Kenal UI #9: Fakta FMIPA UI, Punya Kantin dengan Nama Unik

Kalau ditanya soal rumpun sains dan teknologi, bayangan orang-orang pasti tidak jauh dari jurusan yang berbau saintis, matematis, dan sesuatu yang berkaitan dengan alam dan makhluk hidup. Hal-hal seperti itu dapat kamu temukan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI.

Fakultas makara biru hitam ini merupakan fakultas tertua ketiga di UI. Di dalamnya terdapat sembilan prodi S1, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Geofisika, Geologi, Statistika, dan Ilmu Aktuaria.

Ingin tahu fakta dan informasi lain dari FMIPA UI? Simak ulasan berikut ini.

Dulu Bernama Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam

fakta fmipa ui
Gedung FakuItas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI. Foto: sci.ui.ac.id

Sebelum menjadi FMIPA UI, pada awal pendiriannya tahun 1959, fakultas ini bernama Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA). Lokasinya pun bukan di Depok, melainkan Bandung. Namun, fakultas tersebut diserahkan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan UI mendirikan FIPIA di Jakarta pada tahun 1960

Akhirnya, pada tahun 1982, FIPIA berubah nama menjadi FMIPA. Perubahan nama ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah No.27 tahun 1981, tertanggal 14 Agustus 1981 (Lembaga Negara RI No. 41) tentang Penataan Fakultas pada Universitas dan Institut Negeri. Lima tahun kemudian, tepatnya tahun 1987, semua kegiatan FMIPA pun pindah dari Salemba (Jakarta Pusat) ke Depok.

Punya Prodi Baru pada Tahun 2018

Tahukah kamu kalau fakultas ini memiliki prodi terbaru? Pada tahun ajaran 2018/2019 lalu, FMIPA UI membuka prodi S1 Ilmu Aktuaria. Itu berarti, angkatan pertamanya akan lulus pada tahun 2022 mendatang.

Prodi yang berada di bawah naungan Departemen Matematika FMIPA UI bekerja sama dengan institusi-institusi yang berkaitan dengan bidang aktuaria, seperti Persatuan Aktuaris Indonesia, untuk mengembangkan profesi aktuaris yang tersertifikasi. Dalam salah satu mata kuliahnya, terdapat penyetaraan ujian profesi Aktuaris

Layanan Sains Terapan (LST)

fakta fmipa ui
Lab Riset Multidisiplin FMIPA UI. Foto: sci.ui.ac.id

Sama seperti fakultas lainnya, fakultas ini juga memiliki unit khusus yang menyediakan jasa bagi sivitas akademika UI, institusi pemerintah dan swasta, serta masyarakat umum. Unit tersebut yaitu Lembaga Sains Terapan (LST).

Lembaga yang berada di Lantai 6 Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin Pertamina FMIPA UI tersebut didirikan dengan fokus pada kegiatan konsultasi, pelatihan, uji laboratorium, dan sertifikasi di bidang sains terapan. LST menjadi wadah bagi kolaborasi antara FMIPA UI, pemerintah, dan industri. Selain itu, keberadaan LST juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas SDM FMIPA UI dan penciptaan inovasi sains untuk masa mendatang.

BACA JUGA: UI Punya Laboratorium Baru di FMIPA, Hasil Kerja Sama dengan Mercks

Alumni Lounge

fakta fmipa ui
Peresmian Alumni Lounge FMIPA UI (06/21). Foto: sci.ui.ac.id

Pada Juni 2021 lalu, FMIPA UI meresmikan Alumni Lounge di Lantai 3 Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin Pertamina FMIPA UI. Fasilitas baru ini digunakan sebagai co-working space dan tempat pertemuan, diskusi, dan silaturahmi alumni fakultas makara biru hitam ini. Selain itu, tempat ini juga dilengkapi dengan kursi dan meja rapat, layar proyektor, sofa, wifi, dan pantry.

Selain untuk alumni, tempat ini juga dapat dimanfaatkan oleh lulusan baru yang akan memulai karir. Mereka akan difasilitasi berbagai pelatihan untuk dunia kerja dan pembekalan menjadi enterprenuer. Pihak fakultas berharap para alumni terdahulu dapat berkontribusi untuk alumni juniornya.

Nama Kantin yang Unik

fakta fmipa ui
Kantin Dallas. Foto: sci.ui.ac.id

Hampir semua fakultas di UI memiliki kantin. Namun, hanya fakultas ini yang memiliki kantin dengan nama yang unik, yaitu Dallas. Dallas adalah singkatan dari “Di bawah lindungan Allah SWT”. Unik, kan?

Pemberian nama tersebut bukan tanpa alasan. Lokasi kantin yang berada di bawah Musala membuat kantin tersebut dinamai seperti itu. Jadi, orang-orang yang makan di sana seakan-akan dilindungi Allah karena hampir setiap waktu salat pasti mendengar azan dan doa-doa lainnya, hehe.

Itu tadi lima fakta menarik dari fakultas makara biru hitam. Semoga bisa jadi motivasi kamu yang sedang berjuang untuk jadi bagian dari fakultas ini, ya!

Sampai jumpa di Seri Kenal UI berikutnya.

