading, tapi menjadi menara air yang memberikan manfaat besar bagi orang di sekitarnya,” ujarnya.

Kepedulian dan gerakan sosial, menurutnya adalah cara terbaik kampus untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, menurutnya, gerakan sosial yang banyak dilakukan oleh mahasiswa masih bersifat konvensional dan tidak berkembang seperti bakti sosial, kerja bakti, donor darah, atau semacamnya.

Dalam orasinya tersebut Imam melanjutkan, bahwa sudah saatnya gerakan sosial ini menjadi sesuatu yang lebih menekankan pada inovasi dan kewirausahaan, sehingga bentuk gerakan sosial yang digagas oleh mahasiswa tidak selalu monoton.

Imam juga banyak membagi kenangan kilas balik ketika dia masih menjadi alumni FISIP UI dan bagaimana FISIP UI punya kontribusi dalam membentuk pandangannya terhadap gerakan sosial.

BACA JUGA: Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Masuk Hubungan Internasional FISIP UI

 

Sekilas Tentang FISIP UI

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI merupakan fakultas yang lahir sejak tahun 1968 via commdept.fisip.ui
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI merupakan fakultas yang lahir sejak tahun 1968 via commdept.fisip.ui

Buat kalian yang belom tau, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI merupakan fakultas yang lahir sejak tahun 1968. Awal mulanya keberadaan fakultas ini dimulai dengan dibentuknya jurusan publisistik di Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan masyarakat (FH-IPK) UI pada tahun 1959.

Kemudian FH-IPK UI berubah menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (FIPK) UI pada tahun 1968, lalu berubah lagi menjadi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial (FIS) UI. Nama FISIP UI sendiri baru muncul pada tahun 1982 dan sekarang terdiri dari 7 departemen, yaitu Departemen Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Sosiologi, Kriminologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Antropologi, dan Hubungan Internasional.

Pengen tau apa lagi yang menarik seputar FISIP UI dan prestasinya? Simak terus, hanya di anakui.com! Yuk, bagikan informasi ini lewat Facebook, LINE dan Twitter kamu sekarang!

4 Hal Ini Pasti Bakal Kamu Lihat Saat Berkunjung ke FIB UI Pada Malem Hari

Sering banget FIB UI diplesetkan dari yang artinya Fakultas Ilmu Budaya jadi Fakultas Ilmu Bazar atau Fakultas Ilmu Bersenang-senang. Sebetulnya gak masalah, sih, karena pada kenyataannya FIB UI memang tipe fakultas yang cukup sering mengadakan bazar dan acara-acara untuk kesenangan. Entah dari kapan dan kenapa bisa begitu, hanya Tuhan yang tahu.

Kalau diperkirakan, dalam sebulan sedikitnya ada satu acara band yang manggung sampai larut malam, tiga acara yang membuka bazar, dan hampir setiap hari jam malam di FIB tidak berlaku. Oleh karena itu, FIB bisa dibilang fakultas yang gak pernah ada matinya. Pagi, siang, sore, dan malam, penghuninya akan selalu berkeliaran.

Berbeda dengan Fakultas lain seperti Psikologi, pukul 6 sore saja penghuninya sudah pulang, ya, maklum, sih kebanyakan cewek. Nah, kalau kamu sedang di kampus dan mau menghabiskan waktumu di FIB UI, akan ada banyak banget wahana yang bisa kamu nikmati, bisa bareng pacar, teman sepermainan, atau sendiri juga asyik, kok!

BACA JUGA5 Pandangan Orang tentang Anak Sastra (Ini Curhat Kami Anak FIB)

Bazar

Di mana ada acara di FIBUI, di situ ada bazar via kopmafibui
Di mana ada acara di FIBUI, di situ ada bazar via kopmafibui

Sudah dibilang bahwa FIB UI sering banget menggelar kegiatan yang isinya bazar. Meskipun acara formal seperti seminar beasiswa, gak afdol kalau gak pakai bazar. Ya, pokoknya bazar number uno banget. Bazar ini biasanya digelar sampai agak malam, ada yang jual makanan tradisional seperti kerak telor, makanan western seperti pizza, makanan Asia seperti takoyaki, sushi, dan teman-temannya. Lalu ada banyak minuman juga, kalau mau chatime, di bazaar FIB ada, kok!

Satu yang paling unik adalah emperan buku bekas. Abang penjual buku bekas ini selalu nongkrong di selasar belakang gedung 9 FIB, di situ dia akan menjajakan bukunya yang banyak banget, dari mulai ensiklopedia sampai buku menggambar.

 

Festival Bahasa

Acara-acara di FIB UI biasanya diadain sampai malam via fib.ui.ac.id
Acara-acara di FIB UI biasanya diadain sampai malam via fib.ui.ac.id

Jurusan di FIB jumlahnya ada 15, dan itu termasuk banyak loh, Guys! Setiap jurusan punya acara masing-masing, seperti FestiFrance, Falasido, dan banyak banget yang pastinya berbau bahasa dan kesenian. Ya, sedikitnya per jurusan akan meluncurkan dua kegiatan per tahunnya. Info pentingnya, setiap ada acara, FIB akan meriah sampai malam hari, apalagi untuk acara penutupan, wah bisa sampai tengah malam, deh!

 

Penampilan Band

Gak peduli hari apa, kamu bisa nemuin yang nyanyi bahkan di Kantin Sastra
Gak peduli hari apa, kamu bisa nemuin yang nyanyi bahkan di Kantin Sastra

Bukan hanya acara festival bahasa yang bikin seru karena selain acara dari jurusan pun, FIB punya banyak acara yang ujung-ujungnya ngundang band. Meskipun band-band yang tampil seringnya dari kalangan FIB, tapi ramenya itu, loh yang gak perlu diraguin lagi. Penampilan band seringnya diadakan di Kansas alias kantin sastra, gak peduli malam Jumat atau malam apa, kalau udah disuguhin band, mahasiswa akan merapat dan nyanyi bareng. Nah, konser kecil-kecilan ini dibuka untuk umum. Jadi kalau kamu mau hiburan gratis, hitung-hitung menghilangkan penat, langsung saja nonton konser ini. Terbuka untuk umum, kok!

 

Makan malam di FIB

Malem hari, kamu bisa nemuin mie ayam yang ciamik via limoengroen
Malem hari, kamu bisa nemuin mie ayam yang ciamik via limoengroen

Setiap malam di depan FIB hadir hidangan enak banget, penuh sensasi, dan cukup fenomenal. Apakah itu? Ya, mie ayam dan gorengan. Namanya mie ayam sengketa, setiap sehabis Magrib kalau laper banget dan pengen makanan yang enak, murah, dan suasana yang indah, cobain deh!

Tempatnya di depan gerbang FIB atau di samping parkiran FISIP UI. Nah, kalau makan di situ, kamu bisa merasakan rasanya dinner bersama alam. Pertama karena tempat makannya di lahan parkir, kedua bisa sambil lihat rasi bintang (kalau gak hujan), dan ketiga harganya cuma Rp7.000,00 per porsi. Mantap, deh!

Selain ada tukang mie ayam, ada juga tukang gorengan yang selalu setia menemani tukang mie ayam. Gorengan malam ini pakai gerobak mini dan bertahan sampai larut malam. Menu gorengannya standar, sih, yang membedakan adalah rasa dan sensasinya. Terbukti, kok! Kalau kamu samperin abang gorengannya, pasti abang itu lagi goreng-goreng, soalnya habisnya sangat-sangat cepat. Satu lagi, anak dari fakultas lain sering banget ikutan nongkrong, loh!