Hal-Hal ‘Horor’ yang Dialami Mahasiswa Rumpun Sains

Kita tahu pasti setiap fakultas di UI ini punya cerita mistisnya masing-masing, mau itu di fakultas rumpun teknologi, sosial humaniora ataupun kesehatan, ya kan? Nah, kali ini ceritanya datang dari rumpun sains, tepatnya FMIPA. FMIPA? Pesantrennya UI? Fakultas dengan mahasiswa terbanyak di UI? Emang iya? Pasti banyak banget julukan-julukannya, ya kan? Selain itu, konon katanya FMIPA ini adalah fakultas pertama di UI yang pindah ke Depok lho, benarkah? Hayo, hayo, hayo, pada tahu nggak nih?

Nah Sobat Anak UI sekalian, kalian kalau udah denger kata horor pasti langsung mikir makhluk gaib; Kuntilanak? Tuyul? Pocong? Eits, meskipun memang di FMIPA ini juga ada banyak makhluk horornya, tapi  ada juga lho hal-hal yang berbau horor. Jadi, kata horor disini bukan diartikan sebagai makhluk-makhluk mistis. Kata ‘horor’ disini lebih kepada kegiatan yang dianggap ekstrim (horor) oleh mahasiswa FMIPA. Apa aja itu, yuk diintip!

 

BACA JUGA: (Horor) Ternyata Dosen Baru yang Ngajar di FHUI Tengah Malam Itu Adalah…

 

Dosen

Ya ya ya (via sidicka)

Di UI ini terutama di fakultas kamu-kamu semua, dosen pasti bermacam-macam jenisnya dari mulai yang ‘killer’ sampai yang lembut selembut sutera hatinya. Nah, kalau dosen FMIPA pun sama sampe-sampe bikin pusing kepala. Berikut adalah keunikan dosen-dosen tersebut; berkata ‘nilai A untuk Tuhan, nilai A- untuk saya, dan sisanya kalian’

Namun percayalah tidak semua dosen seperti ini, memiliki aturan main ketika masuk kelas dan aturannya adalah seperti ini loh;

“Mahasiswa yang datang setelah saya masuk harus keluar walaupun jam kuliah belum dimulai. Ketika saya sudah ada di kelas, tidak boleh lagi ada mahasiswa yang masuk meskipun dia tidak terlambat.” Cukup unik memang. Satu kata buat kamu yang dapet dosen kayak begini: Sabar. Ini ujian.

 

Pre-Test dan Post-Test

Hadeeeeh (via gogetatip)

Apaan nih? Ujian harian?

Yup, bener banget. Pasti kalian udah  tahu kan, pre-test dan post-test ini biasanya juga rangkap bareng Jurnal Praktikum dan Laprak. Jadi, selain harus ngelaprak dan ngejurnal, kalian juga harus belajar buat menghadapi pre-test atau post-test ini untuk praktikum.  Eits, pre-test dan post-test ini bukan cuma buat praktikum kimia aja, tapi juga untuk jenis praktikum lain. Nah, kalian tahukan bedanya pre-test dan post-test? Ya, dalam waktu pelaksanaannya. Kalau pre-test itu dilakukan sebelum praktikum, sedangkan post-test sesudah praktikum. Kebanyakan mahasiswa lebih merasa enak di post-test. Kenapa? Karena bakalan ada pemaparan materi terlebih dulu.

Umumnya, pre-test dan post-test ini diperuntukkan bagi program studi yang ada unsur praktikumnya seperti Kimia, Biologi, dan mungkin Fisika atau Geografi. Kalau di FMIPA sendiri,  pre-test dan post-test sering dilakukan sebanyak 2-3 kali selama seminggu atau bahkan ada saja yang lebih dari itu. Kalau kalian punya 3 mata kuliah berbasis praktikum dalam seminggu, maka kalian akan ujian harian (pre-test/post-test) sebanyak tiga kali selama seminggu itu. Jadi, kalian bisa ujian harian sebanyak belasan kali selama sebulan. Itu sih kalau mata kuliah praktikumnya cuma 3, kalau 4, bisa sampai 20 kali.

Disamping itu, pre-test dan post-test punya kelebihan masing-masing, lho. Pre-test membuat kamu berlatih sebelum masuk kuliah, agar ketika perkuliahan berlangsung dapat menyamakan perspektif dan menggali lebih banyak materi dengan bertanya, sedangkan post-test dapat menuntut kamu untuk mengikuti seluruh jalannya perkuliahan. Gimana, pilih post-test atau pre-test?

Jawabannya pasti nggak dua-duanya sih. Hehe.

 

Cenat Cenut Tutup

Eh sumpah Cenat Cenut tutup!!! Eh gimana dong…?

Apa itu Cenat Cenut? Cenat Cenut adalah tempat serbaguna untuk mahasiswa FMIPA yang didirikan oleh babang-babang perkasa. Kalau di fakultas kamu ada foto-kopian, tempat nge-print, tempat cetak foto, bahkan koperasi yang nyediain alat tulis dan barang-barang keperluan mahasiswa, maka Cenat Cenut adalah gabungan dari itu semua. Cenat Cenut adalah tempat terlaris, teramai dan tersibuk di FMIPA.

Kenapa namanya Cenat Cenut?

Sumpah, dari dulu nggak ada yang pernah tahu makna terselubung dari nama ini dan nggak berani juga nanya ke babang-babang perkasa yang ada di sana. Mungkin karena Cenat Cenut adalah tempat yang selalu on time setia dari pagi sampai sore, makanya dinamain Cenat Cenut (kayak jantung yang berdetak terus, jadi ber-Cenat Cenut). Kalau si Cenat Cenut ini tutup, percayalah mahasiswa FMIPA bakal gentayangan nggak jelas untuk nyari tempat macam Cenat Cenut. Tutupnya Cenat Cenut adalah bencana besar buat mereka-mereka yang deadliner dan para ambiser.