Itulah empat wahana yang sensasional banget di FIB ketika malam tiba. Rasain sekali saja, maka kamu akan ketagihan, gak percaya? Silahkan dicoba, guys!

 

Bercita-cita Mewujudkan Good Governance? Kamu Harus Belajar Ilmu Administrasi Negara Dulu

Pernahkah kamu mengurus sesuatu yang berkaitan dengan administrasi di kantor-kantor pemerintahan atau pun nonpemerintah? Ada banyak prosedur dan birokrasi, belum lagi waktu menunggu yang membosankan. Hal ini kemudian membuatmu berpikir, bagaimana caranya mewujudkan good governance dari segi administrasi? Nah, mempelajari Ilmu Administrasi Negara adalah salah satu pintu yang harus kamu masuki supaya pengurusan administrasi di Indonesia ini semakin baik dan rapi.

Deskripsi Umum Jurusan Ilmu Administrasi Negara

Deskripsi Umum Jurusan Ilmu Administrasi Negara via mirunasays
Deskripsi Umum Jurusan Ilmu Administrasi Negara via mirunasays

Program Studi (prodi) Ilmu Administrasi Negara berada di Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia. Tujuan dari Prodi Ilmu Administrasi Negara sesuai dengan visi dan misinya, antara lain menghasilkan lulusan yang menguasai teori dan metodologi Ilmu Administrasi Negara agar mampu mengaplikasikannya dalam dunia administrasi secara global. Selain itu, lulusan prodi ini juga diharapkan mampu mendefinisikan kebijakan makro dan mikro pemerintahan dalam dunia administrasi sehingga membentuk sistem yang terintegrasi, dan mampu mengembangkan konsep administrasi, sehingga dapat menjawab permasalahan yang semakin berkembang. Dengan kata lain, kamu adalah perantara antara pemerintahan yang membuat aturan sistem administrasi dan masyarakat yang menjalankan aturannya.

Administrasi negara adalah sebuah proses yang dilakukan oleh perorangan atau organisasi yang berkaitan dengan implementasi atau pelaksanaan peraturan dan hukum yang dikeluarkan oleh pemerintahan, baik dari badan legislatif maupun eksekutif. Tidak hanya itu saja, dalam prosesnya dibutuhkan kepiawaian manajemen organisasi publik. Administrasi negara yang sehat untuk mewujudkan good governance memerlukan manajemen sumber daya manusia, manajemen pelayanan umum, manajemen kinerja, sistem pemerintah daerah, leadership, kebijakan publik, bahkan administrasi keuangan, akuntansi dan e-government.

 

Jurusan Ilmu Administrasi Negara Ini Cocok Bagi Kamu yang…

Jurusan Ilmu Administrasi Negara Ini Cocok Bagi Kamu yang... via hmadm.ui.ac.id
Jurusan Ilmu Administrasi Negara Ini Cocok Bagi Kamu yang… via hmadm.ui.ac.id

Buat kamu yang menyukai kerapian dan “kebersihan” dalam proses administrasi sebuah organisasi, baik itu milik pemerintahan dan swasta. Passion kamu ini akan membuat kamu enjoy mempelajari Imu Administrasi Negara. Semua itu biasanya tercermin dalam kepribadian kamu yang rapi, suka mendokumentasikan dan menyimpan arsip atau berkas-berkas penting dengan baik, memiliki kemampuan manajerial yang baik, tidak suka bertele-tele dalam suatu urusan dan menyukai dunia birokrasi yang bersih. Semoga kamu menjadi salah satu dari orang-orang yang memperbaiki sistem administrasi pemerintahan atau sektor privat di Indonesia kelak.

 

Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan

Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan
Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan

Mata kuliah apa sajakah yang akan kamu pelajari di sini? Program sarjana Departemen Ilmu Administrasi Negara memiliki banyak mata kuliah dari A-Z untuk memperkaya pengetahuan kamu tentang teori administrasi negara dan melatih soft skill yang berguna saat kamu bekerja nanti. Beberapa contoh mata kuliah itu adalah Pengantar Ilmu Administrasi Negara, Sistem Administrasi Negara, Pengantar Perpajakan, Pengantar Teori Organisasi, Ekonomi untuk Administrasi Negara, Pengantar Manajeman, Hukum dan Pembangunan, Birokrasi dan Pemerintahan, Keuangan Negara, Administrasi Pembangunan, Evaluasi Proyek dan Pengambilan Keputusan, Pelayanan Publik, Hukum dan Administrasi Negara, Etika Administrasi, bahkan tentang Desentralisasi dan Otonomi Daerah. See? Betapa komprehensifnya pembahasan tentang Ilmu Administrasi Negara ini. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa lihat sendiri detail mata kuliah yang diberikan di sini: (http://s1adm.ui.ac.id/administrasi-negarapublik/)

Untuk melatih soft skill dan penerapan dari semua mata kuliah yang telah kamu dapatkan, nanti akan ada program magang (internship). Kegiatan ini merupakan praktik dari semua teori yang telah kamu pelajari, sebelum nantinya bekerja dalam pengabdian masyarakat. Dalam Jurusan Imu Aministrasi Negara, terdapat dua peminatan, yaitu pembangunan regional dan sumber daya manusia dalam sektor publik. Pembangunan regional menitikberatkan pada teori dan konsep pembangunan, perencanaan pembangunan, konsep regional, keterkaitan pemerintahan pusat dan daerah, dan pembahasan antara aspek sosial dan ekonomi. Sementara sumber daya manusia dalam sektor publik membahas mengenai konsep kepemimpinan, perencanaan strategis, sumber daya sektor publik, dan yang berkaitan dengan legitimasi publik.

 

BACA JUGAIni Alasan Kenapa Kamu Harus Masuk Hubungan Internasional FISIP UI

Prospek Kerja

Prospek Kerja lulusan ilmu administasri negara UI
Prospek Kerja lulusan ilmu administasri negara UI

Dari semua mata kuliah yang telah diberikan, diharapkan para lulusan memiliki ilmu teori dan praktik yang matang dalam dunia administrasi. Harus memiliki kompetensi intelektual, manajerial, dan etika yang sopan (behavior) serta solutif dalam menyelesaikan permasalahan administrasi publik. Profesi dan karier lulusan sarjana Ilmu Administrasi Negara dapat bekerja di hampir semua sektor administrasi dalam pemerintahan atau pun nonpemerintah. Posisi yang bisa diisi adalah sebagai profesional, analis, konsultan, administrator, peneliti, dosen, politikus, atau anggota Dewan, bahkan manajer sebuah instansi.

Lembaga yang sesuai dengan keilmuan ini antara lain BUMN, BAPPENAS, BAPPEDA, lembaga keuangan, lembaga pelayanan publik atau pun instansi pemerintahan lainnya dan perusahaan swasta. Jangan khawatir, dengan bekal teori dan soft skill yang kamu dapatkan sejak perkuliahan ditambah pembawaan yang meyakinkan akan membuat kamu bernilai saat melamar pekerjaan.

 

Kampus Lain dengan Jurusan Serupa

Selain di UI, di mana lagi kamu bisa temukan prodi ini?
Selain di UI, di mana lagi kamu bisa temukan prodi ini?