 

BACA JUGA: Geosains: Program Studi Junior di FMIPA yang Mirip-Mirip Ilmu Perminyakan dan Pertambangan

 

Laprak Belum

Perjuangan membuat laprak. (via kampusholic)

Laprak? Makanan? Itu Ketoprak! Laprak? Laprak aja, biar kapok! Itu sih Labrak.

Laprak itu adalah kependekan dari Laporan Praktikum, ya pasti semua manusia tau lah ya. Laprak bukan hanya ada di FMIPA tapi juga ada di fakultas-fakultas Rumpun Ilmu Kesehatan contohnya FKM. Nah, hampir semua jurusan di FMIPA ini memuat matkul yang ada lapraknya. Konon katanya, anak-anak Kimia sering banget nggak tidur gara-gara nge-labrak, eh, nge-laprak maksudnya. Jelas, Kimia basisnya praktikum banget, Sob.

Nah, gimana kalau ada yang belum nge-Laprak?

SKS (sistem kebut sedetik)

Nih ciri orang yang belum ng-laprak; diem-dieman tapi dalam hati panik, bergaya santai tapi tangannya gerak cepat, kena tremor secara tiba-tiba, pas jam praktikum belum dimulai masih muka-muka biasa, pas temen bilang “masuk, ada dosen” baru bilang “eh laprak gue belum kelar” baru deh rasa panik meningkat signifikan. Jangan tiru adegan itu ya, karena Laprak dapat sangat berpengaruh pada rekap nilai kita nanti.

Buat kalian yang belum tahu, Laprak ini muatannya terdiri dari data pengamatan, pembahasan yang bisa sampe berlembar-lembar , perhitungan, lembar dokumentasi praktikum dan MSDS (Material Safety Data Sheet) yang berisi informasi tentang zat-zat yang ada di praktikum. Dan, semua muatan di atas itu dari mulai data pengamatan, pembahasan, perhitungan sampai MSDS wajib ditulis tangan tanpa terkecuali.

Terkesan ribet memang, tapi bobotnya lumayan. Selain itu tahu nggak sih, kalau untuk praktikum Kimia, si Laprak ini selalu barengnya sama Jurnal Praktikum yang kira-kira 3-4 lembar. Pokoknya, Laprak sama Jurnal Praktikum ini kayak Romeo dan Julietnya semua tugas-tugas, mereka takkan bisa terpisah oleh ruang dan waktu deh.

 

Ujian Teng-Tengan

Hah? Ayu Ting-ting? Ada Ayu Ting-ting di FMIPA?!

Parah. Bukan Ayu Ting-Ting ya, Sobat. Tapi Ujian Teng-tengan. Adanya dimana tuh? Fisika? Kimia? Matematika? Geosains? Geografi? Biologi? Yup, jawaban yang terakhir saaaangaat tepat. Apa sih ujian teng-tengan? Ujian yang paling dipertanyakan dan ditakutkan maba-maba Biologi.

Berbeda dengan jenis ujian lain, dalam ujian teng-tengan ini kamu bakal dikasih 50 soal isian tepat bisa beranak pinak macam ayam, setiap soal berada di meja yang berbeda dan dikasih nomor soalnya, lalu setiap satu menit sekali ketika lonceng dipukul berbunyi “Teng” maka Sobat harus berpindah ke soal berikutnya. Kenapa harus pindah? Karena teman di samping kita akan bergeser ke tempat kita untuk mengisi soal tadi. Pergeseran akan terus berganti sampai semua mahasiswa mencicipi 50 soal tersebut.

Tidak boleh ada yang lirik kanan lirik kiri lho. Ya kali mau nyebrang. Kalau ada yang ketahuan lirik kanan lirik kiri, percayalah semua yang ikut ujian itu akan terkena imbasnya. Kok bisa? Karena semua Asisten Lab berdiri di setiap sudut, Sobat. Dan saat satu orang ketahuan sedikit saja melirik, lonceng akan berbunyi sangat cepat meskipun belum tepat satu menit. Jadi, semua mahasiswa bakal berpindah terus-terusan tanpa mengisi soal. Jangankan mengisi, ngeliatpun nggak bakal sempat karena kalau sudah dipinta “geser” wajib “geser”.

Nah, yang ditakutkan dari ujian ini adalah kalau ada lebih dari 5 orang yang lirik kanan lirik kiri di waktu yang berbeda, bakal ada banyak soal yang nggak keisi. Kalau udah kayak gini, suhu ruangan akan meningkat, udara menipis, keringat bercucuran, tubuh panas dingin, dan jantung akan berkontraksi lebih cepat dari biasanya!

Jadi jangan berani lirik-lirik saat ujian ini, ya. Mau kalian bertanya atau tidak, mencontek atau tidak, saat ujian ini semua harus menunduk. Karena di sini bukan lagi ‘lirikan matamu menarik hati’, tapi ‘lirikan matamu membuat rugi’.

 

BACA JUGA: Tujuh Tipe Maba di Universitas Indonesia, Kamu Termasuk Tipe yang Mana?

 

Nah, itulah beberapa hal ‘horor’ yang sering banget dilalui mahasiswa FMIPA. Dari yang awalnya simple-simple saja sampai yang bikin tubuh panas dingin luar biasa. Nggak kerasa sudah selesai perjumpaan kita, Sobat AnakUI.com. Gimana? Gimana apanya? Ya, gimana habis bacanya, seru atau serem atau kaget atau sedih? Pasti perasaan kalian beragam, ya kan? Iya aja lah, mumpung perasaan kalian masih anget-anget, Yuk share biar semua pada tahu dan biar semua pada ingat dengan nge-Labrak, eh, nge-Laprak maksudnya.

Geosains: Program Studi Junior di FMIPA yang Mirip-Mirip Ilmu Perminyakan dan Pertambangan

Kok di Universitas Indonesia nggak ada studi perminyakan dan pertambangan sih?

Pasti ketika kalian masuk Universitas Indonesia, hal itu pernah dipertanyakan, terutama untuk yang berminat melanjutkan ke studi tersebut. Ngomong-ngomong masalah perminyakan dan pertambangan, mungkin sobat anakui.com langsung mikir FTTM di ITB, ya kan? Nah, tahu nggak sih di Universitas Indonesia kita ini ternyata ada lho Ilmu Perminyakan dan Pertambangan. Ilmu tersebut dihimpun dalam sebuah Departemen di FMIPA UI bernama Geosains.

“Tahu nggak Geosains itu apa?”

IFB (FEB) : Geosains? Ilmu pengetahuan tentang bebatuan? Geografi?

YM (FT) : Tidak tahu.

H (FIB) : Nggak tahu.

V (FKM) : Pernah baca tapi lupa.

TD (FIK) : Setahuku, itu proses pengembangan ilmu pengetahuan melalui alam sekitar.

SFR (FKG) : Nggak tahu.

YM (FK) : Maaf, kurang tahu.

Wah, dari ujung Barat hingga ke ujung Timur, dari makara merah sampai makara biru, sayang seribu sayang masih banyak yang belum tahu tentang Geosains. Bahaya nih, siaga satu! Padahal, Geosains ini sudah hampir 3 tahun berdiri lho. Tapi nggak apa-apa, buat kamu yang belum tahu, artikel ini cocok banget buat kamu baca.

Nah, seperti yang telah dipaparkan diatas, Geosains itu merupakan ilmu perminyakan dan pertambangan. Namun, baru merupakan ilmu dasarnya saja, Sobat Anak UI.  Ngomong-ngomong nih buat para pembaca, setelah mendengar sedikit pemaparan diatas, sudah ada gambaran tentang Geosains, kan? Nah, selain itu pasti kamu-kamu juga penasaran kapan sih Geosains ada? Kenapa informasinya nggak menyebar dengan merata dikalangan mahasiswa UI? Kenapa Geosains bisa disebut-sebut sebagai ilmu pertambangan dan perminyakan?  Terus, ada apa aja sih di Geosains? Tenang, pertanyaan kritis kamu-kamu pasti terjawab. Let’s chek it out.

 

Kapan sih Geosains itu terbentuk?

Meski tergolong baru, namun mahasiswanya aktif banget! (via Twitter HM Geosains UI)

Kapan sih? Nah ini dia jawabannya. Aziza salah seorang mahasiswi Geofisika (2016) memaparkan, pada tahun 2015 silam Rektor Universitas Indonesia telah menerima surat mandat pendirian program studi baru lho dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada masa itu dijabat oleh Prof.Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. Surat bernomor 358/E.E2/DT/2014 yang tertanggal 16 April 2014. Surat itu berisikan mandat kepada Universitas Indonesia untuk menyelenggarakan 2 (dua) program studi (prodi) S1 terkait langsung dengan ilmu kebumian yaitu Program Studi S1 Geofisika dan Program Studi S1 Geologi. Kedua program tersebut berada dibawah naungan Departemen Geosains. Jadi, Program Studi Geografi tidak masuk dalam lingkup Departemen Geosains ya, teman-teman.

Hayo, siapa diantara kalian yang masih belum tahu informasi ini? Sekarang, kalau ditanya tentang Geosains itu apa, jawabannya bukan Geografi lagi ya!

 

BACA JUGA: Teknik Metalurgi dan Material? Teknik Ngeramal Cuaca, ya?

 

Ada apa di Geosains? Kepo nih!

Apa sih Geologi itu? (via Twitter HM Geosains UI)
Apa sih geofisika itu? (via Twitter HM Geosains UI)

Di Departemen Geosains ini ada dua program studi yaitu Geologi dan Geofisika. Bingung bedanya apa? Yang jelas keduanya serupa tapi tak mirip.

Lho kok bisa gitu?

Gini deh, sebenernya, Geofisika dan Geologi ini adalah ilmu bumi yang tidak bisa dipisahkan. Namun, keduanya terkonsentrasi di bagian yang kurang lebih berbeda. Geologi lebih mengkaji tentang proses terjadi atau terbentuknya suatu permukaan bumi, komponen dalam bumi bahkan mitigasi bencana alam, sedangkan Geofisika lebih memadukan antara metode-metode fisika dengan konsep ilmu Geologi.

Selain itu, menurut Monica mahasiswi Geologi UI (2016), program studi di Departemen Geosains ini tidak hanya berfokus pada kajian bumi dan komponennya saja lho, tapi juga bisa lebih jauh dari itu. Misalnya, studi tentang Paleontologi dan Geowisata. Wah, berarti kita sekarang tahu kalau 2 (dua) program studi di Geosains ini tidak hanya sekedar ilmu yang berhubungan dengan pertambangan dan perminyakan, tapi lingkupnya lebih luas daripada itu.

Di Universitas Indonesia sendiri, Geosains belum dapat dikatakan sebagai “Teknik Pertambangan atau Perminyakan”, karena Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) saat ini dipegang oleh Teknik Kimia Universitas Indonesia.