Berdasarkan data dari Badan Akreditas Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT), terdapat universitas negeri di Jawa Barat dan universitas swasta di sekitar Jakarta yang mendapatkan akreditasi A selain Universitas Indonesia. Univeritas negeri adalah Universitas Padjajaran di Bandung. Sedangkan daftar universitas swasta adalah:

  • Universitas Prof. Dr. Moestopo
  • Universitas Nasional
  • Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI)

Biaya Kuliah

Berapa biaya kuliah Ilmu Administrasi Negara UI?
Berapa biaya kuliah Ilmu Administrasi Negara UI?

Biaya kuliah sarjana reguler di UI menggunakan sistem Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BPO-B) yang pembayarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan penanggung biaya. BPO-B untuk jurusan ini dimulai dari Rp100.000,00 – Rp5.000.000 tanpa perlu membayar uang pangkal. Sementara untuk sarjana kelas paralel, nilai BPO yang yang harus dibayarkan sebesar Rp8.500.000,00 dan harus membayar uang pangkal sebesar Rp10.000.000,00.

Yuk, mari kita wujudkan sistem administrasi pemerintahan Indonesia yang lebih baik. Salah satu caranya adalah bergabung dengan kami di jurusan Ilmu Administrasi Negara. Mana nih, emoticon kedip-kedip mata?

Sumber:

s1adm.ui.ac.id/administrasi-negarapublik/

http://ban-pt-universitas.blogspot.co.id/2015/05/universitas-jurusan-ilmu-administrasi-negara-terbaik-peringkat-a-ban-pt.html

http://www.ui.ac.id/akademik/sarjana-reguler/fakultas-ilmu-sosial-dan-ilmu-politik/s1-ilmu-administrasi-negara-fiskal-niaga.html

 

Jurusan Ilmu Komunikasi UI: Jurusan Papan Atas yang Banyak Dicari Anak SMA

Komunikasi adalah satu hal yang pasti dilakukan oleh berjuta orang di dunia. Lalu, kenapa harus ada Jurusan Ilmu Komunikasi UI? Ternyata jurusan ini termasuk jurusan papan atas yang banyak dicari oleh anak SMA. Termasuk kamu. Iya, kamu. Jurusan ini memang unik dan penting. Sejak dulu, nenek moyang kita berkomunikasi dengan berbagai cara dan gaya. Mulai dari gaya paling sederhana, tulisan yang paling sederhana, melalui media yang juga sangat sederhana. Namun, perkembangannya sungguh dahsyat hingga sekarang.

BACA JUGA: Jadi Semua Salah dari Sebuah Komunikasi?

Komunikasi adalah ilmu dan seni menyampaikan pesan. Komunikasi juga salah satu bentuk bahasa yang lentur. Tidak akan sama caranya berkomunikasi kepada orang yang lebih tua dan dengan teman sebaya. Untuk itulah, Ilmu Komunikasi diperlukan. Ilmu ini diperlukan agar pesan bisa sampai dengan baik, sesuai dengan sumbernya, dan tepat sasaran. Kesalahan pada komunikasi, meski sedikit saja, akan fatal bahayanya.

Contohnya, betapa banyak pasangan yang harus putus cinta dikarenakan hal ini saja? Eh, omong-omong ini nggak membuka luka lama kamu yang belum kering itu, kan? Oke, kembali lagi pada Jurusan Ilmu Komunikasi. Kamu pasti sudah tahu, kan? Universitas Indonesia adalah tempat yang sangat cocok bagi kamu yang ingin menimba Ilmu Komunikasi ini.

Deskripsi Umum Jurusan Ilmu Komunikasi

Deskripsi Umum Jurusan Ilmu Komunikasi via commdept fisip
Deskripsi Umum Jurusan Ilmu Komunikasi via commdept fisip

Departemen Ilmu Komunikasi UI berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Departemen ini memiliki tujuan utama agar dapat mencetak lulusan terbaik yang berkualitas dari segi moral dan intelektual untuk menjadi tenaga profesional dalam bidang Ilmu Komunikasi secara teori dan praktiknya di lapangan. Program sarjana (S1) pada jurusan atau departemen ini memiliki tiga jenis kelas. Kelas reguler yang jalur masuknya melalui SNMPTN, SBMPTN, dan SIMAK UI. Kelas paralel melalui jalur ujian tertulis SIMAK UI dan PPKB, kelas berikutnya adalah kelas internasional (double degree program). Ini adalah link fakultas yang bisa kamu lihat (http://commdept.fisip.ui.ac.id/).

Program sarjana memiliki masa studi 8-12 semester dengan jumlah 144 SKS dengan gelar akademik Sarjana Sosial (S.Sos). Di sini kamu akan belajar banyak hal yang berkaitan dengan Ilmu Komunikasi. Diawali dengan teori-teori dasar, berbagai media dalam komunikasi, manajemen dalam berkomunikasi, pemasaran dan bagaimana produksi pesan melalui beragam jenis media massa. Sudah terbayang kan, bagaimana serunya kuliah dan tugas-tugasnya anak Ilmu Komunikasi UI?

 

Jurusan Ilmu Komunikasi Ini Cocok Bagi Kamu yang…

Jurusan Ilmu Komunikasi Ini Cocok Bagi Kamu yang... via commdept fisip
Jurusan Ilmu Komunikasi Ini Cocok Bagi Kamu yang… via commdept fisip

Jurusan Ilmu Komunikasi cocok bagi siapa saja yang memiliki minat yang tinggi untuk mempelajari dunia komunikasi. Orang yang masuk ke jurusan ini tidak harus orang yang extrovert yang suka dan berani berbicara. Kamu yang pemalu tapi menyukai media di balik layar juga bisa, lho. Komunikasi bukan hanya soal mulut yang berbicara. Apalagi di zaman modern sekarang ini, berbagai jenis media dapat dipakai untuk menyampaikan pesan, bahkan media tanpa suara.

 

Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan

Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan via commdept fisip
Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan via commdept fisip

Semakin disebutkan satu per satu mata kuliah yang dipelajari, pasti akan membuatmu semakin menyukai Ilmu Komunikasi. Kalau ibarat peta, seperti dari Sabang sampai Merauke! Semuanya ada.

Dalam program sarjana Ilmu Komunikasi, pada semester dua mahasiswa akan diarahkan pada 5 jenis peminatan, yaitu jurnalisme, komunikasi media, hubungan masyarakat, periklanan, dan Industri kreatif penyiaran. Dari peminatan tersebut dapat dilihat berbagai bidang penyampai pesan.

Jurnalisme misalnya, di sini akan dipelajari tentang mata kuliah Etika Jurnalisme, Jurnalisme Foto, Jurnalisme Online, Meliput dan Menulis Berita, Berita Radio dan TV. Contoh lain mata kuliahnya adalah Pengantar Ilmu Komunikasi, Pengantar Ilmu Politik, Perilaku Konsumen, Pengantar Periklanan, dst. Tugas-tugasnya pun sangat menarik. Akan lebih banyak praktikum, seperti bagaimana membuat iklan, semacam les gratis fotografi, menjadi penyiar berita, dan banyak hal menarik lainnya.

 

Prospek Kerja

Ada banyak pekerjaan yang nunggu setelah kamu wisuda via commdept.fisip
Ada banyak pekerjaan yang nunggu setelah kamu wisuda via commdept.fisip

Dalam Ilmu Komunikasi terdapat banyak cabang ilmu yang dipelajari dan beberapa di antaranya akan diperdalam lagi melalui program peminatan. Dari banyak cabang ilmu itu pula, tersedia banyak prospek kerja dengan untuk lulusan sarjana Ilmu Komunikasi. Apa sajakah itu?