Kegiatannya ngapain aja?

Kalo nemu orang yang pake seragam kayak gini, sapa aja siapa tau cocok (via Twitter HM Geosains UI)

Kamu tahu nggak sih, meskipun tergolong Departemen baru, Geosains ini sudah banyak mengadakan kegiatan. Dari mulai bakti sosial sampai rumah zakat. Rumah zakat ini bertujuan untuk membantu uang kuliah dari mahasiswa Geosains yang kurang mampu. Selain itu, mahasiswa Geosains juga sering mengadakan field trip sebagai bentuk dari kegiatan lapangan. Keunikan Geosains dari Departemen lain di Fakultas MIPA adalah seragam angkatannya yang sering sekali terlihat di lingkungan Universitas Indonesia. Berwarna hijau dengan lambang bendera merah putih dibagian tangan kanan. Terkadang, segenap mahasiswa Universitas Indonesia sendiri tidak menyadari orang-orang yang memakai seragam tersebut adalah bagian dari mahasiswa Universitas Indonesia. Jadi, buat kamu kamu yang melihat segerombolan anak memakai seragam hijau-hijau dengan lambang bendera merah putih di bagian tangan kanan kemudian berhenti di FMIPA, sudah dipastikan mereka adalah mahasiswa Geosains.

 

BACA JUGA: UI, Universitas Bertaraf Internasional? Laboratorium di MIPA Saja Memprihatinkan

 

Nah, itulah beberapa informasinya mengenai Geosains. Gimana? Sudah tahu kan sekarang? Semoga bermanfaat dan jangan lupa share  ke teman kalian, ya, biar yang tahu makin banyak. Dan buat kalian-kalian yang masih kepo banget sama Geosains, yuk datang aja ke FMIPA! Nggak apa-apa kalau hanya sekedar tanya-tanya, selain dapat pengalaman dan ilmu baru, siapa tahu dapat jodoh!

Kamu yang Suka Mencatat Hal Kreatif Sampai Serius, Wajib Punya Buku Ajaib Ini

Beberapa orang di dunia percaya bahwa otak memiliki keseimbangan antara otak kanan (kreativitas) dan otak kiri (rasio) karena tak semua orang di dunia ini memiliki sifat dominan pada salah satu kategori otak tersebut. Tak jarang kita jumpai orang-orang yang sama obsesifnya baik saat ia menggambar, maupun saat ia menulis to-do list untuk kegiatan sehari-hari.

Namun, untuk mencatat hal-hal kreatif dan hal-hal yang bersifat “serius” terkadang cukup merepotkan bagi mereka yang kadang harus bawa dua catatan yang berbeda. Catatan untuk hal-hal kreatif dan juga catatan untuk hal-hal yang “serius”. Misalnya, satu buku yang berisi sketsa gambar tertentu dan satu buku yang isinya semua catetan rumus dan tugas-tugas.

BACA JUGA: Bikin Slide Presentasi yang Keren Tuh Kaya Begini!

Masalah ini mungkin terdengar sepele, namun ide cemerlang yang seharusnya bisa berbuah sebagai karya masterpiece bisa mendadak lenyap dari pikiran akibat salah menaruh catatan yang berbeda. Bukan tak mungkin, sebuah pengerjaan skripsi atau jurnal ilmiah bisa saja batal terjadi akibat ide atau data penting yang tak terdokumentasi dengan baik. Bahaya, kan? Gila aja dosen udah ngasih catetan tertulis terkait latar belakang panjang-panjang, eh pas mau diketik buku catetannya hilang atau tertukar dengan buku catatan sketsa gambar.

Nah, sekarang, daripada pusing-pusing misahin catetan mana untuk tugas atau kerjaan yang mana, kenapa gak digabungin aja dalam satu catatan kecil yang bisa kamu bawa kemana-mana?

Emang bisa? Gimana caranya?

Daycraft Signature Duo Notebook via Daycraft
Daycraft Signature Duo Notebook via Daycraft

Daycraft, sebuah perusahaan publishing berskala internasional di Hong Kong, telah mengeluarkan sebuah desain buku catatan yang unik. Ya, inilah Signature Duo, sebuah buku catatan pertama di dunia yang memfasilitasi kedua kinerja otak kiri dan kanan! Sifat bukunya mudah dibolak-balik, double-sided, dan memiliki casing yang cukup unik dan tahan lama bagaikan sebuah lethal weapon untuk membuat kita  well-organized dan terinspirasi setiap hari!

 

 

Buku berukuran A5 ini memiliki satu sisi (untuk kreativitas) sebanyak 80 halaman yang dicetak dengan bahan yang tak mudah tembus namun tetap halus, sangat cocok untuk seniman, desainer, atau kamu yang senang ber-doodle ria atau membuat sketsa tapi kuliahnya di jurusan yang sangat serius macam FMIPA atau teknik. Sisi lain buku ini didesain untuk catatan-catatan penting kamu (untuk rasio), dengan garis horizontal dan spasi yang bisa digunakan untuk menulis, membuat diagram, dan membuat list untuk hal apa pun.

Buku dengan total 160 halaman ini dilapisi dengan casing yang terbuat dari kulit, sehingga terasa halus dan tetap nyaman untuk digunakan. Terdiri dari 5 kombinasi warna: grey/blue, green/orange, pink/black, black/brown, dan red/burgundy.

Daycraft terdiri dari 5 kombinasi warna via daycraft
Daycraft terdiri dari 5 kombinasi warna via daycraft

 

Penasaran dan tertarik untuk mencoba? Kabar baiknya, buku ini bisa dipesan secara online dan bisa didistribusikan secara internasional. Dengan menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan untuk memaksimalkan potensi kamu, bayangkan apa yang bisa kamu lakukan untuk mengubah dunia?

 

Selain Cuma Iseng, Inilah 5 Alasan Kenapa Mahasiswa Sering Main ke Fakultas Lain

Ada yang pernah bilang bahwa kalau emang seorang mahasiswa itu gaul as in punya banyak koneksi, dia gak akan berkeliaran cuma di fakultasnya sendiri. Pasti dari waktu ke waktu dia visit temennya di fakultas sebelah, entah anak FMIPA iseng main ke Psikologi atau anak FT nyebrang teksas buat mendatangi Kansas. Tapi visit temen kan biasa banget, dan bukan alasan yang bikin dia regularly main ke fakultas yang dituju. Nah, BMKG mewawancara beberapa orang dan berhasil setidaknya merumuskan lima alasan mahasiswa main lintas fakultas selain karena iseng doang. Simak, yuk.

 

Bosen Sama Kantin Fakultas

Bosen Sama Kantin Fakultas via komporui
Bosen Sama Kantin Fakultas via komporui

Ya, ini salah satu alasan yang cukup popular di kalangan mahasiswa loh. Setidaknya setelah si mahasiswa ini sudah berhasil mencicipi satu demi satu makanan yang ada di kantin fakultasnya. Memang, mahasiswa bisa aja main keluar kampus dan makan di restoran, tapi untuk mahasiswa yang ingin berhemat atau berusaha punya bakat untuk berhemat, ya main lintas fakultas udah paling bener.

Kadang mereka bisa sekali dua kali main ke fakultas sebelah hanya untuk refreshing lidah aja biar gak makan itu itu aja. Macam playlist musik aja deh, emang bagus kalo punya regular tapi kadang emang harus keluar dan cobain sesuatu yang di luar playlist supaya gak jenuh.

 

Cari Jodoh

Cari Jodoh via @Mapala_UI
Cari Jodoh via @Mapala_UI

Em… ini gak perlu dijelasin panjang-panjang. Sure, a lot can relate. Entah emang beneran cari atau sekadar cuci mata.

 

Sekalian Ketemu Temen

Sekalian Ketemu Temen via uajy
Sekalian Ketemu Temen via uajy

Ya, kadang ada persahabatan yang dipisahkan oleh fakultas, dan mereka at least main sebulan sekali buat catch up atau kopi darat gitu deh, kalau misalnya situasi kosan mereka juga jauh. Kadang kan ada yang kuliah di FH ngekos di Margonda atau di apartemen dan sahabatnya kuliah di Vokasi dan ngekos di Kukel. Jadi mereka ketemuan di kantin fakultas. Bisa juga sekalian cari jodoh sih, ngertilah maksudnya. Buat kamu yang punya temen yang suka visit dari fakultas lain dan mulai terlalu sering, mungkin yang bersangkutan bukan mau keluar dari fakultasnya sendiri; dia cuma mau keluar dari friendzone.

BACA JUGA: Tipe-tipe Teman Seperti Inilah yang Bakal Jadi Superhero Kamu

 

 

Dulu Pernah Kuliah Situ

Dulu pernah kuliah di situ, terus kangen via divitri
Dulu pernah kuliah di situ, terus kangen via divitri

Ini alasan yang sejujurnya jarang tapi lumayan lucu. Gimana sih kalau kamu, anak UI nih, berhasil masuk UI tapi bukan di jurusan yang kamu mau. Udah umum banget, seumum toilet umum dan wifi di café-café, kalau ketika penerimaan mahasiswa UI tahun depan, dia ngikut tes, entah via SIMAK atau SBM sesuatu itu yang tiap taun suka ganti nama macam penjahat buron.

Nah, ketika dia kemudian diterima, maka pindahlah itu mahasiswa. Tapi ada kalanya dia kangen temen di fakultas lamanya. Misalnya aja ada mahasiswa yang nyasar ke FIB karena gagal tembus FEB atau daftar FT tapi nyasar ke FMIPA. Bisa juga dia sempet di-DO dan pindah fakultas. Ketika udah dapet jurusan yang dipengin, kan bisa aja kangen temen fakultas yang lama. Maka, mainlah mereka lintas fakultas.

 

Dulu Pernah Daftar di Situ

Mungkin karena pernah Dulu pernah daftar di situ, tapi gak masuk via maheraku
Mungkin karena pernah Dulu pernah daftar di situ, tapi gak masuk via maheraku

Ini sama jarangnya sama alasan di atas, tapi somehow lebih sedih. Percaya gak percaya, ada satu dari dua puluh mahasiswa (kira-kira aja sih) yang dari masih maba sampe mentorin maba menghabiskan waktunya berusaha untuk pindah fakultas. Tapi, gagal maning. Jadinya dia punya suatu harapan terpendam yang bersemayam di hati kecil yang paling dalam; maka dari waktu ke waktu, dia main lintas fakultas ke fakultas impian dia minimal buat ngerasain rasanya mondar-mandir di fakultas itu. Itu jadi guilty pleasure-nya yang entah kenapa berubah jadi kebiasaan yang ga bisa diilangin. Mudah-mudahan gak banyak yang sesedih ini.

Nah, apa alasan kamu yang suka main lintas fakultas? Ada alasan lain kah? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line! Siapa tau ada juga yang senasib sama kamu.