Broadcaster, kamu bisa bekerja di dunia penyiaran. Bisa menjadi sutradara, produser, reporter, dan posisi lain yang berkaitan dengan dunia penyiaran. Bukan hanya melalui media televisi, tapi juga radio, media massa berupa surat kabar, tabloid, atau majalah. Bidang lainnya adalah menjadi orang yang terjun di bidang jurnalistik. Membuat bagaimana kemasan yang baik agar berita sampai kepada audiens. Menjadi presenter suatu program atau Master of Ceremony (MC) sebuah kegiatan, bekeja di bidang hubungan masyarakat atau public relation sebuah perusahaan, menyusun strategi komunikasi pemasaran, membuat iklan/advertising dan bahkan merintis usaha event organizer (EO). Bukan main banyaknya peluang kerja lulusan Ilmu Komunikasi ini!

 

Kampus Lain dengan Jurusan Serupa

Kampus Lain dengan Jurusan Serupa via mediapijar
Kampus Lain dengan Jurusan Serupa via mediapijar

Inilah daftar universitas negeri di daerah Jawa Barat dan universitas swasta di sekitar Jakarta. Data ini sesuai dari Badan Akreditasi nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang telah mendapatkan nilai A. Untuk daerah Jawa Barat terdapat dua universitas negeri, yaitu Institut Teknologi Bandung dan Institut Pertanian Bogor. Sedangkan, universitas swasta di sekitar Jakarta adalah:

  • Universitas Al Azhar Indonesia
  • Universitas Bunda Mulia
  • Universitas Esa Unggul
  • Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Universitas Persada Indonesia YAI
  • Universitas Prof. Dr. Moestopo, dan
  • Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR

 

Biaya Kuliah

Biaya Kuliah komunikasi UI via commdept fisip
Biaya Kuliah komunikasi UI via commdept fisip

Untuk biaya kuliah pada jurusan ini, mahasiswa sarjana kelas reguler membayar BPO-B setiap semesternya berkisar dari Rp100.000,00-Rp5.000.000,00 saja tanpa perlu lagi membayar uang pangkal karena telah disubsidi oleh pemerintah. Sementara kelas paralel membayar BPO sebesar Rp9.500.000,00 dan uang pangkal sebesar Rp11.000.000,00.

Begitulah gambaran tentang Ilmu Komunikasi. Ini baru sedikit saja dari banyak hal seru dan asik dari dunia Ilmu Komunikasi UI. So, tunggu apa lagi? Join with us now, Guys!

Sumber:

http://www.ui.ac.id/akademik/sarjana-reguler/fakultas-ilmu-sosial-dan-ilmu-politik/s1-ilmu-komunikasi.html

http://commdept.fisip.ui.ac.id/

http://ban-pt-universitas.blogspot.co.id/2015/05/universitas-terbaik-jurusan-ilmu-komunikasi-peringkat-a.html

 

7 Fakta Tentang Tempat Parkir di Kawasan UI

 

BMKG dibantu oleh tenaga beberapa orang melakukan penelitian terhadap tempat parkir di UI. Alasannya? Satu, ya jelas itu salah satu fungsi Badan Mahasiswa Kurang Kerjaan. Dua, tempat parkir di UI ada banyak dan perlu ada pembahasan gak penting dan gak krusial namun informatif mengenai hal itu. Tiga, anak UI beserta jajaran dosen banyak yang bawa mobil, mungkin mereka perlu tau profil tempat parkir di UI biar gak bosen parkir di situ-situ aja.

 

Parkiran paling luas

Parkiran paling luas-ilustrasi via wartakota
Parkiran paling luas-ilustrasi via wartakota

Langsung aja, gak pake basa-basi: FEB. Parkiran fakultas ini mampu menampung sekitar 300 mobil dalam waktu yang sama. Memang luas parkirannya hampir mirip dengan fakultas tetangga. Namun, dengan jumlah pengguna kendaraan yang jauh lebih banyak, FEB menampung jumlah yang terbanyak. Mobilnya bagus-bagus pula.

BACA JUGA: Hasil Survey anakUI.com: Anak FIB dan FMIPA yang Paling Sering Buka anakUI.com!

Kalau parkiran motor, FMIPA UI jadi juara. Menurut pengakuan Satpam FMIPA, parkiran mereka mampu menampung hingga 500 motor sekaligus. Alhasil, padet macam Pasar Tanah Abang menjelang lebaran. Bahkan sekarang tempat parkir motornya ada dua. Satu di depan, dan satu lagi di belakang. FYI, itu parkiran belakang baru dibikin tahun 2015.

 

Parkiran paling kecil

Parkiran paling kecil-ilustrasi via nouvan040147
Parkiran paling kecil-ilustrasi via nouvan040147

Fasilkom. Saking kecilnya, parkiran ini harus dijaga oleh satpam khusus untuk menghindari mahasiswa fakultas lain yang ingin ke Perpustakaan Pusat (Perpusat), namun tidak mendapat lahan parkir di Perpusat. Parkiran ini hanya menampung sekitar 50 mobil. Jadi, jangan heran kalau kalian mau numpang parkir di Fasilkom, tapi parkirannya ditutup.

BACA JUGA: “HEBOH” Mobil Jazz Terbang Nabrak Pohon di UI Minggu Lalu

Sementara parkiran motor terkecil ada di Psikologi. Parkiran ini terbilang sangat mungil jika dibandingkan parkiran motor di fakultas lain, parkiran motor ini hanya menampung kira-kira 50 motor. Tapi anehnya, untuk parkir di parkiran ini, mahasiswa gak ada yang rebutan. Hmm, mungkin mereka lebih nyaman naik bikun kali ya. Harus dicontoh, nih.

                                          

Parkiran off-road

Parkiran off-road-ilustrasi via edorusyanto
Parkiran off-road-ilustrasi via edorusyanto

Pada umumnya, parkiran akan dibuat dengan serapi mungkin dengan cara dibeton atau diaspal, namun lain halnya dengan parkiran FIB. Parkiran ini menawarkan sensasi berbeda dalam memarkirkan kendaraan mahasiswanya.

BACA JUGA: 5 Tips Safety Riding untuk Pengendara Motor Wanita

Parkiran ini berada di atas tanah yang cukup berbukit-bukit karena sedang direnovasinya sebagian lahan parkiran tersebut. Kamu gak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk merasakan sensasi off-road seperti itu, cukup dengan dua ribu rupiah saja. Tertarik?

 

Parkiran gratis

Parkir gratis di FKM-ilustrasi via edorusyanto
Parkir gratis di FKM-ilustrasi via edorusyanto

Entah apa yang menjadi pertimbangan pihak FKM, tapi parkiran FKM ternyata menjadi sahabat baik bagi mahasiswanya. Soalnya parkiran ini sama sekali gak menarik pungutan biaya untuk menitipkan motor. Meskipun gratis, parkiran ini masih layak, dalam artian tidak seperti kamu membayangkan kondisi sesuatu yang gratis pada umumnya. Mungkin kamu yang lagi kepepet gak punya uang sama sekali di dompet, parkiran FKM ini bisa menjadi alternatif yang menjanjikan.

 

Parkiran Paling Melelahkan

FISIP, Parkiran Paling Melelahkan via tojil14
FISIP, Parkiran Paling Melelahkan via tojil14

Lah? Emang ada parkirannya ngapain sampe bikin lelah? Yang lelah sebenernya bukan mahasiswanya, tapi satpamnya, terutama satpam motor Fisip. Menurut curhatan para penjaga motor di fakultas tersebut, mereka cukup lelah dengan eksistensi mahasiswa yang gak paham cara parkir motor dengan rapi dan efisien, terutama mereka-mereka yang udah telat masuk kelas, soalnya mau gak mau harus para penjaga inilah yang merapihkan dan merapatkan barisan motor-motor tersebut supaya bisa menampung banyak motor. Gak jarang mahasiswa FIB juga numpang parkir di parkiran motor Fisip karena kelas di pagi hari yang berada di gedung yang lebih dekat dari parkiran FISIP daripada parkiran FIB.