Beragam Fashion Style yang Biasa Kamu Temui di UI

Percaya gak percaya, fashion yang digunakan setiap orang bisa menggambarkan ciri khasnya. Anak UI juga gak beda jauh sama manusia pada umunya, dari pakaian yang dikenakan, kita bisa langsung mengira-ngira dia anak fakultas apa, IPK nya berapa, bahkan bisa tahu berapa jam waktu tidurnya semalam.

Hal yang simple seperti fashion itu juga bisa dipengaruhi berkat lingkungan sepertemanan dan fakultasnya. Nah, berikut kategori fashion style ala anak UI:

Kemeja Bercelana Semi Bahan

Kemeja Bercelana Semi Bahan via bem.fk.ui
Kemeja Bercelana Semi Bahan via bem.fk.ui

Mungkin pakaian ini terkesan cukup formal buat anak kuliahan, tapi lain halnya kalau untuk anak RIK (Rumpun Ilmu Kesehatan) dan FMIPA. Mereka akan berasumsi bahwa pakai kemeja dan celana semi bahan itu rapi dan wajar karena mereka terbiasa dengan lingkungan fakultasnya yang mewajibkan seluruh mahasiswa untuk pakai pakaian yang rapi.

Kalau jalan-jalan ke fakultas mereka, kita akan lihat warna serupa, ya kebanyakan mahasiswanya selalu pakai gaya yang gak jauh dari itu. Buat perempuan berjilbab, kebanyakan dari mereka selalu pakai hijab ala paling sederhana atau pakai hijab yang benar-benar syar’i. Umumnya baju mereka rapi, gak kusut, dan warna baju didominasi warna pastel.

 

Kemeja Tambah Celana Jeans atau Denim

Kemeja Tambah Celana Jeans atau Denim via pujiekalestari
Kemeja Tambah Celana Jeans atau Denim via pujiekalestari

Gaya pakaian ini setingkat di bawah formal ala anak RIK. Meskipun pakai kemeja, bawahannya keren dan kelihatannya gaul, kok! Celana jeans sudah jadi style umum, tapi kalau anak UI yang pakai, celana jeans bisa berubah bentuk jadi pakaian yang lebih nyentrik atau lebih pada semi formal. Ada dua jenis style yang dimodifikasi anak UI.

Pertama jeans ketat banget, atasannya kemeja yang gak jauh ketat, pakai sneaker atau flat shoes, dan tas selempang ukuran mini. Bisa diperkiran IPK mereka menembus angka 3 dan jam tidurnya sangat-sangat teratur. Kedua, kemeja yang cukup longgar bersama jeans yang lumayan ketat, dan bagpack ukuran standar. Kalau pakai jenis kedua, bisa jadi dia anak teknik atau Fasilkom dengan IPK di atas 3.

Jeans dan Kaos

Jeans dan Kaos via pujiekalestari
Jeans dan Kaos via pujiekalestari

Gaya berikut merupakan gaya yang paling umum digunakan. Kaos yang digunakan ke kampus standarnya kaos berkerah, tapi umumnya anak UI pakai kaos biasa tanpa kerah. Biasanya, sih kalau dosennya request pakai kaos yang sopan, mahasiswa inisiatif buat ngelapisin kaos dengan kemeja yang dijadikan sebagai pajangan.  Tapi, kalau dosennya gak peduli dengan kaos apa pun, mahasiswa senang seenaknya pakai kaos belel, dan kadang di belakang kaos ada nama-nama sponsor.

Biasanya style ini punyanya anak FIB atau FISIP yang notabennya punya dosen agak santai. Tapi, kalau pakai kaosnya kaos bermerek, berkerah, dan rapi, bisa jadi dia anak FEB, Psikologi, atau Hukum.

 

Style ala-ala VS Vintage

Style ala-ala VS Vintage via fesbudui
Style ala-ala VS Vintage via fesbudui

Ada golongan tertentu yang pakai style ala-ala, ada ala-ala orang Jepang, Barat, dan Korea. Biasanya mereka pakai dress rapi dengan polesan bedak dan blush on, atau pakai stocking dengan rok mini ala cosplayer, percaya gak percaya yang kayak gitu ada, loh. Di samping itu, gaya vintage yang kuno juga banyak yang pakai. Anak UI suka memadukan kaos biasa dan rok mini, lalu pakai sepatu kebanggaan seperti merek Converse, Nike, dan Adidas, jadilah vintage style yang lebih simple dan kekinian. Keduanya sama saja, sama-sama dikategorikan sebagai style yang feminin.

Itulah beberapa style yang umum digunakan anak UI. Seru, kan bisa lihat beragam macam gaya dalam satu kampus. Kalau kamu biasa pakai yang seperti apa?

 

Hal-hal Menyebalkan Ini Bisa Terjadi Pas Seminar

Mahasiswa itu beragam kelakuan dan ketertarikannya. Ada yang super rajin sampe lupa main, ada yang keranjinan main, ada yang sukanya arsitektur tapi nyasar masuk FKG (agak gak bisa dibilang nyasar juga sih), ada yang sukanya debat politik tapi masuk FMIPA. Macem-macem deh, dan sebenernya gak dosa juga dan malah bagus. Mahasiswa emang idealnya punya banyak interest dan berwawasan luas. Gak dosa kalau anak sastra ngerti tentang kedokteran dan anak ekonomi suka sama psikologi.

BACA JUGA: Informasi Terkini Perihal Seminar atau Acara di UI dapat Kamu lihat di sini

Wawasan luas dan interest yang beragam itu kadang terobati dengan adanya berbagai seminar-seminar di sekitaran kampus atau malah seminar nan jauh di suatu tempat di muka bumi, yang memenuhi dahaga wawasan terpendam mahasiswa. As long as mereka tertarik, mereka pasti bakal memunculkan diri. Namun, banyak juga mahasiswa yang sok aksi ikut seminar, padahal cuma naksir sama free snack dan sertifikatnya. Faktanya, siapa pun yang dateng, gak setiap seminar went well atau berjalan lancar. Berikut ini adalah beberapa skenario umum kegagalan seminar yang didatangi mahasiswa.

 

Ngobrol dan scroll-scroll

Ngobrol dan scroll-scroll via
Ngobrol dan scroll-scroll via Photo Credit: Georgia Southern University via Compfight cc

Gak bisa dipungkiri lagi, kelakuan mahasiswa kalau udah bosen dengerin seseorang yang lagi ngomong di depan publik, pasti bawaannya mau ikutan cuap-cuap. Secara konsep itu sebenernya manusiawi, gimana sih kalo lagi di kantin, temen ngobrol tapi topiknya gak asik? Ganti topik lah. Begitu pula yang terjadi pada seminar. Kalau misalnya pembicaraannya gak asik atau gak kedengeran, atau si pendengar gak ngerti, ujungnya adalah riuh rendah bisik-bisik cekakak-cekikik mahasiswa. Apa mau dikata?

Kalaupun gak ngobrol, mereka bakalan scroll-scroll alias mainan gadget, intinya ya gara-gara bosen atau mati gaya. Tapi itu juga manusiawi, karena jangankan ketika seminar yang gratis dan dapet snack, orang lagi di bioskop aja kalau filmnya bosan dan mengecewakan, pasti pada buka gadget. Itu film dan mereka bayar, loh. Masih untung gak bete terus keluar.

 

Ngantuk dan tidur

Ngantuk dan tidur via arafiex
Ngantuk dan tidur via arafiex

Gak perlu dijelasin. Intinya, bosen, ngantuk, lalu tidur. Kalo epik banget ya paling dibangunin ama panitia.

 

Gemes sama mediator

Gemes sama mediator via arofanoor
Gemes sama mediator via arofanoor

Ini yang sebenernya paling gak enak. Puncak banget. Kadang satu dari ratusan seminar itu topiknya gak bener-bener bikin excited. Kadang memang ada beberapa seminar yang penting dan berguna kelak di masa depan plus bisa dapet sertifikat bergengsi. Beberapa seminar malah ada yang pembicaranya luar biasa keren dan bikin rela bolos kuliah tanpa merasa bersalah (kadang yang males malah emang dateng seminar buat bolos).

BACA JUGA: Pengen Kabur dari Kelas? Mikir!

Tapi kemudian ada satu seminar, judulnya aja bikin merinding excited, pembicaranya terkenal keren cakep dan pernah beberapa kali mampir dalam mimpi, gratis, dapet snack dan sertifikat, penyelenggaraannya rapi dan profesional. Eh, taunya si mediator gak jelas. Mau ngelucu, jayus. Pertanyaan gak ada yang berbobot dan mewakili audiens, gak bisa bikin suasana yang enak padahal narasumber udah kece. Mediatornya gugup, atau malah gak menguasai topiknya.

Gemeslah kamu mau mencabik-cabik itu mediator dan menggantikannya sendiri.

 

Konten mengecewakan

Konten mengecewakan
Konten mengecewakan

Salah satu jenis seminar yang memperdayai mahasiswa adalah seminar yang punya baliho segede gedung dua lantai, desainnya memanjakan mata, dan judulnya menggugah selera (berasa makanan), tapi ternyata itu semua tipu daya. Judulnya bikin kamu berharap tapi kemudian kamu diphpin sama kontennya.

Misal judulnya menarik macam “Pembuatan Kebijakan Politik Berdasarkan Multikulturalisme dalam Game of Thrones” atau apalah yang kesannya menggabungkan akademik dan non-akademik secara epik. Namun, isinya gak sesuai yang kamu harapkan dan malah berubah jadi dialog antarfans. Yang begitu mah baca aja di forum. Terus kamu bete terus pulang.

 

Pembicara terkenal tidak dapat hadir

Pembicara terkenal tidak dapat hadir via bempsikologiui
Pembicara terkenal tidak dapat hadir via bempsikologiui

Kamu sudah pernah lihat di baliho, sebuah semiar dengan judul keceh dan pembicara yang terkenal bikin kamu geregetan mau ikut. Tanggal udah cocok, jam juga udah cocok sama jadwal kamu, gratis, dan tempatnya gak jauh, eh tapi di akhir nama si pembicara ada tanda bintang (*), yang biasanya berujung kekecewaan. Kalo di advertisement itu tanda * memunculkan kekecewaan gara-gara artinya ‘syarat & ketentuan berlaku’, which is a big turn off, ketika di sebelah nama, itu tanda * artinya “kehadiran menunggu konfirmasi”. Kebanyakan, itu tanda * artinya adalah ‘kedatangan si pembicara adalah suatu keajaiban yang takkan pernah terjadi’. Mengecewakan.

Nah, pengalaman apa yang pernah kamu alami saat seminar? Tetiba mati lampu? Atau si pembicara marah-marah ngambek? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, dan juga berikan komentar tentang fenomena seminar ini biar seru!