 

Parkiran paling gak asik

Parkiran paling gak asik, jam 8 malem udah tutup via jamkumpul
Parkiran paling gak asik, jam 8 malem udah tutup via jamkumpul

“Bro, gue pulang duluan ya!”

“Ah gak asik lo, ntaran dikit lah.”

Kira-kira gitulah definisi gak asik yang dimaksud di sini. Gedung RIK yang dihuni beberapa fakultas seperti FK, FIK, FKM, FKG, dan FF ini bisa dibilang paling gak asik. Menurut lo aja, parkiran ini udah harus ditutup pukul 20.00. Ketika fakultas lain masih berkutat dengan ini itu, mereka udah tutup.

Bahkan pernah terjadi suatu mahasiswa yang baru usai belajar tidak bisa membawa pulang mobilnya karena sudah dirantai oleh Satpam setempat dan akhirnya dia pulang dengan menebeng temannya.

 

Parkiran paling romantis

Parkiran paling romantis-ilustrasi via shopanddrive
Parkiran paling romantis-ilustrasi via shopanddrive

Kalian pasti ngebayanginnya banyak pasangan yang jadian di parkiran tersebut? Enggak. Kalian salah besar. Untuk parkiran mobil yang sangat padet semacam parkiran FE, dibutuhkan kemampuan parkir mobil yang sangat tinggi. Semua orang harus parkir dengan rapat supaya lahan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

BACA JUGA: Hati-hati Modus Pencurian Barang Dalam Mobil!

Kalo dirasa posisi parkir kalian merugikan orang lain, nantikan saja sepucuk surat cinta yang diselipkan di antara wiper dan kaca mobil kalian. Semua unek-unek orang yang merasa dirugikan dengan posisi parkir kalian tertuang di situ dengan cara sopan maupun sebaliknya.

 —

Nah, gimana, udah tau tempat parkir favorit? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter & Line supaya semua pengendara di UI bisa tau info tentang tempat parkir di UI.

 

5 Profesor yang Diabadikan Sebagai Nama Jalan di Kawasan Kampus UI

Enam tahun yang lalu, tepatnya bulan Juni 2009, 19 tokoh Indonesia dari berbagai bidang, terutama pendidikan, diabadikan namanya menjadi nama-nama jalan di dalam kompleks UI Depok. Dari 19 tokoh itu, kami ambil lima tokoh untuk dibahas pencapaian dan kontribusinya bagi UI dan Indonesia sehingga dijadikan nama jalan di UI.

Ir. R.M. Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo

Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo. (Sumber: Wikipedia)
Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo. (Sumber: Wikipedia)

Kalau kamu tahu Pusat Pendidikan Kelautan FMIPA (kalau nggak tau, sana sering-sering main sama bikun dan anak asrama) jalan yang ada di depannya itu dinamai dengan nama rektor pertama Universitas Indonesia, Ir. Raden Mas Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo? Beliau merupakan sarjana teknik kimia lulusan Sekolah Tinggi Teknik bagian Kimia Delft, Belanda, tahun 1920. Tahun segitu, baru beliau, tuh, yang jadi sarjana teknik kimia. Selain menjabat sebagai rektor pertama UI pada tanggal 2 Februari 1950 (tanggal ini dijadikan hari kelahiran UI), beliau juga pernah menjabat menjadi Menteri Keuangan dan Menteri Kemakmuran Indonesia. Perannya juga signifikan dalam menasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia dan pembentukan UI.

 

Prof. Dr. Mr. Soepomo

MR Supomo (Sumber: kebudayaanindonesia)
MR Supomo (Sumber: kebudayaanindonesia)

Tokoh ini, featuring Moh. Yamin dan Ir. Soekarno, adalah perumus UUD 1945 yang tiap hari Senin waktu zaman kamu masih pake baju putih merah sampai putih abu-abu, dibacain pembukaannya dengan nada yang sama persis dari Sabang sampai Merauke. Tokoh ini juga muncul di buku-buku sejarah SD dengan nama Mr. Soepomo. Beliau juga merupakan Menteri Kehakiman pertama Indonesia, loh! Gimana nggak, orang dia ikut bikin UUD-nya?

Mr. Soepomo juga merupakan lulusan perguruan tinggi di Belanda dan dibimbing langsung oleh Cornelis van Vollenhoven, seorang profesor hukum yang juga merupakan konseptor PBB. Mr. Soepomo menjabat sebagai rektor UI periode 1951-1954 dan digantikan oleh Bahder Djohan.

 

Prof. Dr. Ir. Sumantri Brodjonegoro

Sumantri Brodjonegoro.  (Sumber: Wikipedia)
Sumantri Brodjonegoro. (Sumber: Wikipedia)

Pernah main ke Kuningan? Bukan yang di Jawa, yang di Jaksel itu. Nah, kalau pernah, harusnya kamu tahu Stadion Soemantri Brodjonegoro di Kuningan situ, terus kamu pasti nggak asing dengan nama tokoh yang satu ini. Beliau adalah Menteri Pendidikan Indonesia ke-14 dan juga merupakan rektor ke-6 UI sekaligus rektor termuda UI sepanjang sejarah, umurnya baru 38 tahun sewaktu dilantik menjadi rektor. Menjabat selama hampir 9 tahun dalam dua kali periode (1964-1968 dan 1968-1973), Ir. Sumantri merupakan rektor UI dengan masa jabatan terlama sepanjang sejarah. Namanya dijadikan nama jalan yang melintas di depan Stadion UI.

Sama seperti Ir. R.M. Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo, Ir. Sumantri Brodjonegoro juga merupakan lulusan teknik kimia dan juga salah satu guru besar teknik kimia ITB.

 

Prof. Dr. Selo Soemardjan

Selo Soemardjan. (Sumber: Wikipedia)
Selo Soemardjan. (Sumber: Wikipedia)

Merupakan sebuah dosa besar bagi mahasiswa FISIP jika tidak mengetahui tokoh ini, dosanya segede bikun. Prof. Dr Selo Soemardjan merupakan pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI. Ia mendapatkan gelar profesor dari Fakultas Ekonomi UI dan hingga akhir hayatnya mengajar di Fakultas Hukum UI.

Sebagai Profesor utama Sosiologi, beliau merupakan ‘penasihat’ sosial kemasyarakatan di bawah Sultan Hemengkubuwono IX dan X. Nama beliau diabadikan menjadi nama jalan yang menjadi pemisah antara FISIP UI dan FIB UI.

 

Prof. Dr. Miriam Budiardjo

Miriam Budiardjo. (Sumber: tomtomdj)
Miriam Budiardjo. (Sumber: tomtomdj)

Dosa besar lainnya bagi mahasiswa FISIP UI, terutama mahasiswa jurusan Ilmu Politik, jika tidak mengenal tokoh ini. Beliau merupakan penulis buku wajib FISIP se-Indonesia, yaitu Pengantar Ilmu Politik dan Dasar-dasar Ilmu Politik. Beliau juga pernah menjabat sebagai dekan FISIP UI serta merupakan diplomat perempuan pertama Indonesia. Iya, itu buku tebel yang warna sampulnya biru itu. Tuh, ‘kan ada nama beliau.

Ahli politik, Prof. Dr. Miriam Budiardjo juga pernah bertugas di New Delhi dan di Washington D.C. sebagai diplomat. Nah, selain aktif di luar, tokoh yang akrab disapa Ibu Mir ini juga berperan pada peristiwa mundurnya Soeharto pada Mei 1998, yang mengakhiri Orde Baru. Berdasarkan biografinya yang ditulis di tokohindonesia.com, Ibu Mir sendiri yang menyampaikan hasil Simposium Kepedulian UI terhadap Tatanan Masa Depan Indonesia, yaitu meminta kesediaan Soeharto selaku Presiden RI saat itu untuk mengundurkan diri: “Menyambut baik kesediaan Bapak (Soeharto) untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden…”

Keren nggak tuh? Kalo kata anak basket: In Your Face. Kalo kata anak 9gag: like a sir.

Wafat pada tahun 2007 pada usia 83 tahun, nama Prof. Dr. Miriam Budiardjo diabadikan menjadi nama salah satu jalan di dalam kompleks UI Depok.

Nggak nyangka kan, nama-nama jalan yang mungkin pernah kamu liat atau denger itu ternyata se-awesome itu? Kalau kamu baru tahu bahwa nama itu bukan nama tokoh sembarangan, yuk, buruan share artikel ini via Facebook, Twitter, dan Line, supaya temen-temen lain yang mungkin belum tahu soal ini. Ini penting loh!

 

Kata Mahasiswanya, Ini Dosen-dosen UI yang Dianggap ‘Killer’

Beberapa mahasiswa pasti ngeri kalo udah bawa-bawa perkara dosen killer. Yang pinter bisa panik dan kehilangan kepercayaan diri, yang nggak pinter-pinter amat atau biasa-biasa aja nundukkin kepala mohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa. Mahasiswa yang nggak waras alias penantang maut pun bisa aja dibikin waras dan sekaligus was-was karena perkaranya bisa panjang sampe menghias SIAK.

Tapi apa semua dosen killer itu sama? Harusnya ada di setiap fakultas dan setiap jurusan, tapi dosen juga manusia dan nggak mungkin killer-nya identik satu sama lain, kecuali mereka kembar maka habislah riwayat mahasiswa ketika ada dosen killer yang punya kembaran terus mereka ngajar berasa konser, pake acara featuring.

Nah, mari kita tengok beberapa dosen UI yang dianggap killer oleh mahasiswanya.

Mba Mamik

foto-1805131333
Mbak Mamik

BMKG (Badan Mahasiswa KuranG kerjaan), ketika pertama kali mewawancara mahasiswa FISIP, nama yang keluar adalah Mbak Mamik atau Dra. Mamik Sri Supatmi, M.Si. Beliau adalah dosen pengajar jurusan Kriminologi FISIP UI, yang diakui oleh beberapa mahasiswa FISIP (bahkan yang bukan jurusan Kriminologi sekali pun) sebagai salah satu sosok dosen yang killer.

Killer-nya gimana? Ngerinya tuh segini: Kamu bukan mahasiswa jurusan Kriminolog, perjuangan yang kamu rasakan berbeda. Namun ketika ngedenger curhatan anak Kriminologi, kamu merasa kuliah kamu enteng dan turut merasakan kengerian dan lelahnya anak kriminologi. Ikutan merindinglah, intinya.

Mulai dari paper yang udah kaya sinetron Cinta Fitri, panjang bersambung tiada berjumpa dengan akhir. Ekspektasi tinggi dari ibu dosen yang bersangkutan, pandangan feminis Mbak Mamik ketika mengajar Perempuan dan Keadilan semester lalu yang bikin mahasiswa cowok merasa kaya disinisin pacar, semua bikin kamu yang bukan mahasiswa Kriminologi merasa ketakutan menghadapi ribetnya kuliah jadi anak Kriminologi, meskipun Mbak Mamik mengajar kuliah Perlindungan Anak (ngerti kan?). Apalagi anak Kriminologinya?! Tapi, in her defense, wajar dong kalo dosen punya ekspektasi tinggi dan punya sifat tegas sesuai pandangan pribadinya? Itu hak prerogatif dosen.

Pak Emmed

Pak Emmed
Pak Emmed

Masih dari FISIP, tapi kali ini bergeser ke jurusan Antropologi. This, an antrop student can relate:

“Saudara dari tadi saya lihat tidak mencatat.”

“Saudara dari tadi saya dengar hanya berisik saja.”

Menurut kesaksian salah seorang mahasiswa antropologi, Pak Emmed yang selain mengajar Antropologi bisnis dan antropologi politik juga kelas MMI, selalu mewajibkan mahasiswa untuk mencatat selama kuliah. Beliau juga merupakan dosen killer tipe tegas, yang tegasnya ‘membunuh’ gaya mahasiswa alias bikin mahasiswa mati gaya. Kalo beliau nggak masuk, pertemuan selanjutnya beliau suka nambahin sesi sebagai pengganti kuliah yang sebelumnya ia tidak hadir, jadi kuliah yang harusnya jam 2 udah rampung, baru kelar sekitar jam 5-6. Mati gaya ga tuh?

Belum lagi kalau presentasi, beliau selalu mewajibkan ada yang bertanya dan kalau tidak ada yang bertanya, ia ambil absen dan randomly picking names. Nah, loh, udah mati gaya, dipanggil tiba-tiba, kalo bolos jadi ketauan, deh! Mati gaya lagi. Dan katanya, yang lebih ngeri adalah ketika jadi mahasiswa yang presentasi, dan dirasa nggak menguasai materi dengan baik:

“Saudara dari tadi ngomong apa, sih? Saya bosan.”

Boom. Bam. Jger. Gedubrak. Kaput.

Meskipun begitu, kesaksian mahasiswa yang sudah pernah diajar oleh Pak Emmed adalah meskipun killer, dosen yang selalu memberi ujian hanya 3 soal tapi susahnya nggak ketulungan itu, ternyata baik kalau ngasih nilai. Huft, syukurlah.

 

Bu Lusi

Ibu Lusi
Ibu Lusi

Sastra Jerman adalah salah satu dari segitiga bermuda-nya FIB. Masuk situ kalo nggak keluar di tengah-tengah, keluar di akhir, ya lulus tapi compang-camping karena berjuang keras. Salah satu yang harus dihadapi adalah seorang dosen yang dianggap killer oleh mahasiswanya, Dr. Andriani Lucia Hilman atau lebih dikenal dengan Bu Lusi atau ALH (kode pengajar). Dosen senior yang seharusnya sudah pensiun sejak tiga tahun lalu tapi masih mengajar dengan totalitas ini dinilai killer ketika sudah bicara tugas dan presentasi.

Pengajar mata kuliah Kritik Sastra Jerman dan Sastra Kontemporer Jerman ini katanya suka ngasih tugas H-1 (biasanya mahasiswa yang deadliner, ini dosen deadliner), yang sangat tangkas dan beringas kalau sudah presentasi. Setiap pertemuan kritik sastra adalah presentasi, dan beliau selalu memberikan pertanyaan bertubi-tubi, macam machine gun. Kalo nggak bisa jawab, diliatin ampe jawab. Dan ketika mahasiswa baru mau menjawab :

Mahasiswa: “Hmmm…, jadi menurut kelompok kami…”

Bu Lusi: “Menurut Anda sendiri gimana? Anda nggak punya pendapat?”

Nah. Dilematis. Mau jawab, digas. Nggak jawab diliatin. Kalo jawab “menurut kelompok” ditanya pendapat pribadi, kalo jawab “pendapat pribadi”, nanti yang lain juga dibabat…

Meskipun begitu, beliau sangat objektif. Nilai yang dia kasih, ya, sesuai dengan seberapa kritis dan pandainya mahasiswa. Dan seberapa kuat mental mahasiswa juga, kalo udah berhadapan sama dia, biasanya kondisi mental ikutan kritis.

 

Ibu Ayu

Ibu Ayu
Ibu Ayu

Satu lagi dari segitiga bermuda-nya FIB, Prancis. Seorang senior pernah bersabda, sama kaya senior lainnya, “Lo belom mahasiswa Sastra Prancis kalo belum pernah diajar sama ABH.”

Ya, Ibu Ayu Basoeki Harahap S.S, M.A., M.Hum. yang memiliki kode pengajar ABH ini turun-temurun dianggap sebagai salah satu dosen killer Prancis. Killer-nya adalah bikin mahasiswa mati gaya. Ciri khas dari Ibu Ayu adalah suaranya yang menggelegar, sesuai kesaksian salah seorang mahasiswa, bahwa dirinya pernah mendengar suara Ibu Ayu memarahi mahasiswa yang tidak bisa menjawab, meskipun mereka berada di kelas berbeda. Ibu Ayu seperti memiliki sejenis kekuatan yang selalu berhasil membuat mahasiswanya gugup dan salah membaca dan mati gaya ketika kuliah Kemahiran Berbahasa Prancis. Dua cerita paling epic adalah…

*mahasiswa menjawab* *jawabannya salah, dan dia emang sering salah*

*Ibu Ayu berteriak* “Guguuuunnn (nama berusaha disamarkan, tapi gagal)! Vous êtes TERLALU! (Kamu ini terlalu!) *Ibu Ayu gagal menemukan padanan “terlalu” dalam bahasa Prancis*

*mahasiswa tidak dapat menjawab soal di papan tulis, menunduk, lalu dimarahi*

*mahasiswa itu melihat ke atas dengan tatapan pasrah seperti berdoa*

*Ibu Ayu berteriak* “Qu’est-ce que tu cherches?! Un miracle?! (Kamu nyari apa?! Keajaiban?!) *sekelas nahan ketawa*

Setelah dilakukan berbagai studi, ternyata Ibu Ayu memang sering bersuara lantang, bukannya berteriak. Itu sudah merupakan nada default atau nada dasar. Yang lebih menyenangkan lagi, meskipun selalu membuat mahasiswa jantungan karena kaget atau takut, Ibu Ayu sangat jarang memberikan nilai dibawah B pada mahasiswa, dan selalu tersenyum ketika berpapasan di luar kelas.

Pak Yugo

Pak Yoho
Pak Yoho

Nah, ini adalah seorang dosen Desain dan Analisis Algoritma dari Fasilkom, yang ternyata memiliki jenis killer yang berbeda dengan dosen yang disebutkan di atas. Duh, bukan, yang killer bukan The Professor Band, tempat Bapak Dr. Drs. R. Yugo Kartono Isal, M.Sc. ini tergabung, meskipun itu juga killer dalam artian keren. Tapi yang killer adalah ketegasannya ketika memeriksa paper mahasiswa. Mungkin pengaruh kepandaian algoritma yang membutuhkan kecermatan luar biasa, Pak Yugo dikenal sangat ketat dalam memeriksa tugas paper mahasiswa dan dapat melihat apakah tugas yang dibuat itu merupakan plagiat atau bukan.

Yap, killer yang dimiliki Pak Yugo adalah ketegasannya dalam perkara plagiarisme yang dapat dilakukan oleh mahasiswa, baik disengaja ataupun tidak. Konon katanya, berdasarkan hasil tanya jawab dengan seorang mahasiswa Fasilkom, Pak Yugo akan memanggil mahasiswa yang ketahuan plagiat ke ruangannya, diberi peringatan dan papernya mendapat nilai E, lalu jika terulang lagi, mahasiswa itu langsung tidak diluluskan saat itu juga.

Meskipun begitu, killer mereka memang didasari oleh hal-hal tertentu dan integritas sebagai pengajar UI yang selalu objektif tetap dijaga. Killer boleh, asalkan itu baik buat mahasiswa dan memang alasannya dapat dimengerti. Tetep aja killer, sih.

Nah, apakah dosen yang kamu anggap killer juga belum ada di list ini? Silakan ditambahkan di komentar ya, dan kenapa beliau dianggap killer. 

Yuk, share artikel ini via Facebook, Twitter atau Line, siapa tahu ada yang belum sempat dihajar sama dosen-dosen di atas dan bisa menyiapkan mentalnya buat semester depan.

 

Hal-hal Unik dari Pak Dibyo yang Akan Selalu Membuat Mahasiswa UI Kangen Berat

Semangat Pak Dibyo

Sudah menjadi suatu tradisi di Universitas Indonesia (UI) pada saat kehadiran mahasiswa angkatan baru, angkatan tersebut nantinya akan dikumpulkan di balairung UI dan dilatih bernyanyi bersama secara koor, untuk melepas wisudawan-wisudawati UI di akhir masa kegiatan mahasiswa baru. 

Dan sudah menjadi “legenda” tersendiri bahwa yang akan memimpin mahasiswa-mahasiswi tersebut bernyanyi adalah Drs. AG Sudibyo, M.Si atau yang seringkali dikenal sebagai “Pak Dibyo”!

Nah, buat kamu yang sudah lama menjadi mahasiswa UI atau bahkan baru menjejaki kampus bermoto “Veritas, Probitas, Iustitia” ini, pasti sudah tidak asing lagi dengan bapak kita yang satu ini. Namun, tahukah kamu? Ada hal-hal unik tertentu dari Pak Dibyo yang pastinya akan bikin kamu kangen karena cuma dia satu-satunya pria di dunia ini yang memiliki hal-hal unik tersebut!

Apa aja sih yang unik dan ngangenin dari Pak Dibyo? Simak rangkuman kami di bawah ini!

 

1. Pendiri Paragita UI

Paragita UI

Pria yang juga menjadi Dosen FISIP UI Ilmu Komunikasi ini lah yang menjadi salah satu pendiri UKM Paragita UI saat ia masih menjadi mahasiswa FISIP UI, bersama mendiang Drs. Max Rukmarata (dosen Fakultas Sastra UI) dan Liliek Sugiarto (Pelatih) pada tahun 1983. Hingga kini, ternyata sudah lebih dari 30 tahun memimpin dan melatih membina paduan suara Paragita UI! (ralat 18/04/2015)

 

2. Selalu Bersemangat!

Pak Dibyo & Mahasiswa Baru
(gambar: Facebook Pak Dibyo)

Setiap berlatih di balairung wajahnya begitu bersemangat dan memesona. Mahasiswa yang baru berhadapan dengannya mungkin akan berpikir, ‘Ah, cuma nyanyi gini aja kok segitunya?’ Tapi memang itulah yang jadi ciri khas Pak Dibyo!

 

3. Kocak Banget!

Setiap usai melatih bernyanyi, Pak Dibyo hobi menyuruh mahasiswa baru (maba) untuk maju dan bernyanyi di depan. Jika yang ditunjuk pertama kali adalah maba cowok, selanjutnya Pak Dibyo pasti meminta si maba cowok untuk memilih maba cewek. Selanjutnya? Ya.. dijodoh-jodohin gitu. Jika beruntung, pasangan maba akan diminta duet untuk menyanyikan lagu “Kemesraan”-nya Iwan Fals. 

“Ayo mas, kamu boleh tunjuk wanita-wanita di depan kamu ini. Usai latihan, antar dia. Besok berangkat latihan, jemput dia. Ayo, kapan lagi nih kesempatan kamu!” – begitu biasanya ujar Pak Dibyo jika sedang berkelakar.

Dan ini kisah yang disampaikan salah satu mahasiswa UI waktu latihan padus bersama Pak Dibyo, tahun 2012

“coba saya pengen tahu, apakah ada di suara bass atau tenor yang dari ambon? mana mas yang dari ambon tunjuk tangan.”
abis itu gaada yang nunjuk tuh. “masa ngga ada? kamu mas, kamu. iya kamu, kamu dari ambon?”
“bukan pak,”
“rumah kamu dimana?”
“di depok pak”
“oh kamu ambon-depok ya”
trus se-balairung spontan ketawaa haha bapak ini gokil banget kalo becanda (y) gaya-gaya dosen batak gitu deh pokonyaaa. lucu banget.
“siapa nih yang putra daerah, masa ngga ada? yang dari papua, ada disini?”
ngga ada yang nunjuk juga. akhirnya si bapak beralih ke barisan kami- maba-maba cewe- sambil ngulang pertanyaan yang sama.
“nah ini yang cewe, dari suara sopran. mana yang putri daerah? yang dari medan ada dari medan? atau dari papua nih saya pengen tahu ada apa enggak.”
ngga ada yang tunjuk tangan juga xixixi. padahal gue yakin ada lah pasti dari medan atau sumatra atau daerah. “ada dari sopran atau alto? alto nih alto mana anak daerah. ngga ada juga? kalo dari jakarta mana dari jakarta? (sambil ketawa karna maba ngga ada juga yang mau tunjuk tangan wkwkwk parah) ngga ada juga ini dari jakarta? lalu kalian ini darimana?”
HAHAHAHA (lagi-lagi se-balairung ketawa)
singkat kata, akhirnya majulah seseorang-maba cowo- ke depan panggung.
“nah, akhirnya ada juga ya. nama kamu siapa mas?”
“billy pak”
“billy jurusan apa kamu?”
“fisip ilmu komunikasi pak”
“komunikasi? haha nanti kamu murid saya berarti. asal darimana kamu?”
“dari tasikmalaya”
“ooh tasik, putra daerah ini ya. saya minta dari papua yg dateng dari tasik, ya gapapa lah” (sambil ketawa)
si billy akhirnya nyanyi genderang ui dan honestly suaranya lumayan, baguuus aja! abis dia nyanyi, pak dibyo nyuruh billy milih maba cewe buat nyanyi juga. si billy ini trus nunjuk cewe baju putih, rambut panjang. namanya sonia anak fisip juga.
“kamu fisip juga? jurusan apa?”
“administrasi pak”
“ooh saya kira komunikasi juga, tapi gapapa bisalah sering-sering ketemu ya”
CIYEEE hahaha.

4. Pernah Masuk Film “The Conductors”

Pak Dibyo & Film The Conductors 

Yup! Benar, doski ini pernah loh masuk di dalam suatu film. Bukan, bukan, dia gak akting. Hanya saja, dia menjadi salah satu narasumber dalam sebuah film dokumenter berjudul “The Conductors” besutan sutradara Andi Bachtiar Yusuf.

 

5. Punya Lagu Andalan

(Gambar: Twitter @ui_2013)
(Gambar: Twitter @ui_2013)

Pada upacara wisuda, Pak Dibyo biasa memimpin ribuan mahasiswa baru menyanyikan lagu wajib wisuda, yaitu “Gaudeamus Igitur”, “Indonesia Raya”, “Mengheningkan Cipta”, “Genderang UI”, dan “Hymne UI”. Di luar upacara wisuda, Pak Dibyo biasa melatih mahasiswa/inya dengan salah satu lagu andalannya, yakni “Keroncong Kemayoran”.

 

6. Pencetak Penghargaan

Rekor MURI

Berkat dedikasi tinggi Pak Dibyo, UI, lewat paduan suara mahasiswa baru pernah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk rekor kategori pemrakarsa dan penyelenggara paduan suara dengan peserta terbanyak, yaitu 3.700 mahasiswa. Penghargaan dari MURI diberikan kepada Rektor UI saat itu, Prof. dr. Usman Chatib Warsa di tahun 2005.

Berkat bimbingan Pak Dibyo pula, VocaGroove salah satu dari sekian banyak grup vokal UI yang dibangunnya, sempat menyabet posisi Juara Pertama di International Univision Student Song Contest yang diselenggarakan Kementrian Pemuda dan Olahraga Azerbaijan pada 22 Mei 2014. Ini, hanya merupakan salah satu dari sekian banyak prestasi dan penghargaan yang diraih oleh Pak Dibyo selama ia berkarir di Universitas Indonesia.

 

7. Cinta dengan Kampus UI

Semangat Pak Dibyo
(gambar: Twitter @VSney)

Dari seluruhnya, hal terbaik dari Pak Dibyo adalah cintanya terhadap kampus UI yang tidak diragukan lagi. Kecintaannya terhadap Universitas Indonesia dibuktikan dengan kedua studinya (S1 & S2) yang juga diselesaikan di kampus berjaket kuning ini. Ia pun sudah lama mengajar di jurusan komunikasi FISIP UI.

Semangat dan kecintaannya pulalah yang membuatnya untuk tetap konsisten berkarya, mendidik, dan melatih paduan suara hingga saat ini. Tanpa semangatnya, balairung UI bisa terasa kurang hidup dan kegiatan wisuda menjadi prosesi yang membosankan.

Nah, apakah kamu sekarang jadi kangen sama Pak Dibyo? Jika kamu setuju dengan rangkuman kami, jangan lupa untuk di share di Twitter, Facebook atau LINE kamu ya! Agar momen-momen kamu sama Pak Dibyo menjadi semakin berharga! 😀

yang Muda yang Berprestasi: Dosen-dosen Muda Terbaik dari FISIP UI

Sering merasa nggak nyambung sama dosen di kelas, karena hidup ‘beda zaman’ sama mereka? Sering merasa dosenmu kuno dan nggak paham pembahasan para mahasiswanya?

Hal seperti ini jarang dirasakan oleh anak-anak FISIP, karena FISIP dipenuhi sama dosen-dosen muda yang seru dan menghidupkan suasana kampus. Namun, apakah cukup belajar di kelas yang asyik? Bukankah dosen yang masih muda biasanya kurang berpengalaman dan nggak berwibawa? Coba kenalan dulu sama tiga dosen FISIP UI ini, untuk membuktikan bahwa usia nggak menentukan kompetensi!

Baca Selengkapnya

LIMAS UI 2014

LIMAS UI 2014   Lomba Ilmiah Mahasiswa Sosial dan Politik FISIP UI (LIMAS FISIP UI 2014) kembali digelar tahun ini. Acara annual di FISIP ini adalah yang ke-delapan kalinya diselenggarakan di FISIP UI. LIMAS FISIP UI 2014 … Baca Selengkapnya

Let’s Talk about Love

Forum Studi Islam FISIP Universitas Indonesia dengan bangga mempersembahkan Seminar Kemuslimahan, “Let’s Talk about Love”   “Duh, kok deg-degan sih setiap melihat dia?” “Ya Allah, inikah rasanya jatuh cinta?” “Dalam Islam gak boleh pacaran/HTSan?” “Siapa … Baca Selengkapnya